Love Heartfelt

Love Heartfelt
22.


__ADS_3

Raisya tidak bisa memejamkan mata hingga larut malam,Dia terus memikirkan semuanya,bagaimana dia bisa bersama Reyhan dia tidak mengenalnya,dan bagaimana dengan Rafael,dia tidak bisa mengkhianati Rafael,Raisya sangat menyayanginya..


Raisya terus mengingat reyhan,hingga dia teringat saat mereka kecil dulu, reyhan selalu gangguin dan usilin dia ,bahkan Raisya ingat ketika dia lagi main bersama Nadin,dia datang dan mengambil boneka Raisya tanpa mengembalikannya..


Raisya menangis minta bonekanya kembali tapi Reyhan mengatakan kalau boneka itu sudah jelek lebih bagus dibuang.


Reyhan bahkan mengancam Raisya dan Nadin agar jangan memberitahu orang tua mereka kalau Raisya menangis..


beruntung Nadin sangat baik dia berbeda dari Kembarannya,dia pun memberikan Raisya Boneka yang ada di kamarnya,padahal itu boneka kesayangannya..


Nadin mengatakan kalau kakakny memang suka usil,tapi hatinya baik dan penyayang..


setelah kejadian itu Raisya tidak mau lagi diajak ayah dan bunda ke rumah Om Wijaya. hanya Nadin yang sesekali datang ke rumah Raisya tanpa Reyhan,sampai akhirnya Nadin meninggal.


dan mereka bertemu untuk yang terakhir kalinya di pemakaman Nadin.


Raisya tidak mau malam ini cepat berlalu,dia tidak mau bertemu Reyhan esok Hari...


🌻🌻🌻🌻


siang itu Cuaca sangat mendung,sepertinya sebentar lagi Langit akan menurunkan air hujan,Para pedagang Kaki Lima yang berada di jalan sudah mulai mengemasi barang-barang jualannya dan sebagian bahkan sudah ada yang bersiap pulang..


di dalam sebuah mobil terlihat seorang pemuda yang memiliki paras tampan,hidungnya mancung,serta sorot matanya yang teduh,membuat orang- orang yang melihatnya akan mengagumi


Betapa Indah Makhluk ciptaan Allah ini.


Pemuda itu mengenakan busana pakaian smart casual,atasanya memakai kaos berwarna putih dan dipadukan dengan blezer berwarna hitam,sementara untuk celana dia mengenakan celana chino dan memakai sepatu loafers.


pemuda itu sibuk memperhatikan sekeliling jalan dari kaca mobil.. Di adalah Devano Muhammad Arreyhan.


tiba-tiba pemuda itu dikejutkan oleh adeknya yang duduk di sampingnya..


"Kakak melamun ya?dari tadi dipanggil-pangil gak nyahut-nyahut..


" Apaan sih dek,orang lagi melihat penjual Kaki Lima kok.."


"Jangan bohong,bentar lagi kita sampai rumah Om Arif kak,jangan gerogi yaa.. cieciee ledek kayla adiknya Reyhan".


" kenapa mesti gerogi dek, yang menginginkan perjodohan ini kan Papa dan


mama?


lihat saja betapa Antusiasnya mereka, mobil papa saja sudah gak kelihatan di depan kita,saking mau cepatnya bertemu calon mantu idaman... "


Kayla hanya terkekeh pelan mendengarnya.


" Dari cerita papa dan Mama Kak Raisya itu memang baik kak,sopan,cantik,pintar lagi kurang apa coba? ".


"Kurang Iman kali, jawab Reyhan..


hahahhaha.... hahahaha...


kayla pun ngakak mendengarnya,begitu juga dengan paman heri, sopir keluarga Reyhan yang lagi pegang stir pun ikut tertawa..


"Cewek manja gitu aja dipuji-puji ". Kamu dah ketularan Mama Papa tu Muji-muji dia,kan Kamu belum pernah ketemu dek.."


"Kak setidaknya Papa dan Mama sangat menyukai Kak Raisya dan menginginkan Kak Raisya sebagai Menantu ,dari pada kakak sama kak Marsha,kan tidak di restui ."


" i..iiiii dasar anak kecil,cerewettt bisa diam gakk" ,ucap Reyhan kedua tangannya pun mencubit pipi kayla..


" Aduhh sakit tau kak,aku bukan anak kecil lagi, Aku sudah SMA lo ,masa di bilang anak kecil ".


" terus kalau sudah SMA udah bisa gitu pacar-pacaran,awas ja ya dek kalau kamu pacaran diam-diam di belakang kakak,kalau kamu mau pacaran harus di kenalin dulu ma kakak.


cowok sekarang banyak yang gak baik Akhlaknya..


" kaya kak Marsha cewek baik jaa? tanya ja paman heri kalau gak percaya ma adek sendiri,benar kan paman ketika


paman ngantarin Aku ke tempat les,kita pernah mergokin kak Marsha di kafe lagi berduaan sama cowok ? "

__ADS_1


Paman Heri yang lagi asik nyetir itu pun sedikit kaget karena kayla bawa-bawa Namanya dalam perdebatan mereka.


dengan agak Ragu-Ragu dan sedikit takut Paman Heri pun menjawabnya


"Benar Nak ibra,paman melihatnya ".


"dia sudah jelasin dek, cowok itu hanya temannya..


dia hanya menghibur temannya saja,karena temannya itu lagi ada masalah yang serius, dia menceritakan semuanya sama kakak


dek. kakak percaya ma dia."


" kamu gak mau dekat sih sama kak marsha, makanya kamu belum terlalu mengenal sifatnya ,kak marsha itu orangnya baik dek ,dya pengen dekat ma kamu tapi,kamu kan selalu gak mau kalau kak marsha ajak jalan bareng ".


"Aku kurang nyaman ma dia kak, kakak juga jangan terlalu percaya sama kak marsha,ntar sakit Hati lagi.akhiri saja hubungan kakak ma dia, dekatin kak Raisya aja biar Papa dan Mama senang.. "


sekali lagi Reyhan hanya menarik pipi kayla sambil berkata,


"sudah yaa, diam! kita udah sampai


paman heri juga dah berhentiin mobilnya".


"ya dehh aku gak mau bicara lagi ntar pipiku jadi gembul lagi di tarik-tarik."


reyhan hanya tersenyum mendengarnya..


Papa dan Mama Reyhan sudah sampai terlebih dahulu,mereka sudah duduk dan bercengkrama bersama orang tua Raisya juga bersama Rizki dan syifa.


sementara Raisya di suruh sama bunda buat bantuin Bi Asih menyiapkan minuman dan makanan ringan di dapur.


Reyhan dan kayla pun sudah sampai di depan pintu..


setelah mengucap salam mereka pun langsung bergabung dengan semuanya.


Reyhan dan Kayla menyalami Ayah dan Bunda serta kedua adik-adik Raisyaa..


" Kita Baik om.


iya, semenjak Om sakit Om dan tante gak pernah lagi datang ke rumah.


Maafin Reyhan juga ya om karena Reyhan belum pernah nengokin selama om sakit".


"gak apa Nak,Om tahu kamu belakangan ini sibuk.


selain sibuk kuliah kamu juga sibuk bantuin papa kamu ngurus perusahaan kan?"


"Bantuin sambil belajar aja om" jawab Reyhan sambil tersenyum..


" hey ky,apa kabar? udah gede ja sekarang yaa, terakhir kali kita ketemu, kamu masih kecil banget,ucap Reyhan sambil tertawa ".


" Alhamdulillah Baik kak,


iyaa, sudah lama banget, kakak juga dulu masih kecil bukan aku aja kali"


semuanya tertawa mendengar penuturan Rizky.."


"Oh Hampir lupa Ini si bungsu, namanya syifa, pasti Nak Reyhan sama Nak kayla belum kenal kan?" dulu kan dia belum ada ucap bunda sambil tersenyum.."


syifa pun tersenyum sambil malu-malu..


" kayla juga dulu masih bayi,sekarang sudah berubah menjadi gadis cantik ujar Ayah ".


"sekarang juga dia Masih sama seperti bayi,Manjaa banget terkadang tidur ja masih ditemani mama,Ucap tante marwa.."


wajah kayla berubah merah mendengar penuturan mama, semua yang berada di situ tertawa melihat tingkah kayla.


semuanya terlihat bahagia dan saling bertukar cerita satu sama lain..


tiba-tiba Raisya dan bi Asih datang dari dapur membawakan minuman dan makanan Ringan..

__ADS_1


semua mata sekarang menatap Raisya termasuk Reyhan..


"wah, gedenya cantik juga gadis cengeng dan manja ni, aahh paan sih ,gue gak boleh tertarik ma tu cewek, gue udah punya marsha." Batin Reyhan.


Ini dia yang di tunggu dari tadi ucap Om Wijaya.


Raisya pun meletakkan kue yang dibawanya dari dapur dan menatanya di atas meja, begitu juga dengan bi Asih setelah meletakkan minuman Bi asih pun kembali ke dapur.


Raisya menyalami Om Wijaya dan Tante marwa.


" ayukk duduk disini kak ! "


bunda menunjuk sofa kosong yang berada di dekatnya.


Raisya pun duduk di dekat bunda.


"Raisya ayukk kenalan lagi sama Nak Reyhan dan nak kayla,kalian kan dah lama gak ketemu,pasti gak ingat lagi satu sama lain, ucap Ayah ".


"ya benar tu Han, sapa dong Raisya


tante Marwa pun ikut menimpali. "


Kayla pun bersalaman dengan Raisya.


"hei kak masih ingat Aku? sapa kayla sambil tersenyum..


" Kakak ingatnya hanya seorang anak bayi yang tangisannya paling kuat sampai kedengaran ke rumah tetangga ", balas Raisya sambil tertawa..


" kakak mah sama kayak mama suka buat malu, ucap kayla sambil cemberut. "


" gak dek,kakak hanya becanda kamu cantik ko" ucap Raisya.."


kayla pun tersenyum mendengarnya..


tante marwa terus memberi kode kepada Reyhan buat kenalan sama Raisya,tetapi Reyhan hanya cuek saja.


Hmm...Hmm...


kode dari papanya ini,membuat Reyhan langsung berdiri dan berjalan mendekati Raisya lalu kemudian menyapanya...


" Hay ini Aku Reyhan,apa kabar?"


entah kenapa detak jantung Reyhan berdetak sangat cepat ketika berada didekat Raisya,


begitu juga dengan Raisya tiba-tiba dia menjadi gugup,dia merasa ada yang aneh dengan detak jantungnya..


" Alhamdulillah baik, Kamu apa kabar?"


tetap tenang Raisya jangan sampai dia melihatmu gugup seperti ini,ingat dia itu Reyhan,bukan Rafael " ..Batin Raisya.


"Alhamdulilah Baik jugaa " ,


Reyhan pun juga membalas singkat ,kemudian dia kembali ke tempat duduknya..


"Raisya kamu sudah tahu kan maksud Om dan Keluarga datang kesini?"


Om Wijaya akhirnya memulai pembicaraan serius.


Raisya hanya mengangguk.


sekarang Reyhan dan Raisya hanya perlu berkomitmen, Om dan Tante belum melamar Raisya secara resmi,belum waktunya Ucap Om wijaya..


Raisya hanya diam saja,entah bagaimana perasaanya sekarang..


"Om Harap Raisya mau membuka hati untuk Reyhan,begitu juga dengan Reyhan dia sudah berjanji sama om dan tante akan membuka hatinya untuk Raisya agar kalian bisa mengenal lebih jauh satu sama lain,kalau kalian sudah saling mengenal kalian akan merasa nyaman dan Rasa itu juga akan tumbuh dengan sendirinya.."


"sekarang Om dan Tante mau mendengar jawaban dari Raisya, apakah Raisya mau menerima Reyhan sebagai orang terdekat Raisya untuk saat ini? mau menjadi istrinya Reihan suatu hari nanti Jika Allah berkenan?


Aa....ku....

__ADS_1


__ADS_2