Love Me Again (Cintai Aku Lagi)

Love Me Again (Cintai Aku Lagi)
Salah Faham


__ADS_3

Mata sembab, rambut acak acakan dan juga pakaian yang kusut. Penampilan Daniel saat ini benar benar jauh berbeda dari penampilan biasanya. Dia begitu kacau.


Daniel tiduran di tempat tidur Maurin sambil memeluk bantal yang sering di pakai Maurin. Setidak nya Daniel masih bisa mencium aroma wanita yang meninggalkan nya.


"Rinn. Kembalilah padaku Rinn, ku mohon"


Ucapan itu sudah beberapa kali Daniel ucapkan. Dengan air mata yang mengalir begitu saja. Daniel benar benar hancur, saat Maurin meninggalkan nya Daniel baru menyadari perasaan itu.


Daniel bangun, menghapus sisa air matanya. Dia beranjak dari tempat tidur dan matanya langsung tertuju pada sebuah benda yang tergeletak di bawah tempat tidur.


Daniel mengambilnya dan membalikan foto itu. Jantungnya langsung berdebar kencang saat melihat foto itu.


"Ma..maurin"


Daniel terhenyak, sebuah foto gadis kecil yang dulu menolong nya. Lebih kaget lagi saat melihat tulisan di bagian ujung foto.


"Ini adalah foto gadis kecil itu, ya Tuhan kenapa aku sampai susah mencarinya. Ternyata Dia adalah istriku sendiri"


"Kau sudah menjadi miliku, dan selamanya akan menjadi miliku. Aku akan menemukanmu"


Semangat Daniel telah kembali, Dia akan mencari Maurin sampai ketemu. Bagaimana pun caranya. Mengambil ponsel dan menghubungi seseorang.


"Hallo Daniel. Tumben nelpon, ada apa?"


"Bukannya kau ahli melacak nomor ponsel seseorang"


"Tentu saja, kau ingin mencari siapa?"


"Tolong lacak nomor ponsel istriku, aku akan mengirimkan nya padamu"


"Istrimu? Memangnya istrimu kemana?"


"Sudahlah tidak usah banyak tanya, aku hanya minta kau melacak keberadaan istriku lewat nomor ponselnya"


"O..Oke, kirimkan saja nomor ponselnya"


Daniel menutup telpon dan langsung mengirimkan nomor ponsel Maurin pada orang suruhan nya. Dia yakin kalau Maurin masih berada di kota yang sama dengan nya.


Daniel masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Sejak kemarin Daniel belum sempat mandi, Dia hanya ingin tampil menarik saat nanti menjemput Maurin.


Selesai mandi, ponsel Daniel berdering. Segera Daniel mengangkat telpon itu.


"Hallo. Bagaiamana?"


"Istrimu ada di jalan x , di pinggiran kota. Berada di sebuah kos yang di miliki oleh seseorang bernama Yati"


Daniel tersenyum puas "Baiklah. Nanti akan ku transfer bayaran nya"


"Oke"


...🌻🌻🌻🌻...


Daniel sudah sampai di jalan yang di sebutkan oleh orang suruhan nya. Dia berjalan masuk ke dalam gang kecil itu untuk menuju tempat tinggal Maurin.

__ADS_1


Daniel melihat ada seorang Ibu paruh baya yang sedang menyapu halaman. Daniel segera menghamprinya.


"Permisi Bu, apa benar ini tempat kos yang di miliki oleh Bu Yati?"


Bu Yati menghentikan gerakan nya dan menoleh ke arah Daniel "Iya, saya Yati pemilik kos kosan ini. Ada apa ya?"


"Begini Bu, saya sedang mencari seseorang bermana Maurin" jelas Daniel


Bu Yati terlihat berfikir, mengungat ngingat semua nama orang yang kos di tempatnya.


"Ohh. Maurin yang waktu itu datang malam malam bersama seorang pria" kata Bu Yati setelah mengingat siapa Maurin


Deg


Seorang pria? Siapa maksudnya? Apakah Maurin pergi karna sudah mendapatkan pria lain sebagai penggantiku.


Daniel mengutak ngatik ponselnya, memperlihatkan foto pernikahan mereka pada Bu Yati.


"Apa wanita ini yang Ibu maksud?"tanya Daniel


"Heem. Ini adalah Maurin, yang baru tinggal seminggu disini"


"Baiklah Bu, kalau begitu saya ingin bertemu dengan Murin Bu" kata Daniel mencoba meredakan gemuruh di dadanya.


"Ohh Maurin bekerja di perusahaan xx" jelas Bu Yati


"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu Bu" pamit Daniel


...🌻🌻🌻🌻...


"Firman, ngagetin aja ihh" kata Maurin memukul lengan Firman


"Hehehe, ya maaf Rinn" kata Firman cengengesan


"Udah selesai disini?"tambahnya lagi


"Udah" jawab maurin tersenyum


Firman adalah orang pertama yang mengajak Maurin untuk mnejadi temannya saat pertama kali Maurin bekerja disini. Firman adalah sosok yang menyenangkan, asyik untuk di ajak bercerita.


"Ya udah kalo gitu kita lanjut ke lantai atas" ajak Firman


Maurin mengangguk, saat Dia akan berbalik dan melangkah tiba tiba ponselnya berdering. Maurin segera mengangkat telpon itu.


"Hallo Ka, ada apa?"


"Kak Rin, aku mau ke tempat kerja Kak Rin sekarang ya"


"Loh ngapain? Kamu kan sekolah"


"Aku bebas hari ini Kak, soalnya kan baru selesai ujian akhir"


Maurin mengangguk "Ohh. Baiklah"

__ADS_1


Maurin mematikan ponselnya dan kembali memasukan nya ke dalam saku celana nya.


"Siapa Rin?"tanya Firman


"Biasa, adhe aku Man"


"Ohh" Firman mangut mangut mengerti


"Ya udah yuk kita ke lantai atas" Maurin merangkul tangan Firman


Mereka berbalik dan melangkah menuju lif karyawan. Namun baru beberapa langkah, mereka di hentikan oleh suara seseorang yang memanggil Maurin.


"Maurin"


Maurin berbalik, Dia diam terpaku saat melihat sosok yang berdiri itu. Tatapan matanya yang sangat tajam membuat Maurin menjadi semakin takut.


"M..Mas"


Daniel melangkah mendekat ke arah Maurin. Smenetara Firman hanya diam, Dia belum tahu apa yang sebenarnya terjadi.


"Jadi ini alasanmu pergi dan meninggalkan suamimu sendiri" kata Daniel sinis


"Apa maksudmu Mas?"tanya Maurin


"Kau pergi dari rumahku karna sudah mempunyai pria pengganti. Iya? Dasar jal*ang, wanita murahan" kata Daniel dengan rahang yang mengeras


"Mas kamu salah faham, aku gak seperti yang kam....."


"Sudahlah aku sudah tau sekarang kalau kau gak lebih baik dari seorang pela*cur" kata Daniel penuh dengan penekanan


Deg


Luka yang sudah lebar itu terasa begitu sakit dan perih saat mendengar ucapan suaminya. Seperti luka yang baru saja tersiram air panas. Benar benar terasa sangat perih.


"Maaf Tuan, sepertinya anda telah salah faham"


Jujur saja Firman merasa terkejut saat mendengar kalau Daniel adalah suami Maurin. Dia sama sekali tidak tahu kalau Maurin sudah menikah.


Tapi meskipun begitu, Firman tidak ingin terlalu ikut campur urusan pribadi Maurin. Tapi merasa kalau kata kata Daniel pada Maurin, Firman tidak bisa diam saja. Jelas kalau Daniel sudah salam faham.


"Diam kau berengsek, apa kau tidak tau kalau Maurin sudah bersuami Hah?" kata Daniel sinis


"Tentu saja saya tidak tahu, saya dan Maurin baru kenal seminggu ini" jelas Firman dengan tenang


"Bohong, kalian pasti sudah lama bermain gila di belakang ku. Iya kan? Dasar wanita muarahan" kata Daniel menatap benci pada Maurin


"Kakak ku bukan wanita murahan" teriak seseorang yang baru saja sampai disana.


Maurin mendongakan wajahnya "Raka"


Raka berjalan mendekat ke arah kakaknya "Kakak gak papa?"


Maurin menggeleng "Aku baik baik saja"

__ADS_1


Dua resepsionis yang dari tadi mendengar semua perdebatan itu mulai berbisik bisik tentang Maurin.


Bersambung


__ADS_2