
Jesika tersenyum bahagia saat mendapat kabar dari asisten Daniel bahwa Daniel ingin bertemu dengan nya hari ini.
Jesika turun dari mobilnya, menatap gedung tinggi di depan nya. Kaca mata hitam bertengger di hidungnya. Dengan pakaian seksi, tentu saja akan mengundang hasrat seorang pria.
Berjalan dengan angkuh memasuki perkantoran itu "Sudah ku duga, kau tidak mungkin tahan marah lama lama padaku Daniel. Apalagi melihat istrimu yang kampungan itu, kau mana berhasrat pada Dia. Jelas jauh berbeda denganku"
Jesika sudah di sambut oleh asisten Daniel yaitu Firman. Dia langsung membawa Jesika ke ruang rapat.
"Loh kok kesini? Ruangan Daniel kan bukan disini" Jesika membuka kacamata hitamnya saat sampai di depan pintu yang bertuliskan ruang rapat.
"Maaf Nona, tapi Tuan meminta saya untuk menghantarkan Nona kesini" Firman membukakan pintu "Silahkan masuk Nona, Tuan sudah menunggu di dalam"
Tidak mau banyak berfikir, Jesika langsung masuk diikuti Firman yang langsung menutup kembali pintu.
"Hai Sayang" Jesika langsung berjalan menghampiri Daniel yang sudah duduk dengan tatatpan dingin.
"Berhenti disana!" Suara berat Daniel membuat Jesika menghentikan langkahnya.
"Tapi kenapa Sayang?"tanya Jesika bingung juga kesal
Daniel berdiri dari tempat duduknya, mengancingkan jasnya "Aku menyuruhmu kesini bukan untuk berbincang ataupun melepas rindu seperti apa yang kau fikirkan"
Jesika tersentak, ucapan Daniel sudah jelas kalau Dia tidak di undang karna ingin kembali padanya. Jesika mulai panik sendiri.
"Sekali lagi kau memaki atau sampai menyentuh istriku. Jangan harap aku mengampuni mu. Tidak.... Kau bahkan jangan pernah tunjukan wajahmu itu di depanku ataupun di depan istruku. Mulai sekarang. Mengerti!!" Kata dengan menekan kata terakhir
"Tapi Daniel, aku mencintaimu. Sungguh, jadi aku mohon kembalilah padaku. Aku tidak masalah jika kau jadikan aku yang kedua" kata Jesika dengan memelas
Daniel tersenyum sinis "Kau fikir aku pria macam apa Hah? Kau tahu sendirikan aku adalah pria yang jika sudah berkomitmen maka aku akan setia"
Daniel mendesah berat "Bahkan kau tahu bagaimana aku mencampakan istriku hanya karna aku mencintaimu dan tidak mau menyakitimu. Wanita yang aku cintai"
Jesika diam mematung, matanya mulai berkaca kaca. Kini Dia mengetahui bagaimana Daniel dulu sangat mencintainya begitu tulus dan sangat setia padanya. Jesika mulai merasakan penyesalan yang sangat menusuk ke relung hati.
"Tapi sekarang aku sadar, kalau kau tidak pantas mendapatkan kesetiaan juga ketulusanku selama ini. Mulai saat ini aku tekankan padamu, cintaku sudah hilang terhapus oleh kekecewaan dan benci padamu. Sekarang aku hanya mencintai istriku, dan jangan pernah kau tunjukan lagi wajahmu di hadapanku dan istriku" kata Daniel penuh penekanan
Jesika gemetar, dadanya begitu sesak. Sungguh Dia terlalu bodoh selama ini, menyia nyiakan Daniel yang benar benar tulus padanya. Saat ini semuanya telah berakhir... Semuanya telah hancur... Tidak ada lagi harapan untuk Jesika bisa kembali pada Daniel.
__ADS_1
"Man, bawa Dia keluar" kata Daniel
Firman mengangguk dan langsung membukakan pintu untuk Jesika "Silahkan Nona"
Jesika sudah tidak mampu berkata kata lagi. Di berjalan keluar dari ruangan itu dengan wajah tertunduk malu. Air mata telah menetes di pipinya.
Bodoh!! Kau terlalu bodoh Jesika.
Saat ini Dia hanya bisa memaki dirinya sendiri. Sudah tidak ada kesempatan kedua untuknya. Daniel benar benar kecewa.
...🌻🌻🌻🌻...
Daniel terduduk kembali di kursi yang tadi Dia duduki "Cintaku, Sayangku dan seluruh hidupku hanya untuk kamu Rin. Mulai saat ini dan seterusnya kamu adalah wanita satu satunya yang akan menjadi ibu dari anak anak ku"
Seorang Daniel Zein yang baru mengenal cinta saat bersama Jesika membuatnya begitu tulus mencintai Jesika. Namun, ketulusan nya di bayar dengan pengkhianatan yang membuat Daniel benar benar kecewa dan mengubur rasa cinta itu dalam dalam.
Kini Daniel telah menemukan pelabuhan terakhir cintanya. Wanita yang sudah dua tahun lebih menjadi istrinya itu. Wanita kuat dan tegar yang Daniel kenal.
Kau adalah cinta sejatiku.
"Terimakasih karna kau sudah mau mencintaiku lagi Rin" gumam Daniel
...🌻🌻🌻🌻...
Maurin menyambut suaminya yang baru pulang kerja. Mencium punggung tangan Daniel dan mendapat kecupan di kening dari suaminya.
"Mandi dulu ya Mas, nanti makan malam" kata Maurin
Daniel mengangguk "Iya Sayang"
Setelah menyiapkan peralatan mandi dan juga pakaian ganti untuk suaminya. Maurin kembali ke lantai bawah untuk menyiapkan makan malam.
Selesai mandi dan berganti pakaian yang sudah di siapkan oleh istrinya. Daniel segera menyusul istrinya untuk makan malam bersama.
"Makan yang banyak, Mas pasti capek seharian kerja" Maurin menaruh nasi dan lauk pauk ke piring Daniel
Daniel tersenyum "Kalau aku makan banyak nanti aku gendut lagi. Badanku gak bagus lagi"
__ADS_1
Maurin tersenyum "Kalau Mas gendut dan badan Mas gak bagus lagi Rin masih terima Mas dan mencintai Mas kok. Tapi kalau Rin yang gendut pasti Mas bakal cari pelarian lain yang lebih seksi"
Daniel menghentikan makannya, menjatuhkan sendok dengan keras ke atas piring. Matanya menatap tajam sang istri.
"Aku gak suka ya kamu ngomong kaya gitu lagi. Asal kamu tahu, apapun keadaan kamu aku akan selalu menerima kamu dan mencintaimu" kata Daniel tajam
Maurin terkesiap, tidak menyangka kalau suaminya akan semarah ini saat mendengar ucapan nya tadi. Padahal Maurin hanya asal bicara saja, walaupun pada kenyataan nya Dia memang tidak akan meninggalkan Daniel apapun keadaan nya nanti.
"Mas kok marah si, aku kan cuma bercanda" kata Maurin
"Bercandamu gak lucu. Memang aku kurang menunjukan rasa cinta dan sayangku ke kamu Hah? Aku harus lakukan apa, biar kamu yakin kalau aku mencintaimu dengan tulus dan sepenuh hatiku" kata Daniel kesal bercampur rasa frustasi karna menganggap istrinya tidak percaya dengan cinta dan sayang nya.
Maurin diam, Dia meraih tangan Daniel yang ada di atas meja makan itu. Menggenggamnya dengan erat.
Sungguh Maurin merasakan ketulusan suaminya. Tadi Dia hanya asal bicara saja. Tidak menyangka kalau suaminya akan sesensitif ini.
"Maaf Mas, aku percaya dan aku juga ngerasain ketulusan kamu. Maaf. Aku gak akan ulangi lagi, aku janji" kata Maurin menatap wajah suaminya
Daniel menarik tangan Maurin yang masih menggenggam tanganya. Mengecupnya dengan penuh kasih sayang.
"Jangan ulangi lagi, aku benar benar tidak mau kau ada keraguan lagi padaku. Aku benar benar mencintaimu Sayang" kata Daniel menatap manik hitam milik Maurin
Aku percaya Mas, percaya dengan cintamu. Aku merasakan nya, maaf karna sudah membuatmu kesal.
Semua kata itu tersangkut di tenggorokan. Maurin tidak bisa lagi berkata kata. Matanya sudah berkaca kaca melihat bagiaman ketulusan Daniel.
Maurin langsung berdiri dan memeluk suaminya yang masih duduk itu. Melingkarkan tangan nya di leher Daniel, menyandarkan wajahnya di punggung sang suami sampai pipinya menempel disana.
"Aku juga mencintaimu Mas" Maurin sudah tidak bisa lagi menahan air matanya itu.
Daniel balas memeluk Maurin dan tersenyum "Sudah jangan menangis, kita lanjutkan makan malamnya"
Maurin mengangguk, mereka pun akhirnya melanjutkan makan malam yang tertunda itu.
Bersambung
Masih suka gak nih? nyambung gak sih? Berbelit ya ceritanya, hah sudahlah mau bagaimana lagi. author gak bisa mikir soalnya.
__ADS_1