Loyal And Possesive Mafia Billioner

Loyal And Possesive Mafia Billioner
Episode 40 (Kegilaan Lisa)


__ADS_3

Vita menarik rambutnya karena frustrasi akibat kegagalannya menangkap ular berbisa dengan mengumpat. “Aish~! Dam~.” Lalu pergi ke dapur untuk mendinginkan kepalanya yang terasa panas.


Lucas yang sejak tadi memperhatikan gadis kecilnya yang tengah frustrasi, ia mendiamkan terlebih dulu. Ia lebih utama menghubungi Chalvien untuk memintanya menghubungi yang lain terkait kaburnya Lisa. Setelah menghubungi Chalvien, Lucas pergi menghampiri Vita di dapur. Lucas melihat Vita tengah minum air soda dingin secara tak wajar. Lalu Lucas menghentikannya dengan merebut kaleng yang baru ia buka membuat Vita terkejut. Vita menoleh ke arah Lucas dengan tatapan kesal. Namun Vita gak dapat memungkiri dengan tatapan tajam dan ekspresi dingin dari Lucas yang menakutkan baginya. Vita hanya dapat menghela nafas kasar.


“Jangan terlalu banyak minum soda, itu sangat tidak baik untukmu”, nasihat Lucas dengan ekspresi tatapan dingin dan tajam.


Vita tidak menggubris. Ia malah pergi ke meja makan melewati Lucas. Akan tetapi langkah itu terhenti karena tangan miliknya di cekal oleh Lucas. Lucas menarik tangan Vita dan tubuhnya terhuyung ke depan menabrak dada bidangnya. Vita mengadu sakit, “auw”, sambil mengusap kening dan pangkal hidungnya. Lucas tak memedulikan sakit yang di alami Vita. Ia malah membawa tubuh Vita bersandar di lemari es. Lucas menatap Vita dalam diam dengan intens dan ekspresi dingin. Vita merasa tidak nyaman apa yang dilakukan oleh Lucas. Vita mencoba memberanikan diri menyuruh Lucas minggir namun Lucas menulikan telinganya.


“Apa yang ingin kau lakukan?” marah Vita.


Lucas hanya diam.


“Ih~minggir!” bentak Vita dengan berusaha mendorong tubuh Lucas yang keras namun tak ada pergerakan sedikit pun. Padahal Vita sudah menggunakan sekuat tenaga.


Ketika Vita terus mendorong tubuh Lucas, Johan pun datang sebagai dewa penolong. Sementara Johan merasa tidak enak kepada Lucas karena sudah mengganggu adegan yang di pikiran Johan. Johan meminta maaf sambil menyengir dan menggaruk tengkuk tidak gatal.


Saat Johan akan pergi Vita menghentikan langkah Johan sambil menginjak kaki Lucas dan mendorong tubuhnya.


“Tunggu!” teriak Vita.


Vita pergi melangkah ke arah Johan. Vita mengatakan, “kita harus segera kejar Lisa. Jika tidak, kita akan..maksudku orang-orang sekitar kita bisa bahaya”.


Johan mengangguk mengikuti Vita dan diikuti Lucas dari belakang. Vita masuk ke dalam mobil bagian kemudi namun oleh Lucas dihentikan.


“Apa?” tanya Vita dengan mengangkat alis sebelah.

__ADS_1


“Biar aku yang menyetir”, ucap Lucas.


“Aku saja, jika kamu yang menyetir kita tak bisa mengejar Lisa”, tolak Vita.


“Biarlah Lucas, jika kita terus berdebat Lisa akan lebih jauh pergi”, ucap Johan.


Vita pun mengalah berpindah di samping kemudi dengan ekspresi kesal.


Lucas mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Vita berada di samping Lucas menegurnya.


“Uncle! Jika kecepatan segini kita tidak bisa mengejar Lisa”.


“Kita sudah tertinggal dan Lisa telah menghilang. Percuma kita mengemudi kecepatan tinggi. Aku tadi mendapatkan pesan dari Chalvien bahwa mereka kehilangan jejak Lisa. Jadi, kita menuju lokasi masion milik Leon”, jelas Lucas tanpa mengalihkan jalanan.


“Gawat, jika Lisa lolos dia pasti mengubah wajahnya dengan silikon menyerupai salah satu dari kami. Aku tidak bisa membiarkan ini”, ucap Vita dalam hati.


...


Di dalam ruangan rahasia Leon, Chalvien, Dante, Devan, dan Thomas menunggu kedatangan Lucas, Vita, dan Johan. Chalvien menghubungkan monitor ke laptop untuk dapat bisa membahas bersama lewat vidcall dengan Dominic dan lainnya.


Setengah jam menunggu akhirnya Lucas bersama Vita dan Johan datang. Lucas menarik kursi menyuruh Vita duduk. Vita menjatuhkan bokongnya meski ia masih belum mengerti situasinya.


“Apaan ini?” tanya Vita dengan bingung.


“Oh ya, aku belum menjelaskan kepadamu sweety”, ucap Lucas.

__ADS_1


“Kami mengadakan rapat ini agar kita secepatnya menemukan bangkar Lisa. Masalah ini juga ada kaitannya dengan Raymond dan Gerlad”, jelas Lucas.


“Maksud kalian Lisa di dalangi oleh Raymond dan Gerlad?”


“Ya, seperti itu”, sahut Devan.


“Bulshit!” ketus Vita.


Para pria menatap Vita setelah mendengar kata sedikit kasar. Vita merasakan hawa tidak nyaman menjelaskan.


“Ini gak ada keterkaitan masalah musuh kalian. Dia itu di. luar. batas. Dia akan melakukan apa pun untuk mencapai keinginannya. Dia lebih dari serakah. Dia itu gila. Aku sudah tahu kerja sama antara Lisa Rajasa, dan dua orang yang kalian sebut. Namun prinsip Lisa bukan di masalah itu. Dia lebih dari seorang iblis. Ia bisa menjungkirkan balik mereka. Ia telah mengumpulkan aset-aset yang telah di rampas. Apa kalian tidak cari tahu secara mendetail”, jelas Vita dengan memberikan penekan setiap kalimat sampai merasakan amarah, kesal dan geram jika mengingat semua informasi yang di dapat.


Semua orang terdiam usai mendengar semua penjelasan Vita. Mereka bertalu dengan pikirannya.


“Seberapa tahu Vita mengenai masalah ini? Jika memang benar, berarti..Wah gila bikin bulu kudukku berdiri”, batin Johan yang notabenenya seorang mafia yang sering berhadapan dengan musuh-musuhnya.


“Gadis ini benar-benar luar biasa dan selalu memberikan kejutan”, batin Dominic.


“Sungguh mengagumkan putri Monica”, batin Thomas.


“Seberapa jauh dia tahu tentang musuhnya? Aku tidak ingin dia terlalu jauh menangani kasus ini. Itu akan bahaya untuknya”, batin Lucas.


“Kamu mendapatkan informasi semua itu dari mana?”, tanya Lucas dengan ekspresi dingin.


“Aku mendapatkan semua itu dari hasil jerih payahku yang selama ini pergi”, jawab Vita berbohong meski tidak semua yang ia katakan bohong. Vita benar-benar melakukan itu semua untuk bisa mendapatkan bukti-bukti mengenai keterkaitan Lisa dengan orang-orang di sekitar meski lewat temannya.

__ADS_1


__ADS_2