Love Heartfelt

Love Heartfelt
46


__ADS_3

Raisya pov


pagi ini setelah selesai pertukaran shift.kami kembali sibuk karena ada banyak pasien yang di rawat,tadi malam saja ada 3 anak lagi yang di opname.


dari awal masuk kerumah sakit ini,aku langsung di tempatkan di bangsal/ruangan anak, karena dokter Mita istri direktur rumah sakit ini,teman dekat mamanya Reyhan jadi beliau langsung mempercayaiku begitu saja tanpa tes terlebih dahulu bahkan dokter Mita langsung menyuruhku untuk memilih penempatan ruangan dinas sendiri..


karena aku menyukai anak-anak,maka ku putuskan untuk minta di tempatkan disini saja..


awalnya banyak perawat senior yang tidak menyukaiku bekerja di rumah sakit ini,karena menurut mereka begitu mudah bagiku untuk bisa diterima di sini,padahal aku belum memiliki pengalaman kerja sebelumnya ,ditambah lagi karena aku ditempatkan di ruangan anak.ada yang menyindir bahwa tanpa orang dalam aku tidak akan bisa masuk ke rumah sakit ini. mereka selalu mengatakan kalau aku hanya modal cantik doang,tapi kemampuan tidak ada. mereka juga menanyakan sertifikat pelatihan apa saja yang aku punya..


setelah seminggu dinas di ruangan ini aku membuktikan pada mereka kalau anggapan mereka salah,aku seorang perawat yang kompeten,bahkan aku sengaja membawa sertifikat-sertifikat pelatihan ke rumah sakit,agar mereka tidak meremehkanku lagi.


setelah melihat sertifikat dan caraku bekerja akhirnya banyak dari mereka yang merubah cara pandangnya,di tambah lagi mereka melihat sertifikat pelatihan NICU yang ku punya sehingga,ada yang menganjurkan agar aku di tempatkan di ruangan NICU( Neonatal Intensive Care Unit )saja,karena aku telah mengikuti pelatihannya. Nicu itu ruangan intensif bayi.


Namun,aku menolaknya karena aku orangnya mudah empati apalagi melihat bayi yang di rawat bisa-bisa aku menangis saat jam dinas.. bahkan dokter anak dan dokter jaga di ruangan ini saja banyak yang senang dengan cara kerjaku.


setelah menemani dokter visite(mengunjungi pasien ke kamar rawatan) aku dan 4 orang teman lainnya kembali melanjutkan perawatan anak-anak dan memberikan obat sesuai anjuran dari dokter..


karena begitu sibuknya,tidak terasa waktu cepat berlalu dan sebentar lagi jam dinas akan berakhir, aku istirahat di ruangan perawat sambil menunggu yang bertugas siang dan membuka ponsel,karena sejak tadi pagi aku belum sempat membuka ponsel.


aku melihat ada beberapa panggilan dari Reyhan,dan beberapa chat masuk..aku hanya membuka chat dari Reyhan,dan mengabaikan yang lainnya.


[ " kamu jadi mau ke makamnya nadin nggak?


kenapa nggak ngabarin sih? di telfon juga nggak di angkat. aku juga ada meeting jam 3. kalau jadi ke makam,biar di cancel dulu meetingnya.kabari secepatnya! " ]


[ " maaf,tadi pasien rame banget aku nggak sempat ngabarin,aku jadi kok pergi ke makamnya nadin.apa tidak masalah kalau meetingnya di cancel ? " ]


[ "itu bukan urusanmu! setelah jam dinasmu selesai tunggu saja aku di depan rumah sakit. " ]


aku tahu dia masih marah padaku karena kejadian tadi pagi makanya ia membalas chat dengan sedikit jutek.. walau bagaimanapun Rafael belum sepenuhnya hilang di hatiku,saat Rafael mengatakan isi hatinya tadi ,aku jadi sedih mendengarnya.hatiku juga ikut remuk melihatnya yang belum bisa move on.


🌺🌺🌺


" assalamualaikum dek, kali ini kakak datang kesini bukan bersama papa,mama ,adek, kak Angga maupun keluarga kita yang lain,tapi kali ini kakak mengajak Sahabat kecil Nadin yaitu Raisya,pasti adek senang kan dikunjungi oleh Raisya.."


kalimat itulah pertama kali yang di ucapkan Reyhan saat kami menginjakkan kaki di makamnya nadin.


" mau berdoa dulu? " tanya Reyhan sambil mendongakkan kepalanya ke atas untuk melihatku,karena aku tengah berdiri di belakangnya.


aku pun langsung ikut duduk di samping Reyhan..lalu kami mengangkat kedua tangan kemudian mulai berdo'a..


setelah selesai, aku pun langsung menyapa Alm Nadin yang di awali dengan mengucapkan salam,Reyhan pergi menjauhi makam,ia menungguku di bawah pohon yang berjarak beberapa meter dari makamnya nadin.


" maaf ya din,aku baru datang..aku bukan sahabat yang baik din,padahal sudah bertahun-tahun kamu meninggalkan kita semua,sedangkan aku baru pertama kali datang mengunjungimu."


" hikss...hikssss... aku kangen sama kamu din.


kamu tahu nggak sampai detik ini aku masih menyimpan boneka yang dulu kamu berikan padaku,padahal aku tahu itu boneka kesayanganmu. Din semoga kelak kamu mengajakku untuk ke syurga bersamamu ya, tunggu sahabat mu ini di pintu syurga ..kamu harus minta sama Allah agar aku bisa ikut bersamamu di syurgaNYa..Aamiin.."


setelah selesai,aku pun mengajak Reyhan pulang..


di perjalanan kami hanya diam, sejak dari rumah sakit tadi sampai sekarang Reyhan belum berbicara sedikitpun kepadaku,aku pun ikut diam.karena selain kelelahan sehabis dinas dan ke makam tadi, aku pun malas berdebat sama Reyhan masalah Rafael..


di tengah keheningan itu ponsel Reyhan berdering, kemudian ia mengangkatnya dengan memakai earphone..

__ADS_1


[ "waalaikumsalam ma "]


"[........]"


[ Rey sama Raisya baru pulang dari makamnya nadin ma,bentar lagi nyampai apartemen]


" [.......]"


"[ oh,jadi sekarang sudah di rumah? apa papa nggak marah kalau Rey ke rumah ma?Rey malas ribut sama papa,Rey antarin Raisya aja ya ma ke rumah]"


" [..........]"


" [ ya deh ma,nanti setelah maghrib kami kesana]"...


Mama dan papa pulang,sekarang ada di rumah,kita di minta ke sana..


" oh ya, kayla juga ikut? "


"hmmm"


hanya itu balasan dari Reyhan, aku pun jadi malas untuk bertanya kembali..


🌺🌺🌺🌺


Raisya bagaimana di rumah sakit? apakah kamu nyaman kerja di sana? tanya mama setelah kami selesai makan malam bersama. tadi mama masak banyak,katanya ingin menyambutku,karena aku belum pernah makan di rumah ini sebagai menantunya. saat ini kami semua tengah ngobrol di ruang keluarga.


" nyaman kok ma, tante mita juga baik orangnya,sehingga aku juga merasa nyaman saat pertama kali bertemu. "


" Syukurlah kalau begitu, kata tante mita kamu sendiri yang meminta di tempatkan di ruangan anak ya? kenapa sayang? "


" Aamiin " jawab mama dan Papa serempak.


" apa kakak nggak kasihan ya kalau misalnya memasang infus pada anak? kan pembuluh darah mereka kecil banget kak.." tanya kayla


" awal kakak praktek di rumah sakit saat kuliah dulu,gak tega dek tapi sekarang sudah terbiasa jawabku sambil tersenyum."


" kayla sebaiknya kamu istirahat dulu ke kamar sana,semenjak Raisya datang,kamu tidak henti-hentinya bertanya dan selalu saja nempel pada kakak iparmu. ucap mama


" ih mama apaan sih, kayla kan senang karena sekarang sudah punya kakak perempuan,besok-besok bisa di ajak shoping bareng, bisa di ajak curhat lagi. " ucap kayla antusias.


" sudah,kamu masuk sana ke kamar,biarkan Raisya istirahat dulu," ucap papa.


" ihh,mama sama papa sama aja nggak asik..ya deh aku ke kamar.


kak aku ke kamar dulu,nanti datang ke kamarku ya,masih banyak yang ingin kutanyakan sama kakak,terutama soal seseorang yang duduk di depan kakak.sindir kayla sambil mencibir ke arah Reyhan."


" apaan sih dek,udah sana masuk! oh jadi gitu, sekarang kamu nggak mau cerita sama kakak lagi,udah nggak mau dekat-dekat kakak." sindir Reyhan.


" malas sama kak Rey,nggak asik curhat sama kakak cowok,apalagi seperti kak Rey, ucap kayla dengan menjulurkan lidahnya,kemudian segera berlari menuju kamarnya."


Reyhan menggelengkan kepala melihat tingkah kayla,sementara mama hanya tertawa kecil...sedangkan papa hanya memasang wajah datar.


" yang satunya sudah menikah,yang satunya lagi sudah mau kuliah tapi masih saja suka berantem,malu sama istrimu Rey,sindir mama "


" sepertinya urat malunya sudah hilang ma,sampai saat ini saja dia belum bisa membuktikan kalau memang anak yang di kandung perempuan itu memang bukan anaknya,mungkin saja dia sengaja tidak mencari bukti agar ia bisa terus berhubungan sama wanita itu.

__ADS_1


dia tidak menghargai Raisya yang sudah bertahan bersamanya. harusnya kalau dia punya malu ia pasti bisa mengurus masalah ini secepatnya.apa dia pikir keluarganya nggak akan malu kalau berita ini sampai menyebar kemana-mana.. apalagi kalau ternyata janin yang di kandung perempuan itu anaknya, mau di taruh di mana muka kita,orang akan menganggap menikahnya dengan Raisya tapi punya anak dengan yang lain! "


" Rey sudah berusaha mencari bukti pa,bahkan Angga juga sudah menyelidiki,jangan papa pikir Rey hanya diam saja ".


" huuh,kami tidak butuh alasan tapi butuh bukti." balas papa dengan tersenyum sinis.


" sudah pa! bukannya tadi papa sudah berjanji untuk tidak membahas masalah ini dulu,Raisya baru saja datang ke rumah ini sebagai menantu kita.. mama ingin suasana di rumah ini damai,tenang. tolong jangan ada keributan dulu. "


" terus saja bela anakmu itu! " sindir papa.


" memang sebaiknya tadi Rey tidak datang kesini ma! cukup hanya mengantar Raisya,dari pada membuat mama sedih." ucap Reyhan.


" baguslah,kalau ternyata kamu sadar diri." balas papa Reyhan.


" sebaiknya Reyhan pulang saja ke apartemen ma." ucap Reyhan yang kemudian berdiri dari duduknya."


" apa kamu tidak menghargai mama lagi Rey?" tanya mama dengan mata yang berkaca-kaca.


" bukan begitu ma, Rey cuma nggak mau ribut sama papa. "


" kalau begitu kamu duduk kembali! apa perlu mama memohon padamu,atau kepada papa agar kalian bisa melupakan masalah itu dulu, mama ingin kita menikmati kebersamaan ini, mama nggak ingin Raisya tertekan berada disini karena menyaksikan perselisihan papa dan Reyhan."


aku hanya diam menyaksikan keributan itu,karena tidak tahu mau bicara apa, aku melihat kesedihan di mata mama,bagaimanapun ia seorang ibu,dari awal aku yakin mama sudah mempercayai Reyhan,namun karena adanya foto itu serta melihat kemarahan suaminya,mama pun tidak bisa membuktikan naluri keibuannya untuk membela Reyhan.


" Raisya kesini nak panggil mama "


aku yang duduk di depan mama ,segera pindah ke sampingnya. mama menggenggam kedua tanganku.


" sekali lagi makasih ya nak telah mau menjadi menantu mama.maafkan Reyhan yang belum bisa menjadi suami yang baik untuk Raisya ".


" aku beruntung memiliki mertua sebaik mama dan papa,aku juga belum bisa menjadi istri yang baik buat Reyhan ma,kami sama-sama belajar menjadi pasangan yang saling melengkapi."


" kamu baik sekali nak" ucap mama sambil mengelus-elus tanganku yang berada di genggamannya.


" oh ya,nenek kirim salam buat Kamu dan Raisya Rey,kata nenek kalian harus segera ke bandung begitu memiliki waktu luang, waktu itu kalian hanya sebentar di bandung, nggak jdi menginap. nenek masih belum terlalu mengenal Raisya,beliau ingin bertemu kembali.


" ya ma,Rey juga berencana mau ke bandung lagi tapi jadwal Rey padat,dan Raisya juga baru sebulan kerja nggak enak juga kalau minta cuti."


sebaiknya kamu luangkan waktu Rey! kalau Raisya mama bisa aja izinin ke Mita.


nenek juga sangat merindukanmu Rey,kamu kan tahu sendiri kalau kamu cucu kesayangannya, walaupun kayla ada di sana, tapi selalu saja kamu yang di tanya terus-terusan. apa-apa Reyhan sepertinya semua tanah dan perkebunannya juga bakalan di wariskan padamu. kayla sering cemburu, katanya nenek pilih kasih," jelas mama dengan tersenyum.


"Reyhan hanya terkekeh mendengar omongan mama."


" itu karena ibu belum tahu aja kelakuan cucunya seperti apa,coba aja kalau tahu bisa-bisa kedatangannya ke bandung di sambut dengan tangkai sapu " sindir papa.


" cukup pa,jangan mulai lagi atau papa mau tidur di luar malam ini! ancam mama..


aku pun menutup mulut karena menahan tawa.


" bela aja teruss! sindir papa lagi."


mama hanya melototi papa.


" Raisya kami tidak bisa lama-lama disini,setelah besok kami menemui bunda hani dan adik-adikmu,mungkin sorenya mama sama papa langsung balik ke bandung,karena nenek tidak bisa di tinggal lama-lama sendirian. setelah ini kalian tidak boleh tinggal d apartemen lagi,tinggallah di rumah ini. mama gak mau rumah ini kosong lagi.. Tegas mama."

__ADS_1


__ADS_2