Loyal And Possesive Mafia Billioner

Loyal And Possesive Mafia Billioner
Episode 48 (Pesta ulang tahun Rosiana 1)


__ADS_3

Di tengah obrolan Rosiana, Lucas menyapa di sela-sela obrolan. “Hai girl’s.”


Rosiana menoleh dengan mata terbelalak senang melihat saudara sepupunya datang.


“Hai Lucas..”, sapanya sambil berjalan mendekatinya dan memeluk.


“Bagaimana kabarmu?” tanya Rosiana sambil melepas pelukkan.


“I’m fine”, ucap Lucas.


Ana ikut nimbrung dengan senyum melihat Vita.


“Hai Vit, bagaimana kamu bisa datang ke sini?”


“Aku di paksa ama pria paruh baya ini”, cibir Vita.


“Oh no, itu tidak akan menyenangkan bagimu girl”, ucap Rosiana dengan diiringi tawa.


“Apa kamu gak mengenalkan gadis di sampingmu ini?” tanya Rosiana.


“Oh ya, aku ke sini mau mengenalkan denganmu”, ucap Lucas.


Lucas memperkenalkan Vita dengan Rosiana dengan tangannya bertengger di pundak gadis kecilnya.


“Vit, dia Rosiana. Ia sepupuku yang paling bawel sejak kecil”, ucap Lucas. Lalu Rosiana memukul perut Lucas kemudian mengulurkan tangannya.


“Hai, aku Rosiana”, ucap Rosiana.


“My name is Vita”, ucap Vita.


“Lalu mereka adalah temanku”, ucap Rosiana memperkenalkan teman-temannya satu persatu dengan senyum.


Setelah mengenalkan Vita kepada Rosiana, Lucas izin pamit untuk bergabung bersama teman-temannya dan obrolan mereka beralanjut usai kepergian Lucas. Vita masih tetap bersama gombrolan Rosiana.

__ADS_1


“Kalian sudah kenal dekat sejak kapan?” tanya Olivia.


“Aku dan Ana?” tanya Vita.


Mereka menjawab dengan mengangguk.


“Aku mengenalnya saat aku duduk di bangku SMP dan ia sudah lulus SMA”, ucap Vita.


“What’s!” Natalie terkejut.


“Bukankah jarak umur kalian beda jauh?” Natalie terus bertanya-tanya.


“Kenapa dengan jarak umur? Jika Tuhan mentakdirkan kita untuk bertemu maka terjadilah. Teman kan gak memandang umur”, ucap Vita.


“Betul juga, yang dikatakan olehnya”, ucap Naomi.


Sedangkan Dominic, Lucas, Damien, Steve, dan Aldrick berbincang mengenai bisnis dan masalah Charles beserta kroco-kroco Raymond.


“Dante memberikan informasi mengenai Rajasa. Ia sekarang pergi ke Dubai untuk mendapatkan kerjasama dengan Ali. Mereka menggunakan kelicikannya dengan mengkambing hitam kelompok kita”, jelas Damien.


“Maybe”, ucap Steve.


Ketika asyik mengobrol tibalah perayaan ulang tahun Rosiana tepat waktu. MC mulai membawakan acara pesta sambutan.


“Yo! Yo! Yo!!, Hallo guys! Everybody semuanya. Apa kabar semuanya? Mudahan-mudahan kita semua dalam keadaan baik dan sehat. Senang sekali semua teman yang membuat acara ini hadir di pesta ulang tahunnya siapa lagi kalau bukan Rosiana dari keluarga Kendrick. Kemeriahan ini juga akan ada sebuah kejutan untuk para hadirin semua umur. Tentunya kejutan ini memberikan kebahagiaan untuk keluarga Kendrick nantinya.


Mari kita tebak kejutan apa yang akan diberikan oleh keluarga Kendrick? Waktu berjalan untuk menerka pertanyaan yang saya sampaikan.”


Di bawah panggung sana seorang gadis mengangkat tangan dengan semangat dan matanya berbinar. “Saya! Saya!”, semua tamu menatap gadis berambut coklat gelap.


MC itu pun menunjuk gadis itu. Ia turun dari panggung menghampiri gadis itu yang saat ini berdiri.


“Silahkan jawab”, ucap MC.

__ADS_1


“Pesta kejutan kali ini adalah...” Natalie berdiam sambil melirik kanan-kiri lalu ia melanjutkan, “adalah...beriringan dengan pengumuman pertunangan Rosiana dengan Andre!” serunya.


Dominic mendengar jawaban itu hatinya mencelos seperti tertusuk panah tepat di jantungnya. Nafas Dominic memburu. Ia langsung pergi meninggalkan pesta ulang tahun Rosiana untuk menenangkan perasaannya usai mendengar jawaban dari mulut Kendrick.


Lucas melihat kepergian Dominic, ia mengetahui apa yang telah terjadi antara sepupunya dan Rosiana usai mendengar dari mulut Jhors. Ia gak bisa berkata apa-apa bahkan membela keluarga Kendrick. Ia hanya pasrahkan kepada Tuhan dengan harapan tidak akan terjadi permusuhan bahkan hubungan antara Andre dan Rosiana terjadi sebab Lucas mengenal Rosiana sejak kecil bagaimana wanita itu inginkan.


Pesta berlangsung meriah setelah memasang cincin dan meniup kue ulang tahun. Hingga pesta tersebut berakhir.


...


Di tempat berbeda, Dominic sedang menghabiskan waktunya minum-minum di bar yang tampak sepi. Mata Dominic terus menyala dan tajam. Orang yang bertatapan pun takut menyinggung Dominic bahkan mereka gak ada yang berani menghapiri Dominic dalam keadaan marah sekalipun.


Ketika Dominic hampir tumbang di bar tiba-tiba Elizabeth datang dan duduk di sebelah Dominic yang ia kenal.


“Honey, kenapa kamu menikmati minum sendirian. Kau harusnya mengajakku minum juga”, ucap Elizabeth.


Dominic tidak menjawab, ia hanya menundukkan kepalanya karena sakit pening akibat alkohol. Elizabeth terus menggoda Dominic.


“Dom, kenapa kamu gak merespon terus?” tanya Elizabeth sambil menyesap whisky.


Pelayan yang ada di bar memberitahu kepada Elizabeth bahwa Dominic saat ini terlalu mabuk. Elizabeth begitu senang. Elizabeth mengambil kesempatan dengan mengajak Dominic pergi. Namun Dominic menolak sampai tangannya memukul wajah Elizabeth. Elizabeth kesakitan di hidungnya sampai berdarah. Ia meringis kesakitan. Kesakitan yang di rasakan Elizabeth tidak seberapa. Elizabeth lebih mementingkan untuk mendapatkan Dominic bagaimanapun caranya. Elizabeth terus berusaha mengajak Dominic pergi akan tetapi Dominic terus menolak sampai Damien datang bersama Jhors.


Damien melihat Elizabeth yang tersungkur di lantai. Damien menghampirinya.


“Sedang apa kamu di lantai?” tanya Damien yang beru datang.


Elizabeth mengadah kepalanya lalu berdiri sambil menepuk bokongnya. “Aku tersungkur berkat kakakmu”, seru Elizabeth.


Jhors tertawa terbahak setelah melihat penampilan dan wajahnya yang sedikit luka.


“Kenapa kamu tertawa?” tanya Elizabeth dengan wajah kesal.


“Aku, tertawa karena kebodohanmu. Sudah tahu Dominic sudah selesai hubungan denganmu tapi kamu terus menempel. Bukankah Dominic terlalu pintar menilai wanita baik dan buruk”, jelas Jhors sambil mengambil minum bekas Elizabeth.

__ADS_1


Elizabeth merasa kesal dan pergi begitu saja dengan sinis.


Usai kepergian Elizabeth, Damien menuntun Dominic untuk kembali ke rumah bersama Jhors.


__ADS_2