Love Me Again (Cintai Aku Lagi)

Love Me Again (Cintai Aku Lagi)
Pertengkaran


__ADS_3

Apa yang sebenarnya sedang terjadi Tuhan.


Daniel keluar dari ruang ganti, menatap heran pada sang istri yang masih diam mematung dengan tangan masih memegang ponsel Daniel.


Daniel berjalan ke arah istrinya, memeluk tubuh Maurin dari belakang "Sayang"


Maurin tersadar "Mas tadi ada yang nelpon"


"Siapa?"tanya Daniel


Maurin melepaskan tangan Daniel yang melingkar di perutnya. Dia membalikan tubuhnya menghadap Daniel.


"Tante Santi, katanya Jesika ingin bertemu dengan mu. Dia terus manggil manggil nama kamu Mas" jelas Maurin dengan suara gemetar


Deg


Daniel terdiam, menatap lekat manik hitam yang mulai berkaca kaca itu.


"Sa..sayang, Mas bisa jelasin" kata Daniel


Maurin tersenyum getir "Rin gak papa kok Mas, tapi kalo emang Mas masih mencintainya kenapa harus mengajak ku kembali pada kesakitan ini?"


Daniel menatap nanar istrinya, Dia tidak mau Maurin salah faham dan akan meninggalkan nya. Daniel benar benar panik sekarang, bingung harus bagaimana menjelaskan nya karna Maurin terlanjur mendengar nya.


"Sekarang Rin mengerti kenapa Mas sampai saat ini tidak mau menyentuh Rin. Mas gak tertarik pada Rin kan? Mas jijik sama Rin karna Mas sudah menemukan wanita yang Mas cintai. Kenapa? Kenapa Mas lakuin ini lagi? Hiks Hiks"


Maurin menangis terisak, tubuhnya terasa lemas. Dia terduduk di lantai dengan tangan memegangi dadanya yang terasa sesak.


Daniel terkesiap mendengar perkataan Maurin. Dia ikut berlutut di lantai dan mencoba memeluk istrinya meski Maurin terus berontak.


"Hiks...Hiks... Kalau Mas tidak mencintaiku, kenapa harus kembali berpura pura Mas? Sekarang Rin ingin pergi Mas, lepasin Rin" kata Maurin sambil berontak di pelukan suaminya


"Enggak Sayang, enggak. Mas bisa jelasin, jangan kaya gini. Dengerin Mas dulu" kata Daniel semakin memeluk erat wanitanya


Maurin terus memukul dada suaminya, tapi Daniel tidak menghiraukan itu. Dia tidak ingin sampai wanitanya pergi jika Dia melepaskan pelukan nya.


"Hiks... Hiks.. Kenapa Mas? Kenapa kau ulangi semua ini? Bahkan rasa sakit ini belum sepenuhnya sembuh" kata Maurin mulai melemah dan tidak lagi berontak


"Maaf Sayang, tapi ini gak seperti yang kamu fikirkan. Mas bisa jelasin semuanya" kata Daniel


"Rin minta cerai Mas" kata Maurin penuh penekanan

__ADS_1


Daniel terkejut, Dia langsung melepaskan pelukan nya dan memegang erat kedua bahu Maurin. Menatap tajam wajah Maurin.


"Sekali lagi kau berkata seperti itu, aku tidak bisa lagi menahan diri. Kau tahukan aku sangat mencintaimu" kata Daniel tajam dan penuh penekanan


Kenapa malah Dia yang marah? Seharusnya Dia senang karna aku minta cerai. Dengan begitu Dia bisa kembali lagi dengan kekasihnya itu.


"Dengerin dulu penjelasan aku, tadi aku di telpon oleh nomor ponsel Jesi. Tapi ternyata yang menelponku bukan Dia tapi perawat rumah sakit" Daniel pun menceritakan semuanya yang terjadi tadi.


"Dan masalah aku sampai sekarang tidak menyentuhmu. Itu karna aku takut kalau kau masih belum bisa menerimaku, masih takut untuk kembali melayani pria berengsek seperti ku" jelas Daniel


"Bukan karna aku tidak tertarik atau apapun itu yang ada di fikiran mu. Aku hanya ingin memberikan waktu agar kau bisa benar benar menerimaku dan siap melayaniku lahir batin" tambahnya lagi


Maurin terdiam mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Daniel. Jadi, selama ini Dia hanya salah sangka pada suaminya. Ahhh.. Malunya Maurin saat mengingat Dia yang duluan mengungkit soal itu.


"Maaf" itulah kata yang keluar dari mulut Maurin.


Daniel mengelus kepalanya, meraih dagu Maurin dan mengangkat wajahnya yang tertunduk itu.


"Lain kali kalo ada apa apa itu bicara dulu sama Mas. Jangan asal menyimpulkan sendiri kaya gitu. Percayalah Mas sudah tidak ada hubungan apa apa lagi sama Dia setelah Dia menghianati Mas" kata Daniel lembut


Maurin mengangguk "Maaf"


"Iya Mas maafkan, tapi lain kali jangan kaya gini lagi. Apalagi sampai mengatakan kata kata cerai, Mas gak suka" kata Daniel tegas


Daniel mengerutkan keningnya "Ngapain ke rumah sakit?"


"Tadi kan kata Tante Santi kalau Jesika terus manggil manggil nama Mas dan ingin bertemu dengan Mas. Apa Mas tidak mau menemuinya? Ya itung itung kita mnejenguknya" jelas Maurin


Inilah yang membuat kamu berbeda dari yang lain. Kau sudah sesakit ini dengan wanita itu, tapi kau masih mempunyai rasa simpati padanya.


"Tidak perlu, Mas sudah tidak mau berurusan dengan Dia. Sekarang Mas ingin membuktikan padamu kalau semua ucapan mu barusan salah" kata Daniel


"Membuktikan apa Mas?"tanya B


Maurin bingung


"Kalau aku tidak tertarik padamu, ayo kita buktikan malam ini juga" bisik Daniel lalu menggigit kecil telinga Maurin


Mati aku, kenapa Dia jadi terlihat mesum begitu si. Maurin menelan ludah kasar


Daniel langsung mencium bibir istrinya dan melum°mat nya dengan lembut. Dengan perlahan Daniel menggendong istrinya tanpa melepaskan ciuman itu.

__ADS_1


Menidurkan Maurin di atas tempat tidur, Daniel langsung mengukung tubuh Maurin. Menatap lekat lekat wanita yang pernah di sakitinya.


"Kau sudah siap Sayang? Cup"


Daniel memulai dengan memberikan kecupan di kening Maurin. Lalu kecupan itu mulai turun ke bawah dan meninggalkan beberapa jejak di leher Maurin.


Malam yang panjang baru dimulai....


...🌻🌻🌻🌻...


Maurin bangun dengan tubuh yang terasa remuk. Melihat ke arah jendela, di luar terlihat mendung dan rintik rintik hujan mulai turun membasahi bumi.


"Hujan ya" gumamnya


Maurin menoleh ke arah samping, dimana suaminya sedang terlelap dengan memeluknya. Maurin tersenyum mengingat bagaimana suaminya memperlakukan nya dengan begitu lembut.


Maurin mengangkat perlahan tanga Daniel yang berada di atas perutnya. Usahanya sia sia karna Daniel malah terbangun dengan karna gerakan tangan Maurin.


Daniel semakin mengeratkan pelukannya "Mau kemana?"


"Mandi Mas, udah pagi" kata Maurin


Bukan pagi lagi tapi udah mau siang.


"Nanti aja, masih dingin Yank di luar ujan. Tidur lagi aja" kata Daniel dengan suara seraknya, masih dengan mata yang terpejam


Huh. Baiklah biarkan saja Dia tidur lagi.


Maurin mengusap ngusap kepala suaminya. Benar saja Daniel kembali terlelap merasakan usapan lembut di kepalanya.


Dia sudah tidur lagi, oke sekarang saatnya aku mandi. Huh.


Maurin melepaskan tangan Daniel yang memeluknya dengan hati hati. Berhasil, Daniel tidak terbangun dan Maurin pun segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Daniel membuka matanya secara perlahan. Merasa tangan nya hampa, benar saja wanita yang selalu di peluknya sudah tidak ada di sana.


Ahh. Dia sudah bangun.


Daniel bangun dan berjalan ke kamar mandi. Semenatara Maurin sudah berada di lantai bawah untuk menyiapkan sarapan bersama dengan dua asisten rumah tangganya.


Terimakasih karna sudah menyempurnakan pernikahan kita.

__ADS_1


Maurin merasa bahagia karna apa yang selama ini di fikirkan olehnya tentang Daniel ternyata salah. Daniel benar benar sudah mencintainya.


Bersambung


__ADS_2