
"Aku berangkat ke kantor dulu ya, kamu baik baik di rumah" Daniel mencium kening istrinya
"Iya Mas, kamu hati hati di jalan" kata Maurin tersenyum
Daniel masuk ke dalam mobilnya, hari ini Dia di jemput oleh Firman. Daniel membuka maca jendela mobil dan melambaikan tangan pada Maurin yang masih berdiri di teras rumah.
Nasib jomblo.
Firman sudah biasa melihat adegan mesra pasangan suami istri ini. Tapi tetap saja Dia merasakan kesal.
Maurin berbalik dan masuk ke dalam rumahnya. Namun belum juga Maurin menutup pintu, terdengar suara mobil yang masuk ke pekarangan rumah nya.
Maurin mengurungkan menutup pintu rumahnya. Dia malah keluar lagi dan melihat siapa yang berada di dalam mobil itu.
Pintu mobil terbuka, keluarlah seorang wanita cantik yang terlihat begitu seksi dengan pakaian yang minim.
Jesika.
Tentu Maurin terkejut dengan kedatangan mantan pacar suaminya. Dia diam mematung di tempatnya, melihat Jesika yang terus berjalan mendekat dengan tersenyum sinis.
"Apa kabar Maurin? Lama tidak bertemu" Jesika mengulurkan tangannya pada Maurin
Dengan gugup Maurin menjabat tangan Jesika "Aku baik, bagaimana dengan kabarmu?"
Jesika menarik kembali tangan nya, Dia tersenyum sinis "Kau tentu tahu kalau aku tidak baik baik saja setelah kau berhasil merebut Daniel dariku"
Deg
Maurin merasa dadanya sesak. Tidak... Dia tidak merebut Daniel, jika saja dulu Dia tahu kalau Daniel masih mempunyai kekasih yang sedang koma. Maurin tidak akan mau menikah dengan nya.
"Aku tidak merebutnya, aku tidak tahu kalau waktu itu Mas Daniel mempunyai kekasih yang sedang koma" jelas Maurin, Dia tidak mau kalau terus di salah salahkan oleh Jesika tentang pernikahan nya dengan Daniel yang di anggap telah merebut Daniel darinya.
Cih
__ADS_1
"Kau jangan pura pura polos dan sok lugu seperti itu. Aku tahu kalau kau sengaja menggoda Daniel hanya untuk kekayaaan keluarga Zein kan? Iya kan? Karna sejatinya kau hanya orang miskin yang di angkat anak oleh keluarga kaya itu" kata Jesika menatap tajam pada Maurin
Deg
Bagaimana Dia bisa tahu soal ini. Bahkan selama ini tidak ada yang tahu kalau aku hanya anak angkat di keluarga Antoni. Selama ini Ayah ataupun Ibu selalu menutup identitasku. Hanya Mas Daniel dan Mama Windi yang tahu.
"Kenapa? Apa kau heran kenapa aku bisa mengetahui identitas aslimu itu?" Jesika paham dengan ekspresi wajah Maurin
"Dari mana kau tahu?"tanya Maurin pelan
"Aku? Hahahaha" Jesika menujuk dirinya sendiri sambil tertawa lucu. Menganggap apa yang di tanyakan Maurin adalah lelucon.
"Tentu saja aku bisa melakukan apapun yang aku mau. Mengetahui sial identitasmu adalah hal yang paling mudah untuk ku lakukan. Begitupun dengan menyingkirkanmu dari kehidupan Daniel Zein" kata Jesika penuh dengan penekanan
"Dan asal kau tau, aku bisa saja menyebar luaskan tentang identitas mu yang hanya anak pemulung yang di angkat anak oleh keluarga Antoni dan soal Antoni yang menabrak ibumu sampai meninggal itu" Jesika menatap Maurin yang masih diam
"Kau pasti tau apa yang akan terjadi selanjutnya. Keluarga yang telah membesarkan mu akan hancur reputasinya dan semua itu akan berdampak pada bisnis mereka" jelas Jesika
Tidak itu tidak boleh terjadi. Mau bagaimana pun merekalah yang telah merawatku selama ini. Meski dulu mereka memperlakukan aku dengan tidak baik. Tapi sekarang mereka telah berubah, mereka telah menerima ku sebagai anggota keluarganya.
"Wah wah, kau berani padaku Hah? Jika kau tidak mau itu terjadi, maka tinggalkan Daniel" kata Jesika tajam
"Aku tidak bisa dan tidak akan pernah meninggalkan suamiku. Disini aku adalah istri sah dari Daniel Zein. Sedangkan kamu hanya mantan pacar, jadi posisiku lebih tinggi daripada kamu" kata Maurin tegas
Sial. Ternyata Dia tidak selemah yang aku bayangkan.
"Lagian untuk bisa menyebar luaskan tentang identitasku itu perlu bukti kan. Dan aku yakin kalau kau tidak mempunyai bukti apapun" tambah Maurin lagi
"Sekarang lebih baik kamu pergi dari rumah ini. Aku sedang tidak menerima tamu yang tak di undang sepertimu" Maurin berbalik dan langsung masuk ke dalam rumah. Menutup rapat pintu rumah.
Jesika di buat mati kutu dengan semua ucapan Maurin barusan. Memang benar kalau Dia hanya mengetahui soal identitas Maurin. Tapi Jesika sama sekali tidak mempunyai bukti apapun.
Sial. Aku fikir Dia akan mudah aku ancam. Tapi ternyata Dia tidak selemah itu.
__ADS_1
Jesika akhirnya pulang dengan persaan kesal. Sementara itu Maurin menyandarkan tubuhnya di pintu. Tubuhnya meluruh ke lentai seiring dengan air mata yang tak bisa Dia tahan lagi.
Aku bisa kuat di depan semua orang, tapi aku terlalu lemah berhadapan dengan diriku sendiri.
Jika dulu Maurin terlihat lemah dan langsung menyerah dengan pernikahan nya. Itu semua Dia lakukan karna Dia tahu kalau suaminya mencintai Jesika.
Dan Maurin tidak mau menjadi penghalang menyatunya cinta mereka. Jika suaminya saja tidak mencintainya. Lalu apa yang harus Dia pertahankan?
Tapi sekarang situasinya berbeda, Maurin telah mendapatkan hati suaminya. Daniel telah mencintainya dan sekarang ada alasan untuk Maurin mempertahakan rumah tangganya.
Meski jujur Dia lelah dengan semua ini, hidup dengan keceriaan dan ketegaran yang Dia perlihatkan di luaran sana. Tapi Dia tidak setegar itu pada kenyataan nya.
Seorang pekerja yang bekerja di rumah itu menghampirinya "Nona baik baik saja?"
Maurin menoleh, Dia langsung menghapus air matanya "Aku tidak papa"
Maurin berdiri dan langsung berjalan menuju lantai atas. Saat ini Maurin butuh waktu sendiri.
Pekerja yang tadi tentu tahu kenapa majikan nya bisa seperti itu. Tak sengaja tadi Dia melihat dan mendengar perdebatan itu.
...🌻🌻🌻🌻...
"Apa? Baiklah aku akan pulang cepat hari ini. Tolong jaga istriku" kata Daniel setelah menerima telpon dari pekerja di rumahnya
Daniel memijat pelipisnya yang terasa pening "Kau telah mengganggu istriku. Jangan salahkan aku jika aku bertindak"
Benar saja Daniel pulang sore hari ini. Dia sangat cemas dengan keadaan istrinya. Apalagi mendengar dari pekerja di rumahnya kalau Maurin sampai menangis tadi.
"Dimana istriku?" tanya Daniel pada pekerja yang membukakan pintu untuknya
"Dari tadi pagi Nona tidak keluar dari kamar. Bahkan Nona tidak makan siang, saya sudah mencoba mengingatkan Nona untuk makan siang. Tapi Nona menolak"
Sayang apa yang kau lakukan. Kenapa sampai tidak makan siang.
__ADS_1
Daniel mangangguk mengerti dengan penjelasan pekerja rumahnya itu. Dia segera berjalan menaiki anak tangga.
Bersambung