
Pada malam itu Raisya sedang bercengkrama bersama kedua saudaranya di ruang santai keluarga,Rizky yang lagi pusing mengerjakan skripsinya,sedikit terhibur mendengar candaan dari kakak dan adeknya.kali ini syifa menjadi bahan bulliying Raisya dan Rizky.
" dek ntar setelah kak Raisya nikah,adek akan di kirim kuliah keluar negeri sama keluarganya kak Rey loh " pancing Rizky.
" benaran kak? kata siapa? adek gak mau kak,adek gak bisa jauh-jauh dari bunda dan ayah" lirih Syifa.
" benaran dek ayah telah menyetujuinya," imbuh Raisya.
" Tapi gak papa juga kak,kan kalau keluar negri banyak bule yang cakep-cakep,bisa cuci mata " terang Syifa.
" husss," Rizky menjewer telinga Syifa.
" udah gede ya sekarang? bisa-bisanya mikirin cowok,awas ya dek kalau sampai macam- macam sama cowok,kakak mutasi ke Papua mau?" Ancam Rizky.
" aduhh sakit kak" ujar Syifa sambil mengusap telinganya.
" jadi adek mau ni kuliah ke luar negri?" ucap Raisya.
" ya gak lah kak, adek takut kak,bilangin sama ayah kalau adek gak mau kuliah jauh- jauh.Syifa janji deh bakalan kuliah yang rajin,gak pacar-pacaran dulu,laki-laki yang ada di dalam hati syifa kan hanya Ayah dan kak Rizky" terang Syifa.
" anak pinter" imbuh Rizky sambil mengusap kepala adeknya.
" tolong ya kak bantuin ngomong sama ayah!" ucap syifa lagi pada Rizky.
" gak usah dipikirin dek ! sebenarnya kami hanya bercanda itu semua tidak benar. " jelas Raisya cengengesan.
" iiihh, punya kakak dua,dan keduanya sama jahilnya." sentak Syifa. tangannya pun sudah berada pada lengan Reyhan dan Raisya kemudian Syifa mencubit kedua saudaranya itu..
" aduhh ampun dek, sakit! tolong lepaskan!" ucap keduanya serempak.
" Baiklah tapi____"
" Assalamualaikum" ,obrolan ketiga kakak beradik itu terhenti ketika mendengar suara dari seorang pria yang mengucapkan salam dari balik pintu rumah.
" siapa sih yang datang malam-malam begini? gangguin orang saja! gerutu Raisya.
"biar aku saja yang buka kak! " ucap Rizky sambil berdiri dan berjalan ke arah pintu.
" Waalaikumsalam " jawab Rizky begitu pintu sudah terbuka.
" oh ternyata kak Rey, tumben datang malam-malam. "
__ADS_1
" kakak ada perlu sama Raisya!" jelas Reyhan datar. dari raut wajahnya terlihat kalau dia lagi tidak mau berbasa- basi.
" kak Raisya ada di dalam,silahkan masuk saja dulu kak" balas Rizky.
Reyhan pun masuk ke dalam Rumah,dan melihat Raisya yang lagi asik tertawa bersama Syifa,dia terdiam sejenak memperhatikan wajah Raisya yang lagi tertawa tersebut,terlihat jelas guratan kebahagiaan di wajahnya seolah senyum Raisya membuat hatinya nyaman.
" apaan sih kamu Rey! hampir saja aku melupakan tujuanku datang kesini" Gumam Reyhan.
" silahkan duduk kak!" ucap Rizky yang mempersilahkan Reyhan duduk di sofa.
sontak saja Raisya dan Syifa menoleh pada tamu yang baru saja datang berkunjung tersebut.
" kamu ngapain kesini malam-malam?" tanya Raisya.
" ada yang ingin aku bicarakan denganmu! tapi aku mau kita hanya berbicara berdua saja!" ucap Reyhan datar.
" ayuk dek kita masuk ke dalam gih" ajak Rizky pada syifa.
" iya kak" jawab mina sambil berlalu dari sana..
begitu Rizky dan syifa pergi, tiba-tiba bunda keluar kamar dan datang ke ruang santai keluarga.
" Ooh ada Nak Rey,tante kira siapa yang bertamu malam-malam gini! " ucap bunda Hani
" ya boleh Nak,silahkan saja kalian bicara dulu! tante tinggal ke belakang dulu ya ,nanti adek yang akan mengantar minuman buat nak Rey " ucap bunda Hani.
"makasih tante" jawab Reyhan.
" Raisya,aku gak menyangka kalau kamu bisa sejahat itu sama Kalisha!" ucap Reyhan langsung to the point.
"maksud kamu apa sih Rey? aku jahat sama kalisha? apa gak salah? memangnya aku berbuat apa sama dia?" sentak Raisya.
" gak usah bersandiwara Raisya! Kalisha sudah menceritakan semua kejadian di kafe tadi sore! aku kira kamu wanita yang baik dan sopan. ternyata aku salah,ternyata itu semua hanya palsu! tegas Reyhan.
" kalau ngomong yang jelas Reyhan! gak usah berbelit-belit! aku gak mengerti sama sekali dengan perkataanmu!"
" cih,bisa-bisanya kamu akting sekarang, kenapa gak jadi aktris saja sekalian.
bukannya tadi kamu bilang sama Kalisha kalau kamu akan merebut aku darinya!
kamu mengancam dia agar menjauhiku,dan kalau sampai Kalisha tidak pergi dari hidupku maka kamu akan berbuat tegas kepadanya dengan melibatkan orang tuaku, bahkan kamu juga membentaknya di kafe dan mengatakan kalau orang tuaku tidak bisa menerima dia hanya karena Kalisha seorang anak yatim piatu yang tidak selevel denganku, Kalisha menginginkanku karena dia ingin memanfaatkan aku dan keluargaku!" begitu kan yang kamu katakan padanya?" sentak Reyhan.
__ADS_1
" astaghfirullah,aku tidak mengatakan semua itu Rey! bisa- bisanya dia fitnah aku seperti itu,bahkan dia yang membentak dan mengancamku! " balas Raisya.
" terus kamu kira aku lebih mempercayaimu dari pada Kalisha? dia yang telah lama berada di sisiku mana mungkin dia membohongiku!"
" tapi setidaknya kamu harus mendengarkan kejadian yang sebenarnya dari kedua belah pihak! aku tidak berharap kamu mempercayaiku,tetapi apa untungnya buatku berbicara begitu padanya,aku juga tidak menginginkan pernikahan ini,aku tidak mencintaimu, di hatiku masih ada Rafael!" sentak Raisya.
" percuma saja kamu pakai hijab,kalau ternyata kamu pembohong dan hatimu kotor! jangan mentang-mentang orang tuaku menyayangimu,kamu jadi melonjak begini ya!" ucap Reyhan sinis.
" Aku berhijab karena kewajibanku sebagai seorang muslimah, kamu tidak bisa menilai hati manusia mana yang kotor dan mana yang bersih, Allah lah yang maha tahu,terkadang apa yang terlihat baik di depan mata,belum tentu baik,dan apa yang tampak buruk tak selalu buruk,kenali dahulu sebelum menilai! " sindir Raisya.
" Aku tegaskan kepadamu Raisya kalau hubungan kita ini hanya sebatas perjodohan,tidak akan ada cinta diantara kita,jadi kuharap kamu jangan berusaha untuk mengahalangi hubunganku dengan Kalisha!"
" tanpa perlu kamu ingatkan pun aku tidak berminat sedikitpun untuk merusak hubunganmu! aku baru mengerti sekarang alasan orang tuamu tidak menerima kalisha sebagai istrimu,aku yang baru mengenalnya saja langsung bisa tahu bagaimana sifat aslinya! Maaf tapi kam__
" cukup! jangan pernah kamu menghina kalisha lagi! aku lebih tahu tentangnya, sebaik apapun kamu di mata orang tuaku,tapi di mataku Kalisha jauh lebih baik darimu dalam segala hal." sentak Reyhan.
" aku gak menilai dia jelek,aku hanya mengatakan pendapatku saja, memangnya siapa aku yang bisa menilai baik buruknya seseorang! sebaiknya kamu pergi dari sini sekarang, sudah larut malam !" usir Raisya.
" tanpa di suruh pun aku tidak mau berlama- lama disini,sentak Reyhan.
dia pun menemui bunda di belakang dan langsung berpamitan pulang.
🌻🌻🌻
Hari ini matahari bersinar sangat cerah. Padahal, pada hari-hari sebelumnya, hujan kerap turun membasahi daerah kota Raisya. Namun pada hari itu, matahari bersinar dengan hangat. Semua tampak hangat dan Raisya benar-benar menikmatinya. Pada hari ini Raisya berjanji akan menjadi seorang gadis penurut yang tidak banyak protes seperti hari-hari sebelumnya.
Satu hal yang paling dia benci adalah ketika dia akan membuka mata, dia melihat seorang gadis cantik berdiri di depan kaca dan siap melangsungkan pernikahan dengan orang yang tidak dicintainya.
Gadis cantik yang berdiri di depan kaca tadi tampak begitu muram ketika akhirnya calon suaminya tiba. Namun kesedihannya tersebut kini justru bertambah menjadi kekhawatiran setelah mengetahui dari para sahabatnya kalau ternyata Rafael juga nantinya akan menghadiri acara resepsi pernikahannya.hatinya tidak siap untuk bertemu Rafael saat ini.
Raisya hanya bisa menunduk dan gugup ketika ayah akhirnya menyerahkan anak gadis kesayangannya kepada seorang pemuda yang menurut Raisya sangat egois.
ketika semuanya sudah siap Raisya di panggil oleh bunda untuk keluar,karena sebentar lagi ijab qabul akan dimulai.
Raisya berjalan diiringi oleh Amy,Ika dan Resi,dia terlihat anggun mengenakan gaun pengantin beruba dress putih panjang,gaun putih itu terlihat sederhana tanpa payet yang berlebihan,cukup simpel dan cantik saat dikenakannya.
Gaun putih yang dikenakan Raisya memang sederhana namun tetap elegan dengan tambahan aksesori seperti veil dan headpiece berupa mahkota kecil.
Raisya menahan nafas ketika akhirnya satu kalimat yang diucapkan oleh Reyhan akan mengubah hidupnya.
Ya, akhirnya dia menikah. Awalnya memang hanya seperti mimpi, namun pada akhirnya, Raisya menyadari bahwa dia telah memutuskan akan menjalani pernikahan atas dasar perjodohan ini. Sejak saat ini, baginya dunia serasa penuh dengan kesedihan, Setelah akad nikah dan beberapa momen pengambilan foto, semuanya beristirahat dan bersiap ke gedung yang sudah di sewa untuk melangsungkan resepsi pernikahan.
__ADS_1
Seluruh rangkaian tata rias akan dilakukan di gedung.