
" Raisya adalah istriku,saat ini akulah orang yang paling berhak atas dirinya! "
" Reyhan! sebaiknya kamu pergi,sebelum kesabaran ku habis!" bentak papanya yang kemudian menghampiri Reyhan.
" sebentar saja Pa,aku butuh bicara dengan Raisya" pinta Reyhan.
" Reyhaaaan!" kini tangan om Wijaya yang sudah mengepalkan tinju berada di depan wajah Reyhan. " jangan om !" teriak Raisya,ia pun menghampiri mereka " aku mohon sudah cukup om! jangan ada keributan lagi di rumah ini,kasihan Alm.papa bagaimana papa bisa tenang kalau di rumahnya terjadi keributan begini?" lirih Raisya.
" Om minta maaf Raisya, om merasa malu atas perbuatan anak ini, om akan terima kalau kalian membenci keluarga kami "
" Om, semua orang pasti pernah melakukan kesalahan,baik yang disengaja maupun tidak! aku akan berbicara dengan Reyhan,sebaiknya om tenangin diri dulu. " jelas Raisya
Reyhan sedikit lega mendengar ucapan Raisya.
" Kita bicara di taman belakang Rey" ucap Raisya yang berlalu dari sana,kemudian disusul oleh Reyhan.
di taman belakang,semua tanaman bunga terlihat subur dan terawat, terdengar bunyi daun yang saling bergesakan karena tertiup angin malam, Raisya dan Reyhan duduk berdampingan di atas bangku panjang yang terbuat dari kayu,tepat di bawah pohon mangga.
kedua insan yang baru menyandang status suami istri tersebut, masih saling membisu.sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.
" apa yang mau kamu bicarakan Rey?" tanya Raisya mengawali pembicaraan.
__ADS_1
" hemm," Reyhan terlihat ragu untuk berbicara .
" katakan saja Rey! biasanya mulutmu sangat pedas,kamu kehabisan stok cabe ya? "
" Hah...... iya, masalahnya harga cabe makin mahal " jawab Reyhan dengan tersenyum hambar.
" saat ini,entah kenapa aku sangat berharap kamu mempercayaiku Sya! namun,aku tahu kamu pasti tidak mempercayaiku kan? memang saat ini tidak ada yang percaya kalau aku tidak menghamili Kalisha,bahkan orang tuaku sendiri tidak percaya pada anaknya.
seandainya kamu percaya padaku, sepertinya akan mudah bagiku untuk membuktikan pada papa dan mama kalau anaknya tidak seburuk itu! "
" Rey,bukti yang diberikan oleh Kalisha sepertinya bukan editan ataupun rekayasa, maaf ya bukannya aku su'udzon sama kamu,tapi aku berbicara berdasarkan bukti saja,kalian telah lama pacaran, apa kalian nggak pernah pergi ke suatu tempat sehingga mengharuskan kalian harus menginap? walaupun awalnya kalian tidak sekamar,tapi terkadang bisa saja karena suatu hal maka__ "
" Aku gak seburuk itu Sya! " potong Reyhan
" Aku belum pernah mabuk Sya! " aku masih bisa bedakan mana yang halal dan yang haram! tegas Reyhan kembali memotong ucapan Raisya.
" Rey aku tidak bermaksud menyinggung perasaanmu, aku capek berdebat sama kamu Rey, sekarang intinya begini, bukannya kamu ingin menikah dengan Kalisha? mungkin inilah jalannya kalian untuk bersama,setelah anak itu lahir kalian bisa menikah Rey!"
" Raisya ! aku memang ingin menikahi Kalisha tapi tidak dengan cara ini! kalau begini sama saja dengan menjatuhkan harga diriku!
satu lagi,apa kamu nggak mendengar perkataan orang tuaku tadi? kalaupun Kalisha benaran hamil anakku,mereka tidak akan merestui hubungan kami !"
__ADS_1
" terlepas benar atau tidaknya tuduhan Kalisha, kamu bisa anggap mungkin ini rencana tuhan untuk menyatukan kalian, seandainya dia benaran hamil anak kamu dan nantinya dia melahirkan, kamu akan bertanggung jawab atas anak itu kan? dan pada akhirnya kamu harus menikahinya,tidak ada jalan lain Rey, Om dan tante nantinya juga akan merestui hubungan kalian setelah mereka memiliki cucu! percayalah Rey kalau Kalisha bisa tulus mendapatkan restu dari orang tuamu nantinya mereka akan luluh juga!" lirih Raisya.
" dan kalau ini semua hanya kebohongannya bagaimana?"
" kalaupun dia berbohong,itu artinya karena dia benar-benar tidak mau kehilanganmu sehingga dia rela merendahkan harga dirinya hanya demi memiliki kamu seutuhnya!"
" gampang sekali kamu berbicara, aku tidak pernah tidur dengan kalisha! apapun yang terjadi aku harus meluruskan semua ini,mungkin saat ini dia tidak memikirkan akibat dari perbuatannya,tapi aku akan segera membuat dia menyadari kesalahannya,sehingga ia harus mengakui kebohongannya."
" Rey, kamu masih ingin menikah dengan Kalisha kan? "
" sekali lagi kukatakan padamu,tidak dengan cara kotor ini! " aku juga sudah menikahimu mana mungkin aku menceraikanmu,usia pernikahan kita saja belum sampai seminggu Sya, apa kata orang nantinya."
" Rey bukannya pernikahan kita ini hanya karena perjodohan saja,orang tua kita yang menginginkan Rey,terlebih karena ayahku sakit,makanya kita tidak bisa menolaknya kan? sekarang ayahku telah tiada Rey, kamu gak usah pikirkan aku dan keluargaku,pikirkan saja kebahagiaanmu dengan Kalisha!" Raisya berusaha menahan cairan bening yang hendak keluar dari matanya.
" cih, dangkal sekali cara berpikirmu,kamu tidak mempedulikan orang tuaku yang begitu menginginkanmu menjadi menantu. aku tahu pernikahan ini beban buatmu, mungkin saat ini kamu bisa berpikir aku akan melepaskanmu, dan kamu bisa kembali pada mantanmu yang polisi itu kan? tapi maafkan aku Raisya aku tidak akan melepaskanmu! "
air mata itu akhirnya sudah tidak bisa ditahan lagi.. Raisya menangis sejadi-jadinya.
Raihan pun turut sedih melihat Raisya,dia menggeser duduknya agar lebih dekat dan tangannya ingin menyentuh pundak Raisya,bermaksud menenangkannya.namun segera di tepis oleh Raisya.
" Aku capek Rey, aku lelah hidup begini! kamu tidak bahagia menikah denganku,begitu juga denganlku,jadi untuk apa kita mempertahankan semua ini! aku menyuruhmu untuk menjemput kebahagiaanmu tapi kamu malah memojokkanku.. asal kamu tahu Rey, Rafael juga sudah dijodohkan sejak dulu.namun, dia bersikeras menentang perjodohan itu hanya demi aku,akhirnya orang tuanya mau membatalkan perjodohannya dan mencoba menerima pilihan anaknya. saat orang tuanya sudah mulai menerima aku,tapi aku menikah denganmu, karena itu orang tuanya sangat membenciku dan kembali melanjutkan perjodohan Rafael "
__ADS_1
" Sya, tapi dia mencintaimu,setidaknya kamu memiliki hati Rafael,walaupun kalian tidak saling memiliki. "
" itulah alasanku menyuruhmu menerima semua kebohongan Kalisha Rey ! setidaknya dengan cara itu kalian bisa bersama . Kalisha lah pemilik hatimu! aku nggak mau jadi orang ketiga dalam hubungan kalian.. aku nggak ingin melanjutkan status palsu ini ." pekik Raisya sambil berlari meninggalkan Reyhan.