Love Me Again (Cintai Aku Lagi)

Love Me Again (Cintai Aku Lagi)
Kebahagiaan


__ADS_3

Maurin menatap heran saat seorang dokter masuk ke dalam kamar hotelnya. Daniel hanya diam di samping Maurin membuat Dia semakin bingung.


"Hubby, siapa yang panggil dokter?"tanya Maurin


"Aku" jawabnya santai


"Kenapa? Aku gak papa ih, cuma masuk angin aja kok sampai manggil dokter segala" kata Maurin


"Sayang nurut aja sama aku. Silahkan periksa istri saya Dok" kata Daniel


Dokter wanita itu mengangguk dan mulai memeriksa keadaan Maurin.


"Hmmm. Apa Nona mengalami mual mual atau tidak enak pada badan Nona akhir akhir ini?"tanya Dokter


"Beberapa hari ini memang badan saya terasa lebih lemas dan gampang sekali merasa lelah Dok" jelas Maurin


Daniel menatap Dokter dan istrinya secara bergantian. Dia merasa was was, takut dengan keadaan Maurin sebenarnya.


"Kapan terakhir kali Nona datang bulan?"


Hah? Kenapa bertanya seperti itu?


"Dua bulan ini saya belum datang bulan Dok. Tapi memang sudah biasa kalau faktor menstruasi saya tidak teratur sejak dulu" jelas Maurin


"Jadi istri saya sakit apa Dok?" tanya Daniel cemas


Dokter tersenyum "Selamat ya Nona, Tuan. Sebentar lagi kalian bakalan jadi orang tua"


Maurin dan Daniel terdiam beberapa saat. Mencerna setiap kata yang Dokter wanita itu ucapkan


"Ma...maksud Dokter saya hamil?" tanya Maurin seolah tidak percaya dengan pemikirannya


Dokter tersenyum dan mengabgguk "Iya, selamat ya Nona"


Daniel mengerjap saat mendengar ucapan istrinya. Hamil.... Daniel masih tidak percaya dengan apa yang di dengarnya barusan.


Tidak jauh beda dari suaminya, Maurin juga seolah tidak percaya. Selama tiga tahun Dia menantikan kehadiran malaikat kecil di tengah tengah keluarganya.


Bahkan semua keretakan rumah tangga Maurin dan Daniel juga penyebab utamanya karna Maurin tidak kunjung hamil selama ini.


"Te..terimakasih Dok" kata Maurin semantara Daniel masih diam dengan fikirannya sendiri

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu ini saya kasih vitami untuk Nona. Tolong jangan terlalu lelah dan bekerja terlalu berat dulu. Saya permisi Nona, untuk mengetahui usia kandungan Nona harus periksa langsung ke dokter kandungan" pamitnya


Maurin mengangguk. Setelah dokter keluar dari kamarnya. Maurin menoleh ke arah suaminya yang dari tadi hanya diam.


"By" panggil Maurin sambil menepuk pelan bahu suaminya


Daniel mengerjap, segera Dia menoleh ke arah istri tercintanya. Tanpa aba aba Daniel langsung memeluk istrinya dan mencium seluruh wajah istrinya.


Cup Cup Cup Cup Cup


"Terimakasih, terimakasih karna sudah mau mengandung anak ku" kata Daniel penuh rasa bahagia juga haru


Maurin tersenyum, Dia mendongak dan mencium dagu suaminya "Anak kita Hubby, bukan hanya anakmu"


Daniel tersenyum dan kembali mencium kening Maurin "Aku mencintaimu"


"Aku juga"


Kebahagiaan tengah di rasakan oleh mereka. Penantiannya selama ini telah tercapai.


"Mulai hari ini kau harus sangat berhati hati dalam melakukan apapun. Sekarang ada nyawa lain yang harus kau jaga disini" Daniel mengelus perut Maurin


Maurin tersenyum dan mengangguk. Kabahagiaan jelas terpancar di sorot matanya. Tidak menyangka kalau hadia terindah di ulang tahun pernikahannya yang ke tiga tahun ini.


Daniel diam mendengarkan istrinya bercerita. Sesekali Dia mencium puncak kepala istrinya.


"Itukan yang kamu inginkan selama ini By. Kau sangat mengharapkan keturunan begitupun dengan Mama. Aku merasa sudah bisa menjadi wanita sempurna jika bisa melahirkan anakmu" kata Maurin


Ada nada getir yang terdengar oleh Daniel. Tentu saja Daniel ingat bagaimana dulu kata kata nya akan sangat menyakiti perasaan istrinya.


"Apa yang kau bisa selain menjadi wanita lemah. Bahkan kau tidak bisa menjadi wanita sempurna, kau tidak bisa melahirkan anak untuk ku"


Di tahun pertama pernikahan nya, Maurin yang Daniel bawa ke dokter kandungan karna Maurin bilang kalau sudah hampri dua bulan tidak mestruasi. Tapi kenyataan nya Maurin tidak hamil dan dengan teganya Daniel berkata seperti itu padanya.


Maaf. Aku salah, kau adalah wanita terkuat dan terhebat yang pernah aku temui. Kau adalah wanita sempurna untuk ku Sayang.


Cup


Daniel hanya bisa mengekspresikan penyesalannya dengan kecupan sayang di kepala Maurin. Mulutnya sangat sulit untuk berbicara, lidahnya terasa kelu saat mengingat kembali perlakuan nya pada Maurin.


...🌻🌻🌻🌻...

__ADS_1


Sore harinya Daniel membawa Maurin ke dokter kandungan. Dia ingin memastikan kalau keadaan istri dan calon anaknya sehat.


Selesai di periksa oleh dokter kandungan, Maurin dan Daniel duduk di hadapan dokter untuk berkonsultasi.


"Jadi bagaimana keadaan istri saya dan bayinya?" tanya Daniel sudah tidak sabaran


Dokter tersenyum "Kandungan Nona baik dan sehat. Hanya saja Nona harus menjaga kesehatan juga pola makan yang sehat. Biasanya di trimester pertama akan mengalami mual dan muntah muntah juga sulit untuk makan"


"Tapi sebisa mungkin Nona harus memaksakan untuk memberi asupan makanan untuk calon bayi Nona" begitulah penjelasan dokter


Maurin mengangguk "Baik Dok, lalu berapa usia kandungan saya Dok?"


"Baru 7 minggu, di usia ini kondisi kandungan masih sangat lemah dan rentan. Jadi Nona tidak boleh kecapean juga terlalu lelah"


Maurin kembali menganggukan kepalanya. Setelah cukup mendapatkan informasi yang mereka perlukan. Maurin dan Daniel pun kembali pulang ke rumah.


Di dalam mobil, Maurin segera mengambil ponselnya dan ingin menghubungi Ibu mertuanya. Kabar bahagia ini tentu saja membuat Windi begitu bahagia. Dia sudah sangat lama menantikan seorang cucu.


Maurin juga menberi tahu kabar bahagia ini kepada keluarga angkatnya. Tentu saja mereka juga sangat bahagia mendengarnya.


Daniel mengelus kepala Maurin "Bagaimana kabar Mama?"


Maurin menoleh dan tersenyum "Mama baik, Dia juga sangat senang saat aku bilang kalau aku sedang hamil"


Daniel tersenyum "Aku juga sangat bahagia. Terimakasih karna sudah mau kembali padaku dan memberi kesempatan lagi padaku"


Maurin hanya tersenyum, baginya sudah tidak ada lagi yang perlu di sesali. Semuanya sudah berlalu dan sekarang terbalaskan dengan kebahagiaan yang mereka rasakan.


Aku bahagia bisa kembali lagi padamu. Kebahagiaan ini kini bisa aku rasakan bersamamu. Orang yang sangat aku cintai sejak lama. Maurin


Daniel menggenggam tangan Maurin dengan tangan kirinya. Sesekali Dia mengecup tangan itu.


Terimakasih karna telah menerimaku dan mau kembali padaku. Pernikahan kita yang sudah berjalan tiga tahun tidak ada artinya tanpa kesabaranmu, Sayang. Daniel


Begitulah cinta, tidak bisa kita prediksi kita akan mencintai siapa dan dicintai oleh siapa. Kadang orang yang sangat kita benci adalah orang yang akan kita cintai suatu saat nanti.


"Aku mencintaimu Sayangku, Istriku, Ibu dari anak anak ku" kata Daniel tersenyum


Maurin tersenyum "Aku juga mencintamu suamiku, ayah dari anak anak ku"


Bersambung

__ADS_1


Tamatin jangan nih ???


__ADS_2