
🌻🌻🌻
Pagi ini kembali cerah ketika matahari memancarkan sinarnya dari timur dunia,pohon-pohon rindang dengan daun-daun hijaunya yang masih basah menyisakan embun semalam.
pagi ini Reyhan mengantarkan Raisya ke rumah sakit karena Reyhan belum sempat mengambil motor Raisya yang di titipkannya pada pemilik warung,rencananya hari ini Reyhan akan menyuruh orang untuk menjemput dan membawa motor tersebut ke bengkel.
mobil Reyhan berhenti tepat di depan Rumah sakit,saat Raisya hendak berpamitan pada Reyhan,mereka di kagetkan oleh kedatangan Rafael yang tiba-tiba menghentikan motornya di samping mobil Reyhan.di belakang Rafael menyusul seorang laki-laki paruh baya yang tengah mengendarai motor Raisya.kemudian ia pun berhenti tepat di belakang Rafael.
melihat kedatangan Rafael yang mengantar motor Raisya,emosi Reyhan meledak ia berjalan mendekati Rafael yang baru saja selesai membuka helm.
" apa maksudmu melakukan semua ini? " kenapa kamu selalu ikut campur? aku sudah memperingatkanmu untuk melupakan istriku! ada aku suaminya yang akan mengurus motornya. mulai sekarang jauhi istriku! atau kamu akan lihat apa yang akan aku lakukan padamu!" Ancam Reyhan.
" Aku hanya membantu Raisya,kemarin aku menelfon bengkel langgananku dan meminta tolong untuk menjemput motornya.kemudian mengantarnya ke sini. karena aku tahu suaminya tidak mempunyai waktu untuk mengurus motor istrinya.kalaupun suaminya ada waktu, pasti akan butuh waktu lama." balas Rafael.
Reyhan memegang kerah kemeja Rafael dan menatapnya dengan penuh amarah.
" kamu segitu berharapnya ya agar bisa kembali pada istriku! apa kamu nggak punya Rasa malu karena masih menginginkan istriku? sebagai sesama lelaki aku jijik padamu! cihhh. " ucap Reyhan sambil meludah.
" kalau memang aku masih mengharapkannya kenapa? itu hakku apa salah aku memiliki perasaan cinta yang teramat dalam padanya? aku lebih lama mengenalnya dari mu.kami mempunyai kisah yang indah,yang tak kan bisa kamu gantikan dengan mudah.kamu yang nggak punya malu! bukankah kalian menikah karena terpaksa? seandainya Alm.ayahnya Raisya tidak sakit,Raisya tidak akan mau dijodohkan denganmu! sebaiknya kamu lepaskan saja Raisya, selain kamu harus bertanggung jawab untuk menikahi kekasihmu,Alm ayahnya Raisya tidak akan bahagia di sana karena telah menikahkan anaknya denganmu !" jelas Rafael sambil melepaskan tangan Reyhan dari kerah kemejanya.
" Bangs**, bugh.."
" bugh"
Teriak Reyhan sambil memukul Rafael.
" Bugh"
" Bugh" kamu yang bang***!"
teriak Rafael yang juga membalas pukulan Reyhan. kemudian keduanya saling baku hantam tetapi segera di hentikan oleh Raisya
" Cukuuupl! " teriak Raisya ia pun segera memegangi Reyhan.
" pak tolong pegangi Rafael," ucapnya pada tukang bengkel yang mengantarkan motornya.
" hei " Anj*** aku akan menghajarmu teriak Reyhan.
" aku juga sudah nggak tahan untuk menghajarmu,biar kamu bisa merasakan pukulanku, bangs**. balas Rafael.
__ADS_1
" kalian bisa berhenti nggak? kalian sudah dewasa tapi masih saja seperti anak remaja,apa nggak malu sama umur? kamu sebaiknya pergi Raf! di sini banyak orang, kalian mau di vidioin dan jadi viral?apalagi kamu seorang polisi Raf, aku yakin vidionya akan viral.kamu bisa dapat masalah nantinya."
" pak,berikan kunci motor saya. terima kasih sudah menempel ban dan memperbaiki motor saya. " ucap Raisya pada pemilik bengkel.
" Raisya apa yang aku katakan tadi semuanya benar,aku tidak bisa melupakanmu! aku tahu kamu juga masih mencintaiku,kembalilah padaku. atau selamanya aku akan hidup dalam kenanganmu,aku tidak peduli dengan meri! lirih Rafael yang berjalan menuju motornya yang juga di ikuti oleh tukang bengkel.
" dasar polisi gila, bangs**!" teriak Reyhan.
" sudah Rey! kamu juga sebaiknya pergi ke kantor,jangan membuat keributan lagi!" tegas Raisya, yang berusaha menahan air mata agar tidak mengalir.
bagaimanapun Raisya masih belum bisa melupakan Rafael,apalagi setelah mendengar pengakuan dari Rafael.ingin rasanya ia mengejar Rafael lalu kembali bersama Rafael seperti dulu.namun,semua itu tidak mungkin ia lakukan karena posisinya saat ini adalah istri Reyhan,ia tetap harus menjakankan amanah yang diberikan ayahnya,walaupun saat ini ayahnya telah tiada.
" apa kamu bersedih karena Rafael? kamu ingin kembali padanya?" tanya Reyhan dengan suara pelan.
" Rey,kenapa kamu membahas ini lagi?aku harus masuk ke dalam,sebentar lagi sudah masuk jam dinas, " ucap Raisya mengalihkan pembicaraan.
" Raisya, aku tidak akan memaksamu untuk tetap bertahan dalam pernikahan kita.namun,aku tidak akan melepaskanmu dari pernikahan ini sebelum kamu sendiri yang memintanya.ucap Reyhan." kemudian ia pun berjalan meninggalkan Raisya.
🌻🌻🌻🌻
pagi ini bunda Hani berbelanja di mini market dekat rumah.. saat hendak membayar belanjaannya di kasir, bunda hani melihat Rafael yang tengah berdiri di depan kasir. ia memegangi botol desinfektan dan kapas.kemudian bunda Hani berjalan mendekat ke arahnya.
" waalaikumussalam tante jawab Rafael dengan wajah sumringah,karena tidak menyangka bisa bertemu bunda Raisya di mini market ini.
" Ternyata tante belanja disini juga? tante sudah selesai belanjanya? " tanya Rafael
" tante sudah selesai,oh ya wajahnya kenapa? apa karena menangani kasus kepolisian ya ? " selidik bunda hani setelah melihat lebam pada pipi serta sedikit darah di bibir Rafael.
" ooh bukan tante,ini karena terkena pukulan saat latihan karate bersama teman. jawab Rafael dengan sedikit canggung. biar sekalian aja aku yang bayarin tan,ia pun mengulurkan tangannya untuk membantu mengangkat keranjang belanjaan bunda Hani ke meja kasir.
" ooh nggak usah! biar tante sendiri yang bayar,nak Rafael duluan saja.tolak bunda Hani."
" hemmmm,ya sudah. tante tapi apa setelah ini kita bisa berbicara sebentar di depan? ada sesuatu yang ingin ku sampaikan sama tante" ucap Rafael.
ooh,boleh setelah kamu selesai,tungguin tante di depan ya,ntar bunda kesana " balas bunda Hani..
"baiklah tante " ucap Rafael.
setelah selesai membayar belanjaannya,bund Hani pun menyusul Rafael ke depan minimarket.
__ADS_1
mereka duduk di kursi yang tersedia di depan minimarket.
" nak Rafael mau bicara apa ya?" tanya bunda setelah meletekkan barang belanjaan di atas meja.
" sebelumnya aku minta maaf tan,kalau nantinya ucapanku membuat tante merasa tidak nyaman.
" ada masalah apa ya? "
begini tan, aku masih sangat mencintai Raisya,aku mohon kali ini tante merestui dan mendukung aku untuk kembali bersama Raisya. kami masih saling mencintai tan. aku harap tante bujuk
Reyhan untuk menceraikan Raisya, mereka menikah karena terpaksa,dan aku tahu Raisya tidak bahagia bersama Reyhan.aku janji setelah Reyhan menceraikan Raisya aku akan menikahinya dan akan membuat hidupnya bahagia," lirih Reyhan.
" Plakkk "
tamparan itu mendarat di pipi Rafael,beruntung bukan di pipi yang bekas pukulan Rafael tadi.
" apa kamu sudah kehilangan akal? " kamu suruh aku untuk memisahkan anakku dengan suaminya, setelah itu merestui kamu untuk menikahi Raisya? atau apa kamu pikir aku yang sudah gila! pekik bunda hani,ia pun menggelengkan kepala seolah tidak mempercayai apa yang baru saja di dengarnya.
" maaf tante,maksud aku bukan begitu! aku hanya ingin me"
" pergi kamu dari hadapanku! untuk saat ini aku tidak ingin melihatmu,anggap saja aku tidak pernah mendengar ucapanmu yang tadi! bunda hani segera memotong pembicaraan Rafael.
" tante,aku tidak bisa hidup tanpa Raisya,mohon mengerti aku tante ! kami saling mencintai. apa kami tidak berhak bahagia? "
" cukup! "
memangnya kamu tuhan sehingga bisa menjamin kebahagiaan anakku.aku tahu Raisya dan Reyhan masih belum saling mencintai,dan aku tahu masalah yang di hadapi Reyhan itu sangatlah berat,tapi aku mempercayai Reyhan dan setelah semua itu terbukti, seiring waktu mereka juga akan saling mencintai,jadi sebaiknya buang niatmu yang ingin merebut Raisya dari Reyhan. "
" apa tante tidak menyadari kalau kepergian om Arif itu di sebabkan oleh Reyhan dan kekasihnya itu? Andai saja om Arif masih hidup beliau juga akan menyuruh Reyhan untuk menceraikan Raisya! " jelas Rafael
" ternyata sifatmu sudah sangat berubah Rafael,aku mengenal Rafael yang cerdas dan yang berpikiran jernih,bukan yang picik begini.
suami saya meninggal karena kehendak takdir, tidak ada hubungannya dengan itu semua, suami saya tidak akan pernah menyuruh Reyhan untuk meninggalkan Raisya,aku yakin di dalam hati kecilnya ia pasti mempercayai Reyhan,jadi tolong kamu jangan menduga-duga begitu! "
"oh ya satu lagi,asal kamu tahu pada hari itu,bukan hanya mantan kekasih Reyhan saja yang datang ke rumah kami untuk menghina Raisya, tetapi juga ada satu wanita lagi yang mengaku calon tunangan kamu, ia juga menghina Raisya,bahkan Raisya di tuduh merebut kamu darinya,dan ia juga menghina aku dan Alm suamiku..sebelumnya aku juga hendak membicarakan ini padamu,tetapi aku lupa karena musibah yang kemarin. jadi aku tegaskan sebaiknya kamu jauhi kehidupan Raisya, urus saja kehidupanmu sendiri! dan ku harap jangan sampai calon tunanganmu itu menghina anakku lagi!" tegas bunda hani. untuk pertama kalinya ia tidak memanggil Rafael dengan embel-embel nak,serta hanya mengucapkan Aku pada dirinya sendiri.
kemudian ia pergi meniggalkan Rafael yang termenung mendengar ucapannya.
" aku yakin itu pasti meri, dia benar-benar nekat aku harus membuat perhitungan dengannya! " gumam Rafael..
__ADS_1