
(Kembali ke negara Korea)
Vita telah menginap dan bersenang-senang selama satu minggu di rumah halmonie bersama Jinwoo. Di tengah suasana hangat tiba-tiba Park Shin datang dengan membawa kekacauan di rumah ibunya. Ia datang dengan sikap angkuh dan tak acuh.
“Jinwoo!”, teriak Park Shin yang baru saja datang bersama sopir dan dua pengawal pribadinya.
“Jinwoo, eomma datang menjemputmu. Eomma merindukan kamu”, ucap Park Shin dengan basa basi.
“Aigoo, bagaimana kamu tak mengabari eomma kalau kamu sudah kembali ke Korea?”, sambung Park Shin.
Halmonie yang merasa diabaikan memukul punggung Park Shin. Park Shin mengadu sakit.
“Plak!”
“Plak!”
“Plak!”
“Eomma sakit!”, adu Park Shin dengan nada marah.
“Aigoo, bagaimana kamu melupakan ibumu ini? Datang-datang tak memberikan salam untukku. Aishh!”, ucap halmonie dengan mendesis. Lalu duduk kembali dengan membuang muka. Kemudian bertanya keberadaan putrinya yang datang.
“Tumben kamu datang. Kenapa datang ke sini? Bukankah kamu sudah memutuskan untuk tidak akan datang dan menginjak ke rumahku”, ucap halmonie.
Park Shin mendekati ibunya dan memberikan oleh-oleh untuknya namun halmonie menyuruhnya untuk to the point dengan ekspresi senyum sinis.
“Apa keperluanmu datang ke sini?”, halmonie.
“Aigoo..”, Park Shin memegang pundak ibunya dengan memijit sambil berkata, “aku ke sini menjemput putra semata wayangku eomma”.
“Aku membawa dia pergi agar tidak terpengaruh dengan Minwoo bersama dua gadis binal”, ucap kembali Park Shin.
__ADS_1
“Harusnya kamu tidak mengatakan kata-kata kasar”,protes halmonie.
“Itu kenyataan Eomma!”, seru Park Shin.
“Kalau begitu aku akan membawa Jinwoo pergi sebab dia harus mengabdi pada keluarganya yang membesarkan dia”, ucap Park Shin.
Jinwoo yang berada di dekat Park Shin merasa kalau dirinya itu sebuah barang yang harus dilelang setelah di rawat bertahun-tahun. Jinwoo merasa sesak dengan perbuatan ibunya apalagi ayahnya bernama Cha Gildeon. Namun Park Shin tidak merasakan kemarahan puteranya. Malah justru Park Shin tersenyum dengan percaya diri kalau Jinwoo anak yang patuh.
Park Shin menggandeng lengan Jinwoo dan mengajaknya pergi. Akan tetapi Jinwoo menolak. Park Shin tal habis akalnya untuk membujuk Jinwoo dengan membisikkan bahwa dirinya akan mencelakai gadis yang disukainya. Hati Jinwoo memulai memanas dan dada terasa sesak untuk menghirup udara hingga Jinwoo berteriak meluapkan kekesalannya.
“Why!!”
“Why!!!”
Why!!!!”, teriaknya dengan nada tinggi. Teriakan itu membuat orang-orang di rumah kaget dan takut atas sikap Jinwoo berteriak di depan wajah Park Shin.
Park Shin bertanya atas yang dilakukan Jinwoo karena menurutnya tidak sopan.
“Aku tidak menyukaimu”, jawab Jinwoo dengan nada sinis.
“Yahh! Kamu harusnya tidak bicara begitu kepada eomma. Aku yang selalu melindungimu sampai sekarang”, ucap Park Shin. Jinwoo menatap dengan senyum sinis atas ucapan yang dilontarkan Park Shin.
“Ingat Jinwoo aku yang mengandung kamu selama sembilan bulan. Itu semua yang aku alami tidak mudah. Bahkan jika kamu mengkhianati aku berarti kamu sama dengan Minwoo. Kamu bisa di cap sebagai anak durhaka. Sekarang ayo ikut eomma”, lanjut Park Shin. Jinwoo tertawa dengan terbahak-bahak seperti kesetanan. Tawa yang dilakukan Jinwoo membuat Minwoo, Yoora, halmonie dan Vita merasa sedih atas frustrasi yang dialaminya.
“Itu sangat konyol eomma”, ucap Jinwoo dengan nada rendah.
“Jinwoo!”, sentak Park Shin dengan memegang lengan puteranya.
“Kenapa kamu seperti ini? Kamu pasti sudah dipengaruhi oleh gadis binal itu kan!”, tunjuk Park Shin dengan mata melotot.
“Atau Minwoo yang membujukmu untuk berbuat seperti ini!”, bentak Park Shin.
__ADS_1
Jinwoo tidak menjawab, dia hanya mengusap wajah dengan kasar seperti terasa gatal.
Park Shin melanjutkan ucapannya kembali, “eomma sudah menyuruhmu untuk tidak bergaul dengan mereka. Sebaiknya kita pulang”, dengan menarik lengan Jinwoo namun Park Shin tidak dapat membawanya dan tenaga yang dimiliki tak sebanding dengan putranya.
Lalu Park Shin menoleh dan terus berusaha menarik lengan Jinwoo untuk mengajaknya kembali ke keluarga Cha namun Jinwoo malah menghempaskan tangan Park Shin dengan tatapan sinis.
Park Shin ngebentak Jinwoo karena sikapnya yang berubah.
“Apa-apaan sih!”, dengan nada tinggi.
Jinwoo mendekatkan diri dengan jarak dekat sambil berkata, “kamu seorang ibu yang konyol, egois, serakah dan suka merusak impian anakmu”, dengan nada rendah. Setelah menyampaikan kekesalannya kepada Park Shin Jinwoo pergi meninggalkan rumah tersebut dengan langkah lebar. Akan tetapi langkah itu berhenti saat Park Shin berteriak dan mengancam Jinwoo kalau dirinya tidak main-main mencelakai Vita. Park Shin langsung berlari menghampiri Vita dengan menarik rambutnya dengan kasar. Vita merintih kesakitan. Minwoo yang berada di dekatnya mencoba memisahkan tetapi Park Shin dengan tetap bersikukuh mengeluarkan pisau kecil yang dibawanya.
“Jika kamu berani ikut campur gadis ini akan mati ditanganku”, ancam Park Shin dengan tatapan penuh amarah di depan Minwoo.
“Eomma..”, ucapan Minwoo terpotong dengan perkataan Park Shin, “aku bukan eomma kamu lagi setelah kamu keluar dari akta keluarga Cha”.
Lalu Park Shin kembali berteriak, “Jinwoo!! Jika kamu selangkah pergi gadis ini tak akan selamat”.
Jinwoo mengembalikkan badan dan melihat Vita di bawah keeogisan Park Shin.
Halmonie juga ikut melerai dengan meminta Park Shin untuk melepaskan Vita tetapi ia tidak mengindahkan perkataan ibunya.
“Ayo kalau coba berani. Nyawa gadis ini tak akan selamat!”, teriak Park Shin.
Vita yang berada kekejaman Park Shin malah menyuruh Jinwoo untuk tidak memperdulikan dirinya. Perkataan itu membuat Park Shin emosi dan menyuruh Vita untuk diam. Tetapi Vita gak peduli dengan masalah nyawanya dan ia malah terus menturuh Jinwoo pergi. Park Shin menusuk leher Vita sampai berdarah. Di saat Park Shin lengah Vita mencoba mendorong dan hingga Park Shin terjatuh dengan tak sengaja tubuh itu terdorong keluar dan tubuhnya berguling sampai kepalanya terbentur batu besar.
Jinwoo, Minwoo, dan halmonie berlari mendekati Park Shin yang pingsan. Sedangkan Vita tangannya bergetar atas ketidaksengajaan mendorong Park Shin dengan keras dan membuatnya terguling keluar sampai terbentur batu.
Sementara Jinwoo menyuruh dua pengawal itu untuk membawa Park Shin ke rumah sakit kecuali Vita.
Vita melamun dan menundukkan kepala di kedua kakinya. Di dalam kediamannya membuat hatinya sakit dan perasaan bersalah. Kejadian ini membuat Vita tidak bisa menegakkan kepala di depan keluarga Jinwoo terutama Cha Jinwoo. Vita hanya pasrah jika nantinya akan dibenci oleh keluarga Cha Jinwoo.
__ADS_1