
Lucas melihat Vita yang mematung menepuk pundaknya. Vita kaget, lalu menoleh ke arah belakang.
“Are you ok?” tanya Lucas.
Vita tidak menjawabnya. Ia langsung pergi bergegas dengan memegang kepalanya yang terasa akan pecah.
Lucas yang berada di belakang mengejar Vita sampai ia dapat mencekal tangannya dan menarik sampai Vita terhuyung menabrak dada bidangnya. Lucas memeluk erat dengan berkata, “ tenanglah, tidak apa-apa. Kamu bisa melupakan akan masa lalumu setelah semua selesai.”
Vita membalas pelukkan dari Lucas dengan erat sambil mencium bau wangi milik pria tersebut.
...
Di ruang rawat inap VIP Adele tengah di kunjungi teman-temannya. Mereka bertanya soal keadaan Adele.
“Adele, bagaimana keadaanmu?” tanya Ana.
“Baik”, jawab Adele dengan senyuman tipis.
“Adele, kami minta maaf..” Clarisha menundukkan kepala.
“Kami gak tahu kalau Lisa ternyata..orang yang bersikap seperti ini..”, ungkap Ana.
“Aku malah menyangka jika Vita yang berbuat jahat..aku merasa berdosa denganmu dan Vita”, ungkap Clarisha.
“Aku pun juga gak nyangka dengan kejadian seperti ini”, sambung Zella.
Adele mendengarkan ungkapan teman-temannya merasa sedih dan bersalah juga karena ia pun merasakan rasa yang dialami oleh teman-temannya. Adele menghela nafas lalu berkata, “guys, kita gak perlu menyalahkan diri sendiri. Semua sudah menjadi bubur. Kita gak bisa mengembalikan waktu. Kita hanya perlu mengambil hikmahnya dari semua peristiwa ini. Kita harus meminta maaf kepadanya.”
“Ya, tentu. Kita juga bisa membantu Vita untuk menjerat Lisa yang telah bertindak jahat”, ucap Zella.
“Benar, kita bisa bersatu menjadi wonder woman yang memakai topeng membantu si korban. Kita bisa menjadi bayangannya. Di saat dalam situasi bahaya kita membantu dari belakang lalu menghilang. Apakah ini bisa jadi ide bagus?” ujar Zella.
Ana, Clarisha, dan Adele tertawa mendengarkan imajinasi dari Zella.
“Kamu kebanyakan nonton avenger jadi seperti itu”, ungkap Clarisha.
Zella menggaruk kepala sambil cengengesan.
Di tengah tawa bergema, Brian, Zeno dan Tamara datang.
“Hai guys, sepertinya ada yang seru nih?” ucap Brian.
“Kepo”,ejek Zella.
“Hai Mara”, sapa Clarisha.
“Hai semua”, sapa Mara.
“Bagaimana kedaanmu, Adele?” tanya Tamara.
__ADS_1
“Okay, sudah membaik”, jawab Adele.
“Syukurlah”, ucap Tamara dengan senyum tulus sambil mengusap dada.
“Janin?” tanya Zeno.
“Baby, kami sehat”, ucap Brian dengan menatap istrinya.
“Ini berkat Vita yang langsung memberikan gesit menyelamatkan kami”, ucap Adele dengan memegang tangan suaminya yang ada di perut yang masih rata.
“Aku merasa bersalah telah menuduh gadis itu yang enggak-enggak”, ungkap Clarisha kembali dengan ekspresi sedih.
“Aku pun begitu”, ucap Ana.
“Hei, hei, kita gak perlu saling menyalahkan. Kita bisa memberikan ia kejutan. Dia kan suka makan. Kita berikan kejutan itu sebagai tanda permintaan maaf dan terima kasih. Bagimana guys?” tanya Zella.
“Itu ide bagus”, ucap Mara.
“Akan aku bantu menyiapkan kejutan itu semua”, sambung Zeno.
“Thank you honey”, ucap Mara dengan memberikan kecupan di pipinya.
“Ini untuk ungkapan terima kasih kita untuknya yang telah membiayai dan menyelamatkan korban-korban dari kegilaan Lisa”, ucap Zeno.
“Yaudah, kita hubungi Lucas. Kita lakukan rencana ini setela Adele sehat kembali. Sekalian sebagai perayaan syukuran”, ucap Zella.
...
Ia bersenandung ria dari bibir ranumnya. “Ca, ca, Ca, ca.”
Ia tersenyum setelah mencoba kecocokan wajah silikon yang ia pakai. “Akhirnya, misi ini aku bisa menikmati hiburan, pemandangan, dimana orang-orang menangis dan menjadi gila. Terutama kamu, Vita.”
“Kamu akan ku buat kau tragis permasalahan hidupmu seperti ibumu yang telah tiada dengan cara mengenaskan. Bahkan nenekmu pun begitu.”
Lisa tertawa terbahak-bahak sampai suaranya menggema seluruh ruangan yang kini ia tempati.
“Satu persatu kalian akan berada di tanganku”, gumam Lisa.
...
Vita yang tengah tertidur di apartemen tengah bermimpi adegan yang mengerikan. Adegan itu sangat jelas, dimana ular-ular berbisa melilit tubuh para manusia dengan jeritan yang menggema. Vita hanya mematung dengan menatap bagaimana kesakitan yang mereka alami karena lilitan tubuh ular tersebut. Vita mendengar suara tawa keras dari bibir perempuan namun wajahnya gak begitu jelas sambil memberikan menyumpah serapah kata mat*. Ular itu pun melompat ke arah Vita lalu ia menjerit dengan suara lantang sambil memegang kepala ular itu.
Lucas berada di kamar membangunkan Vita dengan menggoyangkan tubuhnya. Vita akhirnya terbangun dengan keringat bercucuran. Lucas memeluk tubuh gadis kecilnya. Lalu ia memberikan air putih untuk membasahi tenggorokannya.
“Are you ok?” tanya Lucas sambil meletakkan gelas.
Vita menganggukkan kepalanya.
“Syukurlah”, ucap Lucas memeluk tubuh Vita kembali.
__ADS_1
“Apakah mimpimu sangat menakutkan?” tanya Lucas sambil mengusap kepalanya.
Vita menjawab dengan anggukkan kepala.
“Sekarang gak perlu kamu takuti. Aku akan melindungimu. Mengerti!” ucap Lucas dengan memberikan penekanan di akhir kata.
...
Vita berjalan menyusuri lorong rumah sakit untuk kembali menjenguk Reno usai berpisah dengan Lucas. Vita membuka pintu. Di sana Reno tengah menikmati game mobile legend sambil makan jeruk. Vita melihatnya memukul pundak Reno. Reno mengadu sakit.
Vita duduk sambil mengomel, “kau itu hampir kehilangan nyawa, sekarang bisa-bisanya santai memainkan gaming”, dengan mengupas jeruk diatas nakas.
“Sekarang aku sudah sembuh. Jadi, baby gak perlu khawatirkan abang ini”, canda Reno sambil mencubit dua pipinya. Vita memukul kedua tangan Reno yang seenaknya sampai mencubit kecil di tangan kokoh Reno. Reno mengadu sakit. “Yah, kau gila ya! Harusnya kepada orang sakit itu jangan menambahkan rasa sakit. Kamu malah nambahin sakit pada orang yang harusnya diberikan perhatian”, keluh Reno sambil mengusap tangannya.
“Biar! Buat pembelajaran untukmu”, sarkas Vita.
“Benar yang kau katakan”, nimbrung Duran dari belakang yang baru saja datang dengan menenteng makanan.
“Dia itu perlu diberi pembelajaran agar tidak bertindak bodoh”, ucap Duran dengan menaruh dua katung kresek di atas meja dekat sofa.
“Apa yang kau bawa pak tua?” tanya Vita.
“Aku membawa nugget, dan gorengan lainnya. Mari ikut makan”, ucap Duran.
Vita datang mengambil rempat duduk di sofa single dekat dengan gendut.
“Bisakah kalian membagikan untukku?” tanya Reno dengan ekspresi sedih.
“Mau?”
Reno mengangguk-angguk.
“Mau?”
Reno mengangguk kembali.
“Mau?” sambil memamerkan makanan yang ia pegang.
“Aku mau Vit”, ucap Reno.
“Datanglah sendiri. Kamu kan sudah sehat”, ucap Vita sambil menggigit nugget di tangannya.
“Eit’s..” gembul menghentika Reno untuk bergerak.
“Kenapa?” tanya Reno.
“Kata dokter..”, sambil menelan gorengan yang dimakannya. “Kata dokter, kamu belun diperbolehkan makan sembarangan. Lukamu belum sembuh total. Dokter berkata kamu harus makan-makanan sehat. Jadi, makanan ini sangat tidak dianjurkan untukmu. Apalagi lukamu nanti sembuhnya lama”, lanjut gembul.
Vita tertawa melihat ekspresi Reno sambil menepuk-nepuk pahanya sendiri. Gembul pun ikut tertawa. Duran pun ikut menikmati suasananya.
__ADS_1
“Puas, puas, kalian puas”, kesal Reno.
“Puas dong”, ucap Vita dengan tawa.