
Lucas pergi menghubungi anak buahnya yang ia percaya.
“Hallo,..”
“Siapkan mobil, hari ini pergi ke Bandara!”
“Baik tuan.”
Lucas kembali menghampiri Vita yang terlentang sambil memeluk guling dengan mata tertutup. Lucas duduk di sampingnya lalu mencium keningnya.
“I’m sorry sweetheart,..”, sambil mengusap kening milik Vita.
“Jika aku tidak memberimu obat tidur, kamu pasti meronta. Aku tidak mau kewalahan menghadapimu yang terus ingin melarikan diri. Have a nice dream.”
...
Vita terbangun dari mimpinya dengan merenggangkan otot-ototnya sambil mengeluh dan menghembuskan nafas kasar dengan menatap ruangan yang begitu asing. Beberapa menit kemudian ia baru ingat jika dia dibawa Lucas ke tempat dimana ia ingin membawanya. Vita bangun lalu duduk sambil mencari ponsel. Namun benda pipih itu nihil ia temuka. Ketika sibuk dengan perasaan kesal tiba-tiba ada orang yang mengetuk pintu. Vita berteriak menyuruh orang di luar untuk masuk.
“Masuk!”
“Cklek...” Mrs. Sarah masuk lalu berkata dengan sopan, “nona kami sudah siapkan gaun untuk anda pakai sebelum tuan kembali.”
“Ini pukul berapa?”
__ADS_1
“Sekarang masih sore pukul 06.00.”
“Sebelum aku mandi, apakah boleh minta makan dulu. Perutku mulai meronta”, ucap Vita dengan senyum.
“Baiklah, makanan sudah siap. Makanannya akan dibawa oleh pelayan lain”.
Flashback sebelum Lucas pergi ke kantor untuk rapat.
“Mrs. Sarah!” panggil Lucas.
Mrs. Sarah datang sedikit berlari ke arah Lucas dengan membungkuk.
“Saya mau minta tolong buatkan makan pada pukul 05.00 sore, lalu bawa ke kamar saya. Soalnya ketika ia bangun pertama ia cari makanan. Tolong siapkan di kamar pukul 06.00 setelah ia terbangun”, perintah Lucas.
“Setelah itu siapkan gaun untuknya yang ada di lemari. Suruh dia bersiap sebelum pukul 08.00 malam”, ucap Lucas.
“Baik Tuan”.
....
Beberapa lama kemudian ia sudah bersiap dengan gaun yang telah di siapkan oleh Mrs. Sarah dengan warna coklat muda dengan perpaduan renda. Ia terlihat cantik dan elegan dengan rambut panjangnya sedikit di bergelombang dan penjepit mutiara. Mrs. Samantha tersenyum puas melihat penampilan Vita.
“you’re beatiful”, puji Mrs. Sarah.
__ADS_1
“Thank you”, ucap Vita dengan senyum malu.
“Mari kita temui Mr. Lucas, dia pasti menunggu kamu lama”, ajak Mrs. Sarah.
Vita mengangguk dengan senyum. Mereka berjalan ke ruang tengah di mana Lucas menunggu. Vita menuruni tangga satu persatu dengan sepatu pantofel yang senada dengan gaunnya. Lucas yang sejak tadi memperhatikan ponsel mengadah kepalanya ke arah tangga dan melihat gadis kecilnya yang sedang menuruni tangga. Tanpa sengaja terucap dari bibir nya, “you’re beatiful”, sambil beranjak dari sofa.
Lucas tak berhenti menatap penampilan gadis kecilnya sampai berada di hadapannya yang berjarak lima langkah. Lucas tersenyum melihat keindahan yang ada di depan matanya. Mrs. Sarah mengundurkan diri tanpa di perintahkan karena ia tahu suasana sejoli yang bagaikan pangeran dan permaisuri saling menatap penuh cinta.
Lucas menarik pinggang Vita sampai ia terkejut.
“Apa yang anda lakukan tuan Lucas?” tanya Vita dengan berbisik.
Lucas tidak menjawab. Ia malah memandang wajahnya dengan intens membuat jantung Vita berdegup kencang.
“Apa-apaan ini, Wahhh..”, dengan memukul dadanya.
“Aku harus lepas dari pria ini sebelum mati muda. Aku belum menyelesaikan visiku. Ya, aku harus lepas darinya”, batin Vita.
Vita mencoba melepas diri namun sayang pegangan Lucas di pinggangnya semakin erat. Vita mencoba, terus mencoba, dan mencoba namun Lucas tidak melepaskan malah ia mendekatkan wajahnya satu inci dan nafasnya terasa di wajahnya. Vita menjauhkan wajahnya akan tetapi kepalanya di tahan sampai bibirnya merasakan benda kenyal itu. Vita mendelik dan terbuai dengan kelembutan yang Lucas berikan. Lucas melakukan pelan, lembut, membuat Vita terbuai. Lalu akhirnya Lucas melepaskan sambil mengusap bibir gadis kecilnya dengan ibu jari sambil berkata dengan suara beratnya, “ini hanya milikku.”
Lucas melepaskan pelukkannya sambil berkata, “kita lebih baik pergi sebelum pestanya di mulai”, dengan menggandeng tangan Vita.
Vita duduk di samping kemudi dengan mengutuk dirinya yang masih terbuai dan merasakan sentuhan yang diberikan pria di sampingnya.
__ADS_1
“Vit..kau gila, bisa-bisanya kamu terbuai dengan pria itu. Dia itu bukan tipe yang kau idamkan. Sadarlah... Sadarlah..” sambil memukul pipinya dalam gambaran hati kecilnya.