
Para tamu undangan berdatangan satu persatu sampai memenuhi ruangan yang besar. Di sana terdapat banyak tamu dari kolega ayahnya dan beberapa keluarga dari ayahnya.
Di ujung dekat tangga Rosiana tengah bersenda gurau dengan keempat temannya.
“Bagaimana bisa kamu begitu cepat akan mengubah statusmu setelah dikhianati mantanmu?” tanya Natalie.
“Jika kamu ingin seperti Rosiana, kamu harus rubah penampilan dan perilakumu”, sahut Naomi dengan menepuk pundak Natalie.
“Emang ada apa dengan penampilan dan perilakuku?” tanya Natalie.
“Coba kamu bercermin dan introspeksi”, sahut Olive.
Natalie memanyunkan bibirnya dengan menghembuskan nafas kasar.
“Sudahlah, kasihan Natalieku ini”, ucap Rosiana dengan mencubit pipinya.
Ketiga wanita itu tertawa sampai mereka tak menyadari ada seorang pria yang terus memperhatikan dengan sorotan tajam. Orang tersebut adalah Dominic. Ia memperhatikan wanita yang bergaun merah maroon yang tengah tertawa lepas sambil menyesap anggur yang ia bawanya.
Dominic terus senyum tipis sampai tak terlihat oleh siapapun. Senyuman tipis itu lenyap ketika melihat Rosiana berjalan pergi ke balkon. Dominic mengikuti dengan diam-diam . Dominic mendengar hembusan nafas kasar dari Rosiana. Dominic bersuara dari belakang tubuh Rosiana dengan wajah di dekatkan di telinga perempuan tersebut. “Kenapa kamu menghembuskan nafas.” Rosiana berjingat dan langsung membalikkan tubuhnya dengan mata terbelalak. “What’s!!”. “Kenapa pria ini ada di sini?” batin Rosiana.
Dominic melihat Rosi terkejut membuatnya ingin sekali menggoda. “Kenapa dengan wajah kagetmu?” sambil memasukkan kedua tangannya di kantong celana.
“Apakah ada sekelebat ingatan malam pertama kita? Atau kamu berfikir kenapa aku bisa menemukanmu dan berada di sini?” senyum miring Dominic.
Bibir Rosiana tak mampu bergeming. Ia hanya menatap kesal wajah sombong milik pria tersebut yang ada di depannya. Lalu Rosiana mencoba menggeser tubuhnya untuk pergi dari hadapannya tetapi pria itu menghalangi terus sampai Rosiana kesal.
“Aishhh.. Apa-apaan yang anda lakukan? Aku mau lewat. Aku gak mau cari keributan dengan anda”, ucap Rosiana dengan nada marah.
“Aku belum puas melihatmu”, ucap Dominic dengan mengangkat wajah Rosiana. Rosiana menampik tangan Dominic sambil berkata, “ jangan kurang ajar dan minggirlah”, geram Rosiana dengan mata menyalang.
“Aku akan memberikan contoh bagaimana aku menjadi seseorang yang kurang ajar sweety”, dingin Dominic.
__ADS_1
Dominic memegang pinggang Rosiana dan mendorongnya untuk mendekat. Lalu mendekatkan wajahnya di depan wajah Rosiana sampai jarak hampir terkikis. Deruan nafas berasa di wajah mereka masing-masing. Dominic menatap intens mata hitam pekat itu. Wajah Rosiana memerah dan detak jantungnya bertalu. Tubuhnya tak mampu bergerak seperti patung. Dominic mulai menempelkan bibirnya dan Rosiana tidak bergeming membuat Dominic tersenyum senang. Kemudian Dominic mencoba mencium wanita itu dengan intens. Rosiana mengikuti alur yang diberikan Dominic. Beberapa lama kemudian Dominic melepaskan tautan itu sambil berkata, “ini milikku”, ucapnya sambil mengusap bibir Rosiana yang bengkak.
Rosiana mendorong tubuh Dominic ketika mendengar suara yang ia kenal. Rosiana kembali ke tempatnya.
“Dad, ada apa mencariku?” tanya Rosiana sambil membasahi bibirnya yang memerah.
“Andre mencarimu”, ucap Kendrick.
“Ayo, kita temui mereka”, ajak Kendrick sambil memegang tangan putrinya.
Dominic mendengar nama pria lain merasa kesal. Ia mengepalkan tangannya dengan erat sambil menatap punggung Rosiana.
...
Sementara Lucas di luar pesta tengah memperkenalkan Vita kepada keluarga besarnya. Kedatangan Vita membuat Alena merasa senang.
“Sayang bagaimana kamu bisa mengajaknya?” tanya Alena sambil mengusap pipi Vita.
“Apa?!” terkejut Grace.
“Kamu benar-benar pria brengs*k”, ucap Sea dengan dingin.
“Ternyata keluarga besar kita semua pria itu egois bahkan brengs*k pun mereka miliki”, cibir Grace dengan dibaluti tawa bersama lainnya.
“No, no, no, pria memiliki keteguhan yang kuat”, ucap Lucas dengan santai dengan menarik pinggang Vita.
“Berhentilah, petengkaran kalian”, nimbrung Queen.
“Kemarilah nak, grandma mau mengenalmu lebih dekat”, ajak Queen.
Alena menuntun Vita mendekati Queen. Queen berdiri dengan tongkat. Ia lalu memeluk Vita sambil mengusap punggungnya.
__ADS_1
“Senang mengenalmu nak”, ucap Queen dengan tulus.
“Aku juga senang mengenal anda”, ucap Vita.
“Apakah aku boleh melihat telapak tanganmu?” tanya Queen meminta izin.
“Ten..tentu”, senyum Vita dengan kikuk.
Queen memegang telapak tangan dengan mengusap lembut penuh kehangatan dan tangannya berpindah pada perut Vita. Vita terkejut, tak tahu kenapa Queen mengusap perutnya. Ia merasakan tangan Queen yang dingin itu seperti menembus dalam kain dan merasakan juga sesuatu yang mengalir entah apa itu.
Queen melepaskan dan menjauhkan tangannya sambil tersenyum.
“Lucas kemarilah”, perintah Queen.
Lucas berjalan mendekati Queen dan ia berdiri di samping Vita. Queen memberikan berkat kepada mereka, “semoga Tuhan memberkati kalian.”
Vita mendengar itu bingung maksud dari Queen. Sedangkan orang-orang disekitarnya hanya tersenyum dan tersentuh apa yang Queen berikan untuk kedua sepasang kekasih.
“Thank you grandma”, ucap Lucas dengan mengecup tangan Queen dan memeluknya. Dalam pelukan itu Lucas dibisikkan sesuatu kepada Queen. “Jagalah dia, kamu akan penuh bahagia bersamanya. Kamu akan memiliki malaikat kecil di sekitarmu yang tak hanya dua tapi lebih.”
Queen melepaskan pelukan Lucas. Lucas hanya tersenyum hangat dan bahagia setelah mendengar yang di katakan Queen.
Queen lalu beralih ke arah Vita dan berkata, “kamu akan menganugerahkan kebahagiaan pada suamimu dan cucu-cucuku nanti. Kehamilan pertamamu Tuhan memberikan dua bayi akan melengkapi hidupmu. Tolong jaga keluarga kecilmu nanti.”
Alena langsung memeluk Vita yang tengah bingung.
“Selamat ya nak”, ucap Alena.
Ucapan selamat pun diberikan oleh lainnya.
Di tengah kebingungannya Lucas mengajak Vita untuk bertemu saudara sepupunya.
__ADS_1
“C’mon baby, kita masuk bertemu dengan lainnya”, ajak Lucas memegang pinggang Vita. Vita berjalan sambil menggerutu dalam batinnya, “nenek itu kenapa mengatakan begitu? Kan aku belum tentu ingin bersama pria mesum di sampingku ini. Aku tidak menyukai tipenya. Aishhh~nenek,itu apakah peramal? Kenapa ia mengatakan yang belum terjadi? Sudahlah, gak penting juga.”