
Gadis kecil berusia tiga tahun berlari ke arah Ibu dan Ayahnya. Gadis menggemaskan itu memeluk Ibu dan Ayahnya yang sengaja berjongkok agar memudahkan anak mereka memeluknya.
"Naula kangen Ayah cama Ibu" begitulah katanya dengan cara bicara yang masih cadel
"Ibu juga sangat merindukanmu" kata Maurin
"Ayah, juga sangat merindukan princes Ayah ini" kata Daniel
Daniel meraih tubuh gadis kecil itu ke gendongannya. Lalu mereka berdiri dengan Naura di gendongan sang Ayah.
"Bagaiamana keadaan Antoni, Rin?" tanya Windi
Maurin menoleh "Sudah lebih baik Ma, mungkin besok atau lusa sudah di izinkan pulang"
"Syukurlah"
Antoni harus melakukan operasi pemasangan ring jantung. Dan Maurin kemarin malam terpaksa harus meninggalkan putrinya untuk melihat kondisi Ayah angkatnya.
Hingga sore hari Maurin baru bisa pulang dengan di jemput oleh suaminya. Untungnya Mama Windi sedang menginap di rumah mereka jadi Naura ada yang menjaganya.
"Kalau gitu kita masuk dulu ya Ma, kasihan Maurin sepertinya Dia sangat lelah" kata Daniel
Windi mengangguk "Baiklah, istirahatlah Rin wajahmu terlihat pucat"
Maurin mengangguk. Mereka pun masuk ke dalam kamar mereka dengan Naura masih bergelayut manja di gendongan Ayahnya.
"Naula mau bobo disini sama Ayah sama Ibu, boleh?" kata gadis kecil itu
Maurin tersenyum, mencium gemas pipi gembul anaknya itu "Boleh dong Sayang"
Naura berbaring di tengah tempat tidur, Maurin ikut terbaring lalu menepuk nepuk pelan pantat Naura. Sepertinya gadis kecil itu memang sudah mengantuk karna tidak butuh waktu lama Dia sudah terlelap.
Daniel keluar dari ruang ganti setelah bersih bersih dan berganti pakaian. Dia melihat istrinya sedang mengelus rambut anaknya sambil tersenyum.
"Naura tidur Yank?"
Maurin menoleh "Iya By, kelelahan main kayanya"
Daniel mencium kening istrinya "Yaudah, sekarang kamu mandi dulu gih"
Maurin mengangguk "Ya udah, aku mau mandi dulu"
Maurin berlalu ke kamar mandi, sementara Daniel merebahkan tubuhnya di samping Naura. Memeluk Naura yang sudah terlelap dengan wajah menggemaskannya.
"Sayangnya Ayah nyenyak banget tidurnya" Daniel tersenyum sambil memandangi wajah polos anaknya itu
Maurin sudah selesai mandi dan berganti pakaian. Dia menghampiri suaminya yang berbaring di tempat tidur.
"By, Nauranya jangan di gangguin ihh nanti rewel" kata Maurin saat melihat suaminya mengganggu putri kecil mereka
__ADS_1
Daniel hanya terkekeh pelan lalu Dia bangun terduduk di tempat tidur "Wajah kamu pucet banget Yank"
"Gak papa kok, mungkin karna kurang tidur aja" kata Maurin
"Beneran? Gak mau di periksa aja?" kata Daniel khawatir
Maurin menggeleng "Gak perlu By, lagian aku juga gak papa kok"
"Yaudah, sekarang kamu tidur aja" kata Daniel
Maurin mengangguk lalu merangkak naik ke tempat tidur dan berbaring di sebelah kiri anaknya. Daniel pun ikut merebahkan tubuhnya karna merasa sangat lelah.
Keluarga kecil ini pun terlelap dengan tangan Daniel dan Maurin yang memeluk Naura sambil berkaitan.
...🌻🌻🌻🌻...
"Jam berapa ini?" Maurin mengerjapkan matanya, melihat ke arah jam dinding di kamarnya
"Ya ampun udah jam 7 malam, lama banget aku tidur"
Maurin melirik ke samping dimana suaminya dan anaknya tidur sambil berpelukan. Sunguh pemandangan yang indah.
"Aku masih belum menyangka kalau aku bakal hidup bahagia dengan suamiku yang dulu hanya berpura pura mencintaiku" gumam Maurin
Maurin pun turun dari tempat tidur lalu masuk ke kamar mandi. Membiarkan anak dan suaminya yang masih terlelap.
Huwek Huwek
"Ada apa denganku? Kok tubuhku selalu terasa lemas dan sekarang malah mual kaya gini" gumam Maurin
Ceklek
Pintu kamar mandi terbuka dan Daniel langsung masuk ke kamar mandi dan melihat istrinya masih berdiri di depan wastafel.
"Sayang kenapa?" tanya Daniel
Maurin menoleh ke arah suaminya "Gak papa kok By, mungkin masuk angin aja"
"Tapi, wajah kamu pucat banget tau" kata Daniel terlihat begitu khawatir
Maurin tersenyum dan mengelus pipi suaminya "Gak papa kok, mungkin karna aku belum makan malam"
"Ya udah sekarang ayo kita makan malam" Daniel menggandeng tangan istrinua keluar dari ruang ganti
"Naura belum bangun By?" tanya Maurin
"Nyenyak banget Dia, mungkin capek main kali" kata Daniel
"Ya udah kita makan malam duluan aja"
__ADS_1
Daniel mengangguk, mereka pun berjalan ke luar kamar menuju ruang makan. Rasa lapar yang awalnya Maurin rasakan kini malah berubah menjadi mual saat melihat makanan di atas meja.
"Sayang kok gak dimakan si?" tanya Daniel
Windi yang ikut makan bersama sepasang suami istri itu pun ijut menatap heran pada Maurin. "Kamu kenapa Rin?"
Maurin menggeleng "Gak tau Ma, tapi rasanya malah mual liat makanan ini"
"Sayang kamu sakit? Kita ke dokter aja ya" kata Daniel
Windi mengerutkan keningnya, menatap wajah Maurin dengan intens. Wajahnya terlihat pucat.
"Rin mendingan kamu periksa deh, kamu inget gak kapan terakhir kali kamu datang bulan?" tanya Windi
Maurin mengerutkan keningnya, Daniel pun ikut bingung dengan pertanyaan Ibunya.
"Gak tahu Ma, Rin lupa. Kalau gak salah bulan kemarin Rin gak datang bulan" jawab Maurin
Windi tersenyum tipis "Ya udah, meningan kamu periksa aja"
"Gak papa kok Ma, Rin baik bai...."
"Nurut aja Rin, aku suami kamu dan aku mau kamu di periksa. Masalahnya kamu udah beberapa hari terakhir ini terus muntah, pusing dan wajah kamu pucet banget" kata Daniel tegas
Jika sudah begini, Maurin tidak bisa mengelak lagi. Dia harus menuruti kemauan suaminya sekarang.
"Baiklah"
...🌻🌻🌻🌻...
Hidup dengan mengikhlaskan dan mencoba untuk mengikuti takdir Tuhan untuk kita adalah jalan yang di pilih oleh Jesika.
Tapi, lihatlah sekarang bagaimana kehidupan nya. Dia yang dulunya sangat mengharapkan bisa hidup dengan Daniel karna kekayaan nya. Namun, belum tentu Dia bisa sebahagia sekarang.
Anak laki laki yang baru berumur 18 bulan. Sudah mulai berjalan meski masih sedikit susah. Dengan suami yang menyayangi dan mencintainya dengan tulus.
"Yeee anak Mama pintar" Jesika memeluk Naufal yang sedang belajar berjalan itu.
"Capek ya sayang" Dimas yang duduk di samping istrinya mengelus kepala Naufal
"Enggak ya, seneng ya belajar jalan" bukan Naufal yang menjawab tapi Jesika
Naufal mengangguk "Ceneng bica jaan" ucapnya dengan cara bicara yang kadang masih aulit untuk di mengerti
Bersambung
Yeeee. Kembali lagi dengan aku author receh. Daniel Maurin kembali lagi nih. Semoga suka.
Cuma ngasih beberapa chapter aja ya jangan ngarep lebih. ✌ Soalnya aku lagi fokus sama karya baru aku. Udah pada mampir belum? Ayo dong mampir di karya baru aku. hehehe
__ADS_1
Cuma mau pasin aja chapternya jadi 50 chapter biar gak sedikit amat gituh ya... Selamat membaca