Love Me Again (Cintai Aku Lagi)

Love Me Again (Cintai Aku Lagi)
Refaldi Zein Putra (End)


__ADS_3

Semua keluarga begitu terlihat bahagia di ruangan itu. Semuanya bergantian menggendong bayi mungil yang baru lahir beberapa jam lalu.


Bayi laki laki yang sangat menggemaskan ini tentu saja menjadi rebutan semua anggota keluarga.


"Kamu mau memberi nama siapa anak keduamu ini?" tanya Windi yang kali ini sedang dapat bagian menggendong si kecil


"Refaldi Zein Putra" jawab Daniel tersenyum bahagia


"Nama yang bagus, hallo baby Refal" kata Antoni sambil mencium hidung mungil baby Refal


"Sini dong Win, aku juga mau gendong" kata Yuna


"Ck. Iya deh" akhirnya Windi memberikan baby Refal pada gendongan Yuna.


"Oma cama Nenek, cekalang lupain Naula deh" kata gadis kecil yang berada di pangkuan paman nya


"Ohhh.. Tidak Sayang, Oma sama Nenek masih menyayangimu" Windi langsung menghampiri cucu pertamanya itu


"Naura sama Paman saja ya" kata Raka sambil mencium pipi gembul keponakan nya


"Iyalah, nanti Naula mau pindah aja ke rumah Paman" kata Naura memeluk erat pamannya


Rumah yang di maksud Naura adalah apartemen yang baru beberapa bulan ini Raka tempati. Dia ingin tinggal sendiri dan Antoni akhirnya membelikan nya apartemen di dekat kampusnya.


"Uluh uluhh... Masa Kakak tega si ninggalin Ayah" kata Daniel berjalan menghampiri anaknya


"Udahlah, Naura sama Paman aja ya. Biar Paman punya temen nanti kita beli mainan sama coklat" kata Raka semakin merayu Naura


"Raka, kamu mah gitu deh. Masa iya Kakak harus jauh sama anak Kakak" kata Maurin


"Biarin aja, kan Kakak udah punya baby Refal" goda Raka semakin memeluk erat tubuh mungil di pangkuan nya


"Dasar kamu ini, Naura ayo sini sama Ibu Nak" kata Maurin


Naura melepaskan tangan paman nya yang memeluknya. Dia turun dari pangkuan Raka dan berjalan ke arah ranjang dimana sang Ibu terbaring di sana.


"Ibu" Naura duduk di kursi samping ranjang pasien


Daniel langsung menghampiri anaknya dan menggendongnya. Mencium pipinya beberapa kali.


"Sayangnya Ayah kok cemberut gitu si. Jelek tau kalo cemberut kaya gitu" goda Daniel


"Abisnya kalian cuekin Naula, cemuanya sayang sama adik aja" kata Naura cemberut


"Tuhkan, makanya kalian harus bisa adil membagi kasih sayang kalian. Apalagi umur Naura yang masih kecil, pasti Dia suka merasa cemburu kalau kalian terlalu memperhatikan Refal dan mengabaikan nya" nasihat Antoni


"Jangan pernah mengulangi kesalahan yang pernah kami lakukan pada Maurin, dulu" lanjutnya lagi


"Ayah, Rin udah lupain semuanya kok" kata Maurin yang melihat wajah sendu ayah angkatnya itu


"Kalian juga!" Antoni menatap ke arah istrinya dan juga Windi "Harusnya kalian gak mengabaikan Naura. Kalian tau'kan kalo Naura selama ini selalu kalian manja. Tapi selarang Dia pasti merasa terabaikan"

__ADS_1


"Iya maaf" kata Yuna dan Windi dengan serempak


...🌻🌻🌻🌻...


Ceklek


Pintu ruangan Maurin terbuka, pagi ini hanya ada Maurin dan Daniel juga baby Refal yang masih terlelap di dalam box bayi.


"Maurin" Jesika masuk dengan wajah antusiasnya. Di belakangnya ada Dimas yang sedang menggendong Naufal.


"Jesi, ya ampun aku gak nyangka banget kamu sampe kesini sekarang" kata Maurin tak kalah antusias nya


Jesika duduk di pinggir ranjang pasien yang ditempati Maurin "Aku sengaja kesini sekarang, gak sabar lihat adiknya Naufal waktu denger kamu lahiran"


Maurin tersenyum "Naufal, sini sama Bibi Nak"


"Anak kamu mana Rin?" tanya Jesika


"Tuh, masih tidur" Maurin menunjuk ke arah box bayi


Jesika turun dan segera menggendong baby Refal dari dalam box.


"Lucu banget Rin, siapa namanya?"


"Makanya cepet punya anak lagi" kata Maurin


"Naufal masih kecil Rin" gerutu Jesika


"Hahaha. Namanya Refaldi Zein Putra"


"Enak aja, aku baru lahirin Dia kemarin loh. Masih kerasa sakitnya" gerutu Maurin


"Hahaha"


Dua wanita itu malah asyik mengobrol dan bercanda bersama. Mengabaikan dua tiga pria tampan yang duduk di sofa sedang memperhatikan nya.


"Naula dimana, Paman?" tanya Naufal


"Naura pulang dulu sama Oma nya" kata Daniel mengelus kepala bocah kecil di pangkuan Dimas


"Panggil Kakak, Naufal. Kak Naura'kan lebih tua dari kamu" kata Dimas


"Tapi, Naula sendili yang gak mau di panggil Kakak cama aku. Katanya kita ceumulan"


"Hahaha. Anakmu, Niel ada ada aja deh"


"Hahaha. Mungkin karna badan Naufal yang malah lebih tinggi dari Naura yang mungil" kata Daniel


"Selamat ya, udah jadi Ayah dua orang anak" kata Dimas


Daniel mengangguk dan tersenyum "Makasih, aku juga gak nyangka sekarang aku udah punya dua orang anak"

__ADS_1


"Jagalah wanita sehabat Maurin, jangan sia sia'kan Dia lagi" kata Dimas


"Tentu saja, aku tidak akan mengulangi kebodohan ku lagi. Kau juga berbahagialah bersama Jesi"


Dimas mengangguk "Kita pasti bahagia, Niel setelah melewati panjang nya rintangan"


"Semuanya akan indah pada waktunya Niel" kata Dimas


"Cielehh. Kaya lagu aja" ledek Daniel


...🌻🌻🌻🌻...


Maurin telah pulang dua hari lalu, Daniel begitu posesif padanya. Apalagi mengingat kondisi Maurin yang masih lemah setelah melahirkan. Apalagi Maurin yang selalu bergadang di malam hari karna baby Refal yang rewel.


"By, kamu udah berapa hari loh gak kerja. Masa sekarang gak kerja juga. Kasian Firma kalo terus terusan menghandle pekerjaanmu" kata Maurin mengelus kepala suaminya yang sedang berbaring di pangkuan nya


"Kok kamu perhatian banget sama asisten aku? Jangan macem macem ya Yank, inget kamu udah punya dua anak dariku" kesal Daniel


Ck. Apaan si ni orang? Cemburu kok gak liat waktu.


"Bukan gitu By"


Ahh.. rasanya Maurin malas untuk menjelaskan nya karna percuma kalau Daniel sudah termakan api cemburu maka Dia akan sangat keras kepala.


"Aku masih mau jagain kamu, makanya aku belum mau berangkat kerja. Apalagi Refal masih suka rewel di malam hari. Kalo aku kerja pasti malamnya aku lelah dan tidur, gak bisa bantuin kamu jagian Refal"


Maurin merasa sangat tersentuh dengan ucapan suaminya yang sangat pengertian padanya.


Ibu, aku telah bahagia sekarang.


"Terimakasih ya By, karna kamu sudah menjadi Ayah dan suami yang terbaik untuk aku dan anak anak kita" kata Maurin dengan mata berkaca kaca


Daniel bangun dan duduk di depan Maurin. Tangan nya mengelus pipi istrinya lalu mengecup kening istrinya.


"Thanks for love me again"


Cup


Daniel mencium kening istrinya dengan sangat dalam hingga Maurin memjamkan matanya meraskan lembutnya bibir Daniel yang menempel di kening nya.


"I Love You"


"I Love You Too"


...End...


Hai hai... Terimakasih semuanya yang telah mengikuti kisah Daniel dan Maurin.


*Bonscap nya sampai di sini aja ya.. Semoga suka.. Kalau berkenan boleh mampir di karyaku yang lain.


Terimakasih

__ADS_1


...Salam hangat...


...Nita Puspita* ...


__ADS_2