Love Me Again (Cintai Aku Lagi)

Love Me Again (Cintai Aku Lagi)
Bau Parfum


__ADS_3

Pagi ini Maurin sangat ingin memasak untuk sarapan. Dia sudah berkutat di dapur dengan masakan di dalam wajan yang sedang di aduknya.


Terperanjat saat tangan kekar melingkar di perutnya "Aku kan sudan bilang, jangan kelelahan. Bandel banget si, sekarang malah masak segala. Kan masih ada pelayan" Daniel memberengut kesal sambil menyandarkan dagunya di bahu Maurin


Maurin tersenyum dan menempelkan pipinya dengan pipi Daniel "Aku cuma masak Hubby. Lagi pengen masak aja, udah lama loh aku gak masakin buat kamu"


Daniel mengecup pipi istrinya "Ya udah, tapi kalau lelah langsung istirahat gak boleh maksain"


Maurin mengangguk "Iya By"


"Ya udah kalau gitu aku mau siap siap dulu" Daniel kembali mencium pipi Maurin


"Pakaian sama air untuk mandi udah aku siapin" kata Maurin lembut


"Terimakasih Sayang. Cup"


Dasar.. Dari tadi gak ada bosennya teris ciumin aku.


Maurin hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya itu. Selesai dengan masakannya, Maurin segera menatanya di meja makan di bantu oleh salah satu pelayan.


Ting tong


"Mbak tolong di lanjutkan ya, saya mau membukakan pintu dulu" kata Maurin yang di jawab anggukan oleh pelayan


Maurin berjalan ke arah pintu utama sambil berfikir siapa yang datang pagi pagi begini.


Ceklek


Maurin membuka pintu dan.......


"Surprise..."


Maurin terperajat kaget saat melihat keluarga angkatnya juga Ibu mertuanya ada di depannya sekarang. Bahkan mereka ada yang membawa bunga, kue dan buah buahan.


"Kalian ini bikin aku kaget aja, Mama juga kapan datang? Kok gak bilang, gak minta di jemput sama Mas Daniel" kata Maurin sambil menyalami kedua orang tuanya juga Ibu mertuanya.


"Mama kan mau buat kejutan buat kamu, jadi tadi Mama di jemput sama adik kamu Raka" jelas Winda


Maurin tersenyum "Baiklah kalau begitu ayo masuk"


Mereka pun masuk dan berkumpul di ruang keluarga. "Rin gimana kandungan kamu?"tanya Antoni


Maurin tersenyum "Baik Yah, semuanya sehat"


"Sykurlah, kamu gak boleh kecapean dan kerja berat Rin" kata Yuna tersenyum bagagia

__ADS_1


Maurin tersenyum dan mengangguk "Tentu saja Bu"


"Yeayy. Akhirnya aku bakal punya keponakan" kata Raka


"Selamat ya Kak, akhirnya penantianmu tidak sia sia selama ini" kata Rena


Maurin tersenyum "Makasih Ren"


Menuruni anak tangga saat sudah selesau bersiap. Matanya membulat saat melihat keluarganya sudah berkumpul di ruang keluarga. Senyum bahagia terukir jelas di wajahnya.


Daniel pun segera bergabung dengan mereka. Bercanda, tertawa bersama. Semuanya begitu memperhatikan Maurin yang sedang hamil muda itu.


Sungguh aku bahagia melihat keluargaku bisa tertawa bersama seperti ini. Maurin


...🌻🌻🌻🌻...


Merayakan kehamilan Maurin dengan acara barbeque di halaman rumah Maurin malam ini. Firman pun ikut di undang oleh Maurin. Tapi jangan harap Firman bisa mengobrol ataupun bercanda berdua dengan Maurin seperti dulu yang sering mereka lakukan. Daniel tidak akan membiarkan itu.


"Selamat ya Rin, akhirnya akan menhadi seorang Ibu juga" kata Firman tersenyum


Maurin tersenyum "Makasih ya Man"


"Udah sana kau bergabung dengan mereka. Jangan mengganggu kita" kata Daniel ketus


"Ya ampun Boss, gak usah parno kaya gitu kali. Aku gak mungkin mencintai istri Bos ku sendiri" kata Firman sengaja menggoda Daniel


"Hahaha. Ampun Bos..." Firman langsung berlari sebelum Daniel benar benar murka


Salah aku juga, ngapain pake provokasi Bos bucin kaya Dia. Firman


Maurin menyentuh tangan suaminya untuk mencairkan kembali perasaan panas yang baru saja di ciptakan oleh sahabatnya itu.


"Sudahlah By, Firman cuma bercanda kamu gak usah marah kaya gitu" kata Maurin lembut


Daniel menghela nafas kasar "Tapi aku tetap gak suka kalau kamu sampai dekat dekat sama Dia"


Ohh. Ya ampun inikah sifat asli suamiku. Ternyata Dia sangat posesif, tapi aku bahagia karna merasa sangat di cintai.


"Iya Hubby, gak akan" kata Maurin mengelus lembut pipi suaminya


"Kak ayo kita makan dulu"


Rena datang untuk mengajak sepasang suami istri ini makan malam bersama setelah acara barbeque selesai. Bukan nya tidak mau ikut gabung, tapi Daniel melarang Maurin untuk melakukan apapun. Maurin hanya boleh berada di sampingnya dan menemaninya.


"Udah selesai ya, yahh aku gak ikutan dong. Gak seru ihh" Maurin cemberut kesal sementara Rena hanya terkekeh lucu.

__ADS_1


"Aku gak mau sampai kamu kecapean Sayang" Daniel mengelus lembut rambut Maurin


"Lagian apa si yang bakal Rin lakuin, cuma bantu mereka aja" kata Maurin masih cemberut


Daniel tersenyum melihat bibir Maurin yang cemberut "Sudah ayo kita makan, jangan cemberut gitu nanti aku cium kamu disini" bisik Daniel


Maurin langsung melipat bibirnya ke dalam. Merinding mendengar bisikan suaminya, apalagi disini ada adiknya Rena.


"Ayo Ren kita ke sana" Maurin segera menggandeng tangan adiknya dan mengajaknya menghampiri yang lainnya.


Daniel terkekeh geli melihat wajah istrinya yang memerah malu. Dia pun segera menyusul Maurin.


Lucunya kamu kalau lagi malu kaya gitu Sayang.


Semuanya berbahagia, acara ini membuat suasana terasa hangat. Maurin benar benar bahagia saat bisa merasakan kebahagiaan ini.


Semoga kamu selalu sehat Nak, sampai Ibu bisa bertemu denganmu. Maurin mengelus perut ratanya dengan senyum yang terus mengembang


...🌻🌻🌻🌻...


"Hubby pake apa si? Bau banget"


Sudah terbiasa Daniel mendengar keluahan istrinya selama seminggu ini. Bahkan Daniel pernah di suruh tidur jangan dekat dekat dengannya apalagi memeluknya seperti biasa.


"Aku pake parfum yang kamu belikan waktu itu Sayang. Katanya suka sama wanginya" kata Daniel merasa frustasi sendiri


Maurin membelikan Daniel parfum yang menurutnya baunya enak dan Dia suka. Tapi apa?? Sekarang saat Daniel sudah memakai parfum itu, Dia malah bilang bau dan menjauh dari Daniel.


Maurin masih menutup hidungnya "Gak usah di pake aja, baunya gak enak. Sekarang kamu ganti pakaiannya. Bau ihhh"


Daniel menghela nafas berat, Dia berjalan kembali ke dalam ruang ganti. Tidak mungkin menolak keinginan istrinya yang notabenya sedang dalam masa ngidam dan sedang sensitif sensitif nya.


"Baby, belum juga lahir kenapa kau sudah sangat sering membuat Ibumu menjauh dariku.. Arghhh.. Bagaimana nanti kalau kau sudah lahir" bergumam sendiri sambil membuka kancing kemeja yang di kenakan nya.


Setelah selesai berganti pakaian dan tidak memakai parfum yang tadi lagi.


"Sini peluk dulu, aku sudah ganti baju nih" Daniel merentangkan tangan nya


Maurin pun langsung berjalan dan masuk ke dalam pelukan suaminya.


"Gak bau lagi?" tanya Daniel sambil mengecup puncak kepalanya


Maurin menggeleng "Enggak, sekarang udah wangi. Ayo sarapan"


Daniel mengangguk "Ayo"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2