
"maafkan aku kak!, tapi ini sudah menjadi keputusanku,aku tidak bisa! ucap Raisya,dia sengaja mengalihkan pandangannya dari Rafael.
"sekali lagi Aku bertanya kepadamu,tatap mataku! Apa kamu memiliki perasaan yang sama sepertiku?atau apakah kamu pernah menyukaiku walaupun hanya sedikit saja?coba tanya hatimu Raisya,sekarang ini hanya antara aku dan dirimu,jangan libatkan orang lain," ucap Rafael yang berusaha meyakinkan Raisya..
"maaf aku harus pulang kak,terima kasih untuk semuanya," ucap Raisya sambil berlalu pergi.
"tunggu sebentar! ini aku hampir lupa memberikan hadiah ulang tahunmu,Rafael memberikan kotak yanng dari tadi di pegangnya ke tangan Raisya,walaupun kamu menolak perasaanku,tapi setidaknya tolong terima hadiah ini,aku pun berharap kamu mau memakainya." ucap Rafael sambil berjalan mendahului Raisyaa.
dia melangkah dengan perasaan yang sangat kecewa,tidak tau kenapa biasanya Rafael yang selalu percaya diri,selalu berwibawa,tetapi hari ini hilang sudah kepercayaan dirinya,hanya dengan penolakan Raisya,dia yang biasanya bersikap tegas tetapi entah kenapa hari ini tiba-tiba saja dia merasa rendah diri, dan merasa down di hadapan sahabatnya dan juga di hadapan sahabat Raisya .
Raisya mengucapkan terima kasih kepada kak Sisil dan ketiga sahabatnya,dia meminta maaf karena tidak bisa melanjutkan acara makan-makan bersama,padahal semua makanannya sudah dipersiapkan oleh kak Sisil,tetapi karena kejadian tadi,semuanya tidak berjalan sesuai rencana Resi,Ika dan Amy.
begitu juga Rafael,dia terlihat kecewa dan berjalan ke luar rumah,Rafael menunggu micko dan Gio sambil duduk di atas motornya,setelah pamit kepada kak sisil,mereka pun segera pergi dari sana.
"Sya, kamu yakin mau langsung pulang? kamu gak mau disini dulu? ayolah Sya, kita rayakan ulang tahun kamu sama-sama,bentar lagi juga kak Dika pulang,kita minta traktir kak dika saja,anggap saja hadiah ultah buat kmu dari kak Dika," ucap Ika.
"ya Sya,maaf ya kita tidak menyangka kalau akan seperti ini keadaannya,kami mengira kamu bakalan Jadian sama kak Rafael,dan kita merayakannya sama-sama," ucap Amy sambil menepuk pundak Raisya.
"maaf aku tidak mau membahas itu dulu sekarang.
aku mau pulang saja.
sekali lagi Aku minta maaf dan terima kasih,kalian memang sahabatku yang terbaik." Raisya pun segera berpamitan kepada kak sisil.
"ayoo Sya kita pulang," ucap Resi.
"jangan Si,kamu disini saja dulu, kak sisil sudah masak banyak lo,kasian gak ada yang makan,kalian bisa melanjutkan acara makan-makannya walaupun tanpa aku."
"yah mana bisa begitu dek,kalau kamu tidak ada acara gak akan seru lagi,kan yang ulang tahun kamu dek," ucap kak sisil.
"iya, lagian juga suasana sudah gak asik lagi," tambah ika lalu dia memasukkan potongan kue tart ke dalam mulutnya.
"sayang kuenya gak di makan,"ucapnya lagi sambil cengengesan..
__ADS_1
"sekali lagi aku minta maaf, tapi hari juga sudah sore,kalian kan tahu sebelum magrib aku harus sampai di rumah,karena tadi aku izinnya sama bunda hanya sebentar".
"ya sudah kita pulang saja,aku juga mau pulang,kalau soal makanan serahkan sama kak sisil,banyak yang akan menghabisinya," cebik Resi,dia juga ikut berpamitan pada semuanya,kemudian mereka meninggalkan kediaman kak Sisil.
****
di dalam kamarnya Raisya membuka kotak hadiah yang diberikan oleh kak Rafael,ternyata isinya sebuah kalung yang sangat indah kalung itu juga ada liontinnya yang berinisial Huruf R2.
Raisya pun segera menyadari kalau inisial R2 tersebut adalah Raisya dan Rafael..
Raisya terharu,"maafin Raisya kak Rafael" gumamnya..
Raisya juga melihat hadiah boneka dari Rifky,kemudian dia terlihat seperti memikirkan sesuatu
"*b*agaimana bisa dua orang ini memberikan hadiah yang sangat kusukai." gumam Raisya.
memang Raisya dari dulu sangat menyukai boneka,bahkan beberapa koleksi bonekanya tidak diberikan kepada syifa walaupun adiknya itu merengek meminta boneka itu,yang sebenarnya hanya di simpan di lemarinya saja.
apalgi kalung ini menurutnya begitu indah.
Kaakkkkk Raisyaa!!!! teriakan syifa kemudian membuyarkan lamunan Raisya..dia segera keluar kamarnya dan menghampiri syifa.
"kamu kenapa teriak kencang begitu?"tanya Raisya,dia sedikit menyentilkan jarinya ke jidat Syifa.
"aduh sakit kak," terlihat syifa mengusap bekas sentilan Raisya.
"kakak bagaimana sih,katanya tadi mau siap-siap tapi kenapa masih belum siap juga,bentar lagi maghrib lo,tadi kata bunda habis magrib kita kan mau rayain Ultah kakak di restoran langganan keluarga,nanti di marahin ayah baru tahu rasa", ucapnya lagi.
"iya adekku yang cerewet,ini juga kakak sudah mandi,hanya tinggal ganti baju saja," ucap Raisya .
"lagian dari tadi bukannya sudah bersiap,lama banget jadi orang," cebik syifa.
Raisya meninggalkan syifa sambil menggelengkan kepalanya,dia harus segera mengganti baju ,dan segera sholat mahrib setelah adzan berkumandang,agar tidak membuat keluarganya menunggu terlalu lama nantinya.
__ADS_1
*****
seminggu setelah kejadian di Rumah kak sisil,sosok Rafael selalu saja hadir di dalam hati dan pikiran Raisya,padahal dia sudah berusaha untuk melupakan Rafael.
seperti hari ini di sekolah,Rafael lagi bermain basket bersama teman-temannya.
Raisya dan Rifky sedang berjalan melewati lapangan basket menuju kantor guru, untuk mengantarkan buku tugas kelasnya.kemudian begitu mereka melewati lapangan basket,dengan langkah tergesa-gesa Raisya berjalan mendahului Rifky,dia tidak mau bertemu dengan Rafael.
begitu juga Rafael,dia awalnya tidak melihat Raisya,karena lagi asik bermain,Namun tiba-tiba bola yang di lemparnya ke dalam ring basket,tidak tepat sasaran,sehingga bola basketnya mengenai tangan Raisya,sontak saja Raisya meringis kesakitan dan semua buka tugas yang di pegangnya terjatuh dari tangannya.
"Aww," pekik Raisya sambil mengelus tangannya yang terkena bola.
Rafael segera berlari mendekati Raisya,begitu juga dengan Rifky yang berada di belakang Raisya.
"kamu gak kenapa-kenapa kan Sya?tanya rifky dia pun segera mengumpulkan buku-buku yang terjatuh tadi.
"maaf, aku tadi tidak sengaja,apakah tangan kamu sakit?," ucap Rafael begitu sudah berada di dekat Raisya.
Rafael ingin sekali memegang tangan Raisya, untuk memastikan apakah tangannnya bengkak atau tidak.Namun dia segera mengurungksn niatnya,begitu mendengar jawaban dari Raisya.
"tanganku baik-baik saja,kakak seharusnya tidak perlu repot-repot kesini,silahkan lanjutkan saja bermain basketnya" ucap Raisya,dia berbicara tanpa melihat Rafael.
"taaapii Raisya aku ha,
"Ayo ky,kita lanjutkan mengantar bukunya." ucap Raisya memotong pembicaraan Rafael.
Kami duluan ya kak,ucap rifky sambil berlalu pergi mengikutii langkah Raisya.
"Rafael hanya diam disitu,dia menatap punggung Raisya sampai sudah tak terlihat lagi.
jangan tanya Bagaimana perasaan Raisya sekarang,dari tadi jantungnya berdetak tidak karuan,di dalam hatinya dia begitu senang,karena tadi Rafael menghampirinya,kalau tidak mengingat meri yang akan semakin membencinya,mungkin tadi Raisya akan menerima perhatian dari Rafael.sebenarnya dia begitu tersiksa menahan perasaannya karena dia selalu saja berusaha menolak dan menghindari Rafael.
"kenapa juga dengan perasaan ini?ayo hilanglah dari dalam hatiku! Rafael itu bukan untuk kamu Raisya!" gumamnya.
__ADS_1