
Lahan parkir itu terlihat penuh dengan mobil yang berasal dari berbagai stasiun televisi. Terlihat dari lambang yang jelas terpampang di badan mobil.
Para wartawan pun sudah mulai memenuhi ruang konferensi. Sebagian besar masih berdatangan. Ada yang dari stasiun televisi maupun koran dan majalah bisnis.
Setelah mendapat pemberitahuan bahwa mereka diundang untuk menghadiri konferensi pers yang diadakan oleh keluarga besar Hadisaputra, mereka serentak berbondong-bondong menuju ke tempat yang telah ditentukan.
Siapa yang mau menyia-nyiakan kesempatan mendapat berita paling gres.
Tampak beberapa dari mereka sedang berbicara di depan kamera masing-masing untuk menjelaskan pada pemirsa di rumah tentang konferensi yang akan segera berlangsung.
{Di sini kami menyampaikan bahwa Ardan Hadisaputra akan melakukan konferensi pers terkait konferensi sebelumnya yang menyebutkan hubungannya dengan seorang wanita yang menyebabkan kehamilan yang tidak diakui oleh Ardan. Baiklah, jangan kemana-mana. Kami akan kembali setelah yang satu ini}
Seorang wanita yang berwajah oval sedang memulai siaran live dari stasiun yang diwakilinya.
{Bagaimana fakta yang sebenarnya? Apakah cerita yang disampaikan Nona Angel memang benar adanya? Ataukah ada cerita lain di balik skandal besar ini? Tetap bersama kami karena kami akan mengupas sampai ke akar-akarnya}
Masih banyak insan pers yang menyiarkan live konferensi ini.
Beberapa buah mobil hitam datang beriringan dan berhenti tepat di depan pintu masuk.
Ardan Hadisaputra tampak keluar dari salah satu mobil. Langkahnya gagah dalam balutan setelan hitam dengan kemeja putih di dalamnya, dilengkapi dasi berwarna silver. Tampak angkuh dan percaya diri.
Para wartawan langsung mengerubungi. Kilatan blitz menangkap sosok Ardan dari keluar mobil hingga masuk ke dalam ruangan konferensi.
Para bodyguard bekerja keras menyibak orang-orang dan memberi akses jalan untuk Ardan.
Setelah Ardan duduk di depan, pembawa acara mulai membuka acara. Puluhan kamera menyorot jalannya acara.
"Kami ucapkan banyak terima kasih pada insan pers yang telah menerima undangan kami dan bersedia hadir di sini. Kami mengadakan konferensi ini disebabkan konferensi yang telah dilakukan oleh Nona Angel beberapa jam sebelumnya. Kami akan memberikan klarifikasi terkait pemberitaan itu. Baiklah sepertinya semua sudah tak sabar untuk mendengar dan bertanya langsung pada Bapak Ardan Hadisaputra. Tapi sebelumnya akan kami atur agar semuanya aman, nyaman dan terkendali. Oleh karena itu, kami akan mempersilahkan tiga orang yang akan bertanya terlebih dahulu. Dan satu orang hanya diperbolehkan mengajukan satu pertanyaan. Jadi, tolong pilah dan pilih pertanyaan yang akan diajukan agar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang kalian miliki. Silakan}
Semua wartawan yang hadir mengangkat tangan. Ardan menunjuk tiga orang di antara mereka.
"Apakah benar Nona Angel adalah kekasih Anda?"
"Apakah benar kalau anak yang dikandung Angel adalah anak Anda?"
"Mengapa Anda tidak mau bertanggungjawab?"
Pemimpin konferensi memberi tanda bahwa pertanyaan yang diajukan sudah cukup. Dan memberikan kesempatan Ardan untuk menjawabnya.
"Ekhm... Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran para wartawan sekalian. Untuk pertanyaan pertama, saya dan Angel bukan pasangan kekasih. Kami cuma kenalan yang kebetulan bertemu di klub malam. Anak yang dikandung Angel besar kemungkinan bukan anak saya jadi untuk apa saya bertanggungjawab atas anak orang lain."
__ADS_1
Gemuruh suara langsung terdengar setelah Ardan menjawab. Pemimpin konferensi menenangkan suasana.
"Diharap tenang! Baiklah, kita teruskan untuk pertanyaan berikutnya."
"Anda mengatakan bahwa kalian bukan pasangan kekasih. Lalu bagaimana dengan foto-foto yang di perlihatkan Nona Angel pada kami sebelumnya?
" Bisakah Anda membuktikan bahwa tuduhan Nona Angel tidak benar?"
"Lalu bagaimana reaksi istri Bapak saat mengetahui hal ini?"
Ardan terlihat menegakkan badannya sebelum menjawab.
"Foto yang diperlihatkan Angel adalah rekayasa. Saya punya bukti kalau Angel memiliki banyak kekasih. Kalian dapat melihat dari foto-foto ini."
Layar besar di belakang Ardan mulai menayangkan slide yang menampilkan Angel yang bermesraan dengan beberapa pria berbeda.
Wajah-wajah terkejut dan suara tertahan dari para wartawan tampak memenuhi ruangan.
"Dan istri saya memiliki kepercayaan penuh pada saya. Bahwa ini hanya sebuah konspirasi untuk menjatuhkan saya."
"Baiklah, kesempatan terakhir untuk bertanya." kata pemimpin konferensi.
"Dari rumor yang saya dengar, keadaan rumah tangga Bapak sedang tidak harmonis. Benarkah itu?"
"Dari yang kami dengar, istri Bapak pernah pergi meninggalkan rumah. Apakah kalian bertengkar?"
Ardan menggeram, tangannya terkepal, mati-matian dia berusaha menahan diri dan terlihat tenang.
Kau harus hati-hati! Akan ada pertanyaan yang menyudutkan rumah tangga kalian. Pesan Antoni sebelum mereka sampai ke tempat konferensi.
Ardan menghela napas untuk menenangkan diri sebelum menjawab.
"Rumah tangga kami dalam keadaan baik-baik saja. Kami saling mencintai satu sama lain. Untuk kehadiran anak, itu memang sudah kesepakatan kami untuk menundanya dulu. Dan tentang kepergian istri saya dari rumah beberapa waktu yang lalu, itu bukan karena pertengkaran. Dia memang lama ingin berkunjung dan bermalam di rumah lama, tempat yang telah menjadi saksi tumbuh kembangnya."
"Baiklah. Untuk sesi tanya jawab sudah selesai. Silakan Pak Ardan kalau masih ada yang mau disampaikan."
Ardan menghadapkan wajahnya ke kamera.
"Sehubungan dengan konferensi sebelumnya yang diadakan oleh Nona Angel, kami sebagai pihak yang disebutkan dalam konferensi tersebut merasa sangat dirugikan. Ini adalah pencemaran nama baik. Kami akan menempuh jalur hukum. Persiapkan pengacara terbaik Anda, Nona Angel!'
Tatapan tajam Ardan pada kamera seakan-akan sedang menatap langsung pada Angel.
__ADS_1
Angel yang melihat konferensi itu secara live merasa ketakutan sekaligus marah. Dia tak mengira jika bola panas yang dilemparkannya malah berbalik ke arahnya.
"Sialan!" Teriaknya sambil melempar remote ke dinding.
Sedangkan di kediaman Ardan, Soraya juga sedang menonton siaran tersebut.
Meski masih merasa ragu dengan hasilnya tapi setidaknya dia cukup lega karena Ardan mengambil tindakan yang cukup cerdik.
Awalnya dia takut kalau-kalau Ardan akan melakukan tindakan berbahaya yang menyalahi aturan hukum.
Huffttt ... Dia lega sekarang. Menyandarkan tubuhnya di sofa dan menutup matanya. Rasa damai dan keheningan mengantarkannya ke alam mimpi tanpa dia sadari.
Entah berapa lama dia tertidur. Sampai ada sebuah tangan kekar mengangkat tubuhnya. Soraya membuka sedikit matanya. Tampak rahang kokoh yang selalu dicintainya. Soraya mengalungkan tangan di leher Ardan.
Ardan mengangkat tubuh Soraya dengan lembut dan merebahkannya di ranjang. Soraya segera bergelung di sana dengan nyaman.
Ardan menyelimuti istrinya dan mengecup keningnya dengan penuh kasih. Setelah melepaskan sepatu dia bergabung masuk ke dalam selimut dan memeluk tubuh Soraya.
Soraya membuka matanya.
"Kau sudah pulang?"
"Hmm ... Maaf, membuatmu terbangun!"
Soraya mendekatkan tubuhnya agar lebih rapat ke suaminya. Ardan meletakkan lengannya di bawah kepala Soraya dan melingkatkan tangan yang satunya di pinggang istrinya.
"Aku suka momen seperti ini." kata Ardan sambil memejamkan mata.
"Hmm ... Aku juga. Seakan kau hanya milikku." Gumam Soraya.
"Apa maksudmu dengan 'seakan'?"
"Tak ada maksud apa-apa. Aku hanya merasa seolah kebahagiaan ini hanya mimpi. Setelah bertahun-tahun rumah tangga kita begitu dingin."
Dada Ardan terasa nyeri mendengar perkataan Soraya. Dia tidak menampik hal itu. Memang semua salahnya. Dan dia bertekad untuk membahagiakan Soraya selamanya.
"Maafkan aku! Aku berjanji, kebahagiaan ini tidak akan berakhir. Aku akan selalu berusaha membuatmu merasakan bahwa kau adalah orang yang paling bahagia di dunia." kata Ardan sambil menyapu sudut matanya yang basah.
Mengeratkan pelukan pada istrinya. Berharap Soraya akan selalu menjadi tempatnya pulang.
Bersambung ...
__ADS_1
********
Jangan lupa like ya! 🙏