
Sesekali Maurin melirik ke arah suaminya yang sedang fokus pada kemudinya. Daniel terlihat sangat dingin, rahangnya mengeras menunjukkan kalau Dia sedang marah.
Ragu ragu Maurin mengusap lengan suaminya yang sedang fokus pada jalanan di depan nya.
Daniel mengerjap, Dia tersadar dari lamunannya. Dia baru teringat dengan istrinya. Daniel benar benar sedang di landa kekesalan karna kedatangan Jesika yang tiba tiba memeluknya itu.
Daniel merasa tidak sudi untuk di sentuh oleh wanita itu lagi. Padahal dulu Dia yang sering menyentuh Jesika. Tapi sekarang memandang wajahnya pun Daniel merasa jijik.
"Sayang" Daniel menoleh dan mendapati istrinya sedang menatapnya dengan senyuman.
"Mas gak papa?"tanya Maurin lembut
Daniel menggeleng "Maaf karna aku tadi mendiamkanmu. Sekarang kita makan di tempat lain aja ya"
Maurin tersenyum dan menggeleng "Kita pulang saja Mas. Kita bisa makan di rumah"
Daniel meraih tangan Maurin dan menciumnya beberapa kali "Terimakasih karna sudah bertahan di sampingku dan begitu sabar sampai saat ini"
Maurin tersenyum "Karna Rin juga mencintai Mas"
Daniel benar benar bahagia mempunyai istri yang begitu tulus seperti Maurin. Istri yang menerima semua kekurangan nya dan mau memaafkan segala kesalahan nya selama ini.
Beruntunglah Daniel belum terlambat menyadari perasaan nya pada Maurin. Beruntung juga karna Maurin masih mau kembali padanya.
"Hmmm. Mas, apa Mas....." Maurin terlihat ragu untuk menanyakan apa yang ingin Dia tanyakan pada suaminya.
Daniel menoleh sekilas "Apa? Kamu mau nanya apa?"
"Hmmm. Apa..... Mas masih mencintainya?"tanya Maurin
Daniel tersenyum mendengar perkataan istrinya "Jika iya, kau akan melakukan apa?"
Ish kenapa wajahnya tenang banget pas bilang kaya gitu. Gak tau apa ya kalau aku sudah merasa sesak.
"Kalau iya, Mas ceraikan aku dan aku akan mencari pengganti Mas di luar sana. Mas juga bisa bahagia dengan Dia" kata Maurin
Hahaha. Aku tahu kau hanya mengerjaiku. Iya kan?
Daniel mendelik tajam pada istrinya "Coba saja kalau berani, kau fikir aku akan membiarkanmu bersama laki laki lain apa"
Tuhkan sudah kuduga, Dia hanya mengerjaiku.
"Kan Mas juga masih memcintai Jesika, jadi aku juga bisa dong cari laki laki lain kalau Mas aja masih mencintainya" kata Maurin santai
SkakMat.
__ADS_1
Daniel menyesal telah berkata seperti itu, Dia hanya ingin mengerjai istrinya. Tapi justru istrinya itu malah semakin membuatnya kesal.
"Aku hanya bercanda Sayang, bercanda. Kenapa di anggep serius si, lagian aku itu sudah gak punya perasaan apa apa lagi sama Dia. Aku aja gak sudi Dia pegang pegang kaya tadi" kata Daniel penuh dengan penekanan
Maurin tersenyum puas "Makanya jangan asal ngomong, kalau aku beneran cari laki laki lain gimana?"
Hahaha. Mana berani aku mencari laki laki lain, kalau lihat kamu seperhatian ini dan sesayang ini sama aku Mas.
"Coba aja kalau berani, aku pastikan laki laki itu gak akan berumur panjang" kata Daniel tajam
"Hahahaha. Tega banget si kamu Mas, lagian aku juga gak akan cari laki laki lain kalo suamiku aja udah sempurna kaya gini" kata Maurin menyandarkan kepalanya di bahu Daniel
Daniel mengecup kepala Maurin "Iyalah, aku sudah ganteng, kaya lagi masa iya kamu mau cari laki laki lain"
"Hahaha. Gak akan Mas, cintaku sudah untuk mu. Hahaha" kata Maurin tertawa lucu mendengar perkataan nya sendiri.
"Dasar"
...🌻🌻🌻🌻...
Malam harinya, setelah makan malam Maurin dan Daniel kembali ke kamar mereka. Duduk menyandar di tempat tidur dengan saling berpelukan.
Maurin menggambar pola tidak jelas di dada suaminya. Dengan sesekali Daniel mencium puncak kepalanya.
Maurin tentu mengerti siapa yang di maksud oleh Daniel. Maurin hanya mengangguk saja menjawab perkataan Daniel.
"Sekarang kita tidur ya, kau masih harus benyak istirahat. Jahitan mu belum benar benar kering kan" kata Daniel
Maurin mengangguk "Iya Mas, kita tidur sekarang aku sudah ngantuk"
Daniel merebahkan tubuhnya dan Maurin langsung memeluk tubub suaminya. Mereka pun tidur dengan berpelukan.
Matahari sudah terbit dengan cahaya yanh menghangatkan bumi. Dua sejoli yang masih terlelap di tempat tidurnya mulai terusik dengan cahaya yang masuk lewat celah jendela kamar.
Maurin menggeliat sambil menguap lebar, segera menutup mulutnya dengan tangan kanan nya.
"Sudah siang ya, jam berapa si?" Maurin menoleh ke jam dinding yang menunjukan sudah pukul 7 pagi. Pantas di luar sudah terlihat terang.
"Mas bangun, sudah siang. Kamu gak kerja?" Maurin mengelus lembut pipi suaminya itu.
"Hmmm" terdengar gumaman dari mulut Daniel. Matanya masih terpejam, bukan nya bangun Daniel malah menarik Maurin ke dalam pelukannya.
"Ehh, bangun ihh. Malah tidur lagi" kata Maurin sedikit terkejut dengan perlakuan Daniel barusan.
"Hmmm. Sebentar lagi Sayang" kata Daniel dengan suara seraknya
__ADS_1
"Udah siang Mas, kan mau kerja ihh" kata Maurin
"Hmmm. Sebenarnya aku malea banget harus ke kantor sekarang Yank. Apalagi kamu masih belum benar benar pulih" kata Daniel masih dengan mata terpejam
"Aku udah gak papa Mas, kamu kerja aja. Lagian Mama kan masih disini" kata Maurin sambil mengusap rambut suaminya
"Huh. Baiklah, kamu harus baik baik di rumah. Jangan melakukan apapun dulu, kau masih harus istirahat" kata Daniel yang kini sudah membuka kelopak matanya
Maurin mengangguk dan tersenyum "Siap Boss"
Aku benar benar merasakan bahagia dengan semua perhatian yang kamu berikan padaku Mas.
Daniel mengecup gemas bibir istrinya itu " Gemes aku sama kamu tahu gak. Rasanya aku gak mau ninggalin kamu di rumah, kalau kamu udah bener sembuh aku ingin bawa kamu kerja biar kamu bisa di samping aku terus"
Jangan aneh aneh deh, yang ada kau tidak bekerja di sana kalau sampai aku ikut kerja bersamamu.
"Nanti ya kalau aku bener bener udah sembuh total. Sekarang Mas berangkat kerja dulu" kata Maurin lembut
Daniel mengangguk dan menuruti perkataan Maurin. Dia bangun dan langsung ke kamar mandi.
...🌻🌻🌻🌻...
Beberapa hari kemudian.....
Hari ini Maurin dan Daniel mengantar Windi ke bandara. Sudah terlalu lama Windi berada di kota ini. Sekarang Dia sudah merindukan kota tempat tinggalnya.
"Mama pulang dulu ya Rin, jaga diri baik baik. Kalau sampai Daniel menyakitimu lagi, tinggalkan saja Dia dan berlarilah pada Mama. Mama akan melindungimu" kata Windi sambil memeluk Maurin
Ish.. Mama ini kenapa malah memprovokasi si. Daniel
Maurin mengangguk "Iya Ma, kalau ada apa apa hubungi Maurin ya"
Windi melepas pelukan nya, lalu beralih pada putranya Daniel.
"Jaga istrimu baik baik, Dia wanita berbeda dari kebanyakan wanita. Kau akan menyesal jika menyia nyiakan nya lagi" kata Windi
Daniel mengangguk "Iya Ma, aku tidak akan lagi melakukan hal bodoh itu. Aku sangat mencintainya dan aku tidak akan menyakitinya lagi"
"Mama pegang ucapanmu"
*Bersambung
Masih pada baca gak nih?? Kalau udah bosen, aku akan perpendek alurnya biar cepet tamat. hehe 😁😁*
Bersambung
__ADS_1