
Beberapa bulan kemudian.....
Tak terasa pernikahan Maurin dan Daniel sudah memasuki tahun ke tiga. Satu minggu lagi adalah hari anniversary pernikahan mereka.
Saat ini bolehkah aku berharap kalau sumiku akan mengingat hari pernikahan kita.
Begitulah harapan Maurin, selama mereka menikah. Maurin hanya merayakan hari pernikahan nya sendiri. Daniel selalu banyak alasan ketika Maurin mengajaknya makan malam bersama.
Dulu Daniel sering pulang larut bahkan sampai tidak pulang dengan alasan banyak pekerjaan. Tapi nyatanya Dia sedang menunggu kekasihnya yang sedang koma. Dan Maurin tidak tahu itu.
Maurin terperanjat saat tiba tiba ada tangan kekar melingkar di perutnya. Hari ini memang hari weekend dan Daniel tidak ke kantor.
"Mas ngagetin aja deh" kata Maurin menepuk pelan tangan Daniel yang melingkar di perutnya
Daniel mengecup gemas pipi istrinya "Lagian kamu ngapain si, melamun disini"
Maurin tersenyum "Siapa yang melamun si Mas, aku cuma lagi menikmati angin pagi aja disini"
"Hemmm. Jalan jalan yuk" kata Daniel mencium bahu Maurin
"Jalan jalan kemana? Rin mau ke rumah Ayah sama Ibu, udah lama gak ke sana" kata Maurin
"Iya nanti pulang nya kesana" kata Daniel
"Ya udah kalau gitu Rin siap siap dulu" kata Maurin
Daniel mengangguk "Heem"
Setelah bersiap mereka pun langsung pergi jalan jalan ke mal. Maurin memang istri dari seorang Daniel Zien yang memiliki banyak cabang perusahaan. Tapi Dia tidak seperti para istri lainnya yang sering beberlanja dan jalan jalan seperti ini.
"Mau beli apa si Mas kesini?" Tuhkan Dia malah menanyakan hal seperti itu saat suaminya membawa ke mal.
"Sayang, biasanya kalau perempuan itu seneng banget di bawa jalan jalan ke mal. Pasti segala di beli, ini malah nanya kaya gitu" kata Daniel heran
Maurin cengengesan "Hehe. Abisnya aku gak biasa Mas. Kapan coba aku sengaja pergi shopping? Kalau pergi belanja aja kalau emang lagi ada yang aku perlukan"
Daniel mengelus kepala istrinya "Iya aku ngerti kalau kamu ini bukan tipe cewe yang suka menghambur hamburkan uang suami. Hehe"
"Dasar"
...🌻🌻🌻🌻...
Tangan yang saling bergandengan menyusuri mal itu. Banyak pasang mata yang menatap iri pada pasangan suami istri ini.
"Mau beli baju itu" kata Daniel menunjuk baju yang terpajang di manekin
__ADS_1
Maurin terbelalak melihat baju yang Daniel maksud "Masss... Itu bukan baju tapi saringan"
"Hahaha. Gak papa kali Sayang, kan bagus kalo nyenengib suami nanti malam. Beli ya, satu aja deh" kata Daniel mengedip ngedipkan matanya.
Maurin merona, Dia memukul pelan tangan suaminya "Gak mau ahh malu"
"Ya udah kalau kamu malu, biar aku aja yang beli" kata Daniel yang langsung menarik Maurin ke arah toko baju tidur wanita itu.
Maurin hanya bisa menunduk saat suaminya yang tanpa malu memilih milih pakaian tidur yang sangat tipis itu. Janjinya hanya membeli satu saja, tapi kenyataan nya Daniel malah membeli lima pakaian dengan model yang sama tapi warna yang berbeda.
Selesai melakukan pembayaran, Daniel dan Maurin keluar dari toko itu.
"Katanya cuma satu, kok malah beli banyak banget si" kesal Maurin
Daniel terkekeh melihat wajah kesal istrinya "Kan biar bisa ganti tiap malam sayang"
Ish... Dasar maunya aja kaya gitu.
"Sekarang kita mau kemana lagi?"tanya Daniel
"Laper... Mau makan" kata Maurin manja
Daniel mencubit gemas pipi istrinya "Ya udah ayo kita makan dulu"
...🌻🌻🌻🌻...
Daniel juga membawa beberapa buah tangan untuk di berikan pada mertuanya juga saudara Maurin. Rena pun sudah mulai berubah sekarang, Dia bahkan sudah mau memanggil Maurin dengan sebutan Kakak.
"Kak Rin, aku kangen" Raka sang adik kesayangan langsung menghambur ke pelukan Maurin
Maurin yang juga merindukan adiknya langsung membalas pelukan Raka. Tidak memperdulikan tatapan tajam dari orang di sebelahnya.
"Kakak juga kangen banget sama Raka" kata Maurin
"Lagian kenapa Kakak gak pernah ke sini si. Udah lama banget tau" kata Raka sedikit manja
Maurin tersenyum dan mengelus kepala adiknya "Mas Daniel sibuk jadi Kakak baru bisa berkunjung sekarang"
"Sudah kangen kangenan nya, sekarang ajak Kakak mu duduk dulu Raka" kata Yuna
Daniel pun segera menggandeng tangan istrinya sebelum terdahulu oleh adiknya. Raka hanya tersenyum, Dia bahagia saat melihat kakaknya begitu di cintai oleh Daniel.
Mereka pun mengobrol dan bercerita banyak hal. Kehangatan keluarga begitu terasa oleh Maurin yang selama ini hanya hidup dalam kesepian.
Terimakasih karna telah menyatukan keluargaku , Tuhan.
__ADS_1
...🌻🌻🌻🌻...
Maurin berdiri di depan kaca lemari pakaian nya. Memegang pakaian tidur yang tadi siang di belikan oleh suaminya. Menimbang nimbang harus memakainya atau tidak.
"Ishh. Kenapa bahan nya tipis sekali, kalau kaya gini sama aja aku gak pakai baju" gerutu Maurin
Ceklek
"Sayang, ngapain si lama banget" kepala Daniel muncul di balik pintu ruang ganti dan melihat istrinya masih memakai piyama mandi.
Maurin menoleh "Bentar lagi Mas"
Daniel melihat pakaian yang ada di tangan Maurin. Dia tersenyum saat menyadari kalau istrinya ragu dan pasti malu jika harus memakainya.
"Pakai saja gak usah banyak mikir, nyenengin suami itu gak perlu banyak mikir" kata Daniel yang langsung menutup pintu
Ish dasar nyebelin.
"Sayang, cepetan!!" Teriakan Daniel dari dalam kamar.
Akhirnya mau tidak mau Maurin pun memakai pakaian tidur itu. Maurin keluar dari ruang ganti dengan wajah menunduk malu. Tangannya terus meremas kain tipis yang hanya sampai pertengahan pahanya saja.
Kenapa ni baju pendek banget si.
Daniel menatap Maurin dengan tatapan siap menerkamnya. Beberapa kali Dia menelan salivnya dengan susah payah.
Daniel langsung menghampiri istrinya yang terlalu lama untuk sampai di tempat tidur. Dengan gerakan cepat Daniel langsung menggendong istrinya.
"Aaaa. Mas kamu ngapain si pake gendong aku segala" pekik Maurin terkejut
Cup
Daniel mengecup bibir istrinya "Karna kau terlalu lama untuk sampai di tempat tidur. Kau tahu, aku sudah tidak kuat lagi"
Maurin memukul dada suaminya "Kamu ini"
Inilah malam yang membahagiakan untuk kedua pasangan ini. Malam dimana nikmat surga dunia sedang mereka rasakan.
Meski bukan yang pertama kalinya tapi keteguhan cinta keduanya membuat malam ini terasa begitu indah di bandingkan malam pertama mereka. Karna waktu itu tidak ada cinta di hati Daniel, hanya Maurin yang sudah memiliki perasaan itu pada suaminya.
Bersambung
Maaf ya baru bisa up lagi, aku lagi gak enak badan di tambah lagi beberapa hari lalu tanganku kesemutan dan harus rehat dulu mengetik untuk sementara.
Minta doanya pada semuanya agar cepat sehat kembali dan pulih kembali.
__ADS_1
Salam Sayang
Nita Puspita 😉😉