Maaf, Aku Menyerah!

Maaf, Aku Menyerah!
Menata Hidup Baru (Ending)


__ADS_3

65 Maaf, Aku Menyerah!


Keesokan harinya masyarakat digemparkan dengan berita jatuhnya mafia besar Socrety. Bahkan pemimpin tertinggi dikabarkan meninggal dunia dalam pertempuran senjata api di sebuah mansion Johnson.


Erick Johnson juga ditemukan tewas dalam insiden itu. Masih dilakukan penyidikan atas kejadian tersebut.


Belum selesai dengan berita menggemparkan itu, masyarakat kembali dikejutkan dengan adanya berita markas Socrety yang diruntuhkan oleh Mafia Red Devil.


Tak ada bukti yang dapat menjadi petunjuk kalau semua yang terjadi merupakan hasil pekerjaan Mafia Red Devil. Sehingga kepolisian tidak bisa menyeret mereka ke depan pengadilan.


Semua desas desus di masyarakat hanya berdasarkan informasi yang mereka dapat dari media televisi dan media sosial.


Berita itu berasal dari email seseorang yang merupakan anonymous. Tak dapat diselidiki siapa pengguna akun tersebut. Karena pengiriman email itu dilakukan dari rental komputer.


Rupanya pelakunya sudah memperhitungkan semuanya dengan sangat baik dan rapi.


Soraya dan Ardan tidak terlalu memusingkan berita-berita itu. Mereka memfokuskan diri memperbaiki perusahaan Palvin yang kacau karena ulah Luke dan Erick.


Pada saat perusahaan dalam kondisi down, para pemegang saham cepat-cepat menjual sahamnya. Untungnya Papa Soraya cepat bergerak. Dia membeli semua saham yang akan dijual para pemegang saham itu. Dan mengusahakan agar harga saham tidak lagi semakin jatuh.


Setelah kematian Erick, Soraya berupaya keras membuat nilai saham membaik dan dia berhasil membuat saham perusahaan kembali tinggi serta cenderung stabil.


Soraya bersyukur karena perusahaan tidak benar-benar kolap sehingga para karyawan tidak ikut merasakan imbasnya. Walaupun mereka harus rela belum menerima gaji dalam dua bulan. Tapi itu mereka lakukan karena percaya Soraya bisa mengeluarkan perusahaan dari jurang kehancuran. Mereka memilih bertahan daripada berhenti dari perusahaan.


Setelah melalui banyak rintangan. Akhirnya Soraya bisa mengembalikan kondisi perusahaan menjadi stabil. Untuk para karyawan, Soraya memberikan penghargaan berupa bonus. Para karyawan sangat senang. Selain mendapatkan gaji yang tertunda mereka juga mendapatkan bonus. Sehingga mereka semakin menghormati Soraya dan bertekad untuk tetap membersamai Soraya walau apapun yang terjadi di masa yang akan datang.


Angel yang berada di dalam tahanan Red Devil mencoba melarikan diri namun kepergok penjaga. Karena tetap melanjutkan berlari, akhirnya penjaga menembak Angel. Peluru itu tepat mengenai jantungnya. Angel roboh bersimbah darah. Saat penjaga mencapai tubuhnya, Angel sudah menghembuskan napas terakhirnya.


Soraya yang mendapat kabar kematian Angel tidak terlalu terpengaruh. Walaupun di sudut hatinya yang terdalam menyayangkan apa yang sudah terjadi pada Angel. Seandainya Angel tidak melakukan kejahatan dengan melibatkan Marsya pada saat Anniversary perusahaan itu, mungkin Soraya tak akan menyentuhnya. Soraya mungkin akan mengabaikan kejadian penculikan dan percobaan perkosaan saat dia masih berada di Indonesia. Tapi wanita itu memaksa Soraya untuk mengambil tindakan tegas. Apalagi kejadian itu juga merenggut buah hatinya, putrinya yang masih kecil.

__ADS_1


Hari ini Soraya ditemani Ardan menziarahi makam Granny. Setelah mendapat kabar kematian Granny, Soraya memang berkeinginan untuk mengunjungi makam Granny tapi dicegah oleh Diana.


Menurut Diana, akan lebih baik jika mereka fokus pada musuh terlebih dahulu. Lebih cepat akan lebih baik. Sementara mereka sedang lengah karena mengira sudah melenyapkan Soraya.


Jika Soraya muncul di makam Granny, ditakutkan ada mata-mata musuh yang melihat. Sehingga membuat mereka kembali waspada. Hal itu akan membuat rencana mereka berantakan.


Untungnya Soraya mematuhi larangan tante Diana sehingga mereka mendapatkan kemenangan. Orang-orang jahat yang berniat menghancurkan Soraya sudah mereka singkirkan.


Soraya berdiri di depan makam Granny. Dia menyusut airmata di balik kacamata hitam yang bertengger di hidungnya.


"Maafkan kami, Granny! Kami tidak dapat melindungi Granny dengan baik. Kami tidak menyangka mereka juga menargetkan Granny."


Diana memeluk Soraya. Dia memahami perasaan Soraya. Meski Granny adalah sosok yang tegas tapi dia sangat menyayangi Soraya. Soraya sadar bahwa apa yang dilakukan Granny semata-mata untuk kebaikannya walaupun hal itu menyakitinya saat Granny memisahkan dirinya dengan Ardan. Dalam pandangan Granny, Ardan adalah seorang pria baj*ngan yang hanya membuat Soraya menderita.


Informasi yang didapat Granny berasal dari Luke yang merupakan asisten pribadi Granny sebelum beliau menyerahkan Luke padanya untuk menjadi asisten pribadinya.


Ternyata Erick memang sudah menyiapkan semuanya. Tak heran jika informasi yang diberikan Luke adalah informasi yang berisi hal-hal buruk tentang Ardan. Hal itu dimaksudkan agar hubungan Granny dan Soraya memburuk. Erick benar-benar tak berperasaan. Dia menginginkan hubungan Soraya dan Granny berakhir sehingga dia bisa dengan mudah menghancurkan Palvin.


Erick telah mempersiapkan semuanya tapi dia lupa memperhitungkan seseorang yang berada di belakang Soraya. Sehingga dia tidak dapat memprediksi akan mendapatkan balasan secepat itu.


Setelah berada cukup lama di makam Granny, Soraya melangkahkan kaki ke makam lain yang tak jauh dari makam Granny.


Ya, makam momy nya. Dia pernah kesini bersama Granny, tapi belum pernah bersama Ardan. Hari ini dia membawa Ardan untuk mengunjungi makam momy nya.


"Momy ... Ini suamiku. Dia pria yang baik dan aku mencintainya. Momy tak usah khawatir, dia akan menjagaku dengan baik." kata Soraya sambil menggenggam erat jemari Ardan yang membalas dengan senyuman hangat.


Hari sudah menjelang malam. Mereka segera meninggalkan tempat itu.


Atas permintaan Soraya, Diana sekarang menemani mereka di mansion Palvin. Diana sudah seperti ibunya sendiri. Diana tidak keberatan. Dia malah merasa sangat bahagia bisa berkumpul kembali dengan Soraya.

__ADS_1


Sedangkan Papa Soraya lebih memilih tetap berada di mansion pribadinya. Dia tidak suka menampakkan diri. Semua urusan perusahaan dia limpahkan pada Peter, anak angkatnya. Dan Soraya tidak keberatan akan hal itu. Dia malah berterima kasih karena Peter telah menemani Papanya selama ini dan memberikan pertolongan pada keluarganya dalam menghadapi Erick dan Luke.


Soraya dan Ardan bersiap untuk tidur. Mereka telah berada di atas ranjang sambil berpelukan.


"Aku senang akhirnya kita bisa hidup tenang tanpa merasa takut lagi." kata Soraya sambil menyurukkan kepalanya ke dada Ardan.


"Aku juga. Kita bisa bernapas lega sekarang. Meski kita harus melalui titik paling rendah dalam hidup kita."


"Benar! Aku mengalami kehilangan paling menyedihkan dalam hidupku. Kedua orang yang paling berharga dalam hidupku dikabarkan mati apalagi Hana yang sekarat di depan mataku. Aku depresi berat saat itu. bahkan sempat hampir mati karena dicekoki obat tidur oleh Angel. Huh, wanita itu benar-benar jahat. Dia tak akan berhenti sampai tujuannya tercapai."


"Sudahlah! Lebih baik kita menata hidup kita ke depannya. Untuk Hana, tak ada yang melebihi penyesalanku karena tidak bisa melindunginya. Tapi jangan jadikan hal itu sebagai batu halangan untuk terus melangkah ke depan. Kita akan menjadikannya pembelajaran agar berhati-hati dalam melindungi anak-anak kita kelak."


"Ya, Mas benar." sahut Soraya sambil memainkan telunjuknya di dada suaminya.


Ardan menggeram rendah menyadari kode dari Soraya. Dia mendekatkan wajahnya ke Soraya dan melum*t bibir istrinya yang selalu membuatnya rindu.


Mereka kembali mereguk indahnya kebersamaan.


"Soraya ... Berikan aku anak lagi. Aku ingin anak-anak yang lahir dari rahimmu." Bisik Ardan sebelum menyatukan tubuh mereka.


Soraya melenguh dan mengaminkan perkataan Ardan.


"Akh ... ."


Tamat


Alhamdulillah... akhirnya Novel 'Maaf, Aku Menyerah! selesai juga.


Terima kasih pada semua reader yang telah setia membersamai dari awal cerita ini.

__ADS_1


Mohon maaf atas semua kekurangan.


__ADS_2