
Kini sepasang suami istri itu sedang berada di dalam mobil. Setelah memberi peringatan pada keluarga Antoni. Daniel langsung mengajak istrinya pulang.
"Rin pulang ke kosan dulu Mas" kata Maurin memecah keheningan yang ada
Daniel menoleh sekilas pada istrinya "Kenapa? Apa kau tidak mau kembali ke rumah?"
Maurin menggeleng "Bukan begitu Mas, Rin harus ambil dulu barang barang Rin dan juga besok Rin kerja"
Daniel menghembuskan nafas kasar "Besok adalah hari terakhir kau bekerja. Masalah kepindahanmu ke rumah, biar Mas yang urus. Pokoknya besok adalah terakhir kamu bekerja"
Maurin hanya terbengong dengan perintah Daniel yang seenaknya itu "Tapi kan Mas...."
"Gak ada tapi tapian Maurin Zien" kata Daniel penuh penekanan
Maurin menelan ludah kasar, Daniel terlihat begitu menyeramkan saat perintahnya tidak di turuti.
"Baiklah" akhirnya Maurin pasrah dengan keinginan suaminya. Sudah tidak berani menolak lagi.
Daniel tersenyum puas karna istrinya menuruti keinginan nya. Daniel ingin memperbaiki semuanya, Dia tidak mau kalau istrinya harus capek capek bekerja dan tinggal di kosan sempit seperti itu.
Daniel hanya ingin menebus semua kesalahannya dengan memberikan yang terbaik untuk istrinya.
Mobil yang ditumpangi oleh Daniel dan Maurin telah sampai di depan gang menuju kosan Maurin.
"Jaga diri baik baik, Mas akan menjemputmu besok pagi. Dan besok sore kau langsung pulang ke rumah kita" kata Daniel mengelus kepala Maurin
Cup
Satu kecupan Daniel berikan di kening Maurin membuat istrinya itu terbelalak antara kaget dan tidak percaya. Pasalnya selama ini tidak pernah Daniel mencium keningnya bahkan saat akan pergi bekerja pun.
"I..iya Mas, kamu hati hati di jalan " kata Maurin masih merasa kaget
Maurin keluar dari mobil suaminya, lalu melambaikan tangannya sebelum Dia berjalan masuk ke dalam gang.
Daniel tersenyum 'Aku mencintamu istriku. Takan aku mengecewakanmu lagi'
...🌻🌻🌻🌻...
Setelah mengantar Maurin ke tempat kerjanya. Daniel langsung menuju ke kosan istrinya, sebelumnya Maurin telah memberikan kunci kamar kosnya pada Daniel.
Sampai di tempat kos Maurin, Daniel segera membuka pintu kamar kos dan masuk ke dalam.
Sesak!!
Itulah yang Daniel rasakan saat masuk ke kamar kos istrinya. Kasur busa yang tipis tergeletak di atas lantai. Ada meja kecil yang di atasnya ada beberapa piring dan gelas bersih yang biasa Maurin pakai untuk makan dan minum.
"Selama ini kau tidur disini Sayang. Maaf"
__ADS_1
Daniel duduk di tempat tidur Maurin. Tak terasa air mata pun mengalir begitu saja. Rasa bersalah semakin Dia rasakan, tidak membayangkan kalau sampai Dia tidak kembali bertemu dengan istrinya.
Maka Daniel tidak akan pernah tahu kalau istrinya adalah gadis kecil yang selama ini Dia cari.
Tidak mau berlarut larut dalam penyesalan dan kesedihannya. Daniel segera membereskan barang barang istrinya yang sekiranya akan di penting untuk Maurin.
Bisa saja Daniel menyuruh orang untuk melakukan ini. Tapi Daniel ingin tahu tempat tinggal istrinya selama pergi dari rumah.
Setelah di rasa cukup Daniel segera menghubungi orang suruhan nya untuk membantu Daniel membawa barang barang istrinya ke mobil.
...🌻🌻🌻🌻...
"Jadi kau akan berhenti bekerja Rin? Yah aku jadi kesepian dong kalo kamu tidak ada" kata Firman
Maurin hanya tersenyum melihat tingkah sahabatnya ini. Memang belum lama Maurin mengenal Firman, tapi karna Firman orangnya tulus juga menyenangkan membuat Maurin nyaman berteman dengan nya.
"Sampai kapan kau akan bekerja seperti ini Man? Kau kan lulusan sarjana, kenapa malah memilih kerja sebagai OB?"
Sudah berapa kali Maurin menanyakan itu pada Firman. Memang benar apa yang di katakan Maurin. Firman adalah lulusan sarjana dan nilainya pun di atas rata rata.
Namun setiap kali Maurin menanyakan alasannya malah memilih bekerja sebagai clining servis. Firman hanya mnejawab karna Dia ingin memulai semuanya dari awal.
"Mungkin....."
"Jangan bilang lagi kalau kau ingin memulai semuanya dari awal. Aku sudah bosan mendengarnya" sarkas Maurin
"Ck orang belum selesai juga udah main potong aja ucapan orang. Kalau kau berhenti bekerja disini, maka aku juga akan mencari pekerjaan yang sesuai dengan kemampuanku" jelas Firman
"Siap. Makasih ya Rin untuk dukungannya" kata Firman tersenyum
"Iya sama sama. Makasih juga loh karna kamu udah mau menjadi temanku selama ini" kata Maurin
"Walau kita udah gak kerja di tempat yang sama lagi. Udah pasti kita jarang bertemu, tapi aku minta kau jangan pernah memutuskan komunikasi kita" kata Firman
Maurin mengangguk "Tentu saja, aku tidak akan melupakan semua kebaikan mu Firman"
Tin
Suara klakson mobil mengalihkan fokus mereka yang sedang asyik mengobrol itu. Jam sudah menunjukan pukul 5 sore, sudah waktunya mereka pulang bekerja.
"Suamimu sudah jemput tuh, sana samperin" kata Firman menyenggol lengan Maurin
"Oke. Kalau gitu aku pergi ya Man. Sampai jumpa lagi" kata Maurin tersenyum
Firman melambaikan tangan nya "Sampai jumpa. Jaga diri baik baik Rin, semoga kita bisa bertemu lagi"
Maurin mengangguk "Kau juga, jaga diri baik baik. Bye"
__ADS_1
Maurin melangkah menuju mobil suaminya. Sesekali Dia menoleh ke arah Firman dan melambaikan tangannya.
"Bye" Maurin berteriak tanpa suara
Firman pun melambaikan tangannya sambil tersenyum bahagia karna sahabatnya sudah bisa mendapatkan kembali hati suaminya.
Maurin naik ke mobil Daniel, mobil pun melaju meninggalkan tempat kerja Maurin.
Di dalam mobil Maurin masih melihat ke luar jendela saat mobil mulai melaju.
Disinilah awal mula Maurin menemukan kehidupan baru tanpa suaminya. Tapi sekarang Maurin bahagia karna sudah bisa mendapatkan hati suaminya.
"Berat banget kayanya pisah sama pria itu" kata Daniel ketus
Maurin menoleh, mengerutkan keningnya bingung dengan ucapan Daniel.
Ada apa dengan nya?
"Firman Mas, namanya Firman" kata Maurin
"Terserahlah siapa pun namanya, yang jelas aku gak suka kalau istriku dekat dekat dengan pria lain apalagi sampai memperhatikan nya" kata Daniel dengan nada tidak suka
Apa Dia sedang cemburu? Bolehkah aku berharap kalau suamiku sedang cemburu. Itu artinya Dia benar benar mencintaiku.
"Mas cemburu?" Ragu ragu Maurin bertanya
Daniel menoleh sekilas "Tentu saja, aku mencintaimu dan kau adalah istriku. Bukannya hal yang wajar jika seorang suami cemburu pada istrinya sendiri"
Maurin langsung tersenyum bahagia, suaminya benar benar telah mencintainya. Dan Daniel tidak segan segan memperlihatkan rasa cinta dan sayangnya pada Maurin.
"Terimakasih Mas" kata Maurin tersenyum
Daniel menoleh, mengerutkan keningnya tidak mengerti "Terimakasih untuk?"
Maurin kembali tersenyum "Terimakasih karna Mas sudah cemburu pada Rin. Itu artinya Mas benar benar mencintaiku"
Daniel tersenyum, tangan kirinya mengelus rambut Maurin "Tentu saja Sayang. Aku sangat mencintaimu bahkan sejak dulu kita bertemu. Kau selalu membayangi fikiranku, si gadis kecil penyelamatku"
Maurin tersenyum, memegang tangan suaminya yang mengelus kepalanya. Mencium telapak tangan suaminya.
"Aku juga sangat mnecintai Mas"
Bersambung
Note: Di usahakan up tiap hari, tapi gak nentu mau up jm berapa dan berapa bab ya. Tergantung dengan mood saya dan juga imajinasi yang kadang suka macet. 😁
Jadi mohon sabar dan maklumi ya.
__ADS_1
...Salam Sayang...
...Nita Puspita 😘...