Love Me Again (Cintai Aku Lagi)

Love Me Again (Cintai Aku Lagi)
Penyesalan


__ADS_3

Daniel terbangun dengan kepala yang terasa begitu berat. Dia bangun dan duduk di sofa masih memijat pelipisnya yang terasa berat. Daniel mengingat kembali kenapa Dia sampai mabuk parah semalam.


"Arghh.. Ini semua gara gara kau Jesika. Kenapa kau tega menghancurkan perasaanku"


FlashBack ON


Mobil Daniel baru saja keluar dari pekarangan kantornya. Daniel ex v cmengerutkan keningnya saat melihat mobil yang sangat Dia kenali masuk ke sebuah Club malam.


Tanpa banyak berkata Daniel pun mengikuti mobil itu. Dia ikut masuk ke dalam club malam itu.


Mencari cari keberadaan orang yang di carinya. Tatapan matanya menajam saat melihat kekasihnya duduk di salah satu sofa di pojok ruangan dengan seorang pria yang Daniel tahu kalau pria itu adalah rekan kerja Jesika yang di jadikan bahan settingan untuk mendongkrak popularitas nya menjadi seorang aktris.


Daniel duduk di sofa yang berada di belakang Jesika. Telinganya menajam mendengarkan setiap kata yang di bicarakan oleh Jesika dan pria itu.


"Jadi anak kita benar benar tidak selamat? Kau benar benar tidak bisa menjaganya Jesi" kata Dimas


"Aku juga tidak tahu jika semuanya akan seperti ini. Sekarang apa yang harus kita lakukan?"tanya Jesika


"Apa kau mencintainya Jes?"tanya Dimas serius


"Hahaha. Tentu saja aku tidak mencintainya. Kau tahukan aku berpacaran dengannya karna Daniel bisa menjadi atm berjalan untuk ku. Lagian Dia juga bisa membantuku dengan uangnya sampai aku menjadi aktris terkenal seperti sekarang"


Dimas tersenyum "Kau benar benar wanitaku"


"Tentu saja. Lagian sekarang kan Daniel sudah menikah dan aku mana mau sama pria beristri atau jika nanti Daniel bercerai dengan istrinya. Aku juga tidal mau menikah dengan seorang duda" kata Jesika tersenyum


Daniel mengepalkan tangan nya, amarahnya sudah berada di puncaknya. Daniel benar benar tidak menyangka kalau wanita yang selama ini sangat di cintainya ternyata hanya memanfaatkan kekayaan nya.


Daniel berdiri dan langsung berjalan ke arah Jesika dan Dimas. Brakkk.... Daniel menggebrak meja yang ada di depan mereka. Membuat para pengunjung langsung menatap ke arahnya. Namun hanya sekejap, karna sudah biasa keributan terjadi di dalam club.


"Da...Daniel" kata Jesika benar benar terkejut


"Iya, aku Daniel Zein kekasihmu. Tapi mulai saat ini aku bukan lagi kekasihmu mengerti" kata Daniel penuh penekanan


"Jangan pernah lagi mencariku atau menemuiku" tambahnya lagi


"Da...Daniel aku bisa jelaskan" teriak Jesika


Daniel tidak menghiraukan, Dia langsung berjalan dan masuk ke ruangan VIP di club itu. Daniel melampiaskan semua sakit hati dan kecewanya pada minuman beralkohol itu.


"Ini semua gara gara kau Maurin, seandainya aku tidak menikahimu sudah pasti aku akan menikahi Jesika. Hahaha" racau Daniel


FlashBack OF


Daniel berjalan ke kamarnya, segera bersiap untuk ke kantor. Daniel bahkan tidak menyadari Maurin tidak ada di rumah.


Setelah siap, Daniel segera berangkat ke kantor. Dia sudah tidak akan peduli lagi pada Jesika. Sekali di kecewakan maka Daniel akan sulit untuk memaafkan. Walaupun itu adalah wanita yang di cintainya.

__ADS_1


...🌻🌻🌻🌻...


Maurin kembali dari membeli sarapan di depan gang jalan ke kosan nya. Maurin duduk di lantai yang beralaskan tikar. Membuka bungkusan nasi kuning yang tadi di belinya. Maurin mulai memakan makanan nya itu.


Saat selesai makan, ponsel Maurin berdering. Maurin segera mengangkat telpon dari adiknya itu.


"Hallo"


"Hallo Kak. Gimana tidurnya? Nyaman gak di tempat kosan nya"


Maurin tersenyum "Nyaman kok, Kakak betah tinggal disini"


"Oh iya Kak, semalem temen aku bilang kalau perusahaan ayahnya sedang membuka lowongan kerja"


"Wahh. Apa Kakak bisa melamar kerja ke sana?"


"Bisa Kak, aku juga udah bilang kok. Tapi cuma jadi ofis girl. Gak papa Kak?"


Maurin tersenyum "Tentu saja tidak papa. Kakak mau kok kerja jadi ofis girl"


"Ya udah kalau gitu Kakak tinggal datang aja ke perusahaan xx dengan membawa lamaran ya"


"Oke. Terimakasih Dhe"


Maurin senang bukan main karna sudah ada lowongan pekerjaan untuknya. Meskipun hanya sebagau clining servis. Maurin tetap senang karna bisa bekerja.


Setelah semuanya siap, sekitar pukul 8 pagi Maurin berangkat menuju alamat yang di kirimkan oleh Raka.


"Syukurlah aku sudah tidak pengangguran lagi mulai besok"


Maurin keluar dari perusahaan itu dengan perasaan bahagia. Tinggal di kota besar memang sangat sulit untuk bisa mendapatkan pekerjaan. Apalagi hanya bermodalkan ijazah SMA.


...🌻🌻🌻🌻...


Satu Minggu kemudian......


Setiap hari Daniel selalu pulang ke apartemen. Kondisi Daniel sudah lebih baik, bahkan Jesika tidak menemuinya sejak saat itu.


Mungkin Jesika memang tidak menginginkan Daniel. Yang di perlukan Jesika hanya kekayaan Daniel. Tapi Daniel sudah tidak peduli lagi padanya.


Malam ini entah kenapa Daniel merasa sangat ingin pulang ke rumah. Ada rasa rindu di dadanya untuk bertemu dengan Maurin. Namun Daniel tetap tidak mau mengakui perasaan nya.


Daniel masuk ke dalam rumah dengan kunci cadangan yang selalu Dia bawa. Sepi... Tidak ada tanda tanda kehidupan di rumah ini. Bahkan semuanya masih sama persis seperti terakhir kali Daniel meninggalkan rumah.


Bantal sofa yang jatuh saat Daniel mabuk masih tetap di posisinya. Daniel mulai merasakan ada yang berbeda, perasaan nya mulai tidak tenang.


"Rinnn.... Maurinnn" teriak Daniel sambil berjalan cepat menaiki anak tangga.

__ADS_1


Ceklek


Daniel membuka pintu kamar Maurin dan masuk ke dalam. Sepi... Hanya keheningan yang menyambut Daniel. Maurin tidak ada di sana.


"Rinnn. Maurinnn" teriak Daniel


Daniel berlari ke arah kamar mandi, membuka pintu dengan keras. Tidak ada... Tidak ada Maurin di sana. Daniel berjalan ke arah lemari dan membukanya.


Deg


Daniel terhenyak saat semua pakaian Maurin sudah tidak ada disana. Kakinya menjadi lemas, Daniel berlulut di lantai karna kakinya sudah sangat lemas.


"Kau pergi Rin, kenapa? Kenapa kau tidak menungguku pulang Rin? Kau meninggalkan aku Rinn"


Daniel merasa sesak di dadanya, bayangannya kembali pada saat saat Maurin masih menjadi istrinya. Maurin snagat penurut, istri yang berbakti pada suami. Tidak pernah menuntut apapun pada Daniel.


Dan kini Daniel menyadari satu hal, Maurin sangat tulus mencintai dan menyayangi nya. Daniel terlalu bodoh sampai tidak menyadari itu semua.


"Kau kemana Rin? Kenapa kau pergi tanpa izin dariku" lirih Daniel


Dengan susah payah Daniel berdiri dan berjalan ke arah tempat tidur. Di sana Daniel menemukan sebuah surat yang sedikit berdebu karna Maurin sudah lama meninggalkan rumah ini.


Untuk Mas Daniel


Tulisan di amplop putih surat itu, Daniel segera membukanya. Rasanya Daniel tidak mampu membayangkan jika Maurin benar benar pergi dari hidupnya.


*Jika kamu sudah mencariku sampai kesini berarti kamu sudah mengingat ku Mas.


Perlu Mas tahu, aku tidak pernah menyesal dengan pernikahan ini. Aku bahagia bisa mencintai Mas. Meskipun sekarang aku tahu kalau Mas sama sekali tidak pernah mencintai Mas.


Tapi aku sama sekali tidak menyesal, aku bahagia bisa mengenal Mas. Terimakasih untuk semuanya, jika Mas ingin berpisah denganku. Aku siap Mas.


Aku mencintaimu Mas, selalu. Tapi mulai saat ini aku akan mencoba untuk melupakan perasaan ini. Aku akan melupakan semuanya Mas.


Sekali lagi terimakasih banyak untuk semua yang telah kamu berikan padaku Mas.


...Maurin* ...


Air mata Daniel menetes mengenai surat dari Maurin yang sedang di pegangnya. Penyeselan mulai terasa oleh Daniel.


"Rin... Kenapa kau pergi sebelum aku minta maaf padamu. Kenapa kau pergi sebelum aku bisa memperbaiki semuanya. Kau pergi sebelum aku menyadari kesalahanku. Kenapa Rin..? Bahkan aku belum menyadari perasaanku padamu.... Sayang"


Untuk pertama kalinya Daniel menyebut Sayang pada istrinya. Perhatian Maurin, kelembutan nya juga ketulusan Maurin kembali hadir di ingatan nya.


"Maafkan aku Rinn. Kembalilah, ku mohon"


Air mata terus mengalir mengenai pipi nya. Daniel benar benar berada di titik terendahnya. Kini Daniel mulai merasakan sakit dan hancur secara bersamaan.

__ADS_1


Daniel benar benar terpuruk sekarang, kepergian Maurin membuatnya benar benar hancur.


Bersambung


__ADS_2