Love Me Again (Cintai Aku Lagi)

Love Me Again (Cintai Aku Lagi)
Pulang


__ADS_3

Sudah 5 hari setelah Maurin menjalani operasi. Hari ini Dia sudah di izinkan pulang oleh Dokter. Selama itu juga Daniel selalu di samping nya.


Sampai saat ini aku masih tidak menyangka dengan apa yang terjadi. Aku berfikir rumah tanggaku akan berakhir setelah apa yang suamiku katakan saat itu.


Namun ternyata kebahagiaanlah yang aku dapatkan saat ini.


Meski butuh perjuangan untuk bisa sampai di titik bahagia ini.


Begitulah perasaan yang saat ini Maurin rasakan. Bahagia?? Tentu saja Dia sangat bahagia mengingat bagaimana rumah tangga nya di ambang kehancuran setelah dua tahun lamanya.


Namun sekarang Dia begitu bahagia, melihat bagaimana suaminya mencintai dan menyayanginya saat ini.


"Sudah siap Sayang?"tanya Daniel yang baru masuk ke ruangan Maurin setelah tadi Dia berkonsultasi dengan dokter tentang kondisi Maurin pasca operasi.


Maurin mengangguk "Sudah Mas"


Daniel mendekat ke arah istrinya "Mama mana Sayang?"


"Keluar sebentar"


Memang Windi belum kembali ke kotanya. Dia benar benar menemani Daniel untuk menjaga istrinya yang sedang sakit. Selebihnya, Windi juga sangat mengkhawatirkan keadaan menantunya itu.


"Ya udah kalau gitu kita tunggu Mama di luar aja" kata Daniel yang di jawab anggukan oleh Maurin


Daniel pun menuntun Maurin dengan sangat hati hati keluar dari ruang rawat "Sayang Mas gendong aja ya"


Maurin menggeleng dan tersenyum "Gak perlu Mas, Rin bisa kok"


"Tapi Mas khawatir Sayang, jaitan bekas operasinya belum benar benar kering. Takutnya nanti malah membuat terbuka lagi kalau kamu maksain jalan" kata Daniel benar benar cemas dan khawatir dengan keadaan istrinya


Maurin tersenyum, entah kenapa Dia sangat ingin mencium pipi suaminya sebagai ucapan terimakasih dengan apa yang suaminya telah berikan pada Maurin.


Cup


Daniel sampai terbelalak kaget saat bibir lembut dan hangat menempel di pipinya. Walau hanya sekilas, namun begitu terasa hangat di pipinya sampai Daniel menyentuh pipinya sendiri.


Apa yang aku lakukan? Ini kali pertama aku menciumnya duluan. Walaupun hanya di pipi.


Maurin juga sedikit terkejut dengan apa yang di lakukan nya. Tapi hatinya merasa sangat senang bisa melakukan itu oada suaminya.


Dua tahun lebih perniakahnya dengan Daniel. Tapi Maurin tidak pernah berani mencium Daniel duluan, mau itu di pipi ataupun di bagian lainnya.


Daniel pun hanya menciumnya saat bercinta dulu. Berbeda dengan sekarang, Daniel sering mencium Maurin dengan penuh kasih sayang.


Daniel menoleh setelah sadar dari keterkejutan nya. Melihat istrinya yang menunduk dengan wajah memerah malu.

__ADS_1


"Kau sudah berani menggodaku ya Sayang" kata Daniel tersenyum tipis


Maurin menggeleng cepat "Maaf, aku tidak bermaksud menggodamu Mas"


Daniel meraih dagu istrinya dan mengangkat wajahnya yang terus menunduk itu.


"Hei. Kenapa harus minta maaf, kau berhak melakukan apapun padaku. Menciumku di manapun kau boleh melakukan nya. Aku suamimu Sayang, jadi lakukanlah apa yang ingin kau lakukan. Seperti menciumku tadi..." Daniel menaik turunkan alisanya menggoda Maurin


Aaaa. Malunya aku...


"I....iya Mas" jawab Maurin sedikit gugup


Lagi lagi Daniel dibuat gemas dengan tingkah istrinya. Daniel mencium lembut pipi Maurin yang masih memerah karna malu.


"Sudah jangan malu, kau berhak menciumku di manapun" bisik Daniel


Ishh... Dasar mesum.


"Rin, Daniel"


Saat Maurin akan membuka suaranya untuk protes atas ucapan Daniel barusan. Windi sudah kembali dan memanggil mereka.


"Mama darimana?"tanya Maurin tersenyum


Maurin mengangguk "Sudah Ma, ayo kita pulang. Rin udah gak betah tinggal disini"


Windi hanya mengangguk.


Akhirnya mereka pun pergi menuju parkiran. Disana sudah ada supir dan Firman yang menunggu kedatangan mereka.


...🌻🌻🌻🌻...


"Selamat datang Nona Maurin Zien"


Maurin terkejut saat membuka pintu rumah Dia langsung di sambut oleh teriakan orang orang yang menyambutnya.


Maurin tersenyum haru melihat keluarga angkatnya juga para pekerja di rumah ini menyambutnya. Maurin tidak menyangka kalau mereka akan datang kesini dan menyambut kepulangan nya dari rumah sakit.


Maurin menoleh ke arah Daniel. Apa ini juga rencananya?


Sepertinya keluarga angkat Maurin benar benar sudah berubah. Gertakan Daniel waktu itu membuat mereka membuka mata hatinya untuk melihat ketulusan dan kebaikan Maurin.


"Terimakasih semuanya" Maurin tidak mampu menahan lagi air mata bahagia yang meluncur begitu saja di pipinya.


"Sama sama Rin, semoga kamu bisa sehat terus mulai sekarang" kata Yuna

__ADS_1


"Dan rumah tangga kalian tidak akan ada lagi cobaan yang lainnya. Jika pun ada, kalian harus bisa menghadapinya bersama sama" kata Antoni menatap putri angkatnya


Maurin mengangguk dan tersenyum "Terimakasih Ibu, Ayah dan semuanya"


Tidak ada perasaan bahagia melebihi yang dirasakan Maurin saat ini. Keluarganya bisa berkumpul seperti ini. Mengobrol dan bercerita bersama di selangi dengan canda tawa.


Sungguh aku bahagia saat ini. Ayah, Ibu semoga kalian juga bahagia di atas sana.


...🌻🌻🌻🌻...


Malam harinya, keluarga Maurin sudah pulang dan Windi pun sudah istirahat di dalam kamarnya. Begitupun dengan Maurin yang sedang duduk menyandar di tempat tidur.


Ceklek


Daniel masuk ke dalam kamar dengan membawa segelas air putih. Dia menyimpan nya di atas nakas, membuka laci nakas dan mengambil beberapa butir obat yang di berikan dokter untuk Maurin.


"Minum obatnya dulu Sayang" kata Daniel


Maurin hanya menurut, segera Dia meminum obat yang di berikan Daniel padanya. Daniel naik ke tempat tidur, duduk di samping istrinya. Mengelus lembut rambut Maurin.


"Apa masih terasa sakit bekas operasinya?"tanya Daniel, manarik lembut tubuh istrinya ke dalam pelukannya


"Sedikit Mas, tapi nanti juga akan segera sembuh" kata Maurin


"Mass" panggil Maurin pelan


Daniel mengusap ngusapkan dagunya di puncak kepala Maurin "Apa Sayang?"


"Rin mau ke makam Ayah sama Ibu, Mas kan udah janji kalau mau anter Rin ke sana" kata Maurin


"Iya nanti kalau keadaanmu sudah benar benar pulih" kata Daniel mencium rambut Maurin


"Besok aja ya, Rin udah gak sabar mau kesana Mas. Udah lama Rin gak ke sana" kata Maurin sedikit memaksa


"Sayang, tapi kamu belum benar benar pulih. Nanti saja ya kalau keadaanmu benar benar pulih" kata Daniel yang tidak mau kalau terjadi apa apa pada istrinya


"Rin udah sehat kok Mas, Rin bisa kesana besok. Ya.... boleh ya..."


Maurin sudah benar benar sangat ingin ke tempat peristirahatan terakhir kedua orang tua kandung nya. Dia sudah memohon pada Daniel dengan wajah yang memelas.


"Baiklah, tapi ingat ya harus hati hati nanti di sana" Daniel tidak tega juga melihat istrinya yang sudah sangat ingin mengunjungi makam kedua orang tua kandung nya.


"Terimakasih Mas" Maurin tersenyum dengan mengeratkan pelukan tangan nya di perut suaminya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2