Loyal And Possesive Mafia Billioner

Loyal And Possesive Mafia Billioner
Episode 36 (Siasat Charles dan Raymond1)


__ADS_3

Terik matahari menelisik lewat sela-sela korden dan di sana terdapat dua sejoli masih bergelung di bawa selimut dengan berpelukan lalu tiba-tiba suara alarm dari ponsel berbunyi milik Rachel. Johan terbangun dari alam mimpinya dengan mengusap wajahnya yang habis bangun tidur dengan menetralkan cahaya di matanya. Mata Johan tertuju pada seorang gadis cantik yang masih belum merasa terganggu suara alarm yang terus berbunyi. Johan mengulum senyum dengan mengecup punggung gadis itu yang sekarang telah menjadi wanitanya. Johan perlahan menyingkirkan tangan itu dari tubuhnya agar wanita di sampingnya tidak terusik. Johan pergi mematikan ponsel milik wanitanya. Lalu ke kamar mandi membersihkan diri. Tak butuh waktu lama Johan kembali dengan memakai kemeja putih semalam yang sudah terkoyak akibat tangannya.


Johan menghubungi seseorang untuk membawakan setelan pakaiannya dan membelikan stelan gaun untuk wanitanya. Lalu setelah mematikan ponsel Johan pergi menghampiri wanitanya yang masih bergelung di dalam selimut. Johan terus mengecup punggung milik Rachel tiada henti sampai ia terusik dan terbangun dari alam mimpinya. Rachel membuka mata dengan melenguh dan berganti posisi menjadi terlentang dengan mengusap matanya. Johan terus memperhatikan gerakan-gerakan kecil Rachel. Rachel beranjak mengambil posisi duduk dengan tubuh terasa remuk dan nyeri di bagian sensitif lalu baru menyadari keberadaan Johan saat bersuara menyapa dirinya.


Rachel mengangkat selimutnya sampai menutupi bagian tubuhnya takut akan ada kejadian semalam kedua kalinya. Rachel menatap Johan sinis sambil mengumpat kasar. Johan mendengarkan pun sebenarnya marah namun kenyataannya bahwa dirinya memang bajing*n.


“Minggirlah”, usir Rachel dengan mata menyalang namun Johan tidak tergerak malah diam-diam mengangkat tubuh Rachel bersama selimut yang menutupi tubuhnya ke bak mandi. Lalu Johan pergi meninggalkan Rachel untuk berendam setelah mengecup keningnya.


Rachel hanya termangu lalu beberapa detik bibirnya mulai mengumpat beberapa kata kasar sampai air mata luruh.


Di luar Johan tengah menikmati pemandangan luar dari jendela sambil menikmati kopi yang ia pesan setelah berganti kemeja dengan menggulung lengan kemejanya sampai sebatas siku.


Beberapa lama kemudian Rachel keluar memakai bathtrobe lalu memungut gaunnya yang telah terkoyak. Johan menghentikan Rachel untuk memungut gaunnya yang sudah terkoyak meski mendapatkan bentakan dari Rachel namun tidak membuat Johan takut. Ia malah menyodorkan paper bag berisi pakaiannya.


“Kamu gak perlu memungut gaun itu. Pakailah yang baru aku belikan”, ucap Johan.


Rachel menyambar paper bag itu langsung pergi ke kamar mandi meski sedikit tertatih karena ada sedikit nyeri.


Usai berganti Rachel keluar mengambil tas selempangnya lalu melangkah pergi tanpa menoleh sedikitpun ke arah Johan yang berdiri di dekat jendela dengan tangan bersedekap di dada. Johan mulai bersuara, “kau mau kemana?”


Rachel menulikan telinganya dan tetap terus berjalan sampai di pintu keluar. Ia memegang kenop pintu dan memutar namun tak dapat dibuka. Rachel mendengus kesal dan kembali menghampiri Johan.


“Mana kuncinya”, pinta Rachel dengan tangan di sodorkan. Johan menghela nafas dengan bola mata menyalang akibat wanitanya yang terus merajuk dengan tatapan sinis.


“Isi perutmu dulu baru ku berikan kuncinya”, ucap Johan dengan suara rendah.


“Aku tidak lapar”, hardik Rachel.

__ADS_1


“Terserah kamu”, ujar Johan dengan berjalan menuju sofa lalu menghempaskan bokongnya.


“Ya mana kuncinya”, bentak Rachel.


Johan yang sejak tadi menahan emosi sekarang ia tersulut dengan mengangkat tubuh Rachel dan dibawa ke sofa dengan menyuapi dia makanan lewat bibirnya sampai Rachel hampir tersedat. Johan menatap mata Rachel dengan tajam membuat nyali Rachel berkecil.


“Sekarang isi perutmu. Setelah itu aku antar kamu kembali ke penginapanmu”, ucap Johan.


Rachel hanya dapat menganggukkan kepala daripada dirinya di siksa kembali oleh mantan kekasihnya.


Rachel tak dapat menikmati makanannya karena tubuhnya tak dapat berhenti takut dengan sikap Johan yang mendominasi.


Beberapa menit menyelesaikan makanannya dengan menelan kasar Rachel meminta kuncinya dengan sedikit takut. Johan menatap Rachel dengan mengangkat alis sebelahnya. Rachel kembali mengatakan meminta kunci dengan menyodorkan telapak tangannya namun Johan tidak memberikan malah ia mengangkat tubuh Rachel berpindah tempat ke ranjang tanpa perlawanan karena ia sudah lelah memberontak. Johan memangku tubuh Rachel sambil mengangkat dagu Rachel dan menyuruhnya untuk menatap matanya. Rachel menuruti meski sedikit takut dengan sifat dominan Johan.


“Sejak kapan kamu berada di negara ini?”, tanya Johan dengan melepaskan tangannya dari dagu milil Rachel.


“Apakah karena pekerjaan?”


Rachel menjawab dengan anggukan kepala.


“Dimana kekasihmu yang kau banggakan?”


Rachel tidak menjawab hanya menundukkan kepalanya karena sudah membohongi Johan untuk dapat putus darinya untuk melanjutkan karirnya sebagai model.


“Apakah kamu menyukai kekasih sewaan kamu? Ataukah kekasih khayalanmu itu? Aku bertahun-tahun menyembuhkan luka itu yang kau tanamkan...”, geram Johan dengan meremas lengan Rachel sampai Rachel merasakan sakit dengan meringis.


“Sekarang puas telah membohongiku! Jawab!”, bentak Johan.

__ADS_1


“Apakah kau menikmati menjadi wanita murahan?!” Johan membentak kembali.


“Sa..sakit!” Adu Rachel.


“Iya! Aku membohongimu! Aku wanita murahan yang suka memperlihatkan postur tubuhku! Tapi, tidak semua model seperti itu! Aku memiliki cita-cita sejak kecil ingin menjadi model. Apakah aku tidak bisa?” Tangisan Rachel pecah.


“Aku memang bertahun-tahun memimpikan menjadi model yang tidak terlalu menampilkan postur lekuk tubuhku. Namun semua yang ku jalani tidak seperti yang ku impikan....” Johan merengkuh tubuh Rachel dalam dekapannya dengan mengusap kepala sambil mengucapkan maaf.


Setelah acara tangisan Rachel dan Johan pergi ke penginapan dengan bergandengan tangan. Sampai di penginapan Johan membawa Rachel untuk istirahat lalu malamnya Johan menyuruh Rachel untuk berhenti menjadi model tanpa boleh membantah. Rachel menganggukkan kepala dalam dekapan Johan. Rachel sudah gak peduli lagi menjadi modeling yang bukan impiannya. Rachel ingin dikehidupannya tidak mengorbankan cintanya kembali hanya karena keegoisan semata.


...


Di Mahattan Raymon dan Charles bersiasat memanfaatkan Rajasa untuk melancarkan bisnisnya yang ilegal demi mengumpulkan pundi-pundi uang.


“Raymond, kita memiliki lebih dari uang investasi yang kita miliki. Kita sebentar lagi bisa menghancurkan aliansi singa putih yang selama ini dikuasai oleh Xavier”, seru Charles.


“Benar, kau katakan Charlesh. Kita hanya menunggu beberapa tahun saja dan itu tidak perlu lama untuk menghancurkan aliansi itu”, seringai kecil dari Raymond.


“Akhir-akhir ini kita telah mengambil kesuksesa dari Rajasa dan putrinya yang gila itu. Kita tinggal selangkah untuk melawan mereka”, ucap Raymond.


“Ya, yang kita perlukan saat ini mempermainkan tak tik kita untuk mempermainkan aliansi mereka agar terpecah dan kita gak perlu menunggu terlalu lama sepertinya kita bisa melakukan itu”, ucap Charles dengan menyesap serutu.


“Kita harus manfaatkan Lisa putri dari Rajasa untuk menculik para wanita yang mereka sukai. Mereka sangat lemah apabila terkait dengan wanitanya. Kita bisa mengambil keuntungan dari memainkan sebagai dalang”, ucap Raymon dengan menyeringai.


“Lakukanlah recana kita selanjutnya”, perintah Charles.


“Tentu”, ucap Raymond dengan senang hati lalu mereka tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


__ADS_2