Loyal And Possesive Mafia Billioner

Loyal And Possesive Mafia Billioner
Episode 45 (Memeluk erat gadis kecil)


__ADS_3

Lucas terus melajukan mobilnya tanpa melihat ekspresi Vita yang takut. Beberapa lama kemudian mereka telah sampai di sebuah perumahan elit. Lucas menekan klakson. Sang penjaga membuka pintu gerbang. Lucas melajukan mobilnya memasuki perkarangan. Lucas keluar dari mobil sedangkan Vita terlihat bingung. Lucas langsung membuka pintu mobil dan melepaskan sabuk pengaman lalu menarik Vita hingga gadis itu terseyok sampai di kamar. Vita langsung berteriak di depan Lucas.


“Apaaan sihh!!” Lucas menatap Vita dengan ekspresi dingin dan tajam usai mendengar teriakan gadis kecilnya. Vita tidak berani menatap mata elang tersebut. Lalu ia menarik nafas dengan menghempaskan tangan besar milik Lucas kemudian mengatakan suara keras, “Sakit!!”


Lucas mengabaikan aduan Vita. Ia malah menarik tubuhnya dalam pelukkannya sambil berkata dengan suara pelan, “aku merindukanmu.”


Vita tidak bisa berkata apa yang ia dengar. Vita masih belum bisa menerima pria yang ia peluk sebelum semua urusan terselesaikan. Ia juga takut membangun keluarga karena dia mengalami berbagai hal mengerikan dalam hidupnya yang berkabut hitam.


Lucas melepaskan pelukkannya lalu memberikan kecupan pada kening Vita, terus turun ke mata, sampai bibir ranum yang ia rindukan juga. Lucas mencium dengan lembut membuat Vita terbuai dan menerima perlakuan pria berumur tersebut. Nafas mereka terengah-engah akibat kurangnya oksigen. Lucas melepaskan, lalu mengusap bibir ranum Vita sambil mengatakan, “aku ingin segera menikahimu agar kau tak menghilang terus menerus.”


Vita mengabaikan perkataan Lucas dengan menginjak kaki dan mencubit perut six pack pria tua tersebut dengan melangkah menuju pintu keluar namun pintu tersebut tidak dapat dibuka karena Lucas telah mengunci. Vita menghembuskan nafas dengan memegang kenop pintu lalu kembali melangkah ke arah Lucas.


“Ada apa?” tanya Lucas pura-pura tidak tahu.


Vita mengadahkan tangannya di depan Lucas. Lucas malah bertanya, “apa?”


Vita kesal dengan permainan pria di depannya.


“Kuncinya!”

__ADS_1


“Kunci?” Lucas mengangkat alis sebelahnya dengan tangan masih terselip di kantung celana hitam.


“Iya, kunci pintu kamar ini”, geram Vita dengan tangan mengadah.


“Aku tidak membawa kunci. Mungkin pembantu di sini yang membawa kuncinya”, ucap Lucas dengan melangkah meninggalkan Vita ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Vita pun kesal dengan tingkah Lucas. Vita menghentakkan kakinya menuju sofa. Vita merogoh saku untuk mengambil ponsel namun sayang ia lupa kalau ponselnya tertinggal di ruangan rias pengantin. Vita menepuk keningnya, lalu ia berbaring di atas sofa sambil menatap atap dan lama kelamaan matanya tertutup.


...


Pada saat jelang pagi pukul 04.00 Vita terbangun dengan merenggangkan otot yang terasa berat di pinggang. Vita menatap ke bawah. Ia melihat tangan kokoh milik Lucas. Vita menurunkan kedua tangannya lalu dengan hati-hati memindahkan tangan Lucas namun tangan kokoh tersebut malah memeluk pinggangnya dengan erat sampai Vita tidak bisa bernafas. Lucas yang berada di punggungnya mengatakan, “tidurlah kembali, ini masih belum pagi.”


“Aku sudah tidak mengantuk. Tolong tangannya menyingkir”, protes Vita.


“Baiklah”, Lucas melonggarkan pelukan di pinggang Vita. Vita sudah dapat beranjak namun tiba-tiba tangannya ditarik dan dibawa ke dalam dekapan Lucas sampai hidungnya menabrak dada bidangnya. “Aww”, adu Vita. Lucas mengatakan dengan tulus, “I’m sorry”, dengan suara serak khas-nya sambil mengapit kaki Vita di antara kedua kakinya. Vita tidak bisa bergerak dan hanya dapat menggeliat seperti cacing. Lucas yang merasakan gesekan aneh memberikan peringatan kepada Vita, “jangan bergerak, jika sampai membangunkan singa jantan maka kamu harus tanggung jawab”, sambil tersenyum menyeringai.


Pukul 08.00 Lucas kembali membuka mata. Lucas melihat gadisnya tertidur kembali dalam pelukkannya. Lucas memberikan kecupan berkali-kali dikepalanya. Lalu ia beranjak dari tidur mengambil air. Kemudian masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setengah jam kemudian Lucas keluar dengan memakai setelan lengkap yaitu celana panjang dengan kaos putih sambil mengeringkan rambut dengan handuk. Lucas berjalan ke ranjang king size untuk membangunkan gadis kecilnya dengan berbaring di sampingnya. Ia mengecup pundak milik Vita dibelakang.


“Sweety, Come on, Wake up”, ajak Lucas.

__ADS_1


“Bangunlah, kita harus sarapan pagi”, ucapnya dengan berkali-kali mengecup telinganya.


Vita bangun dari alam mimpinya dengan mengangkat ke dua tangan ke udara sambil mengulet seperti anak kecil. Lucas melihat Vita bangun dengan kebiasaannya membuat momen itu adalah pemandangan indah. Lucas semakin gemas dengan pola Vita. Lucas langsung menarik tengkuknya dan memberikan morning kiss. Vita meronta apa yang dilakukan oleh Lucas. Lucas tidak melepaskan malah semakin dalam ciuman itu.


Lucas melepaskan sambil berbisik, “pola tidur mu begitu buruk sweety.” Lucas beranjak dari ranjang dan menyuruh Vita membersihkan diri. Vita bangun dari tidurnya. Sementara Lucas mengangkat telepon dari seseorang di seberang sana di balkon.


Beberapa lama kemudian Vita keluar lalu mengeringkan rambutnya yang basah dan bersamaan dengan Lucas selesai mengangkat telepon. Lucas melangkahkan kakinya masuk ke dalam kemudian mengambil alih hairdryar dari tangan Vita. Vita mengalah dan menerima perlakuan pria yang berada di belakangnya.


“Sweety, kita harus pergi ke Amerika. Momy ingin bertemu denganmu dan sekalian aku kembali untuk menangani pekerjaan yang sulit di handel oleh daddy”, ucap Lucas sambil mengeringkan rambut milik gadisnya.


“Pergilah, tapi, tanpa aku”, tolak Vita dengan senyum singkat.


“Aku akan membawamu. Aku tidak suka penolakan darimu”, seru Lucas.


“Aku gak mau pergi”, tolak Vita.


Lucas membuang nafas lalu membalikkan kursi yang di duduki Vita ke arahnya. Lucas menatap lekat di matanya kemudian menyeringai.


“Kamu tetap harus ikut. Aku akan tetap membawamu walau kamu seribu kali menolak”, tandas Lucas dengan mengecup bibirnya. Lucas beranjak memanggil pelayan yang ia kerjakan untuk membantunya membereskan barang miliknya.

__ADS_1


Vita berada dibelakang mengumpat kasar pria pemaksa itu dengan erat mengepalkan tangannya lalu memberanikan diri bersuara keras menolak ajakan Lucas. Lucas kembali melangkah ke arah Vita dengan mengusap bibirnya dengan lembut dengan berkata di depan wajahnya.


“Bibirmu manis, namun perlu ku hukum usai kita sampai dalam pesawat. Jangan coba-coba lari dariku.”


__ADS_2