Love Heartfelt

Love Heartfelt
Episode 16.Malam Perpisahan


__ADS_3

"Maaf tante,ini semua terjadi karena saya," Ucap Rafael begitu masuk ke dalam rumah.


"kamu siapa?" tanya Bunda Hana.


"Aku Rafael Tante, senior Raisya di sekolah," Jawab Rafael.


"silahkan duduk terlebih dahulu nak Rafael" ujar bunda.


setelah Rafael duduk,Rafael pun menceritakan mengenai keadaan Raisya.


"Raisya begini karena Aku,tadi di sekolah Raisya terjatuh karena di dorong oleh temanku,Aku akan bertanggung jawab untuk pengobatan Raisya tante," Jelas Rafael.


Raisya tidak menyangka kalau Rafael akan segera mmengakuinya,bahkan sebelum dimintanya.


"kenapa Nak Rafael yang harus bertanggung jawab?bukannya temannya yang melakukan ini?" tanya bunda.


"tapi temanku melakukan itu karena sakit hati padaku,dia salah faham mengenai kedekatanku dengan Raisya." jelas Rafael kembali.


"Bun,luka yang di kaki Raisya sudah di obati tadi di Uks,sekarang sudah tidak terlalu nyeri,Raisya baik-baik saja bun," jelas Raisya.


Raisya tidak mau Rafael menjelaskan semuanya,karena dia takut kalau nantinya Rafael akan menyampaikan mengenai perasaannya kepada bunda.


"benaran kakinya sudah baikan Kak,tidak perlu ke rumah sakit lagi?" tanya bunda kembali.


"benaran bun,kalau bunda tidak percaya,nanti bunda bisa melihatnya di kamar," jelas Raisya.


"sekali Lagi aku minta maaf bunda," lirih Rafael.


Bunda pun tersenyum mendengar ucapan Rafael.


"Nak Rafael sudahlah,jangan merasa bersalah ini semua bukan karena nak Rafael,tidak seharusnya teman nak Rafael melakukan ini kepada Raisya,apapun alasannya,dialah yang seharusnya meminta maaf.


"oh ya,tadi nak Rafael mengatakan kalau kalian berdua cukup dekat,kalian berdua memiliki hubungan?" sindir bunda Hana yang segera mengalihkan pandangannya ke Raisya.


"isss bunda,kami dekatnya hanya karena Raisya anggota Osis bun,dan kak Rafael ini ketua Osis." jelas Raisya.


"kalau memang seperti itu,kenapa temannya Nak Rafael itu,membenci mu kak? dia perempuan kan?" tanya bunda kembali.


"itu karena dia sal..."


"itu karena dia cemburu tante,dia tahu Aku menyukai Raisya," ungkap Rafael.


Raisya terlihat kaget,mendengar ucapan Rafael, matanya melototi Rafael.


"siapa yang menyukai Anakku?" ucap Ayah Arif yang tiba-tiba saja sudah berada di ruang tamu.


semuanya menoleh ke sumber suara,dan betapa kagetnya mereka melihat ayah yang ternyata sudah pulang dan tiba-tiba saja sudah muncul di ruang tamu.


"ayah sudah pulang," tanya bunda?


"baru saja, jawab ayah."


"apa kamu yang menyukai anakku?," tanya ayah kembali.

__ADS_1


"tadi Raisya jatuh di sekolah yah,dan nak Rafael ini yang menolongnya," jelas bunda yang berusaha mengalihkan pertanyaan ayah Arif.


"kenapa bisa jatuh kak?"terus apa yang sakit?" tanya ayah kembali,kemudian ayah menghampiri Raisya seraya memperhatikan kaki anaknya tersebut.


"tadi sudah diobati di uks yah,jadi sekarang sudah baikan," jelas Raisya.


"Maaf Om,Akulah yang menyebabkan terlukanya kaki Raisya ,ucap Rafael dengan wajah takut.


"saya akan bertanggung jawab om,kalau perlu saya telfon orang tua saya," jelasnya kembali.


"bukannya kamu yang menolong Raisya?kenapa mesti kamu yang minta maaf dan bertanggung jawab," tanya ayah Arif dengan wajah bingung.


"Dia hanya ing"


"Raisya di dorong oleh temanku,karena dia marah pada Raisya".


jelas Rafael yang memotong ucapan bunda Hana.


"Kenapa temanmu bisa marah ke Raisya?" memangnya Raisya punya salah kepadanya?" tanya Ayah kembali.


"temanku itu merasa cemburu,karena aku menyukai Raisya om," terang Rafael dengan lantang.


"temanmu itu perempuan?" tanya ayah kembali.


"iya om, sekali lagi Aku minta maaf," ucapnya kembali.


ayah arif tertawa mendengar penjelasan dari Rafael.semua orang heran melihat tingkahnya yang begitu..


"ini urusan anak muda bun" ucap ayah sambil terkekeh.


"kalau kamu menyukai Raisya, sebagai lelaki kamu harus berjuang!


tapi ingat jangan pacaran selama kalian sekolah,itu bisa mengganggu pelajaran,dan juga pacaran itu sebenarnya dilarang dalam agama kita,cukup saling mengenal satu sama lain saja ,karena om juga pernah muda," jelas ayah Arif.


wajah Rafael berubah senang mendengar ucapan Ayah Raisya.


"ternyata ayah Raisya tidak pemarah seperti yang dibilang Raisya," gumamnya.


berbeda dengan Raisya,wajahnya terlihat memerah menahan malu,dia terlihat kesal pada Rafael,yang sudah berani memberitahu semuanya kepada ayahnya.


"tapi jangan sampai temanmu itu berbuat kasar kembali pada Raisya,apalagi karena urusan cinta begini,kamu selesaikan masalahmu dengan dia terlebih dahulu,Om tidak akan tinggal diam lagi kalau dia mencelakai Raisya kembali,tolong sampaikan kepadanya," tegas Ayah Arif.


"baik om," Jawab Rafael.


"ya sudah om masuk dulu ke dalam,om mengucapkan terima kasih karena sudah menolong dan mengantar Raisya pulang,om juga senang dengan kejujuranmu,kamu makan saja dulu disini sebelum pulang!" ucap Ayah.


"benar nak Rafael,makan saja dulu," bunda pun ikut menawarkan.


"maaf om,tante tapi sebaiknya saya pulang saja," sudah terlalu sore jelas Rafael kembali.


setelah berpamitan Rafael pulang dengan wajah lega,tadi dia sempat melihat Raisya dengan wajah kesalnya..Raisya juga mencibir kepadanya dia senang karena telah berhasil mengerjai Rafael.


"kamu merasa senang karena tadi mengerjaiku,ternyata orang tuamu begitu baik,awas saja kamu besok," gumam Rafael.

__ADS_1


🌸🌸🌸


semenjak kejadian itu hubungan Raisya dan Rafael semakin dekat,Rafael juga sering mengantar Raisya pulang.beberapa bulan setelahnya Raisya menerima Rafael sebagai kekasihnya.


dua sejoli itu terlihat cukup bahagia di sekolah,semua orang memuji hubungan mereka,dengan menyebut mereka sebagai pasangan yang serasi.


hanya meri saja yang tidak senang,dan diapun semakin membenci Raisya.


kalau di luar sekolah hubungan mereka,biasa- biasa saja,seperti pasangan normal lainya,sering menghabiskan waktu belajar bersama,nonton bersama dengan teman-teman mereka yang lainnya juga,bahkan malam minggu pun mereka jalan bersama sahabat Raisya dan juga sahabat Rafael.


tidak terasa Rafael sebentar lagi akan menghadapi ujian akhir sekolah,dan itu artinya Rafael akan menyelesaikan pendidikannya di sekolah itu,Rencana nya Rafael ingin melanjutkan cita-citanya menjadi seorang Polisi.


nantinya dia akan menempuh pendidikan akademi polisi di luar kota selama 3 tahun.


mengingat hal itu,membuat mereka berdua bersedih,bagaimanapun meraka pasti akan merasa kehilangan satu sama lain.


pada malam perpisahan kelulusan sekolah Rafael,Raisya dan anggota osis lainnya juga hadir,karena mereka panitia acara.


Rafael mengajak Raisya berbicara berdua saja menjauh dari keramaian acara,Rafael ingin berpamitan kepada Raisya.


"By,ku harap setelah kepergianku kamu masih setia menungguku,hingga pendidikanku selesai,memang selama masa pendidikan akan sulit untuk menghubungimu,karena di sana aturannya sangatlah disiplin semuanya sudah di atur,bahkan waktu mandi sama ibadah saja di atur."


tetapi sebisa mungkin aku akan terus berusaha menghubungimu walaupun dengan sembunyi-sembunyi." terang Rafael.


" Bo,kamu fokus saja kepada pendidikannya,aku juga tidak menuntut untuk selalu kamu hubungi,yang penting kamu sehat- sehat saja dan semuanya berjalan dengan lancar,sehingga kamu berhasil menjadi seorang perwira polisi.


dan di sini aku akan tetap setia serta akan selalu mendo'akanmu." jelas Raisya dengan mata berkaca-kaca.


"by,mungkin aku akan jarang sekali pulang,paling bisa libur saat lebaran saja,selama 3 tahun ini kita akan jarang sekali bertemu," ucap Rafael dengan wajah sendunya.


"tidak masalah bo,yang penting jangan lupakan Aku," balas Raisya.


airmata yang dari tadi ditahannya pun kini sudah keluar begitu saja..


Raisya menundukkan wajahnya,dia malu karena menangis di depan Rafael.


Tetapi Rafael mengusap Air mata Raisya dengan tissu.


"sudah jangan menangis lagi! kamu mau kalau nanti ingusnya keluar lagi,pancing Rafael".


plakkkk,plakkk Raisya menampar tangan Rafael.


"iss kamu bo,orang lagi sedih masih sempat-sempatnya juga becanda" cibir Raisya.


Rafael pun senang melihat Raisya kembali tersenyum.


"By aku ingin sekali kamu tetap menjaga dirimu,sampai kita menikah nantinya.ku harap setelah kamu kuliah,walaupun banyak yang menyukaimu,tolong jangan hiraukan,ingatlah kamu sudah ada aku!" ucap Rafael dengan serius.


"ya Bo aku akan menunggumu" ucap Raisya.


setelah mereka resmi berpacaran,mereka memiliki panggilan sayang,Raisya memanggil Rafael dengan sebutan bebo,begitu juga sebaliknya, Rafael memanggil Raisya dengan sebutan bheiby.


dan malam yang indah itu terasa cepat berlalu,setelah mereka selesai berbicara mereka pun bernyanyi bersama hingga akhirnya acarapun selesai,kemudian mereka kembali ke rumahnya masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2