Love Me Again (Cintai Aku Lagi)

Love Me Again (Cintai Aku Lagi)
Keluarga


__ADS_3

Setelah di rawat beberapa hari untuk masa pemulihan. Akhirnya hari ini Maurin dan bayinya di izinkan pulang. Daniel menggandeng istrinya dengan hati hati menuju rumah mereka. Di dalam rumah sudah berkumpul keluarga mereka untuk menyambut kedatangan Maurin dan bayinya.


Maurin benar benar merasa terharu, kini Dia bisa merasakan di sayangi oleh keluarganya juga suaminya. Tidak pernah menyangka kalau hidupnya akan sebahagia ini sekarang.


"Sayang masuk dulu ya, kamu masih harus banyak istirahat" kata Daniel lembut


"Tapi gak enak sama yang lainnya By" kata Maurin


Baby Naura telah berada di tengah tengah mereka. Keluarga angkat Maurin dan Winda begitu gemas pada bayi mungil ini. Bahagia menyelimuti mereka semua.


"Udah Rin, kamu istirahat aja. Nanti kalau Naura ingin susu nanti kita anterin ke kamar kamu" kata Mama Winda


Maurin akhirnya menurut, Dia pergi ke kamar dengan suaminya. Daniel benar benar tidak mau meninggalkan nya selama Maurin di rumah sakit pun Daniel rela tidak ke kantor dan bekerja di rumah sakit saja sambil mrnemani istrinya.


Daniel menarik selimut sampai pinggang Maurin yang sedang duduk menyandar di tempat tidur. Dia ikut duduk di samping istrinya.


Cup


Daniel mencium kening Maurin dengan begitu mesra. Kasih sayang dan rasa cintanya semakin besar saat kini di tengah keluarga mereka telah di hadirkan malaikat kecil yang akan semakin memperkuat rumah tangga mereka.


"Terimakasih untuk semuanya" lirih Daniel


Maurin mengerutkan keningnya "Terimakasih untuk apa?"


Daniel meraih kedua tangan Maurin dan menggemnya, mengecupnya "Terimakasih karna sudah memberiku kesempatan. Terimakasih karna kamu mau mencintaiku lagi, setelah kau berusaha menghapus rasa cintamu padaku"


Maurin tersenyum "Jujur saja aku menyerah saat itu, aku lelah dengan semuanya. Aku ingin menghapus semua rasa cintaku padamu. Tapi, saat kamu datang dan meminta aku untuk kembali mencintaimu lagi"


"Aku berfikir kalau rasa cintaku tidak benar benar bisa aku hapus. Melihat kau memohon seperti itu membuatku merasakan kembali getaran itu. Aku berfikir kalau kamu juga bisa berubah menjadi lebih baik lagi" kata Maurin


Daniel mengecup kembali tangan lembut yang berada di genggaman nya "Thank you for loving me again"


"Aku mencitamu, sangat mencintamu. Jangan pernah tinggalkan aku" kata Daniel menatap mata istrinya


Maurin mengangguk "Aku juga sangat mencintamu. Jangan sia siakan cintaku lagi"


Daniel menggeleng lemah "Tidak akan, tidak akan pernah aku menyia nyiakan cintamu lagi"

__ADS_1


"I Love You"


"Love You Too"


...🌻🌻🌻🌻...


Begitulah akhirnya, cinta bisa membawa mereka kepada kebahagiaan. Saat dulu Daniel tidak menyadari perasaan nya, kini Dia telah benar benar mengerti apa itu cinta.


Cinta sejatinya hanya untuk gadis kecil yang menolongnya. Gadis kecil yang selama ini di carinya, namun Dia bodoh karna tidak menyadari keberadaan nya yang ternyata ada di depannya.


Untuk merayakan kepulangan Maurin dari rumah sakit. Seluruh anggota keluarga mengadakan makan malam bersama di taman belakang. Meja makan besar dan panjang telah berada di taman. Dengan hiasan lampu yang kelap kelip indah.


Maurin merasa sangat bahagia saat melihat keluarganya bisa tertawa dan bercanda bersama. Suara tawa memenuhi keheningan di malam hari.


"Kak, sendiri aja. Kemana Kak Daniel?" Raka menghampiri Maurin yang sedang duduk di bangku taman yang berada di dekat kolam ikan.


Maurin menoleh dan tersenyum "Lagi nerima telpon dari kantor katanya"


Raka duduk di samping Maurin "Kak Rin, bahagia sekarang?"


Maurin tersenyum dan mengangguk "Tentu saja, Kakak mempunyai keluarga yang baik dan sayang sama Kakak. Mempunyai suami yang juga cinta sama Kakak, dan sekarang Kakak punya malaikat kecil yang akan menjadi pelengkap hidup Kakak"


Maurin tersenyum, Dia mengelus kepala adiknya "Terimakasih untuk semuanya Raka. Kamu adalah orang pertama yang memperdulikan Kakak di saat semua orang membenci Kakak"


"Karna aku menyayangi Kakak" jawab Raka santai


"Sedang apa kalian?" Suara berat Daniel mengagetkan keduanya. Mereka menoleh ke arah Daniel yang sudah berdiri di belakang mereka.


"Apaan si By? Gak usah lebay deh, Raka ini adik aku" kata Maurin yang melihat api cemburu dari mata suaminya


Daniel berajaln mendekat "Pergi sana, meskipun kau adik istriku. Aku tetap cemburu melihat kalian berduaan begini"


Raka hanya terkekeh geli melihat keposesifan Daniel "Iya Kak, lagian aku bukan adik angkat yang mencintai Kakak angkat nya. Jadi santai aja"


"Apa kamu bilang? Awas saja kalau sampai kau berani mencintai istriku. Habis kau" gertak Daniel


Raka malah semakin terkekeh "Kak Rin, kok suaminya posesif banget si?"

__ADS_1


Maurin tersenyum "Sudahlah Raka, sana kamu pergi sebelum suami Kakak benar benar murka"


"Hahaha. Baiklah" Raka pun berdiri lalu pergi dari sana


Daniel duduk di samping istrinya, tempat yang tadi di duduki oleh Raka. Maurin hanya diam melihat suaminya yang masih terlihat kesal saat memergokinya bersama Raka. Aneh memang, sikapnya semakin posesif setelah Maurin melahirkan.


"Hubby" panggil Maurin


Daniel menoleh "Apa?"


Maurin tersenyum mendengar nada suara yang ketus dari bibir suaminya "Gak jadi, awas ahh aku mau ikut gabung aja sama mereka"


Maurin sudah mau beranjak, namun tangannya langsung di tahan oleh Daniel sehingga Maurin kembali duduk.


"Diam disini, tadi saja kau betah sekali berduaan dengan adikmu itu. Giliran bersamaku kau seolah malas duduk berdua bersamaku. Padahal aku adalah suamimu" tuhkan sudah salah faham lagi


Dasar anehhh.


Maurin mengelus lembut pipi suaminya, mencoba untuk merayu suaminya yang sedang marajuk ini.


"Kenapa harus marah si saat aku sama Raka. Asal kamu tahu, Raka adalah orang pertama yang memperdulikan aku di saat semua orang membenciku dan tidak menginginkan kehadiranku" jelas Maurin


Daniel menoleh, entah kenapa ada rasa sakit menusuk hatinya. Nada suara Maurin juga terdengar getir, Daniel sadar kalau Dia sebagai suami bahkan pernah tidak memperdulikan Maurin.


Daniel memeluk Maurin dan mengecup puncak kepalanya berkali kali "Maaf"


Mungkin seribu kata maaf juga tidak akan mengobati luka yang telah Daniel torehkan di hati istrinya ini. Tapi setidaknya Dia bersyukur karna Maurin masih mau menerimanya dan kembali bersamanya.


Maurin mendongakan wajahnya dan langsung dapat kecupah di dahi oleh suaminya.


"Kenapa minta maaf? Kamu gak salah kok" jawab Maurin polos


Daniel tersenyum dan kembali mencium kening istrinya "Iya, aku hanya ingin minta maaf saja karna tadi sudah marah dan ketus sama adikmu"


Padahal bukan itu arti kata maaf yang Daniel ucapkan barusan. Dia menyesali karna Dia bukanlah orang pertama yang melindungi juga memperdulikan Maurin. Tapi Daniel tidak mau merusak suasana bahagia ini, cukuplah Dia dan Tuhan yang tahu arti kata maaf itu.


Maurin hanya mengangguk saja "Sekarang kita ke sana ya, ikut gabung sama yang lainnya"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2