Loyal And Possesive Mafia Billioner

Loyal And Possesive Mafia Billioner
Episode 44 (Pernikahan Ana dan Leon)


__ADS_3

Lima bulan berlalu setelah hilangnya Vita. Ana yang tengah duduk di sofa panjang hanya menghela nafas kasar sebab ia merasa sedih di pernikahannya kini tidak dihadiri oleh sahabat terdekatnya. Ketika tengah gelisah, sedih, dan melamun tiba-tiba ia dikagetkan teman-temannya dengan ditepuk bahunya. Ana terkejut melihat teman-temannya di depannya.


“Sejak kapan kalian di sini?”


“Kami baru saja..” ucap Clarisha.


“Zella sejak tadi sudah heboh dan berteriak namun kamu tidak menggapai”, sambung Mara.


“Ada apa tuan putri melamun sih?” tanya Adele sambil mengusap bayi yang ia gendong.


Ana menghela nafas panjang lalu tersenyum paksa dengan unjuk gigi.


“Pasti kamu sedih karena Vita tidak hadir”, singgung Clarisha.


Ana menjawab dengan anggukan.


“Kami pun juga ikut sedih..” ucap Zella.


“Kenapa ia suka pergi menghilang sih”, gerutu Zella.


“Dia mungkin menghilang mengejar Lisa”, ucap Clarisha.


“Sudahlah, jangan sedih-sedih, suatu hari kita pasti akan bertemu kembali. Sekarang kita foto yuk!” seru Zella.


“Tunggu”, Ana menghentikan sesi foto mereka.


“Ada apa sih An?” tanya Zella yang sudah akan mengambil pose.


“Kalian lupa ya, di sekitar kita ada tamu yang belum kalian kenalkan padaku”, ucap Ana.


“Oh ya ya”, ucap Clarisha dengan menepuk jidat.


“Kenalkan dia itu Rachel kekasih Johan”, sahut Zella.


“Hai apa kabar”, sapa Ana.


“Kenalkan saya Rachel”, ucapnya.


“Aku Ana senang bertemu denganmu”, memberikan senyum hangat untuk teman barunya.


“Usai kalian berkenalan, mari kita berfoto”, seru Zella yang tidak sabaran.


“Ayo, bilang chiss”, seru Zella lalu diikuti teman-temannya.


Sementara di kamar pengantin pria mereka juga melakukan sesi foto kemudian berbincang seputaran bisnis dan masalah lainnya.


“Bagaimana keberadaan Vita?” Jorsh menyinggung persoalan kembali mengenai gadisnya Lucas.


“Entahlah, aku belum menemukan jejaknya”, jawab Lucas dengan ekspresi sedih.


“Tenanglah, dia orang kuat”, ucap Dante dengan menepuk-nepuk pundak Lucas.


“Aku sudah mengerahkan semua orang-orangku, pasti ia ditemukan”, ucap Dominic.


“Ku harap begitu”, ucap Lucas.


Eddy berada di balik pintu mengetuk. Leon mempersilakan orang di luar masuk.


“Dad”, panggil Leon.


“Boy, sebentar lagi acara di mulai. Bersiaplah”, ucap Eddy.


“Tentu”, ucap Leon.


“Baiklah, daddy akan keluar dan menemui calon menantuku. Pasti ia tengah gugup”, ucap Eddy.


“Sekali lagi daddy mengucapkan selamat untukmu boy”, ucap Eddy kembali sambil memeluk Leon.


“Thank you dad”, ucap Leon.


Eddy keluar dari kamar Leon. Sekarang ia menuju kamar pengantin perempuan. Di dalam kamar sudah ada istrinya bernama Lavianna. Di tengah perbincangan mereka Eddy mengganggu.


“Sweety, bersiaplah”, senyum Eddy.


“Nak, bersiap-siap, momy tunggu di luar”, senyum Lavianna.


“Iya, mom”, senyum Ana.


Lavianna keluar dari kamar pengantin perempuan. Lalu Eddy mendekati kemudian memuji kecantikan Ana.


“Kamu sangat cantij sweety.”


“Thank you dad”, ucap Ana dengan tersipu.

__ADS_1


“Daddy berharap kalian bahagia dan segera di karunia cucu yang banyak. Biar kami ada yang menemani masa tua kami”, sambil menepuk tangan lentik Ana.


“Tentu dad”, ucap Ana dengan senyum.


...


Di penghujung acara sang MC memulai memanggil sang mempelai pria usai menyapa para tamu undangan.


“Di hari istimewa ini sebelum memanggil kedua pengantin mari kita doakan untuk dua pasang ini dengan harapan kita semoga kedua mempelai dianugerahkan kebahagiaan dan rezeki melimpah.”


“Amin”, teriak para tamu undangan.


“Mari kita sambut pengantin pria, Leonard, beri tepuk tangan”, seru sang MC. Para tamu undangan menyambut dengan bertepuk tangan.


Leonard berjalan dengan tegak lurus berekspresi dingin, maskulin, dan tatapan tajam membuat para wanita di bawah sana tak bisa mengalihkan pandangan.


“Wow, Leon terlihat tampan”, bisik wanita berambut keriting.


Sang wanita disebelahnya mengangguk. Lalu wanita bergaun merah maroon nan sexy tersenyum menyeringai di tengah para tamu undangan.


Lucas yang tengah duduk bersama ketiga rekannya yaitu, Dante, Steve, dan Jorsh tiba-tiba mendapatkan dentingan pesan dari anak buahnya. Dalam pesan tersebut berisi bahwa gadisnya kembali. Lucas menengok ke segala arah lalu berdiri mencari Vita. Namun nihil ia dapatkan. Lucas kembali untuk tidak mencolok di area kebahagiaan sahabatnya. Lucas kembali menikmati suasana pernikahan Leon dan Ana sambil terus mengirim pesan kepada anak buahnya dengan diam-diam.


Sementara diatas panggung sang MC memanggil mempelai wanita. “Mari kita sambut sang mempelai wanita yang di tunggu-tunggu. Silahkan masuk Ana Nur Shakeela”, seru sang MC.


Pintu tunggu pun terbuka menampilkan Ana sedang memegang lengan Eddy ayah Leonard. Ana berjalan menuju altar dengan diantar oleh Eddy. Leornard menatap dengan mata berbinar melihat kecantikan istrinya memakai gaun pengantin. Sampai dihadapan Leon, Eddy memegang tangan Ana lalu menyerahkan sang menantu kepada putranya. Eddy memberikan pesan sepatah untuk putranya sebagai perwakilan pihak menantu yang sudah dianggap putrinya.


“Tolong jaga dia dengan baik. Ingatlah, jika kamu berani menyakitinya aku yang terdepan. Jangan jadi pria brengsek. Jagalah istrimu layaknya dewi dari langit.”


“Pasti. Aku tak akan mengecewakanmu dad..” Leon mengatakan dengan menatap kecantikan calon istrinya yang sebentar lagi sah. “Aku akan melayaninya seperti dewi”, lanjut Leon dengan mengecup tangan istrinya yang telah diserahkan oleh daddy-nya.


Setelah mendengar ketegasan dari sang putranya, Eddy pergi meninggalkan mereka berdua untuk mengucap janji suci. Leon menggandeng tangan Ana yang terasa hangat untuk menghadap sang pendeta. Sang pendeta mulai berkata, “Sekarang kalian saling berikan hormat.” Sekarang mereka saling menghormat sesuai panduan sang pendeta. Ana berharap dalam hati untuk diberikan kebahagiaan untuk keluarga kecilnya nanti.


“Sekarang ikuti kata saya”, ucap pendeta yang diangguki dua mempelai.


“Saya, Leonard berjanji akan selalu setia di sampingnya baik suka atau duka dan tidak akan melepaskan wanita yang ku cintai saat ini berada di depanku.” Leonard mengatakan ulang apa yang pendeta katakan penuh hikmat dengan menatap mata Ana.


“Saya, Ana Nur Shakeela berjanji akan selalu setia di sampingnya baik suka atau duka dan tidak akan melepaskan pria yang ku cintai saat ini berada di depanku.” Ana mengatakan ulang apa yang pendeta katakan penuh hikmat.


Usai ikrar janji sang Pendeta menyuruh Leon memasangkan cincin di jari manis Ana kemudian sebaliknya Ana memasangkan cincin di jari manis Leon. Kemudian mereka berciuman di hadapan para tamu. Para tamu bersorak riuh dan bertepuk tangan usai melepaskan ciuman.


Di tengah ke riuhan para tamu, Leon berbisik di telinga Ana dengan mengatakan, “aku akan menikmati malam pertama dengan puas sampai kamu tidak bisa berjalan.” Ana mendengar perkataan Leon kaget lalu ia mencubit perut six pax Leon. Leon mengadu sakit kemudian mengecup bibir Ana sambil berkata, “I Love You.”


...


“ Dari mana saja kamu?”


“A..”


“Jawablah” Lucas memberikan tatapan tajam sambil melihat wajah gadisnya.


“A..aku pergi berkelana mencari musuhku”, lirih Vita sambil menunduk karena takut dengan tatapan menajam dari Lucas.


“Ngapain muncul, bukankah lebih baik kamu gak perlu muncul lagi?” Lucas menaikan alis sebelah.


“Aku muncul ke sini bukan karena uncle. Tapi, aku harus menangkap wanita ular di tengah pesta bahagia Ana”, ucap Vita dengan menatap Lucas.


Lucas mengumpat kasar dengan mendorong tubuh Vita. Lucas berdiri dengan memegang kepalanya.


“Kapan kamu mengetahui jika wanita ular itu ada di sini?” tatap Lucas dengan tajam.


“Tenanglah tuan. Dia saat ini menyamar menjadi Vita”, ucapan Reno membuat Lucas terkejut, “What’s!”


“Tuan pasti sudah mendapat kabar dari pengawal di sini”, ucap Reno.


“Ya, sekarang dia dimana?”


“Ada di tengah kerumunan.”


“Apakah anda bisa membantu kami?” tanya Reno.


“Ya tentu..” jeda Lucas dengan menatap Vita yang sejak tadi hanya diam. Lucas berjalan menghampiri Vita lalu mengusap pipinya dengan jari telunjuknya lalu berkata, “apakah ada imbalannya?” sambil tersenyum menyeringai.


“What’s! Anda terlalu perhitungan”, ucap Vita.


“Ya, jika kamu tidak mau, aku tidak bisa membantu kalian”, senyum seringai Lucas dengan mengangkat dagu Vita lalu mengecup. Vita terkejut dengan mata mendelik.


“Gak apa-apa jika anda tidak bisa..”


“Ya, kami akan berikan imbalan”, sahut Reno yang sudah mengerti situasi mereka.


“Yah!” seru Vita.


“Baiklah”, ucap Lucas dengan memasukkan kedua tangannya di saku celana sambil tersenyum menyeringai.

__ADS_1


“Imbalan itu yang harus bayar hanya kamu”, imbuhnya menatap Vita.


“Sekarang ikutlah denganku”, ajak Lucas menarik tangan Vita lewat belakang rumah. Vita berjalan sambil membenarkan topi.


Sampai di ruang kosong Lucas menghubungi anak buahnya.


“Hallo.”


“Ya tuan.”


“Tolong panggil penata rias ke ruangan dekat gudang.”


“Jangan sampai ada yang mengetahui”, lanjut Lucas.


“Baik tuan.”


Sementara di kemeriahan pesta Lisa mulai melakukan siasatnya dengan menghubungi anak buahnya setelah itu mulai aksinya. Ia berjalan naik ke atas panggung menemui Ana.


“Ana”, panggil Lisa.


Ana menengok ke arah kiri. Ana terkejut dengan mata mendelik.


“Vita”, gumamnya. Lalu orang-orang terdekat tak kalah terkejut yang sejak tadi memperhatikan penampilan Vita.


“Hai”, sapa Lisa dengan senyum sambil melambaikan tangan.


“Selamat atas pernikahanmu ya An”, ucap Lisa dengan menyodorkan tangannya. Jorsh berada dibawah berbisik kepada Davin, “ia terlihat sexy dengan penampilan berbeda man.”


“Oh thank you”, ucap Ana.


Ketika tengah berjabat tangan Lucas datang menggandeng seorang wanita dengan memakai cadar. Lucas naik ke atas panggung. Lisa berada di samping Lucas dan wanita di samping Lucas melirik dengan senyum menyeringai. “Akan ku tangkap mangsa ini. Tak akan ku biarkan kamu lari lagi.”


“Hai An”, sapa Lucas.


“Hai Lucas”, sapa balik Ana.


“Siapa wanita di sampingmu?”, tanya Ana.


“Dia, calon istriku”, senyum Lucas dengan mengusap tangan Vita. Vita disampingnya hanya membola. Lisa mendengar itu berpura-pura cemburu.


“What’s!” terkejutnya.


“Ka..kau, setelah menyatakan cinta kepadaku dan terus merayuku, kamu dengan mudahnya mendapatkan kekasih baru. Dasar pria playboy”, ucapnya dengan ekspresi marah sambil memukul dada bidang Lucas secara tiba-tiba. Lucas langsung mencekal kedua tangan Lisa dengan senyum miring.


“Maaf sweety, aku gak bisa mencintaimu selamanya. Ternyata hatiku mudah berpaling’, ucap Lucas dengan ekspresi sedih.


“Sekarang lepasin aku. Aku mau pergi!” seru Lisa. Lucas malah mencekal dengan kuat sampai datanglah beberapa pria berjas hitam menuju ke atas altar. Lisa melihat itu pun mencoba untuk berlari dengan terus mencoba melepas diri.


Lisa terus mencoba dan akhirnya bisa lolos dan ia berlari namun tiba-tiba tersandung lalu tubuhnya terasa terdorong ke depan. Kemudian Lisa jatuh ke depan. Vita menarik tangan Lisa ke belakang sambil mengomel.


“Sudah lama kita tidak menunggu Vita bertopeng kloning”, sambil mengikat kedua tangannya.


“Brengsek”, umpat Lisa.


“Kalian akan menyesal”, geram Lisa.


“Kami gak pernah menyesali perbuatan ini”, ucap Vita dengan melepaskan cadar. Semua orang terkejut terutama Ana. “Apa yang terjadi?”


“Aku sangat menantikan bagaimana bisa menangkapmu sweet girl. Aku akan bawa kamu ke rumah sakit jiwa agar kamu bisa jadi manusia lebih baik”, ucapan Vita terjeda mendengar teriakan Reno.


“Vita!”


“Vita!”


“Vita!”


“Ada apa?” tanya Vita.


“Lihatlah pesan ini”, ucap Reno dengan menyerahkan ponsel miliknya.


Vita langsung merampas dan melihat pesan dari nomor tidak dikenal.


Unkwon


Luar biasa permainan ini. Straight 2-0😊


Vita geram dan kesal usai membaca pesan. Vita beranjak dari tubuh wanita itu. Ia mencoba membuka topeng kloning dengan kasar dengan kesal. Vita pergi berlari namun lengannya langsung dicekal oleh Lucas.


“Kamu mau kemana?” tanya Lucas dengan ekspresi dingin dan mata menajam untuk mengintimidasi Vita.


Vita mengabaikan tatapan tersebut dengan terus melepaskan diri. Lucas tetap mencengkram dengan erat. Lucas menarik lengan Vita dengan kasar untuk menghindari keributan di tengah pernikahan Ana dan Leon juga agar tidak menjadi pusat perhatian orang-orang di sana. Lucas terus menggeret tanpa medulikan rintihan. Lucas langsung mendorong tubuh Vita ke mobil kemudian menyusul masuk lalu menancapkan gas dengan kecepatan penuh.


Di gedung pernikahan Ana terkejut apalagi orang disekitar. Leon membawa tubuh istrinya ke dalam dekapan. Kedua orang tua Leon tidak kalah syok apa yang terjadi di hari bahagia putranya.

__ADS_1


__ADS_2