Love Me Again (Cintai Aku Lagi)

Love Me Again (Cintai Aku Lagi)
Operasi


__ADS_3

Brankar yang membawa Maurin sudah sampai di depan ruang operasi. Daniel terus saja menggenggam tangan Maurin yang terasa dingin itu.


"Mas, Rin takut" Entah sudah berapa kali Maurin mengatakan itu.


"Sayang tenanglah, semuanya akan baik baik saja. Kamu gak usah takut" kata Daniel mencium kening istrinya


"Aku, Mama sama keluarga kamu menunggu kamu disini. Jadi jangan pernah takut, yakinlah semuanya akan baik baik saja" kata Daniel


Benar. Keluarga angkat Maurin pun ada disini. Mereka ingin memberi semangat pada Maurin yang akan menjalani operasi hari ini.


"Doakan Rin ya Mama, Ayah, Ibu, Raka dan Rena" kata Maurin menatap semua anggota keluarganya


Semua nya serempak mengangguk dan tersenyum. "Kami akan selalu mendoakan mu Rin" kata Mama Windi


Daniel mencium seluruh bagian wajah istrinya "Aku selalu menunggumu disini, berjuanglah demi aku dan keluarga kita. Aku yakin kamu pasti bisa, aku sangat mencintaimu"


Maurin tersenyum dan mengangguk "Aku juga Mas"


Pegangan tangan itu perlahan terlepas seiring dengan brankar Maurin di dorong masuk ke dalam ruang operasi oleh para perawat.


Daniel terududuk dikursi tunggu.


Bohong!! Jika Dia khawatir dan cemas dengan keadaan istrinya. Namun Daniel berusaha menutupi perasaan nya karna tidak mau membuat istrinya semakin cemas.


Ku mohon berjuanglah demi kita. Aku tidak akan kuat jika kau pergi Sayang.


...🌻🌻🌻🌻...


Akhirnya pintu ruangan operasi terbuka setelah cukup lama operasi berjalan. Daniel segera berdiri dan menghampiri dokter.


"Bagaimana?"tanya Daniel sudah tidak sabar


"Operasinya berjalan lancar Tuan, dan sekarang Nona akan di pindahkan ke ruang perawatan. Saya permisi dulu"


Daniel dan yang lainnya bisa bernafas lega sekarang. Maurin baik baik saja dan semuanya berjalan lancar.


Maurin telah di pindahkan ke ruang perawatan. Sedari tadi Daniel duduk di pinggir ranjang pasien sambil terus menggenggam tangan istrinya.


"Niel, lebih baik kamu makan dulu. Maurin masih dalam pengaruh obat bius, nanti kalau Maurin bangun kamu sudah fit dan sudah makan. Jadi kamu bisa menjaganya"


Windi terus membujuk putranya yang dari tadi selalu mencemaskan keadaan istrinya sampai Dia lupa makan. Jujur saja Windi merasa bahagia melihat cinta Daniel yang begitu melimpah pada Maurin, menantu kesayangan nya.

__ADS_1


"Baiklah Ma"


Akhirnya Daniel pun makan makanan yang sudah di siapkan oleh Ibunya. Keluarga Maurin sudah pulang dan akan kembali lagi besok. Jadi sekarang tinggalah Daniel dan Windi yang menjaga Maurin.


Daniel makan di sofa yang ada di ruang rawat Maurin sambil matanya sesekali melihat ke arah ranjang. Takut kalau istrinya tersadar dan membutuhkan sesuatu.


Windi hanya tersenyum melihat tingkah putranya yang terlihat begitu mencemaskan Maurin.


"Maurin tidak akan cepat sadar Niel, Dia masih dalam pengaruh obat bius. Paling sekitar 1 atau 2 jam lagi baru akan sadar. Dokter kan udah menjelaskan semuanya tadi" kata Windi


Daniel hanya mengangguk dan melanjutkan makannya.


...🌻🌻🌻🌻...


Kelopak mata indah itu mulai mengerjap, membuka matanya secara perlahan. Menyesuaikan dengan cahaya lampu yang ada di ruangan itu.


"Mas" lirih Maurin


Daniel yang sedang duduk di sofa samar samar mendengar panggilan sang istri. Segera Dia berjalan ke arah ranjang pasien.


"Sayang kamu sudah sadar, syukurlah" kata Daniel mencium kening istrinya


"Mas" lirih Maurin kembali


"Ha..haus" lirih Maurin lagi


"Kamu mau minum ya" kata Daniel, Maurin mengedipkan matanya mengiyakan perkataan suaminya.


Ceklek


Windi baru saja keluar dari kamar mandi, Dia mendengar kalau Maurin sudah sadar dan Windi pun mendengar apa yang di katakan Daniel.


"Niel kamu panggil dokter dulu, jangan langsung kasih Maurin minum. Lebih baik Maurin di periksa dulu sama Dokter " kata Windi mengingatkan anaknya


Daniel mengerjap, benar Dia bahkan lupa untuk memberi tahu Dokter kalau istrinya sudah sadar. Saking bahagianya melihat Maurin tersadar Daniel sampai lupa memeberi tahu Dokter.


"Bentar ya Sayang, Mas harus panggil dokter dulu buat periksa kamu" kata Daniel lalu menekan tombol di samping ranjang


Tak lama kemudian Dokter pun datang ke ruangan Maurin dan segera memeriksa keadaan Maurin. Selesai di periksa Dokter pun menjelaskan beberapa hal pada Daniel dan Daniel cukup mengerti dengan apa yang Dokter ucapkan.


...🌻🌻🌻🌻...

__ADS_1


Dua hari berlalu.....


Kondisi Maurin sudah semakin membaik. Donor ginjal yang di dapatkan nya sudah bisa beradaptasi dengan tubuhnya. Namun Maurin tetap belum diizinkan pulang oleh Dokter karna kondisinya belum benar benar pulih.


"Apa gak bisa di wakilkan aja Man?"


Daniel terlihat frustasi saat Firman memberi tahukan kalau Dia harus bertemu dengan rekan bisnis nya hari ini. Dan tidak bisa di wakilkan olehnya.


"Maaf Tuan, tidak bisa karna sudah beberapa kali kita terus mengundur jadwa bertemu dengan mereka. Hanya sebentar saja Tuan, saya tidak bisa mewakilkan Tuan untuk saat ini" jelas Firman


"Pergilah Mas, sudah terlalu lama Mas gak ke kantor. Lagian aku kan di temani Mama disini. Aku gak papa kok" Maurin ikut menyahut saat mendengar perbincangan Firman dan suaminya.


Daniel menoleh ke arah istrinya yang sedang tersenyum manis ke arahnya "Beneran gak papa Mas tinggal Sayang?"


Maurin tersenyum "Iya Mas, gak papa kok. Pergilah dan segera selesaikan pekerjaan mu"


Daniel mendekat ke arah istrinya, mencium kening Mauirin "Mas janji tidak akan lama Sayang. Mas akan segera kembali"


"Iya, hati hati ya"


"Hmmm."


Akhirnya dengan berat hati Daniel pun pergi meninggalkan istrinya yang masih di rumah sakit.


Di dalam mobil Daniel terus saja mengumpat kesal pada asisten nya yang sedang menyetir itu.


"Kenapa kau tidak mewakilkan saja si? Aku kan harus menjaga istriku Man" umpat Daniel kesal


Ya ampun Tuan, istri anda juga mengizinkan anda pergi. Dan ini tidak akan lama, kenapa terus menyalahkan saya.


"Maaf Tuan, tapi memang tidak bisa di wakilkan oleh saya" kata Friman


Daniel mendengus kesal "Benar benar ya... Arghhh membuat aku kesal saja"


Anda yang ribet Tuan, Maurin kan dari tadi juga sudah mengizinkan anda pergi. Kenapa masih kesal saja si.


"Berhenti mengumpatku Man" suara Daniel terdengar penuh penekanan dan sangat dingin


Firman langsung menelan ludah kasar "Maaf Tuan"


Sial. Selain jadi pengusaha sukses ternyata Tuan juga bisa membaca fikiran orang lain. Kenapa gak jadi cenayang aja sekalian.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2