
Apaan? Kenapa Firman bisa menyiapkan semua ini dengan sangat indah.
Maurin menatap ke arah hamparan pasir pantai yang di hiasi dengan berbagai lampu. Sebuah meja bundar dan dua kursi tersedia di tengah tengah lilin yang di susun berbentuk love.
"Ayo" Firman menyadarkan Maurin dari lamunan nya itu.
Maurin mengikuti langkah Firman sampai di dekat meja bundar itu. Maurin masih melihat ke sekeliling nya. Menatap kagum pada hiasan yang sudah di susun rapi itu.
Sangat romantis.. Tapi kenapa Firman sampai mempersiapkan ini semua?? Apa alasan nya coba?
Deburan ombak di malam hari jauh lebih terdengar. Masih ada beberapa orang yang berjalan jalan di pantai. Menikmati angin malam.
Tempat Maurin berdiri lebih terlihat mencolok dengan terangnya lampu dan lilin lilin yang menyala.
"Man, kamu yang nyiapin ini semua?" tanya Maurin menoleh ke arah Firman
Firman mengangguk "Tentu saja, siapa lagi?"
Aaaa. Aku semakin bingung dengan keadaan ini.
"Tapi kenapa kamu menyiapkan ini untuk ku? Aku sedang tidak ulang tahun loh" kata Maurin lagi mencoba mencari penjelasan dari kebingungan nya.
Firman tersenyum "Tentu saja, aku kan tahu kapan ulang tahun mu"
Terus??? Ini apa maksudnya?
"Ekhem"
Suara deheman seseorang berhasil mengalihkan pandangan Maurin. Matanya langsung terbelalak saat melihat pria tampan berjas dengan warna yang senada dengan gaun yang di pakainya.
Daniel menatap kagum pada penampilan istrinya yang terlihat berbeda dari biasanya. Meski Maurin tidak mempunyai wajah yang terlalu cantik. Tapi percayalah setiap wanita akan memiliki daya tarik tersendiri tidak harus selalu mempunyai wajah cantik.
"Tugas saya sudah selesai Bos" kata Firman
Hah? Tugas?? . Maurin
"Hemm. Pergilah, aku ingin berdua dengan istriku saat ini" kata Daniel datar
Yess... Akhirnya bisa bebas juga dari kegilaan Bos yang lagi bucin abis.
__ADS_1
Firman langsung pergi dengan senang hati. Seharian ini Dia hanya bisa menghela nafas kasar saat mendengar perintah bos nya yang meminta ini itu untuk menyiapkan makan malam romantis dengan sang istri.
Bahkan Daniel juga melatih Firman agar bisa berakting di depan Maurin saat menjemputnya. Padahal hal seperti itu tidak perlu, karna Firman juga bukan anak kecil yang harus di ajari ini itu.
Syukurlah semuanya berjalan lancar. Firman
...🌻🌻🌻🌻...
Daniel menarik salah satu kursi agar di duduki oleh istrinya. Maurin menurut saja sebelum Dia menanyakan banyak hal pada suaminya itu.
Daniel duduk di depan Maurin, menatap wajah istrinya yang begitu cantik dan menggemaskan. Di matanya, Maurin sangat cantik malam ini. Padahal kenyataan nya biasa saja, hanya penampilan nya saja yang berbeda.
"Mas, kemana aja seharian ini gak ada kabar?" tanya Maurin memulai percakapan di antara keduanya
Daniel tersenyum "Maaf Sayang, Mas kan harus menyiapkan ini semua untuk merayakan ulang tahun pernikahan kita"
Hah?? Dia ingat??
"Mas ingat?"
Daniel mengerutkan keningnya "Ingat? Maksudnya? Ingat apa?"
Daniel terkekeh melihat wajah kesal istrinya "Tentu saja, memang kau fikir aku sudah pikun apa? Sampai tidak ingat tanggal pernikahan kita"
Lagi lagi Maurin mendengus kesal "Kan selama dua tahun ini Mas pikun, bahkan tidak pernah ingat saat tanggal pernikahan kita. Bahkan saat aku minta waktumu untuk makan malam saja. Kau selalu menolak"
Ada kegetiran saat Maurin mengucapkan itu. Tatapan matanya tersirat luka yang begitu dalam, mengingat bagaimana dulu Dia menjalani pernikahan yang di awali dengan kepura puraan suaminya.
Daniel menatap sendu wajah yang sudah menanggung banyak luka itu. Daniel ingat bagaimana dulu Dia tidak pernah mengingat tanggal perniakahan nya.
Pernah malam hari Daniel pulang ke rumah dan melihat banyaknya makanan di meja makan dan juga ada lilin lilin yang sudah padam.
Saat itu Daniel bahkan tidak memperdulikan itu semuanya meskipun hatinya sedikit tersayat saat melihat wajah lelah istrinya yang ketiduran di sofa.
Maafkan aku Sayang.
"Rin" Daniel meraih tangan Maurin dan menggenggamnya. Angin laut semakin terasa membuat deburan ombak terdengar jelas.
Maurin menoleh, menatap wajah suaminya yang juga sedang menantapnya. Keduanya saling menatap untuk beberapa saat.
__ADS_1
"Aku akan memulai semuanya dengan indah mulai saat ini. Di hari ini, hari dimana kita menikah tiga tahun lalu. Tapi bukan pernikahan yang bahagia dan di dambakan banyak orang"
Daniel menghela nafas berat "Di tanggal yang sama dan bulan yang sama, aku ingin membuat semuanya menjadi indah. Membuat kenangan yang indah di tanggal pernikahan kita ini"
Kenapa Dia berkata seperti itu si? Aku kan jadi ingin menangis.
"Aku tahu kalau masa yang pernah terjadi tidak akan pernah bisa di ulang. Tapi setidaknya aku masih bisa menciptakan kenangan yang indah di tanggal dan bulan yang sama" Daniel mencium punggung tangan istrinya
Maurin sudah tidak bisa berkata kata lagi. Air mata pun lolos begitu saja, hatinya benar benar tersentuh dengan semua ucapan Daniel barusan.
Maurin tersenyum sambil menghapus air matanya "Terimakasih... Terimakasih karna Mas sudah mau menerima Rin sebagai istri Mas. Terimakasih karna sudah mau mempertahankan pernikahan kita"
Maurin kembali tersenyum dan mengusap ujung matanya yang masih menggenang.
"Mungkin Rin tidak akan mudah melupakan semua yang telah terjadi selama pernikahan kita ini. Kenyataan yang harus Rin terima sungguh sangat menyakitkan. Tapi...."
"Maaf" Daniel berkata lirih, memotong ucapan Maurin.
"Tapi, Rin sadar kalau semua manusia tidak akan luput dari kesalahan. Mungkin jalan hidup Rin yang seperti ini membuat Rin semakin kuat untuk menjalani hidup ini. Dan......"
Maurin menarik nafas dalam dan menghembuskan nya "Dan Rin sadar kalau takdir Rin adalah Mas. Suami Rin, adalah sumber kebahagiaan yang Rin cari selama ini"
Benar apa yang Maurin katakan, sumber kebahagian nya adalah suaminya sendiri. Bahkan keluarga angkatnya pun berubah seperti sekarang karna suaminya.
Biarlah apa yang ada di balik semua itu. Yang jelas Maurin bahagia saat keluarga angkatnya memperlakukan nya dengan baik. Suda cukup bagi Maurin, terlepas dari itu semua Maurin tidak memperdulikan nya.
Daniel tersenyum dan kembali mencium tangan istrinya "Terimakasih Sayang. I Love You"
Maurin tersenyum "Love You Too"
Daniel bertepuk tangan, seorang pelayan datang membawa kue dengan lilin angka tiga dan tulisan Happy Anniversarry.
"Happy Anniversary untuk kita Sayang. Semoga pernikahan kita selalu diberi kebahagiaan dan segera di hadirkan seorang malaikat kecil untuk melengkapi kebahagiaan kita" kata Daniel
Maurin tersenyum "Semoga bisa cepat hadir malaikat kecil kita disini" Maurin mengelus perut ratanya
Daniel tersenyum, Dia menyalakan lilin di atas kue itu. Mereka pun meniup lilin itu bersamaan. Untuk pertama kalinya sepasang suami istri ini merayakan Anniversarry bersama.
Bersambung
__ADS_1
Note : Percayalah, tidak ada perjuangan yang sia sia. Kuncinya hanya satu, syukuri apa yang telah kita dapat. Maka semuanya akan terasa indah pada waktunya.