Love Me Again (Cintai Aku Lagi)

Love Me Again (Cintai Aku Lagi)
Love Me Again


__ADS_3

Maurin membawa suaminya ke taman depan rumah itu. Mereka duduk di bangku taman. Hening... Keduanya masih diam, belum ada yang memulai pembicaraan.


Daniel yang sedang bergelut dengan fikiran nya sendiri. Tentang bagaimana istrinya dulu menjalani hidup ini. Betapa menderitanya Dia, tapi dengan bodohnya Daniel malah menambah luka dan penderitaan itu pada Maurin.


Daniel merogoh saku jaketnya, mengularkan sesuatu dan memberikannya pada Maurin.


Maurin mengambilnya, terhenyak saat melihat foto dirinya dengan kedua orang tua angkatnya saat Dia masih kecil.


"Apa kau tahu siapa aku?"tanya Daniel tiba tiba


Maurin menoleh bertepatan dengan Daniel yang juga mneoleh. Tatapan mata mereka bertemu, seketika mereka saling menatap. Sampai Maurin tersadar lalu Dia mengangguk menjawab pertanyaan Daniel barusan.


"Kau adalah anak laki laki yang dulu hampir tertabrak motor dan aku yang menolongmu. Tentu aku tahu karna Mama memperlihatkan fotomu waktu kecil" jelas Maurin


"Sejak kapan kau mengetahuinya?"tanya Daniel penasaran


"Dua hari sebelum pernikahan kita, saat Mama mengajak ku pergi ke salon untuk mempersiapkan pernikahan kita dan Mama memperlihatkan foto Mas saat masih kecil. Saat itulah aku yakin untuk menikah denganmu Mas, karna kau adalah laki laki yang dulu aku tolong" jelas Maurin tersenyum


"Maka jangan salahkan aku jika dulu aku begitu bahagia saat menikah denganmu Mas. Aku bahagia dan menepis semua kejanggalan dalam sikapmu selama menikah denganku. Aku mencoba menutupi fikiran negatif itu. Tapi kenyataan nya, aku tetap harus mengahadapi kenyataan ini"


Maurin menghentikan ucapannya, menatap lurus ke depan dengan tatapan mata kosong. Mensiratkan seberapa terbukanya Dia.


"Kenyataan yang selalu ingin aku hindari. Kenyataan kalau kau tidak mencintaiku" tambahnya lagi


Deg


Daniel diam mematung, mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulut Maurin. Dadanya sesak mengingat bagaimana perjuangan istrinya mencintai dalam diam, mencintai sendiri.


Sementara Daniel menghancurkan semuanya dengan sekejap. Menorehkan luka yang teramat dalam untuk Maurin yang dasarnya sudah sangat terluka.


"Maafkan Mas Rinn" lirih Daniel


Maurin menoleh dan tersenyum "Rin udah maafin semuanya kok Mas. Rin juga sadar kalau cinta itu gak bisa di paksakan"


Daniel memberanikan diri untuk menyentuh pipi Maurin. Menyelipkan rambutnya ke belakang telinga.

__ADS_1


"Aku mencintaimu Rin. Mungkin selama ini aku tidak menyadari perasaan itu. Aku selalu menepis perasaan ini. Tapi sekarang aku sadar kalau kau adalah cinta pertama dan terakhirku" kata Daniel menatap manik hitam milik Maurin


"Sudah lama aku mencari keberadaan gadis kecil yang menyelamatkan nyawaku itu. Tapi bodohnya aku malah membiarkan gadis kecil itu menderita. Kau tahu? Aku tidak pernah bisa melupakan sosok gadis kecil itu selama ini. Makanya aku terus berusaha untuk mencarinya" jelas Daniel


Maurin terdiam, menatap lekat mata Daniel. Tidak ada kebohongan disana, Daniel berkata jujur. Maurin mengerjap kaget saat tiba tiba Daniel berlutut di hadapan nya. Dengan satu kaki bertumpu di atas rumput taman.


Daniel mengambil sesuatu dari saku jeketnya. Membuka kotak kecil itu dan menghadapkan nya pada Maurin.


"Mungkin dulu aku tidak melamarmu dengan cara yang romantis. Maaf, karna dulu hanya orang tuaku lah yang melamarmu. Sekarang aku ingin mengulang kembali semuanya menjadi kenangan yang membahagiakan" kata Daniel


Maurin menatap Daniel dengan mata berkaca kaca. Sungguh tidak menyangka kalau Daniel akan melakukan ini.


"Maurin maukah kau kembali padaku, menjadi istriku. Kita mulai semuanya dari awal, aku berjanji tidak akan mengecewakanmu. Tidak akan lagi menyakitimu, tidak akan pernah. Jadi maukah kau kembali bersamaku lagi Maurin Zien?"kata Daniel penuh harap


Maurin bingung, Maurin bimbang. Kepurusan apa yang harus di ambilnya saat ini. Melihat kesungguhan Daniel juga ketulusan nya.


Tapi disisi lain Maurin masih takut untuk memulai, takut kalau Dia akan kembali jatuh di jurang yang sama.


"Love Me Again" tambah Daniel lagi


"Aku sudah berusaha melupakan semuanua Mas. Bahkan aku mencoba menghapus perasaan cintaku padamu...."


"Enggak Rin, kumohon jangan pernah mencoba menghapus cintamu untuku"kata Daniel menggeleng


"Tapi aku gak bisa melupakan mu Mas, aku juga gak bisa menghapus cintaku untukmu Mas" tambah Maurin


Danieltersenyum lega "Jadi apa kau mau kembali padaku? Mamulai semuanya dari awal lagi"


Dengan segenap perasaan nya, Maurin meyakinkan keputusan yang Dia ambil adalah yang terbaik.


"Baiklah Mas, Rin akan mencoba memulai semuanya dari awal lagi" kata Maurin tersenyum


Daniel tersenyum bahagia mendengar jawaban dari istrinya. Dia langsung menyematkan cincin berlian itu di jari tengah istrinya. Karna jari manisnya sudah ada cincin pernikahan mereka.


"Terimakasih karna sudah mau memberikan Mas kesempatan lagi" kata Daniel tersenyum

__ADS_1


Daniel berdiri dan mencium kening istrinya dengan sangat lembut dan dalam. Dia tidak akan pernah menyia nyiakan lagi istrinya. Wanita yang telah bertahta di hatinya sejak lama. Bahkan sejak mereka kecil.


"Iya Mas" jawab Maurin


"Mas sekarang kita masuk lagi ke dalam, Ayah sama Ibu pasti menunggumu" kata Maurin


Benar, ayah dan Ibunya hanya akan menunggu Daniel. Tidak dengan dirinya yang hanya di anggap benalu di rumah ini.


Daniel baru mengingat tentang keluarga istrinya yang tadi bahkan tidak menganggap keberadaan Maurin.


"Mas masih belum bisa mengendalikan emosi saat mengingat bagaimana keluarga mu memperlakukan mu" kata Daniel dengan rahang yang mengeras


Maurin menghela nafas "Rin sudah terbiasa dengan ini. Jadi, jangan khawatirkan Rin, perasaan Rin sudah kebal dengan perlakuan mereka"


Daniel menatap iba pada istrinya, banyak penderitaan yang di laluinya selama ini. Dan Daniel tidak akan membuat semua sakit yang istrinya rasakan terulang kembali.


"Mulai saat ini dan seterusnya maka kau jangan pernah lagi merasa takut pada keluargamu. Kau ada Mas yang akan melindungimu, jadi jangan seperti tadi yang harus melayani mereka. Kau bukan pembantu, kau istriku. Mengerti!"kata Daniel tegas


Maurin mengangguk "Iya Mas"


...🌻🌻🌻🌻...


"Kami benar benar minta maaf atas semua perlakuan keluarga kami pada Rin. Mohon maafkan kami Nak Daniel" kata Antoni yang sudah menyadari kesalahan nya


Antoni menyadari kalau Daniel sangat mencintai istrinya. Dan keluarga yang lain dengan bodohnya malah mempermalukan Maurin seperti tidak menganggapnya ada di saat Daniel berkunjung ke rumahnya.


Daniel duduk di sofa, matanya terus menatap wajah istrinya membuat Maurin merasa tidak nyaman.


"Mas sudah maafkan Ayah dan yang lainnya" kata Maurin, sudah berapa kali Dia mengatakan itu. Tapi suaminya sama sekali tidak menghiraukan nya.


"Baiklah, aku akan memaafkan kalian asal jangan pernah mengganggu istriku lagi. Mengerti!" Peringatan Daniel


"Baik Nak, akan Ayah pastikan mereka tidak akan mengganggu Maurin lagi" kata Antoni mentap istri dan putrinya


Cih Ayah, bahkan lidahku terasa mati rasa saat harus memanggilmu Ayah. Kalau bukan karna kebaikan istriku, mungkin aku akan menghancurkan kalian semua.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2