Loyal And Possesive Mafia Billioner

Loyal And Possesive Mafia Billioner
Episode 35(Siasat Charles dan Raymond)


__ADS_3

Vita pergi jalan-jalan bersama Yoora dan Naeun lalu membelanjakan sesuatu barang untuk menebus waktu yang terkuras karena mendengarkan cerita masa lalu ibunya. Mereka bersenang-senang berkeliling mall. Mulai dari area bermain sampai makan-makan.


Usai puas makan dan berkeliling mall, mereka kembali ke apartemen. Mereka menghempaskan bokongnya ke sofa.


“Unnie, aku sangatlah lelah..”


“Iya, ini semua gara-gara eomma”, sela Naeun.


“Apa yang kau katakan?!”, seru Yoora.


“Sudahlah jangan bertengkar. Lebih baik unnie berikan kami minuman dingin dalam kulkas untuk menebus kesalahan unnie yang membuat kita seperti ini”, ucap Vita dengan suara lelah.


“Ya, ya, aku salah, akan aku ambilkan minum untuk kalian”, seru Yoora bera dari sofa melangkah ke dapur mengambil air dingin dan beberapa soda juga tak lupa ia mengupaskan melon dan semangka.


Tak butuh waktu lama Yoora kembali dengan membawa semua makanan segar dan minuman segar. Naeun membuka soda namun tidak berhasil lalu meminta Vita membukakan sodanya. Vita membukakan soda dan menuangkan ke dalam gelas dengan diberi beberapa bongkahan es batu. Lalu mereka minum bersama dengan menghela nafas bersama.


“Vit! Ini nikmat sekali”, seru Yoora.


“Iya unnie, sangat segar seperti di surga”, ucap Vita.


“Apalagi kesegaran buah semangka yang lezatt”, ucap Naeun dengan memberikan jempolnya.


“Ngomong-ngomong tadi pagi itu kenapa ngobrolnya lama banget sih Vit? “, tanya Yoora.


“Ada sesuatu yang harus aku ketahui dari cerita masa laluku saat mamaku belum meninggal”, jawab Vita.


“Ceritain dong mengenai masa lalu yang kau dengar dari ahjumma itu”, ucap Yoora.


“Kepo deh unnie, lebih baik mandi saja sana sebelum keburu terlalu malam”, ucap Vita.


“Yahh, dasar pelit”, seru Yoora.


“Naeun yuk kita mandi”, ajak Yoora dengan beranjak berdiri.


Setelah Yoora gak ada, Vita memikirkan soal cerita yang diceritakan oleh Alena sampai tak menyadari bahwa Yoora telah selesai ritual mandi dan sudah ikut bergabung dengannya kembali bersama Naeun.


“Vit, sana kalau mau mandi”, ucap Yoora sambil mencomot buah melon tetapi Vita tak merespon lalu Yoora kembali bersuara dengan kalimat yang sama.


“Vit, sana kalau mau mandi”, ucap Yoora yang tak direspon olehnya kembali membuat Yoora mendesis.


“Vit!”, seru Yoora dengan menepuk pundaknya. Vita menggelinjang dan tersadar dari lamunannya.


“Unnie!”, kesal Vita.


Yoora berdecak dengan mata sinis. “Apa yang sedang kamu lamunkan?”, tanya Yoora.


Vita menyengir dengan menggaruk tengkuk tidak gatal.


“Unnie sudah selesai ritual mandinya. Kalau begitu aku mandi dulu”, ucap Vita dengan beranjak dari duduknya dan langsung bergegas membersihkan diri.


“Anak itu sedang ngalamun apaan sih? Aku jadi penasaran”, gumam Yoora sambil minum coca cola.


Vita di dalam bath thub tengah bergelut dengan pikirannya sehingga membuat dia berteriak sendiri lalu bergumam, “aku akan rancang nanti saja bersama anak-anak. Masalah selanjutnya aku harus pergi tanpa diketahui jejakku dan berpindah sekolah itu akan lebih baik. Lebih baik sekarang aku merilekskan tubuhku daripada mikirin masalah Rajasa dan Lisa ataupun masalah lainnya”.


...


Lucas saat ini tengah berkumpul bersama para aliansi untuk membahas mulai kelicikan dari Raymon sampai masalah terkait Rajasa di markas rahasia milik Leon.

__ADS_1


“Menurutku pria itu sangat gila”, seru Jorsh setelah membaca dokumen-dokumen mengenai Rajasa.


“Yahh begitulah”, sinis Lucas.


“Kenapa kita tidak melibatkan Johan juga?”, tanya Jorsh.


“Jika kita melibatkan Johan, rencana ini akan sia-sia. Karena Johan pasti akan tersulut emosi hingga Lisa yang telah menyadari akan melarikan diri mencari perlindungan “, ucap Leon sambil membaca data mengenai Rajasa dan Lisa.


“Bukankah lebih bagus melibatkan Johan untuk memainkan drama ini”, usul Damien.


“Apa yang diusulkan oleh Damien ada benarnya juga”, sambung Dominic.


“Kita memberikan Johan untuk mengetahui ini dengan jelas dan menceritakan strategi kita untuk memainkan drama ini. Dia akan mengerti”, ucap Dominic.


“Baiklah, kita hubungi Johan”, ucap Lucas.


“Aku akan hubungi dia”, ucap Jorsh mengajukan diri dan mendapatkan persetujuan dari mereka. Jorsh mengeluarkan ponsel lalu men deal up nomor Johan dengan di speaker.


“Hallo Johan”.


“Hallo Jorsh, tumben kau meneleponku. Ada apa?”


“Kau ada dimana?”


“Aku sedang menemani Lisa berbelanja”


“Bisakah kamu datang ke rumah Leon hari ini?”


“Oh kami sedang party”, sela Dante.


“Apa aku bisa membawa kekasihku?”


“Baiklah, aku akan segera ke sana setelah mengantar Lisa pulang”, jawab Johan.


“Sampai bertemu nanti dude”,”, ucap Jorsh.


Setelah memutuskan sambungan dari Jorsh, Lisa bertanya kepada Johan sambil memilih gaun. “Siapa yang menghubungimu honey?”


“Jorsh sweety. Dia mengajakku party. Tapi, dalam party ini hanya untuk reuni para pria saja. Jadi, aku tidak bisa membawamu ke sana”, jawab Johan.


“Dalam rangka apa?”, tanya Lisa.


“Kemenangan atas tender”, bohong Johan.


“Waoo, kau harus segera ke sana honey. Siapa tahu kamu mendapatkan uang lebih dari pembagian tender”, ucap Lisa tanpa curiga.


“Tentu sweety”, ucap Johan dengan mengulum senyum.


“Kalau begitu kita membayar baju-baju ini dan antarkan aku pulang lalu kamu berangkatlah ke rumah Leon”, ucap Lisa dengan menarik lengan Johan.


Johan merasa lega karena Lisa tidak mencurigai kebohongannya.


Sedangkan di markas pribadi milik Leon, Lucas mendapatkan perlakuan protes dari orang-orang di sekitarnya karena alasan untuk diberikan Johan akan mengakibatkan Lisa curiga.


“Lucas, seharusnya kamu jangan memberikan alasan teekait Leon melepaskan masa lajang, itu akan membuat Lisa curiga lalu bertanya kepada Ana. Mereka berdua terlalu dekat man”, protes Keenan.


“Benar, apa yang dikatakan Keenan man”, ucap Jorsh.

__ADS_1


Lucas hanya bersuara berdecak sambil merakit senjata api.


“Rencana akan gagal jika Lisa mencurigai kita”, ucap Damien.


“Itu salah”, sela Johan yang baru saja datang dengan mengulum senyum.


“Aku memberikan alasan kepadanya bahwa kita memenangkan tender”, sambungnya sambil berjalan ke meja panjang itu.


“Dia lebih peka di banding kalian”, ucap Lucas membela diri.


“Duduklah Johan”, tawar Dominic.


“Ada apa? Kenapa kalian menatapku seperti itu? Seolah-olah aku melakukan kesalahan “, tanya Johan.


“Ya, kamu memiliki kesalahan tetapi sedikit”, ucap Jorsh. Johan mengangkat alis sebelahnya bertanya-tanya dalam pikirannya, “apa yang ku lakukan?”


“Begini Johan, kami menemukan sesuatu yang mengganjal terhadap kekasihmu”, ucap Dominic.


“Maksudnya?”, tanya Johan dengan mengangkat alis sebelah.


“Kau baca sendiri perihal kekasihmu tetapi kamu gak boleh emosi ataupun marah sebab kami membutuhkan sosok kamu untuk memainkan peran”, ucap Dante.


“Ok”, ucap Johan.


Dominic menganggukkan kepala kepada Lucas setelah menelisik mata hitam pekat milik Johan.


“Bacalah”, ucap Dominic sambil menyerahkan tumpukan kertas kepada Johan. Johan membaca satu persatu terkait Lisa membuat jantung miliknya bergemuruh tentang realita tentang Lisa. Johan menghembuskan nafas kasar dengan mengumpat kata kasar.


“Mu..mungkin Lisa hanya di manfaatkan”, sangkal Johan dengan nada frustrasi dan sedih sambil mengusap wajahnya yang gatal.


“Mungkin kamu belum menerima kenyataan. Kami mengerti perasaanmu”, ucap Keenan dengan mengusap pundak Johan.


“Aku memiliki video mengenai Lisa yang sudah aku curigai saat sebelum perayaan ulang tahunnya. Aku mencurigai dia disaat aku setelah menghubunginya yang ku kira kamu saat kau datang bersama Jorsh. Aku mendengar suara pria di samping Lisa ketika membahas masalah untuk memperbaiki hubungan aku dengan Ana”, jelas Leon.


Johan menatap flashdisk dengan menguatkan hatinya untuk membuka isi video. Johan melihat adegan yang menjijikkan bersama pria itu bahkan ia melakukan juga bersama pria lain. Tubuh Johan luruh. Sahabat-sahabatnya sebagai rekan kerja ikut prihatin dengan kondisinya. Mereka tidak bisa berbuat apa-apa selain membiarkan Johan menyendiri.


Johan bangkit pergi meninggalkan markas Leon dengan keadaan menyedihkan setelah apa yang ia lihat dari video tersebut.


Johan menancapkan gas menuju gedung diskotik di siang hari. Ia menyetir sembari sekali-kali memukul setir dan air mata menetes.


“Ini benar-benar membuatku gila. Ternyata selama ini aku berhubungan dengan wanita jal*ng yang sudah di jamah dengan begitu banyak pria. Bangs*tttt!!” jeritan suara hati Johan.


Johan keluar dari mobilnya dan berjalan menuju bar lalu meminta satu botol minuman berkali-kali hingga ia mabuk berat sampai tidak dapat menegakkan kepalanya sampai langit berganti malam. Sang pelayan berada di bar membangunkan Johan berkali-kali yang pada akhirnya Johan terbangun dengan menegakkan kepalanya lalu memberikan kartu dalam dompet setelahnya ia pergi dengan sempoyongan melewati hiru pikuk para pelanggan di diskotik hingga mendengar suara teriakan di bilik ruang sempit. Johan pergi menghampiri wanita yang meminta tolong.


“Apa yang kalian lakukan kepada wanita itu?!”, seru Johan. Rachel menoleh ke sumber suara yang ia kenal dengan mata terkejut.


“Johan”, lirihnya.


“Kamu gak usah ikut campur. Pergilah!”, bentak pria berperawakan gendut.


“Aku gak akan ikut campur apabila wanita itu gak berteriak minta tolong. Sekarang lepaskan wanita itu brengs*k!”, ucap Johan dengan nada tinggi di kalimat akhir.


Pria berperwakan gendut itu melepaskan tangan Rachel lalu melayangkan tinju ke arah Johan namun tinju itu di tangkis oleh Johan. Johan membalikkan keadaan sampai pria berperawakan gendut itu tersungkur akibat tonjokkan keras dari tangan kekar Johan walaupun dia dalam keadaan mabuk. Johan sudah terlatih bela diri sejak kecil hingga ia terkadang tidak bisa di tumbangkan oleh orang-orang biasa bahkan preman-preman kecil yang tak sepadan levelnya. Johan terus menghajar sampai Rachel menjerit dengan berusaha menenangkan emosional Johan yang brutal menghajar pria tersebut.


“Johan! Stop! Stop! Dia bisa mati!”, teriak Rachel dalam tangisannya. Johan berhenti menghajar dengan nafas memburu. Lalu beberapa detik setelah menetralkan emosinya, Johan menatap wajah wanita yang dikenalnya dengan mata menyulut membara. Rachel berada di depannya tak menyadari bahwa Johan tersulut api dalam matanya atas kehadirannya.


Johan beranjak lalu mengangkat tubuh Rachel seperti karung beras. Rachel yang tengah menunduk tiba-tiba merasakan tubuhnya melayang. Lalu Rachel memukul punggung Johan meminta dia untuk menurunkan tubuhnya namun Johan menulikan telingannya di sepanjang jalan sampai di sebuah kamar dekat gedung diskotik. Johan melemparkan tubuh Rachel di atas ranjang. Rachel meringis sakit meskipun kasurnya empuk. Rachel beranjak namun Johan sudah terlebih dulu menahan dengan tubuh telanjang dada entah sejak kapan Johan melepaskan kemejanya yang tak di sadari oleh Rachel.

__ADS_1


“Johan lepaskan”,ronta Rachel dengan tubuh menggeliat. Johan hanya tersenyum sinis dengan tatapan mata tajam membuat Rachel tidak berani menatap namun ia tetap berusaha melepaskan diri dari jeratan Johan akan tetapi tenaganya malah semakin lama terkuras karena tenaga miliknya tak sebanding dengan pria yang berada di atas tubuhnya.


Setelah Rachel menyerah akan apa yang dilakukan Johan. Johan mengikat kedua tangan Rachel di atas kepala ranjang. Lalu Johan melakukan aksinya menikmati setiap tubuh milik Rachel sampai bibir manis itu melenguh. Lalu perlahan Johan mengambil sesuatu berharga miliknya sampai menjerit sakit. Tetapi Johan tetap melakukan sampai Rachel juga terbawa ikut menikmati sentuhan yang diberikan oleh mantan kekasihnya sampai mereka lelah dan terkulai lemas. Mereka tertidur di alam bawah mimpi hingga menjelang esok hari.


__ADS_2