Love Me Again (Cintai Aku Lagi)

Love Me Again (Cintai Aku Lagi)
Nona Muda


__ADS_3

Maurin menatap rumah mewah yang sudah 2 tahun lebih di tinggalinya bersama sang suami. Rumah yang menjadi saksi bagaimana rumah tangga Maurin di ambang kehancuran.


Pengakuan Daniel waktu itu membuat Maurin hancur. Suaminya tidak mnecintainya, suaminya mencintai wanita lain. Hati istri mana yang tidak hancur saat mengetahui kalau selama ini suaminya hanyalah berpura pura mencintainya.


Daniel menggenggam tangan istrinya, Dia mengerti apa yang istrinya rasakan saat ini.


"Apa kita pindah rumah saja Sayang?"tanya Daniel


Maurin mnoleh, lalu menggelengkan kepalanya "Tidak usah Mas, Rin suka kok tinggal disini"


"Tapi Mas gak mau kalau kamu tidak merasa nyaman tinggal di rumah ini. Mengingat apa yang pernah Mas lakukan padamu" kata Daniele menatap wajah istrinya


"Gak papa kok Mas, asalkan Mas tidak akan melakukan nya lagi. Maka Rin juga akan melupakan semuanya. Seperti janji kita yang akan memulai semuanya dari awal lagi" jelas Maurin


Daniel tersenyum, mengecup kening istrinya dengan lembut "Terimakasih karna sudah mau memaafkan Mas dan menerima Mas kembali Sayang. Mas janji tidak akan pernah mengulangi semua kesalahan Mas dulu"


Maurin tersenyum dan mengangguk "Iya Mas, Rin percaya"


Daniel menggandeng tangan istrinya, masuk ke dalam rumah yang sudah di sambut oleh beberapa pekerja di rumah ini.


Sejak kapan ada mereka disini?


Maurin heran dengan adanya pekerja di rumah ini. Sejak dulu Maurin menjadi istri dari seorang Daniel Zien. Belum pernah ada yang bekerja di rumah ini, bahkan penjagaan pun tidak ada. Maurin benar benar mengerjakan pekerjaan rumah ini sendirian.


"Sayang, ini adalah pera pekerja di rumah ini. Dua orang penjaga di depan, satu orang supir dan yang dua orang ini adalah asisten rumah tangga untuk membantumu membersihkan dan membereskan rumah" jelas Daniel


Maurin tersenyum dan mengangguk "Saya Maurin"


"Selamat datang Nona Muda" sapa para pekerja dnegan mengangguk hormat


"Ehh, jangan panggil kaya gitu dong. Saya tidak biasa" kata Maurin merasa tidak enak dengan panggilan itu


Nona Muda? Ohh ya ampun, berfikir pun belum pernah aku menjadi seorang Nona Muda.


"Tapi ini sudah peraturan dari Tuan, Nona" jawab salah satu pekerja wanita


Maurin menoleh ke arah Daniel "Kenapa manggilnya harus kaya gitu sih Mas?" bisik Maurin


Daniel tersenyum "Tentu saja karna kau adalah istriku"

__ADS_1


"Tapi aku gak biasa Mas" rengek Maurin


Daniel mengerutkan keningnya "Gak biasa gimana? Kau juga kan Nona Muda dari kekuarga Antoni?"


Maurin tersenyum "Aku hanya anak angkat Mas, mana mungkin aku di anggap setara dengan Rena. Aku hanya benalu di rumah itu, aku tidak pantas menyandang panggilan Nona Muda di keluarga Ayah"


Daniel mengeraskan rahangnya, selama ini istrinya tidak mendapatkan perlakuan baik dari keluarganya sendiri.


"Jangan marah, begitulah selama ini aku menjalani hidup" Maurin memegang lengan suaminya yang terlihat emosi.


Daniel menoleh, menghembuskan nafas kasar "Kenapa kau begitu terlihat menyedihkan"


Maurin terkekeh "Ya beginilah hidupku Mas. Semua sudah ada yang mengaturnya, kita hanya perlu menjalani takdir Tuhan dengan ikhlas"


Daniel mengecup pipi istrinya tanpa malu pada para pekerja yang melihatnya. Daniel pun mengajak istrinya untuk naik ke lantai atas, menuju kamar utama yang sudah Daniel renovasi.


Ceklek


Daniel membuka pintu kamar, berjalan masuk di ikuti oleh sang istri yang dari tadi tangannya terus Dia genggam.


Maurin terdiam menatap kamarnya yang dulu di tempati menjadi sangat berbeda.


Ruang baca yang dulu berada di samping kamar kini di satukan. Kamar ini menjadi lebih besar, di tambah dengan adanya balkon. Juga ada walk in closet sekarang.


Daniel tersenyum, mengajak Maurin ke balkon. Menatap ke arah bawah balkon yang sekarang ada taman impian Maurin sejak dulu.


Daniel memeluk Maurin dari belakang, menyandarkan dagunya di bahu sang istri. "Kau suka?"


Maurin hanya mengangguk dan tersenyum bahagia. Tentu saja Dia sangat suka karna inilah impan nya waktu dulu.


Daniel mencium pipi sang istri beberapa kali. Dia sangat bersykur karna Maurin mau kembali padanya.


Sejak kepergian Maurin dari rumah, Daniel ingin saat istrinya kembali ke rumah ini semua keinginan nya dulu yang tak bisa Daniel wijudkan. Sekarang bisa terwujud, melihat senyum bahagia Maurin membuat Daniel begitu bahagia.


Mas aku ingin ada taman di samping rumah kita ini. Kalau nanti kita punya uang lebih, aku ingin renovasi kamar kita biar ada balkon dan bisa melihat langsung pemandangan taman rumah kita.


Bagaimana menurutmu Mas?


Saat Maurin meminta itu semua, Daniel hanya menanggapinya dengan acuh. Tidak mengiyakan, juga tidak melarang membuat Maurin bingung dan akhirnya Maurin mengurungkan niatnya itu.

__ADS_1


Maaf karna dulu aku tidak mewujudkan keinginanmu yang sangat sederhana itu. Tapi mulai sekarang, aku akan mewujudkan semua keinginan mu selama aku mampu Sayang.


"Mas"


Daniel tersadar dari lamunan nya, Dia menoleh ke arah sang istri yang sedang menatapnya. Mengelus pipi istrinya, dan mengecupnya.


"Aku mencintaimu" kata Daniel tiba tiba, membuat Maurin bingung tapi sedetik kemudian Maurin tersenyum.


"Aku juga mencintaimu Mas" jawab nya


...🌻🌻🌻🌻...


Seminggu berlalu, Maurin merasa nyaman dengan kehidupan rumah tangganya yang sekarang. Suaminya terlihat begitu mencintainya.


Tapi untuk melakukan lagi hubungan suami istri pada umumnya. Maurin belum memberikan jatahnya.


Kenapa? Apa Maurin tidak mau melayani suaminya?


Tentu saja tidak. Maurin juga bingung kenapa suaminya belum meminta hak nya. Padahal sudah seminggu mereka kembali bersama dan tidur di kamar yang sama.


Apa Mas Daniel tidak tertarik padaku? Apa Mas Daniel, merasa jijik padaku?


Sudah berapa kali pertanyaan itu muncul di fikiran Maurin. Dia tidak berani menanyakan langsung pada suaminya itu.


Tapi, Maurin juga sangat penasaran kenapa suaminya tidak ingin menyentuhnya. Padahal Maurin sudah siap lahir batin untuk melayani suaminya.


Dulu saja waktu Daniel masih acuh padanya. Maurin rela memberikan mahkota berharganya pada suaminya. Apalagi sekarang, suaminya telah mencintainya dan banyak berubah. Tentu saja Maurin ikhlas melayaninya lahir batin.


Malam harinya, Daniel pulang dari kantor. Dia langsung naik ke lantai atas menuju kamarnya. Masuk ke dalam kamar, Daniel melihat Maurin sedang membaca novel sambil tiduran di sofa.


"Mas sudah pulang"


Maurin menyadari kehadiran suaminya. Segera Dia berdiri dan mengambil alih tas kerja suaminya. Menyimpan nya di tempat biasa, membantu Daniel membuka jas dan kemejanya.


"Mnadi dulu Mas, biar Rin siapkan airnya" Maurin berlalu ke kamar mandi


Beberapa saat kemudian, Maurin keluar dari kamar mandi "Mandi dulu Mas, airnya sudah siap"


Daniel mengangguk, berjalan menghampiri Maurin dan mengecup keningnya "Terimakasih Sayang"

__ADS_1


Setelah Daniel masuk ke kamar mandi, Maurin segera menyiapkan pakaian untuk suaminya.


Bersambung


__ADS_2