
Setelah makan malam, sepasang suami istri ini kembali ke kamar mereka. Duduk bersandar di tempat tidur sambil membaca buku yang berbeda.
Daniel yang membaca majalas bisnis, sementara Maurin membaca novel yang tadi belum selesai di bacanya. Maurin yang tiduran di paha suaminya, semantara Daniel mengelus lembut rambutnya.
Matanya mungkin fokus pada buku yang di bacanya. Tapi fikirannya, melayang entah kemana. Memikirkan sikap suaminya selama ini.
Apa Dia masih belum mau meminta jatah padaku? Ishh kenapa malah aku yang terkesan mesum ya. Tapi kan aku juga jadi bertanya tanya kenapa suamiku tidak mau sama sekali menyentuhku. Apa Dia jijik padaku?
Sampai sekarang, Maurin masih memikirkan alasan kenapa suaminya tidak meminta haknya.
Maurin bsngun, menyimpan buku novelnya di atas nakas. Dia menoleh ke arah suami yang masih fokus pada majalah yang di bacanya.
Apa aku tanyakan saja ya? Aaa. Tapi aku gak seberani itu.
Merasa di perhatikan oleh sang istri, Daniel menutup majalah dan menyimpannya di atas nakas.
"Ada apa?"tanya Daniel menatap sang istri
"Eh. Enggak.. Gak papa kok. Iya... gak papa" jawab Maurin gelagapan
Daniel mengerutkan keningnya "Kamu kenapa sih Yank? Aneh banget deh"
Maurin tersenyum kaku "Hehe. Gak kok, gak papa"
Saat Daniel beranjak dari tempat tidur, Maurin menjadi bingung sendiri. Ini adalah kesempatannya menanyakan apa yang ingin di tanyakan pada suaminya selama ini.
"Hmmm. Mas" panggil Maurin, menghentikan langkah Daniel yang ingin ke kamar mandi.
Daniel menoleh, dan kembali duduk di pingir tempat tidur "Ada apa?"
Maurin terlihat berfikir, haruskan Dia menanyakan nya? Tapi Maurin juga takut dengan reaksi yang akan di berikan suaminya.
"Hmmm. Gak jadi Mas" kata Maurin akhirnya
Daniel mengerutkan keningnya bingung "Apa si? Mau ngomong apa? Kok kayanya ada yang mau kamu bicarakan sama aku"
Maurin menjadi gelagapan sendiri, bingung harus menjawab apa. "Gak ada apa apa kok Mas, lupa mau ngomong apa"
Meskipun heran, tapi Daniel tidak mau mempermasalahkan nya. Dia melanjutkan tujuannya yang ingin ke kamar mandi.
Duh. Aku bingung harus ngomong apa coba? Malu kalau aku yang menanyakan nya.
...🌻🌻🌻🌻...
Seminggu kemudian........
Daniel sedang duduk di kursi kebesaran nya. Memeriksa berkas yang menumpuk di atas meja kerjanya. Inilah kenapa Daniel sering pulang telat akhir akhir ini.
Daniel memijat pelipisnya, merasa pusing dengan semua pekerjaan yang tidak ada habisnya ini.
Sepertinya aku harus mencari seorang asisten. Tidak cukup hanya sekedar sekertaris saja.
__ADS_1
Selama ini Daniel memang belum memikirkan untuk mencari seorang asisten. Selama ini Daniel tidak pernah merasa lelah jika harus bekerja sampai larut malam sekalipun.
Dulu Dia tidak memperdulikan istrinya, sehingga cara inilah yang selalu Daniel gunakan untuk menghidar dari istrinya.
Daniel meraih telpon dan menelpon sekertarisnya. Dia meminta untuk di carikan seorang asisten dalam waktu dekat ini.
Daniel juga perlu istirahat, Dia perlu ada waktu untuk menghabiskan harinya bersama sang istri yang sampai saat ini belum di sentuhnya. Tapi Daniel mempunyai alasan untuk itu semua.
Drettt...Dertt
Daniel di kejutkan dengan suara ponselnya yang bergetar juga berdering. Dia segera mengambil ponselnya, melihat siapa yang menelpon.
Setelah mengetahui siapa yang menghubunginya Daniel langsung menolak panggilan itu dan kembali menyimpan ponselnya di atas meja.
Daniel
...🌻🌻🌻🌻...
Daniel sudah berada di dalam mobilnya, jam sudah menunjukan pukul 10 malam. Hari ini Dia kembali pulang larut, tentu saja Daniel sangat merasa bersalah pada istrinya yang selalu kurang perhatian darinya.
Drett...Drettt
Ponsel Daniel kembali berdering, satu kali, dua kali masih Daniel biarkan. Tapi untuk deringan ketiga Daniel merasa jengah dan akhirnya mengangkat telpon itu.
"Ada apa?" Bertanya dengan nada dingin dan ketus
"Maaf Tuan, orang yang mempunyai ponsel ini sekarang ada di rumah sakit. Keadaannya sangat mengkhawatirkan. Bisakah Tuan datang ke rumah sakitxx. Saya bingung harus menghubungi siapa lagi, hanya ada nomor Tuan di panggilan terakhirnya"
"Tuan... Hallo.. Tuan"
Daniel tersadar dari lamunan nya "I..iya saya akan segera kesana"
Setelah menutup telponnya, Daniel segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit yang tadi di sebutkan orang yang menelpon nya.
Sampai di tempat tujuan, Daniel segera berlari menyusuri lorong rumah sakit yang terasa sedikit sepi karna hari sudah malam. Mungkin para keluarga pasien sudah pada istirahat sekarang.
Sampai di depan ruangan yang di beri tahukan oleh perawat. Daniel segera masuk ke dalam.
Wanita dengan wajah pucat dan alat medis terpasang di tubuhnya. Wanita yang pernah mengisi hati Daniel. Wanita yang Daniel perjuangkan mati matian sampai Dia mengorbankan istrinya sendiri
Seorang dokter sedang memeriksa keadaan nya. Setelah selesai dokter itu pun segera menghampiri Daniel.
"Apa yang terjadi padanya Dok?"tanya Daniel
"Nona Jesika mengalami pendaharan, tadi Dia datang kesini sendiri dengan keadaan yang sudah sangat mengkhawatirkan"
"Pen..pendarahan?"kata Daniel terkejut
Dokter mengangguk "Iya. Pendarahan ini di akibatkan karna pasien meminum pil penggugur kehamilan. Dan menurut hasil pemeriksaan kalau ini bukan pertama kalinya pasien mengalami keguguran"
Daniel sangat terkejut dengan kabar yang baru saja di terimanya. Daniel tahu kalau dulu Jesika pernah hamil. Tapi Daniel sama sekali tidak menyangka kalau Jesika akan mengulangi kesalahan itu.
__ADS_1
"Lalu bagaimana keadaan pasien Dok?"tanya Daniel
Dokter menghela nafas " Sekarang keadaan nya masih kritis, berdoa saja semoga pasien segera melalui masa kritisnya"
Daniel mengangguk, dokter pun pamit undur diri. Setelah dokter pergi, Daniel berjalan mendekati ranjang pasien. Menatap wajah wanita yang dulu di perjuangkan mati matian olehnya.
Maaf Jesi, tapi sekarang hatiku sudah terpatri oleh Maurin. Aku kesini hanya sebagai rasa kemanusiaan saja. Semoga kau cepat sehat kembali.
Daniel segera menghubungi kedua orang tua Jesika dan memberi tahu keadaan Jeaika sekarang. Setelah semuanya selesai, Daniel pun pergi dari rumah sakit itu meski sudah sangat larut malam.
...🌻🌻🌻🌻...
Maurin sedang duduk di sofa ruang tengah. Menunggu suaminya pulang, meski matanya sudah sangat berat ingin terpejam. Tapi Maurin tetap menunggu kedatangan suaminya.
Sebenarnya kamu kemana Mas?
Ceklek
Maurin langsung berdiri saat mendengar pintu terbuka. Melihat suaminya yang baru masuk rumah. Segera Maurin mendekat ke arah suaminya.
"Mas kok malam banget pulang nya?" Maurin mencium punggung tangan suaminya dan mengambil tas kerja Daniel
Daniel tersenyum "Maaf Sayang, tadi ada urusan mendadak. Kenapa belum tidur hmm?"
"Rin masih menunggumu Mas" jawab Maurin
Daniel mencium lama kening istrinya "Kalau aku pulang malam, kau tidur duluan saja"
"Hmm. Mau mandi dulu Mas?"tanya Maurin
Daniel mengangguk "Iya"
Mereka telah berada di dalam kamar. Daniel sedang berada di dalam kamar mandi. Sementara Maurin sedang menyiapkan pakaian untuk suaminya.
Drettt....Drrettt
Maurin menatap ponsel Daniel yang tersimpan di atas nakas. Melihat siapa yang menghubungi suaminya.
Tante Santi. Siapa Tante Santi?
Karna terus berdering, maka Maurin memberanikan diri untuk mengangkat telpon nya.
"Hallo Daniel, ini Tanteu Niel. Apa bisa kamu ke rumah sakit lagi? Jesika sudah sadar dan terus memanggil namamu. Tanteu mohon"
Deg
Jantung Maurin seakan berhenti berdetak saat ini juga. Semua ketakutan akan suaminya yang kembali berhianat seperti dulu kembali hadir dalam hatinya.
"Hallo... Daniel... Daniel.... Kamu denger Tante kan?"
Maurin tidak mampu berkata apa apa lagi. Bahkan sampai sambungan telpon terputus Dia masih diam mematung.
__ADS_1
Bersambung