Love Me Again (Cintai Aku Lagi)

Love Me Again (Cintai Aku Lagi)
Mencitai aku lagi


__ADS_3

Raka menatap tajam pada Kakak iparnya. Dia tidak menyangka kalau Daniel akan berkata seperti itu pada kakaknya.


"Rinn. Aku pergi dulu ya, kau pergi saja selesaikan masalah kalian. Nanti aku izinin sama atasan" kata Firman memecah keheningan


Maurin menoleh "Emang bisa Man?"


Firman mengangguk "Bisa, kamu tenang aja"


Maurin mengangguk "Makasih ya Man"


Firman hanya mengangguk dan langsung pergi meninggalkan mereka.


"Dhe kita pergi saja" kata Maurin


Raka mengangguk "Ayo Kak"


"Tungggu" teriak Daniel saat melihat Maurin dan Raka melangkah ke arah pintu utama


"Ada apa lagi?" tanya Raka tanpa membalikan tubuhnya


"Aku perlu penjelasan tentang semua ini" kata Daniel, berbalik dan berjalan mendekat ke arah mereka


"Baiklah, mungkin memang semuanya harus di jelaskan supaya semuanya cepat selesai" kata Raka menkean kata selesai


Raka memang baru berumur 17 tahun. Tapi Dia terlihat sangat dewasa saat menghadapi masalah seperti ini. Itulah alasan nya kenapa Maurin sampai mau bercerita semua tentang kehidupan rumah tangga nya pada Raka.


...🌻🌻🌻🌻...


Mereka telah sampai di sebuah Cafe yang dekat dengan tempat kerja Maurin.


"Jadi bisa Kak Daniel jelaskan kenapa Kakak memperlakukan Kak Rinn seperti itu?" tanya Raka to the point


Daniel diam, menatap Maurin dan Raka secara bergantian. Maurin dari tadi hanya menunduk, tidak sanggup menatap Daniel. Dia sudah bertekad untuk melupakan perasaannya pada Daniel.


"Maaf" hanya satu kata yang keluar dari bibir Daniel.


Raka tersenyum sinis "Maaf? Kakak tanyakan saja pada Kak Rinn. Apa Dia mau memaafkan Kakak?"


Daniel menatap Maurin yang masih menundukan wajahnya. Perlahan Daniel meraih tangan Maurin di atas meja dan menggenggam nya.


Maurin mendongak, menarik perlahan tangan nya dari genggaman Daniel. Merasa ada penolakan dari Maurin membuat Daniel pesimis bisa mendapatkan kembali Maurin.


"Rinn, aku benar benar minta maaf atas semua kesalahanku. Aku baru menyadari semuanya setelah kau pergi Rinn. Aku baru menyadari perasaanku"


"Selama ini aku hanya menganggap perasaanku hanya sebatas rasa kasihan saja. Tapi ternyata aku salah Rinn, aku mencintaimu. Mungkin sudah lama perasaan itu ada, tapi aku tidak menyadarinya" jelas Daniel menatap wajah Maurin

__ADS_1


Maurin memejamkan matanya sejenak. Dia tidak mau jatuh ke lubang yang sama.


"Rin sudah memaafkan Mas, Rin juga sudah melupakan perasaan Rin pada Mas. Jadi sekarang Mas bisa menceraikan Rin dan menikah dengan wanita pilihan Mas. Rin ikhlas" kata Maurin tersenyum getir


Deg


Daniel merasa dadanya sesak saat mendengar perkataan Maurin barusan.


"Rin, ku mohon kembalilah padaku" kata Daniel dengan wajah sendu


Maurin tersenyum "Maaf Mas, Rin gak mau jatuh ke lubang yang sama. Rin ingin hidup tenang Mas, sudah cukup selama ini Rin hidup menderita Mas"


Daniel menatap mata Maurin yang berkaca kaca. Mata yang indah itu terpancar luka yang mendalam.


"Maaf, maaf karna aku telah membuatmu menderita Rin" lirih Daniel


"Sudahlah Mas, Rin sudah memaafkan Mas. Tapi untuk kembali pada Mas, Rin belum siap Mas" kata Maurin tersenyum


"Baiklah Rin, aku akan berjuang untuk mendapatkan lagi cintamu. Sampai kau mencitai aku lagi, aku tidak akan menyerah Rin" kata Daniel penuh semangat


Maurin hanya bisa melongo mendengar perkataan Daniel. Smenetara Raka hanya tersenyum tipis, Dia mulai yakin kalau Daniel benar benar telah mencitai kakaknya.


Tapi meskipun begitu Raka tidak akan membiarkan kakaknya kembali pada Daniel begitu saja.


Daniel menggeleng "Tidak Rin, aku tidak akan menikahi wanita mana pun selain kamu. Aku juga sudah tidak ada hubungan apapun lagi dengan Jesi"


Ada rasa sesak di dada Daniel saat mengatakan itu. Dia kembali mengingat bagaimana Daniel memperlakukan Maurin selama beberapa bulan ini.


"Maaf" lagi lagi Daniel hanya bisa mengatakan itu pada Maurin.


"Sudahlah Mas, Rin kan sudah bilang kalau Rin sudah memaafkan Mas. Sekarang Mas pulanglah, jangan menyusahkan hidup Mas untuk menemui Rin lagi" kata Maurin


Deg


Sesakit itukah dirimu Rin, sampai kau tidak mau aku temui lagi. Tapi aku tidak akan menyerah Rin, aku akan memperjuangkan mu dan tidak akan melukai mu lagi. Aku janji Rin.


"Aku tidak akan pernah menyerah Rin. Aku akan terus menemui mu sampai kau mau memaafkan ku dan kembali lagi padaku" kata Daniel


Daniel beranjak dari duduknya "Jika dulu kau yang berjuang, sekarang biarkan aku yang berjuang Rin. Membutmu mencintai aku lagi"


Daniel pun pergi meninggalkan Maurin dan Raka. Daniel mengusap ujung matanya saat sudah melangkah menjauh dari Maurin dan Raka.


Dari tadi Dia sudah tidak kuat untuk melihat tubuh Maurin yanh kurus. Wajahnya yang menyimpan banyak luka.


Daniel mengingat kembali bagaimana beberapa bulan ini Maurin tidak Dia nafkahi lahir dan batin.

__ADS_1


Berengsek kau benar benar berengsek Daniel.


Daniel hanya bisa menyalahkan dirinya sendiri. Daniel sangat sangat menyesal dengan semua yang telah Dia lakukan pada Maurin.


...🌻🌻🌻🌻...


Sudah waktunya jam makan siang untuk para karyawan. Maurin dan Firman pun segera menyimpan lap pel dan sapu di tangan mereka.


"Kita makan dimana Rin?" tanya Firman


"Hmmm" Maurin terlihat berfikir sebentar "Aku mau makan soto ayam yang ada di depan"


"Oke. Let's go" Firman menarik pelan tangan Maurin


Mereka berdua berjalan keluar dari perusahaan itu. Di sebrang jalan memang ada taman dan juga banyak pedagang kaki lima.


Saat berada di luar Maurin di buat kaget karna seseorang dengan kacamata hitam yang du pakainya sedang berdiri menyandar ke mobilnya.


Kenapa Mas Daniel ada disini?


Firman sampai sekarang tidak menanyakan apa masalah Maurin kemarin sudah selesai atau belum. Firman tidak mau ikut campur urusan pribadi teman nya ini.


"Mas Daniel" Maurin berjalan mendekat ke arah suaminya ini


"Hai istriku" sapa Daniel dengan senyuman manisnya


Maurin diam terpaku melihat senyuman itu. Senyuman yang sangat jarang Daniel perlihatkan padanya.


"Nga..ngapain Mas disini?" tanya Maurin gugup


Daniel membuka kaca mata hitamnya dan mengaitkan di jasnya.


"Mas ingin mengajakmu makan siang" kata Daniel tersenyum


"Eng...gak usah Mas, Rin mau makan sama temen Rin aja" kata Maurin melirik Firman yang masih berada di belakang tanpa mau mendekat ke arah Maurin.


"Dosa loh nolak ajakan suami, apalagi Mas sudah ada disini. Ayo kita makan siang, ajak aja sekalian teman mu itu" kata Daniel mencoba menahan gemuruh di dadanya


Maurin menoleh "Man, kita makan siang sama Mas Daniel. Gak papa kan?"


Cih. Kenapa harus minta persetujuan Dia dulu si. Disini aku kan suaminya.


Daniel tersenyum paksa saat Firman melihat ke arahnya. Dia merasakan tidak suka saat istrinya berdekatan dengan pria lain.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2