
Sudah dua hari mahasiswa baru mengikuti Mos,dan kini hanya tinggal hari terakhir.sebelum acara penutupan Mos,
Panitia akan mengumumkan,para pemenang yel dan juga pemenang acara lainnya.
setelah diumumkan,ternyata kelompok Raisya banyak memenangkan perlombaan salah satunya menjadi pemenang Yel.
kemudian, sebelum mengumumkan pemilihan Raja dan Ratu Mos pada tahun ini,
terlebih dahulu kakak panitia membacakan siswa yang paling sedikit mendapatkan tanda tangan.
Nama Raisya dan ketiga sahabatnya di panggil maju ke depan,karena hanya mereka yang paling sedikit mendapatkan tanda tangan panitia.
Miko yang membacakan nama mereka,kemudian langsung bertanya.
"kenapa kalian hanya mendapatkan 5 tanda tangan? padahal kan kakak panitianya ada 15 orang."
"kami cuma dapat segitu kak,Hanya mereka yang mau memberikan tanda tangannya, " jawab Amy.
" Oh yaa,apa kalian sudah berusaha semaksimal mungkin? salah satu kakak panitia cewek pun bertanya kembali.
"kenapa kalian juga tidak mendapatkan tanda tangan ketua ? "
" kita sudah berusaha memintanya,tetapi Dia tidak mau memberikannya,
dia meminta syarat yang cukup aneh," jawab Raisya.
" kalian kurang berusahaa keras kali untuk membujuknya,liat saja yang lainnya, mereka di kasih kok,lagian dia ketua memang sudah seharusnya kan susah untuk mendapatkan Tanda tangannya," balas panitia itu lagi.
" yaa sudah, kalian tetap barus di hukum ucap Miko..
kalian harus berlari lagi keliling lapangan sebanyak 10 x.sebenarnya Miko gak terlalu tega memberikan hukuman itu tapi dari pada nantinya Rafael yang memutuskan hukuman untuk mereka bisa jadi mereka akan mendapatkan hukuman yang lebih berat lagi".
Raisya cs segera melakukan hukuman tersebut,dan mulai berlari melewati Rafael yang tersenyum menang melihat mereka,kemudian dia berkata dengan lantang.
"Eee Raisya,kalau kamu berubah pikiran dan mau melakukan syarat dari ku,maka aku akan membatalkan hukuman kalian! ".
Raisya hanya menatap Rafael dengan tatapan sinis . kemudian melanjutkan hukumannya,tanpa membalas perkataan Rafael.
setelah selesai melaksanakan hukuman,mereka pun kembali ke dalam kelompok masing-masing.
dengan nafas ngos-ngosan Raisya mengumpat Rafael.
"dasar ketua sok sangar,di kiranyaa aku takut sama dia".
ciiihh,jangan harap! "
mendengar itu Rifky langsung tertawa, dia mengulurkan sebotol air mineral kepada Raisyaa.
"ini minum dulu,nanti bisa dilanjutkan lagi marah-marahnya",ucap Rifky.
"terima kasih ya ky"
Raisya pun cengingisan, dan mengambil botol minum yang diberikan Rifky, kemudian langsung meminumnya.
sebenarnya Rafael merasa kasian melihat Raisya cs memutari lapangan tersebut,apalagi sebanyak 10 kali.
dia pun berencana membelikan minuman kepada meraka, tetapi setelah melihat Raisya yang sudah mendapatkan minuman dari Rifky, akhirnya dia mengurungkan niatnya kembali.
kini,acara Puncak pun tiba yakni pengumuman Raja dan Ratu Mos tahun ini.
pengunuman itu di bacakan oleh Rafael selaku ketua panitia,dan juga di saksikan oleh kepala sekolah serta beberapa orang guru lainnya.
" Raja Mos of the year adalah....."
__ADS_1
Rafael menggantung suaranya.
kemudian siswa-siswi meneriakkan nama Rifky.
" yaaa benar sekali Raja Mos tahun ini adalah Rifky,"
silahkan maju ke depann! ucap Rafael.
Rifky kemudian maju ke depan.
Rafael melanjutkan pengumuman kembali
"untuk Ratu Mos tahun ini dia adalah".....
semua orang pun terdiam tidak ada yang menjawabnya.
sebenarnya orang-orang ingin menyebut nama Raisya karena dia yang paling unggul untuk Mos tahun ini.
suaranya bagus ketika di suruh bernyanyi dalam kelomponya,kreatif dan banyak lagi kelebihan yang dimilikinya.
Namun, dia juga sering mendapatkan hukuman,serta yang paling sedikit mendapatkan tanda tangan, membuat orang jadi ragu untuk menyebut namanya.
" kenapa diam semuaa?
gak ada yang mau yaa, menjadi Ratu? "
Rafael bertanyaa sambil tersenyum.
" baiklah kalau tidak ada yang bersuara saya akan melanjutkannya kembali.
Yang berhak memperoleh gelar Ratu Mos of the year adalah "Raisya Adila Pratama"..
kemudian semua orang pun bertepuk tangan..
"Sya,nama lo di panggil tu..cepatan maju sana!"
" haa gue yaa?"
" Iya ,belom sadar loe,dari taii melamun aja sih "
jawab temannya itu.
panggilan dari Rafael untuk yang kedua kalinya akhirnya menyadarkan Raisya,dia berjalan kedepan ,dan berkata di dalam hati
"ya ampunn, serius ne aku Ratunya?apa ini gak akal-akalan Rafael aja ya buat malu-maluin aku..kan aku yang paling sering melawan! ".
setelah Raja dan Ratu berbaris di depan,kepala sekolah diminta memakaikan mahkota kepada keduanyaa..
******* ********
beberapa hari kemudian Raisya dan teman - temanya mulai mengikuti proses belajar mengajar di sekolahnya.
kelas Raisya berbeda dengan para sahabatnya.
di dalam kelas,dia duduk di sebelah teman yang baru di kenalnya,yang bernama Icha.
Raisya juga berada di kelas yang sama dengan Rifky.
beberapa minggu kemudian Raisya pun mulai dekat dengan icha.
Raisya di tunjuk sebagai sekretaris kelas dan Rifky sebagai ketua kelas.
pagi itu, Raisya sangat awal datang ke sekolah, dia di antar oleh ayahnya kebetulan, ayahnya pagi itu harus cepat berangkat ke kantor.
__ADS_1
Raisya pergi ke ssekolah bersama ayah, karena pagi ini cuaca sangat mendung,Dia dan Resi takut kehujanan.
Rumah Raisya dan Resi agak berdekatan,
mereka sudah lama sekali bersahabat ,sejak dari SD sampai sekarang,dan selalu bersekolah di tempat yang sama.
berbeda dengan Amy dan Ika rumah mereka sangat jauh dari komplek Raisya dan Resi tetepi walaupun berjauhan, mereka sering saling mengunjungi satu sama lain.
pagi itu sekolah masih sepi,baru beberapa orang yang hadir,Resi langsung masuk ke kelasnya,karena mau menyelesaikan PR.
sementara perut Raisya terasa sangat lapar tadi dia belum sempat sarapan di rumah, karena tergesa-gesa dia juga lupa membawa bekal yang sudah disiapkan bundanya..
Raisya memutuskan pergi ke kantin.tapi di depan pintu dia bertemu icha,yang baru saja datang,Raisya menyapa dan mengajak icha untuk menemaninya ke kantin.
sesampainya di kantin, mereka pun langsung memesan makanan,karena sangat lapar Raisya terburu-buru dan tidak melihat Ada Rafael bersama teman-temannya di dalam kantin.
Begitu Raisya mulai memasukkan makanan ke mulutnya, Gio datang menghampiri mereka.
" Hai Ratu, kok buru-buru makannya,kelaparan yaa ? " tanya Gio
" eeehh maaf, kakak dari tadi di sini? "
" yaa kita ada di belakang meja kalian."
"kok tumben datangnya pagi banget kak?" Raisya
bertanya sambil menyantap makanannya kembali.
" kami ada Rapat osis pagi ini,dan akan ada perubahan anggota kelompok, jadi harus cepat datang " jawab Gio.
"Ooh begitu ya" jawab Raisyaa..
" oh ya Sya, bagaimana perasaannya menjadi Ratu Mos?"
" biasa aja sih kak ,cuma agak kaget aja kok bisa ya aku yang terpilih."
" kok kaget sih Sya ,memang pantas lagi"
Icha yang hampir selesai makan pun ikut mengomentari.
" betul tu sya," banyak kok kakak panitia yang memilih kamu.Rafael juga gak banyak komentar,dia setuju aja tuh," ucap Gio.
" Benaran kak,Dia setuju aja gitu? padahal,aku mengira dia benci banget lo ma aku,karena Aku sering gak mendengarkan ucapannya. "
" makanya,jadi orang tu jangan suka berpikiran jelek,sebenarnya dia itu anaknya baik lagi, hanya saja terkadang memang sedikit agak keras," jelas Gio.
"Gio, loe mau melanjutkan obrolan dengan cewek kepala batu itu,atau ikut kita?" tiba-tiba suara Rafael menghentikan pembicaraan mereka.dia sudah berdiri dan melangkahkan kakinya keluar kantin bersama Miko.
" hisss,enak saja ngatain aku kepala batu," Raisya pun mengomentari perkataan Rafael dengan sinis..
" idiiiih, ada yang merasaa ya,padahal yang cewek disitu kan bukan hanya dia doang,ada temannya juga," balas Rafael yang sudah berada di depan kantin.
" iiii dasar cowok baweeel,benci banget dehh!" gumam Raisyaa.
Gio terkekeh mendengarnya.
"Jangan benci Syaa,ntar jadi suka loh " ucap Gio sambil tertawa,kemudian pergi menyusul Rafael dan Miko.
" sudah lah Syaa,sabar ajaa "
Icha pun menenangkan Raisya.
" Yukk kita ke kelas, sebentar lagi kelas akan di mulai, " ucap Icha.
__ADS_1
Raisya dan Icha berjalan meninggalkan kantin, setelah mereka membayar pesanannya.