Love Me Again (Cintai Aku Lagi)

Love Me Again (Cintai Aku Lagi)
Bertemu Lagi


__ADS_3

Nyatanya setiap kesabaran pasti akan membuahkan hasil yang membahagiakan. Maurin yang dulunya hanya sebagai istri yang hidup dalam rumah tangga kepura puraan suaminy selama dua tahun lamanya.


Tidak menyangka kalau kehidupan rumah tangganya bisa sebahgia ini sekarang. Bahkan sebentar lagi kehadiran seorang bayi akan semakin menyempurnakan pernikahan mereka.


Maurin mengelus perutnya yang mulai memuncit. Tidak terasa usia kandunganny sudah memasuki bulan kelima. Perutnya pun sudah terlihat semakin membuncit.


"Sayang, masuk ihh angin malam tidak baik untuk kesehatanmu dan baby" Daniel memeluk tubuh istrinya dari belakang.


Maurin tersenyum, angin malam menerpa wajahnya hingga rambut yang di biarkan tergerai di terpa angin malam.


"Tuh angin nya dingin banget, ayo masuk Sayang" Daniel merapikan rambut Maurin yang berantakan karna angin malam


Daniel pun menuntun Maurin masuk ke dalam kamar. Maurin hanya menurut saja karna memang sudah malam dan sudah waktunya untuk beristirahat.


Daniel memberikan segelas susu pada istrinya "Minum dulu susunya"


Maurin menerima gelas susu itu sambil tersenyum "Makasih By"


Maurin meminum susunya sampai habis, setelahnya Dia menyimpan gelas yang sudah kosong di atas nakas.


Daniel naik ke atas tempat tidur, Dia memeluk istrinya yang sudah terbaring itu. Menyandarkan kepala Maurin di atas dadanya, mengecup beberapa kali puncak kepala Maurin.


"Tidur ya, besok kita jalan jalan" kata Daniel sambil mengusap punggung istrinya


Maurin mendongak dan langsung mendapat kecupan di dahinya "Jalan jalan kemana?"tanya Maurin dengan mata berbinar


"Kamu maunya kemana? Tapi ingat ya gak boleh sampe kelelahan" kata Daniel sudah memberikan peringatan sebelum memulai


"Heem. Ke mal aja ya, sekalian kita beli peralatan bayi" kata Maurin antusias


"Iya Sayang, sekarang tidur dulu ya" Daniel kembali mencium kening istrinya


...🌻🌻🌻🌻...


Daniel menghentikan mobilnya di parkiran mal. Membukakan pintu mobil untuk istrinya. Menggandeng tangan istrinya memasuki mal.


"Pelan pelan aja sayang jalannya, gak usah terburu buru kaya gitu" Daniel menahan tangan istrinya yang berjalan cepat seolah tidak sabar ingin segera melihat lihat perlengkapan untuk bayi mereka.


"Hehe. Iya maaf" Maurin memperlambat jalannya dan membiarkan suaminya menggandeng tangannya


Berhenti di toko perlengkapan khusus untuk bayi. Maurin dan Daniel memilih milih barang yang cocok untuk calon anak mereka. Karna mereka belum mengetahui jenis kelamin anak mereka.

__ADS_1


Jadi mereka memilih membeli peralatan dan pakaian bayi dengan warna biru atau putih agar jika nanti bayi mereka lahir mau laki laki ataupun perempuan tetap tidak masalah dengan warna bajunya.


"Sudah semua Sayang?" tanya Daniel


Maurin menatap semua belanjaan yang sudah di belinya. Berfikir apa lagi yang belum Dia beli untuk persiapan melahirkan. Takut kalau ada yang belum Dia beli.


"Apalagi ya??? Kayanya udah deh" kata Maurin tersenyum


"Baiklah kalau begitu, sekarang kita makan dulu udah waktunya makan siang" ajak Daniel. Maurin mengangguk


Selesai melakukan transaksi pembayaran untuk semua belanjaan yang di beli istrinya. Sepasang suami istri ini langsung pergi untuk makan siang terlebih dulu.


Memesan makanan dan minuman, mereka duduk menunggu di sana sambil menunggu pesanan datang.


"Capek ya?" Daniel mengusap keringat di dahi istrinya


Maurin mengangguk dan tersenyum "Dikit.. Gak papa kok, aku bahagia bisa milih sendiri apa aja yang mau di pakai oleh bayi kita nanti"


Daniel tersenyum "Tapi tetap harus jaga kesehatanmu Sayang. Jangan sampai kelelahan"


"Iya Hubby"


Pesanan mereka pun datang, Maurin dan Daniel langsung memakan makan siang mereka.


Daniel yang telah selesai makan menoleh ke arah sumber suara. Terbelalak saat tahu siapa yang memanggilnya barusan.


"Jesika"


Maurin langsung menghentikan makannya dan mengikuti arah pandang suaminya setelah mendengar gumaman suaminya barusan.


"Hai. Apa kabar?" tanya Jesika menghindari kecanggungan nya


"Baik" jawab Daniel sedatar mungkin, Dia sudah malas berurusan dengan Jesika


Jesika tersenyum lirih, Dia menoleh ke arah Maurin dan mengulurkan tangannya pada Maurin.


"Baik, kamu apa kabar?" Maurin menerima uluran tangan Jesika dengan tersenyum ramah


Jesika terkesiap saat mendapat respon yang tidak Dia duga dari Maurin. Awalnya Jesika menyangka kalau Maurin akan marah marah padanya bahkan Jesika sudah membayangkan kalau Maurin akan menjabak rambutnya dan terus memakinya.


Tapi apa yang terjadi sekarang? Bahkan Maurin masih bisa tersenyum setulus itu padanya. Dadanya tiba tiba sesak saat mengingat dulu Dia bahagia di atas penderitaan Maurin.

__ADS_1


"Maurin maafkan aku" Jesika tiba tiba memeluk Maurin.


"Maafkan aku karna sudah begitu jahat padamu. Maafkan aku Rin" kata Jesika mulai terisak pelan


Maurin mengangkat tangan nya dan mengusap punggung Jesika. Dia cukup terkejut saat Jesika tiba tiba memeluknya begini.


"Maafkan aku Rin, aku benar benar menyesal. Aku minta maaf padamu Rin.. Hiks" kata Jesika dengan tangis yang sudah pecah


"Sudahlah Jesi, aku sudah lama memaafkanmu. Bohong! Jika aku tidak merasa sakit hati atau marah padamu juga Mas Daniel. Tapi apa dengan aku menyimpan dendam pada kalian dan tidak mau memaafkan kalian adalah kebenaran??"


"Tidak!! Semuanya akan membuatku semakin tersiksa dengan dendam ini. Aku hanya minta berubahlah mulai saat ini, carilah pendamping hidup yang benar benar mencintaimu dan siap menerima semua keadaanmu"


"Jangan pernah menyia nyiakan lagi ketulusan cinta" Maurin mengusap air mata Jesika yang mengalir di pipinya


Jesika menangguk dan tersenyum "Aku janji aku akan berubah Rin. Terimakasih untuk semuanya, untuk maaf yang telah kau berikan"


Maurin tersenyum "Sekarang mulailah hidup lebih baik lagi. Dan tetaplah bahagia"


...🌻🌻🌻🌻...


Maurin yang kelelahan setelah berbelanja di mal tadi langsung tertidur pulas setelah sampai di rumah. Daniel membiarkan saja istrinya istirahat.


Duduk di pinggir tempat tidur, Daniel menatap bahagia pada wajah Maurin yang sedang terlelap. Begitu menggemaskan.


Aku tidak tahu terbuat dari apa hatimu Sayang? Kau bahkan bisa semudah itu memaafkan ku dan Dia.


Daniel terus terngiang ngiang dengan kejadian tadi siang di mal. Masih tidak menyangka kalau istrinya akan memaafkan Jesika.


Maurin memgerjap saat merasakan ada yang mengelus keningnya. Tersenyum saat mendapati suaminya yang sedang mengelus kepalanya.


Maurin bangun dan duduk menyandar "Udah makan malam belum By?"


Daniel menggeleng "Belum, aku mau nungguin kamu. Aku mau makan bareng sama kamu"


Maurin tersenyum "Ya udah ayo kita ke bawah"


Daniel mengangguk dan mencium kening istrinya lalu membantu Maurin untuk turun dari tempat tidur.


Mereka makan malam dengan tenang. Sambil makan, Daniel terus memperhatikan wajah istrinya.


Terimakasih karna sudah hadir di hidupku. Daniel

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2