Love Me Again (Cintai Aku Lagi)

Love Me Again (Cintai Aku Lagi)
Ulang Tahun Rena


__ADS_3

Sebulan kemudian....


Sudah sebulan Daniel selalu menemui Maurin saat jam makan siang juga mengantar Maurin pulang saat pulang kerja. Semua Dia lakukan untuk menebus semua kesalahan nya dan juga untuk membuktikan cintanya pada Maurin.


Tapi beberapa hari ini Daniel tidak menemui Maurin. Entah apa alasan nya, dan tanpa sadar Maurin merindukan sosok Daniel. Meskipun tidak menunjukan nya tapi jelas hati Maurin merindukan suaminya.


Sudahlah Rin, mungkin suamimu sedang sibuk.


Mungkin Maurin sering mengatakan kalau Dia akan menghapus dan melupakan rasa cintanya pada Daniel. Tapi nyatanya, tidak sama sekali. Di tambah lagi Daniel yang setiap hari selalu menemuinya membuat Maurin semakin sulit untuk melupakannya.


Hari weekend ini, Maurin hanya diam di kosan nya. Sambil memainkan ponselnya, Maurin tiduran di atas tempat tidur yang tergeletak di atas lantai.


Drett...Drettt


Maurin terlonjak kaget saat mendapatkan telpon dari Daniel. Dia langsung tersenyum tanpa Dia sadari, hatinya merasa sangat bahagia.


"Hallo"


"Rin, ayo kita pergi sekarang. Mas ada di depan gang nih, kamu keluar sekarang ya"


Maurin terbelalak kaget "Benarkah? Baiklah, Rin akan ke sana sekarang"


Maurin memutuskan sambungan telponnya dan segera bersiap siap. Di depan gang Daniel tersenyum saat melihat wanitanya datang.


"Mas, kita mau pergi kemana?"tanya Maurin


"Ayo kau ikut saja" Daniel membukakan pintu mobil untuk istrinya


Maurin pun masuk ke dalam mobil suaminya "Terimakasih"


Daniel mengangguk lalu menutup pintu mobilnya. Dia pun ikut masuk ke dalam mobilnya dan melajukan nya.


Drett....Drett


Maurin merogoh tas selempangnya untuk mengambil ponselnya yang berdering. Maurin melihat siapa yang menelpon lalu menganggkatnya.


Ayah. Ada apa Ayah menelponku?


"Hallo Yah"


"Rin kau dimana? Cepat datang ke rumah, apa kau lupa kalau hari ini adalah hari ulang tahun Rena adikmu"


Maurin mengalihkan ponselnya dari telinga. Melihat tanggal hari ini dan Maurin baru mengingatnya.


"Iya Yah, maaf Rin lupa"


"Sekarang kau datang ke rumah dan ajak suamimu. Aku ingin mengenalkan menantuku pada keluarga besar. Biar mereka tahu kalau aku adalah mertua dari Daniel Zien. Aku tidak mau tahu ya Rin, kali ini kau harus mengajak suamimu"

__ADS_1


Selalu saja begitu. Sebenarnya yang Ayah harapkan datang bukan aku tapi suamiku.


"Baiklah Yah, Rin akan datang kesana"


Maurin menghela nafas berat, terakhir Dia datang ke rumahnya adalah ulang tahun Raka tahun lalu. Dan itupun tanpa Daniel, dulu Daniel tidak pernah mau jika Maurin ajak ke rumah orang tuanya. Selalu saja banyak alasan.


"Kenapa?" Daniel yang dari tadi diam saja langsung bertanya saat melihat wajah Maurin yang gelisah.


Maurin menoleh "Hmmm. Itu Mas, aku lupa kalau hari ini adalah ulang tahun Rena. Aku harus ke rumah"


"Hmm. A...apa Mas mau mengantarku?"tanya Maurin ragu ragu


Daniel tersenyum "Tentu saja, kenapa tidak"


Maurin langsung menatap wajah suaminya "Benaran Mas mau datang ke rumah? Soalnya kan dulu Mas selalu gak mau kalau Rin ajak ke rumah"


Daniel langsung diam, benar apa yang di katakan istrinya itu. Dulu memang Dia sangat malas jika harus berbaur dengan keluarga istrinya.


"Maaf, tapi sekarang aku akan datang ke rumah orang tuamu" kata Daniel penuh penyesalan


"Ya udah kalau gitu kita mampir dulu buat beli hadiah untuk Rena" jelas Maurin


...🌻🌻🌻🌻...


"Hai Rena" Maurin menyapa duluan adiknya yang sedang berdiri di teras depan rumah menyambut kedatangan mereka. Lebih tepatnya menyambut kedatangan Daniel Zein.


"Lagi ambil beberapa barang" jelas Maurin


Tak lama kemudian Daniel datang dengan empat paper bag di tanganya. Daniel membelikan hadiah pada semua anggota keluarga istrinya. Sebagai permintaan maaf karna baru kali ini Daniel mengikuti acara keluarga seperti ini.


"Hai Rena" sapa Daniel


"Hai Kakak Ipar, ayo silahkan masuk" ajak Rena tersenyum manis


"Ohh. Baiklah terimakasih"


Daniel mengikuti langkah Rena untuk masuk ke dalam rumah. Sementara Maurin malah masuk ke pintu belakang menuju dapur. Dia malas jika harus berkumpul dengan keluarga besar orang tua angkatnya yang selalu tidak menyukainya.


Daniel di sambut hangat oleh seluruh anggota keluarga Antoni. Daniel belum menyadari kalau istrinya tidak mengikutinya masuk ke dalam rumah.


Daniel duduk di sofa, barulah Daniel menyadari kalau Maurin tidak ikut masuk.


"Loh Maurin kemana?"tanya Daniel


"Ahh.. Mungkin Dia langsung masuk ke kamarnya untuk istirahat" kata Rena


Daniel mengangguk saja, meskipun ada kejanggalan dalam hatinya. Tapi Daniel mencoba untuk diam dan mencari tahu sendiri.

__ADS_1


Cukup lama Daniel mengobrol dengan anggota keluarga yang lainnya. Kebanyakan mereka membicarakan tentang bisnis.


Daniel menangkap sosok istrinya yang datang dari dapur bersama para pelayan. Membawakan minuman dan cemilan untuk semua tamu.


Rahang Daniel mengeras saat, Dia menyadarid kalau keluarga istrinya tidak memperlakukan Maurin dengan baik. Melihat Maurin di perlakukan layaknya seorang pembantu.


"Silahkan minumnya Tuan"


Pelayan menata minuman dan cemilan di atas meja. Maurin hanya mengikuti apa yang pelayan lakukan. Dia melirik Daniel sekilas.


"Duduklah" kata Daniel terdengar begitu dingin


Maurin menoleh dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari suaminya. Tidak mau membuat keributan, Maurin pun duduk di samping Daniel.


Suasana tiba tiba terasa sangat dingin dan menegang. Daniel menatap satu persatu anggota keluarga yang ada disana. Maurin pun mulai merasakan hawa dingin di sekitarnya.


"Jadi bisa kalian jelaskan apa maksud semua ini?"tanya Daniel datar


Semua diam, merasa takut dengan tatapan mata Daniel. Raka mengerti apa maksud dari kakak iparnya itu.


"Apa Kak Daniel tidak tahu apa saja yang di lewatkan Kak Rin selama ini?"tanya Raka dengan senyuman meremehkan


Semua orang langsung menatap Raka, tidak menyangka kalau Raka akan seberani itu berbicara pada Daniel.


"Apa maksudmu?"tanya Daniel


Maurin yang merasa Daniel sedang terpancing emosi langsung mengenggam tangan suaminya. Maurin tidak mau kalau suaminya sampai melakukan hal yang tidak di inginkan pada keluarga angkatnya.


"Asal Kak Daniel tau, Kak Rin bukanlah anak kandung dari keluarga Antoni. Dia hanya anak angkat yang dulu Ibunya meninggal karna tertabrak oleh mobil Papa" kata Raka


"Raka"


Semua orang langsung membentak Raka dengan suara tertahan termasuk Maurin. Ini adalah rahasia besar dari keluarga Antoni yang di sembunyikan bertahun tahun. Dan sekarang Raka malah membongkar semuanya.


"Bahkan sampai kemarin Kak Rin minta untuk pulang ke rumah ini pun tidak di izinkan oleh Mama. Karna menurut mereka Kak Rin hanya benalu di rumah ini. Makanya aku membantu Kak Rin untuk mencari tempat tinggal" jelas Raka lagi tanpa memperdulikan tatapan tajam keluarganya.


Deg


Daniel menatap nyalang pada seluruh anggota keluarga Antoni. Dadanya sesak mengingat dulu Dia juga memperlakukan Maurin dengan tidak baik.


"Raka cukup!! Kakak gak papa, Kakak baik baik aja" kata Maurin mencoba menghentikan Raka yang akan lanjut bercerita tentangnya.


Maurin tidak mau kalau adiknya akan kena masalah karna membelanya. Raka pasti akan mendapatkan amarah besar dan Antoni.


"Cukup Kak, aku tau kalau Kakak tidak baik baik saja. Kakak sudah terlalu menderita selama ini" kata Raka menatap teduh pada Kakak angkatnya itu.


"Mas kita pulang sekarang" Maurin menarik tangan suaminya dan membawanya keluar. Keadaan sudah tidak memungkinkan jika mereka terus berada di sana.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2