Love Me Again (Cintai Aku Lagi)

Love Me Again (Cintai Aku Lagi)
Rumah Antoni


__ADS_3

Maurin terbangun di tengah malam, Dia merasa tidak nyaman dengan tidurnya. Mungkin efek dari kehamilannya yang semakin besar membuatnya terasa engap.


Maurin berguling kesana kemari, mencari posisi ternyaman nya. Daniel mulai terusik dengan istrinya yang gelisah itu.


"Rin, kenapa sayang?" Daniel mengucek kedua matanya yang masih mengantuk


"Gak papa By, cuma gak bisa tidur aja" jawab Maurin


"Kenapa hmm? Gak nyaman tidurnya?" Daniel memiringkan tubuhnya menghadap Maurin


"Iya, gak nyaman aja tidurnya"


Daniel kembali tidur terlentang dengan bantal yang di tambah agar lebih tinggi.


Daniel menepuk dadanya "Tidur disini aja, aku peluk"


Maurin mengangguk dan bergerak mendekat ke arah suaminya. Dia merebahkan kepalanya di dada suaminya dengan tangan yang melingkar di perut suaminya.


Daniel terus mengelus kepala sang istri "Tidur ya, ini masih malem"


"Hmm" Maurin hanya bergumam dengan menggesekan pipinya di dada suaminya


Cup


Daniel mencium puncak kepala istrinya "Tidur sayang, kamu gak boleh sampe kurang istirahat. Kasihan baby nya"


Maurin mengangguk dan mulai memejamkan matanya. Tidurnya cukup nyaman untuk sekarang sehingga Maurin bisa kembali terlelap.


Cup


Daniel kembali mencium kepala istrinya "Sehat selalu ya, sayangku"


...🌻🌻🌻🌻...


Maurin sedang duduk berselonjor di tempat tidur putrinya. Saatnya tidur siang untuk Naura. Maurin mengelys kepala Naura sambil terus mrmbacakan dongeng untuk prnghantar tidur Naura.


"Dan akhirnya ciderella dan pangeran pun hidup bahagia"


Maurin menutup buku cerita dan melirik ke arah Naura yang ternyata sudah terlelap.


Maurin mencium kening putrinya sebelum beranjak dari tempat tidur dan keluar dari kamar Naura.


Saat ini Maurin sedang duduk di kursi yang ada di balkon kamarnya. Menatap taman yang berada di bawahnya. Maurin mengelus perutnya yang sudah sangat membuncit itu.


"Ayah, Ibu Rin kangen" lirihnya


Seorang anak yang di tinggalkan oleh kedua orang tua kandung nya sejak masih sangat kecil.

__ADS_1


Tentu saja Maurin sangat sering merindukan kedua orang tuanya. Meskipun sekarang kedua orang tua angkatnya sudah sangat baik padanya. Tapi, Maurin tetap seorang anak yang merindukan sosok kedua orang tuanya.


Drettt.. Drettt...


Maurin mengambil ponselnya dan tersenyum saat tau siapa yang menelpon nya.


"Hallo By?"


"Sayang, lagi apa?"


"Lagi diem aja, aku boleh pergi ya mau ke rumah Ibu"


"Gak, kalau mau ke rumah Ibu nanti aja pas akhir pekan sama aku" suaranya terdengar begitu tegas


"Ishh. Kan nanti kamu bisa jemput aku pas pulang kerja By"


"Enggak Sayang, aku gak akan tenang kalo kamu pergi sendiri apalagi sekarang kamu lagi hamil"


"Sama supir kok By, gak sendiri. Sama Naura juga"


"Tidak. Aku bilang tidak ya tidak Yank"


Maurin menghela nafas "Okelah, tapi bener ya nanti akhir pekan ke rumah Ibu"


"Iya Sayang"


...🌻🌻🌻🌻...


"Paman" gadis kecil itu langsung berlari dan masuk ke dalam pelukan Raka yang langsung menggendongnya.


"Kesayangan Paman, akhirnya datang juga. Paman kangen tau sama kamu" kata Raka dengan mencium gemas pipi gadis kecil itu


"Bagaimana kabar kamu Ka?" Tanya Maurin tersenyum hangat


Raka tersenyum "Baik Kak, gimana keadaan kandungan kakak? Sehat'kan?"


"Sehat kok, mana Ibu sama Ayah? Rena juga?" Tanya Maurin


"Di dalem Kak, ayo masuk"


Mereka pun masuk ke dalam rumah, Maurin langsung di sambut dengan pertanyaan Ibunya.


"Gimana kandungan kamu Rin?" Tanya Yuna mengelus perut Maurin


"Sehat Bu, semuanya baik baik aja"


"Udah kelihatan jenis kelamin nya belum Kak?" Tanya Rena

__ADS_1


"Kalau dari hasil USG sih laki laki Ren, do'ain aja yang terbaik ya" kata Maurin


"Syukurlah, sini duduk Nak" kata Antoni menepuk sofa kosong di sampingnya


Maurin tersenyum lalu duduk di samping ayah angkatnya. Tanpa menghiraukan tatapan suaminya yang tidak suka dengan tindakan yang di lakukan nya.


Ish.. Aku di lupakan kalau lagi sama keluarganya. Mau bagaiaman pun Dia tetap laki laki, apalagi cuma ayah angkat.


Si suami posesif sedang terbakar api cemburu yang tidak masuk di akal. Sementara si istri malah asyik mengobrol dengan Ayah angkatnya. Bercanda dan tertawa bersama, sesekali Antoni mengelus perut atau kepala Maurin.


Aku tidak pernah menyangka akan mendapatkan kasih sayang seperti ini dari orang tua angkatku.


Yuna mengajak anak dan menantunya untuk makan siang bersama. Moment langka untuk bisa makan siang bersama.


...🌻🌻🌻🌻...


Setelah cukup lama berada di rumah orang tuanya. Sore hari Maurin dan keluarga kecilnya kembali kr rumah mereka. Maurin terlihat begitu bahagia saat bisa bertemu kembali dengan keluarga angkatnya.


"Istirahat aja Yank, Naura biar aku aja yang gendong" kata Daniel


Daniel pun menggendong putri kecilnya yang terlelap di perjalanan ke rumah mereka. Maurin berjalan mengikuti suaminya dari belakang.


"Aku ke kamar Naura dulu, mau tidurin Dia. Kamu duluan ke kamar aja" kata Daniel


Maurin mengangguk dan langsung berlalu ke lantai atas untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah.


Setelah bersih bersih Maurin langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Dengan posisi miring, Dia terus mengelus perutnya.


Ceklek


Daniel masuk ke dalam kamarnya dan melihat istrinya sedang berbaring sambil memainkan ponselnya.


"Mandi dulu By, aku udah siapin airnya" kata Maurin


Daniel mengangguk dan langsung masuk ke ruang ganti. Maurin sudah menyiapkan air dan juga pakaian ganti untuk suaminya.


Selesai bersih bersih dan berganti pakaian. Daniel menghampiri istrinya di tempat tidur. Daniel duduk berselonjor di tempat tidur.


Maurin beringsut memeluk kaki suaminya "By, aku pengen ziarah lagi ke makam Ayah sama Ibu"


Daniel mengelus kepala istrinya "Cukup jauh Yank, aku takut bawa kamu perjalanan jauh"


"Ishh. Gak papa kok, aku kuat By. Aku pengen banget ke sana lagi. Udah lama aku gak ziarah ke makam kedua orang tuaku" kata Maurin


"Ya udah, besok kita berangkat ke sana. Si Kakak gak usah di.bawa aja ya. Biar pake supir aja supaya aku bisa fokus sama kamu"kata Daniel


Maurin tersenyum senang "Terima kasih Sayang"

__ADS_1


"Heem"


Bersambung


__ADS_2