Loyal And Possesive Mafia Billioner

Loyal And Possesive Mafia Billioner
Episode 43 (Kejutan)


__ADS_3

“Kita harus membuat pesta ini meriah”, seru Zella.


“Dekorasinya masih kurang apa ya?” tanya Clarisha.


“Sepertinya sudah cukup”, ucap Ana.


“Kita gak perlu berlebihan”, nimbrung Leon.


“Uhhh~” Zella menyeka keringat di keningnya.


“Akhirnya selesai juga”, ucap Tamara.


“Iya, kita tinggal memberikan kejuta untuk Vita. Ini kan kebetulan ulang tahunnya yang ke 18 tahun”, ucap Ana.


“Kita istirahat dahulu”, ucap Zella.


...


Usai merangkai acara, mereka pergi bersiap-siap untuk acara kejutan sekaligus syukuran untuk Adele yang telah kembali dari rumah sakit.


Mereka berdandan untuk meriahkan acara. Tak lupa Zella menghubungi Lucas untuk membawa Vita tepat di pukul 08.00. Setelah Lucas mengiyakan, Lucas kembali menemui Vita yang berada di ruang rias bersama Donna.


“Sweetheart, apa sudah selesai berdandannya?”


“Hai Luc, kami sudah selesai. Sekarang kamu dapat mengagumi gadis kecilmu dari balik tirai”, senyum Donna.


Lucas berdehem meminta Donna membuka tirainya. Donna pun membuka tirai merah tersebut. Ketika tirai itu terbuka tampaklah Vita yang membelakangi Lucas dengan gaun merah maroon yang terbuat dari satin. Ia terlihat nampak cantik. Lucas mendekati Vita dengan senyum miring. Lucas memeluk dari belakang dengan berkata pelan, “kau sangat cantik little girl”, dengan mengecup pundaknya.


Vita yang telah usai membenarkan tindik anting, mencoba melepaskan tangan kokoh dari perutnya. Namun Lucas malah memeluk erat.


“Biarkan begini sweety”, ucap Lucas.


“Yang benar saja. Kita harus segera pergi kan?”


“Aku jadi tidak ingin pergi ketika aku terhipotis oleh kehadiranmu”, gombal Lucas.


“Sudahlah uncle, kita segera berangkat. Gak enak juga sama Donna. Ia harus melayani pelanggan lain”, ucap Vita.


“Baiklah”, Lucas melonggarkan pelukkannya.


Vita menghela nafas sesak. Vita membalikkan tubuhnya lalu Lucas menarik kemudian ia langsung menyambar dengan sebuah ciuman yang amat dalam. Ia tidak peduli jika Vita meronta. Lucas malah menikmati ciumannya sampai nafas hampir habis. Lucas melepaskan sambil berbisik di depan wajahnya, “kau sangat manis”, sambil memberikan kecupan di pipinya. Donna yang sejak tadi berada di sekitar mereka malah asyik melihat adegan tersebut dengan duduk di sofa single sambil menikmati teh manis. Donna menganggap adegan yang dilakukan oleh Lucas seperti drama. Baginya merupakan tontonan gratis secara langsung.


Vita menyadari keberadaan seorang waria yang sejak tadi melihat adegan yang sudah dilakukan oleh Lucas terhada dirinya. Sementara Lucas gak peduli jika Donna melihat adegannya. Lucas memberikan tangannya untuk mengajaknya bergandengan tangan namun yang di dapat oleh Lucas adalah injakan dari gadis kecilnya. Lucas mengadu sakit. Vita tidak medulikan rintihan sakit dari Lucas. Ia tetap terus berjalan tanpa menoleh ke belakang. Donna melihat adegan itu malah senyum-senyum untuk menahan tawa yang ia lihat saat ini juga. Usai kepergian mereka Donna tertawa lepas. Orang-orang yang mendengarkan tawa Donna akan sedikit menakutkan. Untungnya ruangan yang ia tempat kedap suara.


...


Dalam perjalanan menuju villa Lucas mendapatkan notif pesan.


Zella :


Lucas, apakah kalian sudah jalan?


Lucas melirik ke arah Vita sambil fokus mengemudi dengan senyun menyeringai.

__ADS_1


Lucas :


Kami dalam perjalanan.


Lucas :


Nanti aku kabari jika sudah sampai.


Zella memberitahu kepada orang-orang yang ada di Villa.


“Guys, mereka sedang dalam perjalanan. Kemungkinan sampai setengah jam jika gak ngaret.”


“Kita tungguin aja sampai mereka datang”, ucap Chalvien.


“Sambil menunggu mereka datang bagaimana kalau kita bersiap-siap menyiapkan alat tembak kejutan dan kue yang kita buat. Agar persiapan kejutan tidak kacau”, ucap Ana.


“Mari kita ambil alat-alat masing-masing dan mengambil posisi sekalian sesuai tugas masing-masing”, ucap Zella.


Setengah jam lebih lima belas menit Vita dan Lucas telah tiba. Lucas memberitahukan kepada teman-temannya.


Lucas :


Kami sudah sampai.


Zella yang mendapatkan notif dari Lucas memberikan kode kepada teman-temannya. Kemudian Ana mematikan lampunya.


Vita dan Lucas sampai di tengah pintu. Lucas membukakan pintu dengan diikuti Brian dan Adele. Lalu ada sebuah ledakan pistol-pistolan kejutan membuat Vita dan Adele terkejut bersamaan ucapan dari beberapa mulut temannya. “Suprize!!” seru mereka bersamaan.


Ana mengajak ke dua pasangan yang baru tiba untuk masuk.


“Vita”, panggil Ana dengan menghampirinya dan membawanya dekat meja yang sudah disiapkan dengan diatasnya terisi roti ulang tahun. Sementara meja milik Adele berisi tumpengan.


“Sebelum meniup lilin, kamu haruk make a wish dahulu Vit”, ucap Clarisha.


“Baiklah”, Vita menutup mata sambil berdoa dalam hati, “semoga aku bisa menghancurkan orang-orang yang telah membuatku menderita dan aku berdoa untuk oppa yang ada di atas sana semoga tetap bahagia dan tersenyum.”


Usai mengucapkan permohonan, Vita meniupkan lilinnya. Semua orang bersorak dengan meniupkan terompet. Kemudian tak lupa mereka mengucapkan selamat kepada Adele yang sudah sembuh dan keluar dari rumah sakit. Semua ucapan yang mereka katakan telah usai. Mereka mulai pesta dengan tawa.


Vita ikut bergabung dengan Ana bersama lainnya. Ketika di tengah obrolan Vita mendapatkan pesan email dan notif watshap. Vita membuka dan terkejut melihat sesuatu yang gila. Vita pergi dengan menoleh kanan kiri dan belakang. Ia memundurkan diri secara diam-diam ke tempat sepi.


Lisa :


Bagaimana penampilanku beb😼


Vita mengumpat kasar penampilan Lisa menggunakan silikon yang mirip dengan Ana.


“Gila, dia emang set*n”, umpatnya sambil memijat kening yang semakin pusing melihat penampilan Lisa sambil memakan hati mentah.


“Aku harus menghubungi Galang”, guman Vita dengan menoleh kanan kiri mencari tempat yang tidak terlalu banyak di sinari lampu agar tidak satu orang pun melihatnya terutama Lucas.


Sementara Lucas tengah mencari Vita usai obrolan bisnis selesai. Lucas menengok kanan kiri. Lucas bertanya kepada Tamara.


“Mara, apa kamu melihat Vita?”

__ADS_1


“Tadi mengobrol sama kami lalu ia pergi. Aku tidak melihatnya pergi kemana. Kemungkinan ia ke toilet”, jawab Mara.


“Thanks”, ucap Lucas pergi sambil meletakkan gelas anggur yang ia bawa.


Lucas berjalan menyusuri ruangan dan menemukan toilet. Ia mencoba membuka namun tak ada satu orang pun di dalam toilet. Lucas pergi keluar. Lucas melihat Vita yang sedang berjalan pergi dan akan melewati pintu gerbang. Lucas mencoba mengejar Vita, namun pada akhirnya tidak bisa menyusul. Lucas menghubungi Jack yang berada di dalam yang tengah menikmati pesta.


“Hallo Jack, lacak keberadaan Vita”, ucap Lucas.


“What?”


“Cepatlah lakukan”, perintahnya dan memutuskan sambungan. Lucas berlari menuju parkiran untuk mengambil mobil. Lucas memasang aerphone dan menancapkan gas dengan kecepatan penuh. Sementara Jack di dalam villa bingung. Brian melihat kebingungan Jack bertanya, “Ada apa Jack?”


Jack tidak menjawab malah mengalihkan pembicaraan. “Apa kamu membawa laptop, atau di sini ada komputer?”


“Ada komputer. Emang buat apa?” tanya Brian.


“Tunjukkan dahulu komputernya ada dimana?”


“Ada di ruang sebelah”, ucap Brian.


Jack berjalan ke ruang sebelah lalu membuka komputer.


Saat dirinya tengah mencoba melacak tiba-tiba Lucas menghubungi kembali. Jack mengangkat sambungan dari Lucas.


“Apa kamu menemukan?”


“Sedang aku coba”, jawab Jack.


“Cepatlah. Aku sudah kehilangan jejaknya”, ucap Lucas sambil fokus mengemudi.


Jack memutuskan sambungan lalu lanjut melacak lokasi Vita. Jack menemukannya lalu menghubungi Lucas lokasi yang ia dapat. Jack langsung mengirim lewat pesan.


Ketika Jack bernafas lega, Brian tiba-tiba datang dengan Chalvien juga Zeno.


“Ada apa Jack?” tanya Brian.


Jack membuang nafas kemudian menjawab pertanyaan Brian.


“Vita kembali melarikan diri”, jawab Jack.


“What’s??” Chalvien dan Brian terkejut.


“Bagaimana petunjuk lokasinya?” tanya Zeno.


“Sudah ketemu. Ternyata mudah melacak kekasihnya Lucas”, ucap Jack dengan ekspresi bangga.


“Jangan terlalu meremehkan gadis kecil itu. Kamu bisa saja terkecoh dengan lokasi tersebut. Coba kamu ingat saat dikelabui oleh Imron”, ucap Zeno.


Jack berpikir lalu mengumpat kasar dengan menepuk jidat. Jack mengambil ponsel, dengan panjang umurnya saat akan dihubungi Lucas menghubungi dahuluan.


Jack men deal up.


“Hallo Lucas, aku tahu kamu saat ini sedang kacau. Kita terkecoh kelicikan kekasihmu. Aku pun lengah dan mudahnya tertipu. Terus kita bagaimana?”

__ADS_1


Lucas memijat keningnya.


“Tidak perlu cari. Dia akan kembali lagi”, ucap Lucas dengan memutuskan sambungan teleponnya. Lucas bernafas kasar dan kembali ke mobil lalu ia melajukan dengan membelah jalanan yang gak begitu ramai.


__ADS_2