Loyal And Possesive Mafia Billioner

Loyal And Possesive Mafia Billioner
Episode 50 (Awal Mengetahui Kehamilan Rosiana)


__ADS_3

Malam hari Rosiana sedang makan malam bersama keluarganya. Ia menikmati hidangan namun tiba-tiba perutnya merasakan aneh. Ia langsung berlari ke dalam kamar mandi dan memuntahkan makanannya. Grace yang menyusul pun membantu Rosiana dengan memijitkan tengkuk lehernya.


“Are you ok?” tanya Grace dengan raut wajah khawatir.


“Ya mom”, jawab Rosiana sambil berdiri dengan tubuh lemas.


“Biar momy bantu kamu”, ucap Grace.


Grace menuntun Rosiana pergi ke kamar mandi. Sedangkan Kendrick menghubungi dokter pribadinya untuk mengecek kesehatan putrinya. Kemudian ia menyusul ke kamar putrinya.


“Nak, are you ok?” tanya Kendrick.


“Ya dad”, ucap Rosiana.


“Kamu berbaring saja”, ucap Grace.


Rosiana pun berbaring di atas tempat tidur. Beberapa lama dokter Cristiana datang.


“Maaf, aku harus memeriksa keadaan putrimu”, ucap Cristiana di belakang Kendrick.


“Ya, silahkan”, ucap Kendrick.


Cristiana mendekati Rosiana, ia mengambil stetoskop sambil merasakan denyut nadi di tangan Rosiana. Ia memeriksa dari dada dan perut. Cristiana tersenyum tipis.


“Apakah dia salah makan?” tanya Grace dengan nada khawatir.


“Tidak”, ucap Cristiana dengan tersenyum.


“Berarti ia hanya demam atau sakit biasa?” tanya Kendrick.


“Ya, di bilang sakit namun tidak. Putrimu hanya mengalami morning sickness..” Kendrick terkejut dengan mata melotot. “Apa maksudmu?” tanya Kendrick dengan nada marah. “I dalam hamil, dan baru di rasakan saat umur janinnya dua bulan lebih”, ucap Cristiana.

__ADS_1


“Jangan ngacau kamu”, bentak Kendrick.


“Aku tidak ngacau. Kamu bisa mengecek dengan tes pack atau ke bidan”, ucap Cristiana.


“Kalau begitu aku pergi. Masih ada pasien yang harus aku tangani”, ucap Cristiana setelah membuka ponsel yang terus berdering.


Kendrick menepuk kening dan mengusap wajahnya dengan kasar sambil menghembuskan nafas lalu pergi begitu saja tanpa kata. Sedangkan Rosiana merasakan ketakutan masalah berita ini. Bagi Rosiana berita ini membahagiakan untuknya tapi menjadi bumerang bagi keluarganya. Perasaan Rosiana campur aduk.


“Bagaimana aku tidak merasakan apa yang ada dalam perutku? Aku benar-benar bodoh.” Sambil memegang perutnya.


Grace tidak bisa berbuat, ia hanya dapat merangkul pundak putrinya sambil mengecup kening putrinya sambil berdoa terbaik untuk putri semata wayangnya.


...


Kendrick yang berada di dalam ruang kerja merasa gusar usai mendengar kabar buruk bahwa putrinya tengah mengandung. Kendrick duduk di kursi kerjanya dengan manarik nafas kasar dengan memijat keningnya lalu mengambil ponsel mengubungi anak buahnya.


“Hallo Ian, tolong cari tahu mengenai putriku selama ia pergi ke Hawai. Ia berhubungan dengan siapa? Dapatkan bukti malam ini”, perintah Kendrick langsung menutup ponselnya.


“Aku harus pergi mencari pria itu untuk bertanggung jawab atau aku pergi dari mansion sebelum daddy membenciku dan memarahiku. Aishh...bingung!”


“Aku lebih baik menghubungi pria brengs*k itu. Ya..aku harus menghubunginya”, gumam Rosiana.


Rosiana mengambil ponsel di atas nakas dekat tempat tidurnya. Lalu ia men del up nomor Dominic. Ia menunggu pria tersebut untuk mengangkat ponselnya sambil menggigit ibu jari. Ketika Dominic telah mengangkat, Rosiana hanya diam saja tanpa membuka mulutnya. Lalu ia matikan sambungan teleponnya. Dominic yang berada di seberang sana mengecap dengan tersenyum sinis sambil memandang nomor milik sweety nya.


Dominic beranjak dari tempat duduk lalu pergi ke ruang dimana ruangannya penuh dengan wine. Ia mengambil dan menuangkan ke dalam gelas sambil menunggu telepon dari sweety nya dengan duduk dipinggir meja kerja. Tiga puluh detik kemudian yang di tunggu menghubunginya, Dominic mengangkat sambil menyesap wine.


“Hallo!”


“Hallo!”


Dominic sedikit kesal dengan apa yang di lakukan oleh wanita kesayangannya yang tak kunjung menjawab sehingga Dominic berinisiatif menyapa dan membuka kalimat.

__ADS_1


“Hallo sweetheart, apa mulutmu di bekap oleh sesuatu yang merekat. Aku menyapamu namun kamu tak kunjung menjawab. Apa kau merindukanku? Padahal kita baru bertemu sehari yang lalu. Jika kamu tidak kunjung membuka suara akan aku matikan teleponnya”, ucap Dominic.


Saat Rosiana akan membuka suara tiba-tiba Kendrick datang tanpa mengetuk pintu. Rosiana langsung mematikan ponselnya sedangkan orang yang berada di seberang sana berdecak dengan menambahkan kalimat menggerutu, “apa dia mempermainkan aku? Wanita itu membuatku frustrasi. Aku akan mengikatmu di bawah naunganku sebelum kau di rebut oleh pria bajing*n tersebut.”


...


Rosiana akan beranjak dari tempat tidur namun oleh Kendrick di cegah, “kamu tidak perlu turun dari ranjangmu.”


“Ada apa dad?” tanya Rosiana dengan nada takut sambil menundukkan kepala.


Kendrick menghela nafas dan mendekati putri semata wayangnya agar tidak takut dengan dirinya sambil mengusap kepala putrinya.


“Sweety, daddy ingin kamu jawab jujur”, ucap Kendrick.


Rosiana tak menjawab dia hanya dapat mengangguk.


“Apakah yang menghamilimu merupakan keluarga Xavier?”


Rosiana mengangguk dengan sedikit takut.


“Baiklah, daddy akan pergi. Kamu beristirahatlah. Daddy menyayangimu”, ucap Kendrick dengan mengecup kening Rosiana dan berlalu pergi meninggalkan Rosiana.


Kendrick turun dari tangga dan melihat Grace yang mondar mandir di ruang keluarga dengan tangan bertautan.


“Apa kau mengkhawatirkan putrimu yang akan aku terkem dengan kata-kata kejam?”


Grace menoleh ke arah sumber suara dengan wajah sedih dan gusar.


Kendrick menghampiri menarik tangan istrinya dan membawa tubuhnya dalam pelukan. “Aku tak setega itu, kemarahanku kemungkinan akan aku lampiaskan pada pria brengs*k itu.”


“Aku tahu kamu sedih, tidak lama lagi kesedihan itu akan berakhir. Aku tetap menyayangi putri kita. Dia yang telah membawa rumah tangga kita penuh kebahagiaan karena tawa yang ia keluarkan saat umur dia tiga tahun. Bahkan aku tak bisa menggendongnya saat ia masih bayi. Mana mungkin aku membentak dan menerkam kata-kata kejam”, ucap Kendrick.

__ADS_1


Grace tersenyum dan memeluk erat suaminya.


__ADS_2