Loyal And Possesive Mafia Billioner

Loyal And Possesive Mafia Billioner
Episode 34 (Kisah cinta masa lalu Monica 2)


__ADS_3

Lima tahun kemudian Monica menjalani hidup rumah tangga dengan penuh tekanan, depresi, dan kesedihan semenjak lima tahun lalu mengalami keguguran akibat kekerasan dari suaminya sekarang pun Monica juga mengalami itu. Monica sangat menyesal dengan kehidupannya. Ia merutuki kebodohannya yang tidak mendengarkan ucapan dari sahabatnya.


“Oh Tuhan bantulah hambamu ini yang lemah dan lindungilah janin yang ku kandung agar tidak di jual oleh suamiku”, mohon Monica dalam tangisan terisak.


Saat Monica tengah menangis dalam kamar, Rajasa datang dengan suara teriakan memanggil nama Monica. Monica mendengar itu terkesiap dengan menghapus air mata dan keluar menemui suaminya.


“Ya mas, ada apa?”, tanya Monica.


“Berdandanlah dengan cantik dan jangan banyak membantah. Hari ini kau beruntung mendapatkan pekerjaan di kasino untuk melayani mereka minum. Hidupmu sangat beruntung karena tidak sampai di sentuh dan dibawa ke atas tempat tidur. Suami cukup bangga dengan kamu sweety”, ucap Rajasa.


“Aku saat ini menikmati uang lebih dari hasil kerja istriku yang pintar dalam administrasi dan tidak sampai dikotori tubuhnya dengan sentuhan pria lain”, seru batin Rajasa.


Tiga puluh menit kemudian Monica keluar dengan polesan wajah yang sungguh cantik dan dapat menarik perhatian para pria. Rajasa menelisik tubuh Monica dari bawah sampai ke atas.


“Sangat sempurna sweety”, puji Rajasa.


“Ayo kita pergi”, ajak Rajasa.


Rajasa membawa Monica menemui seorang pria yang telah memesan istrinya. Pria itu bernama Ellios.


“Tuan, saya sudah membawa perempuan yang ingin kau layani”, ucap Rajasa dengan sopan.


“Baiklah, kamu boleh pergi”,usir Ellios.


Ketika Rajasa akan pergi Monica mencekal lengan panjang nan kokoh itu.


Rajasa menoleh dengan mengulum senyum, “tenang sweety, kamu gak bakalan diapa-apain olehnya. Dia hanya minta di layani saja”. Rajasa menghempaskan tangan Monica dan meninggalkannya pergi.


Tubuh Monica menegang saat matanya bertubrukan.


“Duduklah”,suara dingin dari pria tersebut.


“Aku sebenarnya tidak tertarik denganmu. Saya ke sini hanya di perintahkan oleh seseorang. Kamu ikutlah saya, baru kau mengetahui”, ucap pria itu.


Monica dan Ellios pergi lewat pintu belakang. Ellios menyuruh Monica masuk ke dalam mobil. Monica menuruti perintahnya. Lalu Ellios masuk dan menancapkan gas membelah jalanan yang tidak terlalu ramai. Beberapa lama kemudian mereka telah tiba di sebuah rumah sederhana yang jauh dari kota Jakarta.


“Turunlah”, perintahnya.


“Ini di mana tuan? Sepertinya runah ini jauh dari kota Jakarta”, ucap Monica.


“Nanti anda akan tahu. Mari ikut saya”,ajaknya.


Pria itu mengetuk pintu dengan keras. Lalu pintu itu terbuka menampakkan wajah yang seorang pria yang dikenalnya.


“Siapa ya pria ini? Menurutku dia gak begitu asing dan pernah bertemu”, batin Monica.


“Ayo masuk”, ucap pria itu.


“Baik tuan”, ucap Ellios.


“Nona”, tepuk Ellios di pundak Monica untuk menyadarkan dari lamunan.

__ADS_1


“Kita di suruh masuk”, bisik Ellios.


Monica mengikuti pria itu masuk. Sampai di ruangan tengah tiba-tiba dari sudut dalam memanggil namanya dan tak lain sahabat lamanya.


“Monica!”, teriak Alena dengan berlari membawa perut besarnya dan memeluk tubuh Monica. Tubuh Monica menegang lalu menangis histeris. Alena mendengar tangisan itu mengerti akan kesedihan yang dialami sahabatnya.


“Maafkan aku, Alena,aku benar-benar manusia bodoh dan tidak mau menerima masukkan dari sahabatku. Kini aku sangat menyesal”, ucap Monica dengan tangisan histeris.


“Sudahlah, kalian ungkapkan masing-masing isi hati di ruangan ini. Kami keluar dulu”, ucap Thomas.


Alena mengajak Monica untuk duduk di sofa.


“Sudah lama kita gak ketemu dan sekali bertemu perutmu buncit”, ucap Monica dengan terkikik geli.


“Iya Monic”, ucap Alena mengulum senyum.


“Apakah kau sudah tahu jenis kelaminnya anakmu?”, tanya Monica dengan mengusap perut milik Alena.


“Humm, dia laki-laki. Aku sekarang memiliki dua putra Monica”, ucap Alena.


“Berarti dalam kandungan kamu memiliki dua bayi kembar?”, tanya Monica.


“No, aku memiliki satu putra yang kini beranjak lima tahun. Lalu putraku yang satu masih dalam perut. Jadi, aku memiliki dua putra. Aku ingin selanjutnya memiliki anak perempuan”, ucap Alena.


“Syukurlah, kamu memiliki malaikat-malaikat yang bisa kau lindungi dan tetap sehat”, ucap Monica dengan senyum kecut karena mengingat nasibnya yang pernah mengandung buah hati lima tahun lalu mengalami keguguran akibat kekerasan Rajasa.


“Kamu juga memiliki seorang malaikat. Bukankah kau dahulu mengandung janin? Sekarang pasti hampir seumuran dengan putraku yang pertama”, ucap Alena dengan ekspresi senang.


“Apa maksudmu?”, tanya Alena dengan mengerutkan dahinya.


“Aku mengalami keguguran lima tahun lalu akibat terhantam benda keras...”, ucap Monica dengan ekspresi sedih.


“Oh my god”, terkejut Alena lalu memeluk tubuh sahabatnya yang penuh derita.


“Maaf, aku baru bisa menemukan kamu. Dahulu aku mencarimu namun kamu menghilang tanpa jejak. Aku sudah meminta Thomas untuk menemukan kamu namun nihil. Maafkan aku yang terlambat menolongmu”, ucap Alena dengan tulus.


“Iya, aku gak yalahin kamu. Malahan aku merutuki kebodohanku. Sekarang aku masih mendapatkan kepercayaan oleh Tuhan mengandung janin kembali. Sekarang mungkin usianya dua minggu”, ucap Monica setelah melepaskan pelukannya.


“Oh my god, itu berita bagus. Sekarang kamu gak perlu kembali dengan pria bejat itu. Kamu akan terus aman jika bersama kami”, ucap Alena.


“Makasih”, ucap Monica.


“Kamu gak akan kembali dengan pria itu lagi kan? Atau kau jangan-jangan masih ingin kembali dengannya?”, tanya Alena dengan menatap Monica.


“Tidak, aku ingin melindungi anakku kali ini. Aku gak mau teraniaya kembali olehnya”, ucap Monica.


“Syukurlah, ini baru wanitaku yang pintar”, ucap Alena dengan tawa.


Monica menjalani hidup baru dengan sahabatnya di negara yang sama selama satu bulan tanpa kekerasan yang dialaminya. Lalu satu bulan kemudian Thomas menjemput Alena untuk kembali ke negara asal suaminya. Sebelum berangkat Alena sempat membujuk Monica untuk ikut dengannya. Namun Monica terus menolak. Ia takut akan memberikan beban untuk sahabatnya. Mereka berpisah kembali setelah Monica mengatakan sudah merasa aman. Alena tetap belum yakin dan akhirnya Thomas memberikan perlindungan kepada Monica dengan mengerahkan beberapa anak buahnya untuk menjaga Monica.


Hari-hari di lalui oleh Monica dengan aman. Namun setelah berjalannya waktu, dua bulan kemudian Rajasa menemukannya. Rajasa membawa Monica dengan berbagai ancaman. Monica mengacuhkan anacaman yang terus diberikan oleh Rajasa. Dua minggu kemudian Rajasa mengaitkan ancaman dengan ibunya yang di kampung membuat Monica menegang. Monica meminta bantuan dari anak buahnya Thomas dan ternyata semua anak buah dari Thomas telah di lenyapkan membuat kondisi Monica terhimpit dan mengalami stress berat. Akhirnya Monica kembali dalam dekapan Rajasa.

__ADS_1


Alena yang berada di negara yang jauh gak bisa menolong Monica karena situasi menghimpit untuk menyelamatkan sahabatnya. Ia mengalami insiden penyerangan dari musuh keluarga Thomas. Alena telah meminta tolong dengan Thomas namun Thomas dalam masalah dimana ia mengalami deportasi ke negara itu. Kekuatan Rajasa di dapatkan hasil kerja sama melalui Charles. Sehingga yang dapat menolongnya adalah sahabat dari Thomas. Akan tetapi bantuan yang diberikan oleh sahabat dari Thomas, Monica menolak. Monica tidak ingin membuat orang lain menderita akan kekejaman dari Rajasa.


Tujuh tahun kemudian Alena mendapatkan kabar dari negara di sana bahwa Monica mengalami kritis setelah Rajasa sudah gak menghiraukan lagi. Mereka bercerai setelah Rajasa sudah tak membutuhkannya lagi karena Monica mengalami sakit-sakitan sehingga Rajasa gak mau menanggung pengobatannya.


Alena dan Thomas kembali ke negara Indonesia untuk menolong sahabatnya yang tengah hamil besar. Sampai di sana sahabat Thomas yang bernama Delon tengah menyelamatkan bayi dalam perut Monica. Alena menunggu di depan ICU dengan rasa cemas sambil meremas tangan suaminya. Setelah sekian lama menunggu bayi itu telah keluar dengan lahir prematur sebab usia kandungannya masih tujuh bulan.


“Delon, bagaimana keadaan Monica?”, tanya Thomas mewakili isi hati Alena.


“Dia mengidap kanker tumor stadium dua. Dia bisa di selamatkan setelah operasi pengangkatan”, jelas Delon.


“Oh my god”, lirih Alena dengan membekap mulutnya lalu memeluk tubuh suaminya.


“Tolong selamatkan dia”, uca Thomas. Delon menganggukan kepala dan pamit pergi untuk memberikan ruang kepada kedua sejoli.


Dua minggu kemudian Alena kembali dengan Thomas dan membawa kedua putranya ke rumah sakit. Alena masuk ke ruang rawat inap Monica setelah mendapatkan kabar bahwa Monica sudah sadarkan diri.


Alena melihat wajah Monica yang berseri sambil menyusui bayi mungil itu dengan botol. Alena menghampiri Monica.


“Monic”, panggil Alena dengan suara lembut.


“Hai Alena”, sapa Monica dengan mengulum senyum.


“Selamat atas kelahiran putrimu”, ucap Alena dengan tulus.


“Thank you”, ucap Monica.


“Apakah kamu sudah memberikan nama untuknya?”, tanya Alena.


“Ya”, jawab Monica dengan menatap putrinya.


“Siapa namanya?”, tanya Alena dengan mengusap pipi bayi itu.


“Vita Syahdilla Ayuninda (Mutiara Malaikat kecilku yang cantik)”.


“Itu nama yang sangat indah”, ucap Alena.


“Itu sangat cantik, Monica”, sela Thomas yang baru saja masuk setelah menemui Delon.


“Aku memiliki hadiah untuknya”, ucap Alena.


“Thomas, berikan hadiahnya kepadaku untuk ku berikan kepada bayi cantik ini”, lanjut Alena.


“Tentu sweety”, ucap Thomas mengeluarkan sebuah kotak dari balik jas nya.


Alena mengeluarkan sebuah kalung sangat menawan. Lalu Alena menyuruh Monica untuk memasangkan kalung tersebut di leher putrinya. Monica memasangkan kalung itu. Kemudian mengucapkan terima kasih kepada Thomas dan Alena.


Dengan berjalannya waktu bayi mungil itu tumbuh dengan ceria. Monica tiada hentinya selalu mengirim foto -foto putrinya kepada Alena dan di perlihatkan kepada ke dua putranya. Kebahagiaan di hari-hari lain semakin di rasakan oleh Monica sampai akhir hayat dan terputusnya hubungan Alena semenjak Monica bersembunyi dari Rajasa ke daerah nan jauh dari kota besar itu bersama ibunya demi keselamatan putri semata wayangnya.


“Begitulah cerita yang aunty tahu”,ucap Alena.


“Makasih aunty, itu cerita yang menarik dan memberikan informasi kehidupan mama”, ucap Vita.

__ADS_1


“Iya sayang, sama-sama”, ucap Alena


__ADS_2