Love Heartfelt

Love Heartfelt
empat puluh empat


__ADS_3

" bicaranya santai aja kali Sya, ya aku salah karena nggak jadi menjemputmu,aku juga salah karena telah berpikiran jelek terhadapmu,Aku minta maaf! ni minum dulu supaya nggak marah-marah lagi, ucap Reyhan sambil mengulurkan segelas air ".


" kamu saja yang minum sendiri, supaya mulutmu nggak kepedasan lagi!" balas Raisya.


Reyhan kemudian memegang tangan Raisya lalu menarik Raisya ke sisinya,kemudian ia mendekatkan gelas ke mulut Raisya..


" di buka mulutnya non,ujar Rey sambil tertawa"


" aku bisa minum sendiri! "ucap Raisya yang berusaha merebut gelas tersebut dari tangan Reyhan.


Namun dengan segera Reyhan menepis tangan Raisya. " Aku ingin membantu istriku minum ,apa itu salah?" tanya Reyhan.


Raisya merasa aneh dengan sikap Reyhan, namun akhirnya ia meminum air tersebut,agar ia bisa cepat beristirahat di kamar.


" nggak ada yang salah si Rey,tapi kalau sikap kamu begitu malah aneh,aku jadi geli deh. " balas Raisya sambil menaikkan kedua bahunya.


" jadi kamu sudah memaafkanku?"


" hemm" jawab Raisya.


" kok nggak ikhlas gitu jawabnya."


" Iya Rey, nggak usah di bahas lagi! aku kemar duluan ya,balas Raisya.


" ke kamarnya bareng dong,masa suaminya di tinggalin," ucap Reyhan.


Raisya memutar kedua bola matanya, kemudian berjalan mendahului Reyhan.


tiba di kamar Reyhan bergegas mandi,sementara Raisya merebahkan dirinya di kasur sambil memainkan ponselnya.


setelah mandi dan berganti pakaian Reyhan pun duduk di atas kasur di samping Raisya.


" Rey,kamu kenapa sih nggak mau tidur di sofa? selalu saja mau di sini,padahal sofa nya nganggur tu.."


" malas,aku nggak akan nyaman tidur di sana,memangnya kenapa kalau aku tidur di sampingmu? kamu kan istriku! selama ini masih aman-aman saja." jawab Reyhan dengan menarik sudut bibirnya.


" aman maksudnya?" tanya Raisya.


" walaupun kita tidur berdua di kasur yang sama,tapi kita masih bisa menahan untuk tidak mel "


dengan segera Raisya menutup mulut Reyhan,sudah nggak usah di lanjutkan Rey! "


"Aku tidak akan meminta hakku sebelum kamu juga siap untuk menjalankan kewajibanmu sebagai istriku sepenuhnya."


" cukup Rey,nggak usah di bahas lagi!aku mau tidur. " ucap Raisya sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


" ini perlu di bahas Raisya! " Reyhan menarik hijab yang menempel di kepala Raisya.


" Rey,kamu kenapa sih? kenapa malam ini jadi aneh? " Raisya kemudian membetulkan hijabnya yang baru saja hendak di lepas Reyhan "


" kamu yang aneh Sya,sudah hampir sebulan kita menikah tapi kenapa kamu masih nggak rela kalau aku melihat rambutmu? aku ini sudah syah jadi suamimu! mulai sekarang kamu nggak usah pakai hijab kalau bersamaku, memangnya kamu nyaman tidur pakai begituan? "


" Tapi Rey, a..kuu.."


" di buka ya! "


bujuk Reyhan sambil menarik pelan hijab yang dikenakan Raisya..

__ADS_1


" Reey! " pekik Raisya ia memalingkan wajahnya ,berusaha menahan rasa canggung dan malu.


Reyhan terpana melihat kecantikan Raisya,


" Cantik " ucap Reyhan seketika.


" biasa aja Rey, nanti kamu jatuh cinta lagi sama aku! " Ucap Raisya sambil melempar Reyhan dengan guling.


" eeeh maksudku saat ini kamu lebih cantik dari yang pertama aku lihat di malam pertama pernikahan kita, itu yang pakai tanktop." cibir Reyhan yang mencoba meralat ucapannya tadi.


" Rey!! kenapa kamu masih ingat-ingat itu sih? "


" kamu berusaha menggoda aku di malam pertama kita kan? " sindir Reyhan dengan terkekeh pelan.


" enak aja,saat itu aku lupa kalau sudah menikah!" ucap Raisya sambil memukul Reyhan dengan guling.


" kamu terlihat seksi juga sih , untung aja aku nggak terpancing," ujar Reyhan kembali.


" kalau kamu bahas itu lagi aku pakai lagi ni hijabnya" ancam Raisya.


" jangan! saat bersamaku kamu nggak usah pakai lagi! " aku lebih suka melihat rambut istriku! "


" tau ah, mending aku tidur,malas mendengar gombalan suami si mulut cabe. "


" bilang suami yang tampan dong! " susah loh mendapatkan suami yang keren seperti aku! " ucap Reyhan memuji diri sendiri."


" wah suamiku memang keren,cerdas lagi, S1 nya aja hanya 3 tahun,terus keluarganya baik lagi. sempurna sekali suamiku ini! " sindir Raisya sambil menekankan kata sempurna.


"betul sekali,sudah seharusnya kamu membanggakan suamimu ini! "


" aku sangat beruntung memilikinya ,walaupun suamiku masih sering berhubungan dengan mantan pacarnya! " sindir Raisya.


Raisya menatap Reyhan dengan tatapan sinis,kemudian ia pun tidur dengan membelakangi Reyhan.


" tidurnya menghadap sini La! malaikat marah loh sama istri yang tidur membelakangi suaminya dengan sengaja!"


Raisya tidak menanggapi perkataan Reyhan ,seolah ia sudah tertidur.


" Aku hitung sampai tiga kalau kamu belum merubah posisimu Aku sendiri yang akan merubahnya !" tegas Reyhan.


" Satu! du "


belum sampai hitungan kedua posisi Raisya sudah menghadap Reyhan.


" Nah begitu dong,nurut sama suami." ucap Reyhan dengan tersenyum.


" nggak usah manggil La! aku bukan lala! tegas Raisya.


" kan Adilla" seingatku saat kita kecil dulu aku sering memanggilmu dilla kan? " aku suka aja memanggilmu dengan nama itu ! " balas Reyhan.


" Terserah kamu! " aku mau tidur kalau kamu masih menggangguku,aku lakban tu mulut! tegas Raisya..


"hahahhaa,jangan galak-galak La ! cukup anjing aja yang galak!" balas Reyhan


" Reyhan!!!!" teriak Raisya dengan geram.


" iya maaf! yuk tidur.. ucap Reyhan yang terkekeh pelan, lalu ia pun memejamkan mata menuju alam mimpi.

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻


" Hei Raisya, kamu apa kabar?"


" Na...din? "


" iya ini aku sahabat kecilmu Nadin!"


aku senang banget akhirnya kamu jadi iparku sekarang.aku tahu kamu belum mencintai Reyhan,tapi aku yakin seiring berjalannya waktu kalian berdua akan saling mencintai.. kamu harus mempercayai Reyhan! seperti yang sering aku katakan padamu dulu,aslinya Reyhan tu orangnya sangat baik, memang terkadang mulutnya suka nyakitin,tapi hatinya nggak gitu Sya! "


" Nadin aku kangen sama kamu " kamu sekarang cantik banget! kamu baik-baik aja kan di sana?" Raisya Reflek memeluk nadin dan menangis sesenggukan di dalam pelukan Nadin.


" aku baik-baik saja Sya! ingat ucapanku tadi, apapun yang terjadi kamu harus percaya sama Reyhan ya Sya! aku do'akan semoga pernikahan kalian langgeng.. Aku menyayangi kamu dan Reyhan..Aku harus pergi Sya.salam kangen dari aku! " kemudian ia pun berjalan meninggalkan Raisya.


" Nadin! tunggu dulu! Nadin!!... teriak Raisya.


mendengar teriakan Raisya,Reyhan pun terbangun dari tidurnya. Reyhan sedikit kaget saat mendengar Raisya meneriakkan nama Nadin dengan jelas. kemudian ia segera membangunkan Raisya.


" La,bangun! hey La!" Reyhan menepuk pelan bahu Raisya agar terbangun dari tidurnya.


Raisya pun bangun dari tidurnya kemudian ia duduk perlahan sambil memegangi Reyhan..


" kamu kenapa? kamu mimpiin Nadin?" tanya Reyhan.


" Nadin Rey! iya kamu benar tadi aku bertemu nadin dalam mimpiku.Nadin sangat cantik Rey, aku masih kangen sama dia,tapi dia malah pergi meninggalkan aku!" isak Raisya.


air mata Raisya masih saja mengalir,walaupun saat ini ia sudah terbangun dari alam mimpinya.


Reyhan mengusap air mata Raisya dengan jemarinya..


" hei,itu semua hanya mimpi nggak usah terlalu kamu pikirkan..sebaiknya kamu kirimkan do''a aja untuk Nadin.!


" kamu benar!" ujar Raisya yang kemudian memakai hijabnya dan mengangkat kedua tangannya sambil melafalkan do'a.


Setelah berdo'a Raisya pun terlihat mulai tenang.


" Nadin sudah lama tidak pernah datang dalam mimpiku, terakhir aku mimpiin dia ketika aku masih SMA,Mama yang sering mimpiin Nadin. ucap Reyhan setelah melihat Raisya tenang.


" Mungkin Nadin datang ke dalam mimpiku,karena aku nggak pernah ziarah ke makamnya Rey.sejak pemakamannya hingga kini, belum pernah sekalipun aku mengunjungi makamnya.. padahal sebelum dia meninggal kami cukup dekat. bukannya aku nggak mau ziarah ke makamnya,tapi saat nadin meninggal usia kita masih kecil, bunda khawatir kalau aku ke makamnya Nadin nantinya aku akan bersedih terus. dan seiring berjalannya waktu entah kenapa berat saja rasanya untuk ziarah ke makamnya Nadin. kadang saat aku mengingatnya aku hanya mendo'akannya saja."


" sudahlah, sekarang kamu tidur lagi. kalau kamu mau,besok kita bisa ziarah ke makamnya Nadin! mungkin saja dia datang ke dalam mimpimu karena kamu telah menikah denganku,ikatan kalian menjadi makin kuat sekarang! dan mungkin saja,kalau kamu ziarah ke makamnya kamu bisa menjadi lebih tenang.bagaimana? " tanya Reyhan


" Iya Rey aku mau, aku merindukan sahabat kecilku," lirih Raisya.


" kenapa sih dulu kamu bisa begitu dekat dengan Nadin? sementara denganku malah seperti anjing dan kucing " kenang Reyhan.


" kamu pasti sudah punya jawabannya Rey! kamu lupa bagaimana kamu selalu menggangguku saat kita kecil dulu,kamu selalu saja berusaha membuatku menangis. aku sangat membencimu dulu.sikapmu sangat berbeda dengan Nadin,dulu aku sempat berpikir kalau kamu tu bukan saudara kembarnya nadin tapi anak adopsi." jelas Raisya dengan tersenyum.


" kalau berpikir tu yang logis dong,masa orang ganteng seperti aku, anak adopsi? apa kamu nggak lihat wajahku mewarisi wajahnya mama,kalau nadin ia lebih mirip papa!" balas Reyhan.


" Habisnya sikapmu dan Nadin berbanding terbalik,jangan salahkan aku yang punya pikiran begitu,namanya juga pikiran anak kecil. "


Reyhan membalas ucapan Raisya hanya dengan senyuman..


keduanya kini,sama-sama telah memejamkan mata.Namun, keduanya sama-sama mengenang masa kecil. Reyhan dan Raisya memang jarang bertemu,berbeda dengan Nadin yang sering mengunjungi Rumah Raisya.


keduanya amat dekat sebelum akhirnya nadin meninggal.saat itu nadin tiba-tiba demam tinggi,hingga ia harus di rawat di rumah sakit selama beberapa hari.leukosit di dalam darahnya sangat tinggi karena terdapat beberapa infeksi di dalam tubuhnya. akhirnya nadin tidak bisa di selamatkan lagi,mungkin tuhan lebih menyayanginya!

__ADS_1


daya tahan tubuh nadin memang agak lemah,sejak bayi ia sering sakit-sakitan.berbeda dengan Reyhan yang memiliki daya tahan tubuh serta fisik yang jauh lebih kuat dari Nadin.


__ADS_2