Maaf, Aku Menyerah!

Maaf, Aku Menyerah!
Membersihkan Nama Baik


__ADS_3

46 Maaf, Aku Menyerah!


"Menurutmu, apakah dalang di balik Marsya itu sebenarnya mengincar diriku atau dirimu?" tanya Ardan kemudian setelah mereka terdiam beberapa saat.


"Aku belum dapat menyimpulkan sekarang. Lebih baik kita fokus menyelesaikan fitnah ini dulu. Jika kita beruntung menemukan Marsya, mungkin kita akan tahu siapa yang menjadi otak di balik ini semua."


Soraya memanggil babysitter dan menyerahkan mangkok makanan Hana.


Hana menoleh ke arah Soraya tapi kemudian kembali asik menonton kartun kesukaannya yang sudah mulai tayang di televisi.


Soraya merasa bersyukur karena Hana merupakan anak yang anteng sehingga dia tidak pernah menyulitkan saat Soraya harus meninggalkannya sewaktu-waktu.


Soraya dan Ardan kemudian bersiap untuk pergi ke kantor polisi melaporkan bahwa itu adalah sebuah fitnah dan merupakan tindakan pencemaran nama baik.


Setelah dari kantor polisi, mereka kemudian berpisah di jalan. Soraya akan menghubungi beberapa detektif handal untuk menyelidiki masalah ini. Bukan karena tidak percaya dengan kinerja kepolisian, tapi karena ingin segera mengakhiri masalah yang mereka hadapi.


Jika membuang waktu dalam mengatasi hal ini, dikhawatirkan akan mempengaruhi perusahaan suaminya.


Jika perusahaan Ardan goncang, bukan tidak mungkin musuh yang lain juga akan menyerang. Sehingga mereka harus menghadapi masalah yang semakin menumpuk.


Selama dalam perjalanan ke kantor polisi tadi, Soraya sudah berbincang banyak dengan Ardan untuk mengatasi permasalahan yang ditimbulkan Marsya. Dan mereka sepakat untuk membagi tugas.


Ardan ke perusahaan, mengatur bagian humas yang akan mewakilinya menghadapi publik yang pasti terpengaruh dengan pemberitaan media.


***


"Bagaimana?" tanya Soraya menanyakan keadaan perusahaan suaminya.


Mereka sekarang berada di ruang kerja Soraya. Ardan tak ke kantor hari ini. Keadaan di depan kantornya sudah sangat kacau karena adanya para demonstran.


Jadi Soraya melarangnya untuk pergi ke kantor, khawatir akan keselamatan suaminya.


Sudah tiga hari setelah berita pelecehan itu.


"Seperti yang kau prediksi, memburuk! Nilai saham terus menurun. Dan ini merupakan kondisi terburuk yang pernah terjadi selama ini. Dan para demonstran itu semakin memperparah keadaan."


"Lalu apakah ada kabar baru dari pihak kepolisian?"


Ardan menggeleng. Soraya menghela napas.


"Orang-orang yang kusebar juga belum memberi hasil memuaskan."


Drtt ... Drtt ...


Ponsel Soraya berdering.


[Ya ... Bagaimana?]


[Kami telah menemukan orang yang telah mengambil foto itu]


[Benarkah? Kalian yakin?]

__ADS_1


[Kami yakin]


[Oke! Aku segera ke sana]


Soraya memutus panggilan.


"Ada apa?" Ardan melihat Soraya bersiap keluar.


"Ayo, kita lihat orang yang telah mengambil foto saat kejadian. Mereka telah menangkapnya."


"Polisi?"


"Bukan! Orang suruhanku."


Ardan dan Marsya telah sampai di basement. Mereka melangkah ke parkiran mobil.


"Kau ikut mobilku saja. Mobilmu biar dibawa salah satu bodyguard." Perintah Ardan.


Soraya mengangguk. Dia langsung melemparkan kunci mobilnya pada Naomi. Para bodyguard yang mengiringi mereka juga segera memasuki mobil masing-masing.


Mobil mereka melaju menuju tempat orang suruhan Soraya menyekap tahanan mereka.


Setengah jam kemudian mereka telah sampai di basement sebuah apartemen. Mereka keluar dari mobil dan melangkah masuk ke dalam.


Setelah memasuki lift, Soraya menekan sebuah angka. Dan lift mulai berjalan mengantarkan mereka ke lantai yang dituju.


"Kau yakin mereka mengurung orang itu di sini?" Ardan terlihat meragukan orang suruhan Soraya.


Soraya tersenyum tipis.


"Terdengar agak sombong!" celetuk Ardan.


"Palvin!!!" timpal Soraya.


Ardan mendengus mendengar Soraya yang begitu membanggakan keluarganya.


Ting ...


Lift yang membawa mereka terbuka. Mereka keluar dari lift dan mengambil arah ke kiri, setelah berjalan sekitar lima menit mereka telah sampai di sebuah pintu.


Soraya mengetuk pintu. Tak lama pintu terbuka dari dalam. Soraya dan Ardan masuk, sedangkan Naomi dan beberapa bodyguard yang ikut naik ke atas tetap berjaga di pintu masuk.


"Di mana orang itu?" tanya Soraya langsung begitu bertemu dengan seorang pria berusia sekitar lima puluh tahunan.


"Dia di ruang interogasi."


Soraya dan Ardan memasuki sebuah ruangan yang disekat dengan sebuah dinding kaca dengan ruangan lain di sebelahnya.


Mereka dapat melihat dengan jelas pria yang sedang duduk dalam keadaan terikat di kursi.


"Apa yang sudah kalian dapat?"

__ADS_1


"Kami sudah mendapatkan semuanya. Untungnya file foto dan video dalam HP orang itu belum dihapus. Bahkan orang itu mengaku disuruh seseorang untuk melakukan hal itu."


"Apakah dia mengatakan siapa yang menyuruhnya?"


"Tidak! Dia sendiri tidak tahu. Karena sejak awal sampai proses pembayaran, dia hanya bertemu dengan orang yang menyuruhnya satu kali. Dan pembayaran dilakukan dengan sistem tranfer."


"Apakah tidak dapat melacak asal rekening yang melakukan transfer?"


"Kami masih melakukan pelacakan. Sepertinya orang itu melakukan beberapa kali transfer untuk menghilangkan jejak."


"Maksudnya?"


"Rekening yang melakukan transfer itu menggunakan nama palsu, dan hanya digunakan satu kali yaitu untuk melakukan transfer pada pria itu. Sepertinya mereka benar-benar sudah mempersiapkan semuanya dengan matang."


"Lalu apa yang akan kalian lakukan selanjutnya?"


"Kami akan menahan orang itu untuk sementara. Jika dirasa sudah tak ada lagi yang dapat diharapkan dari pria itu, dia akan kami lepas. Tapi akan tetap kami pantau, kalau-kalau orang yang menyuruhnya kembali menghubunginya."


"Bagus! Jangan sampai lengah!"


Soraya dan Ardan meninggalkan tempat itu. Mereka masih harus melakukan konferensi pers untuk meredam gejolak yang menghantam perusahaan Ardan.


Sesampainya di mobil, Ardan segera menghubungi asisten Robby untuk mempersiapkan konferensi.


Konferensi akan dilakukan malam ini juga. Soraya mendukung suaminya agar segera mengakhiri permasalahan ini. Lebih cepat akan lebih baik.


Langkah selanjutnya mereka akan kembali mencari Marsya yang telah menghilang seperti ditelan bumi setelah berita pelecehan itu menggemparkan masyarakat.


Apakah Marsya masih bersembunyi untuk kemudian menimbulkan masalah baru untuk mereka?


Atau Marsya sudah dihabisi oleh orang yang menyuruhnya?


Sebelum mereka menemukan mayat Marsya, mereka masih beranggapan kalau Marsya masih hidup. Jadi, mereka tetap menyebarkan orang-orang untuk mencarinya.


Konferensi pers berjalan dengan lancar. Para wartawan meliput acara itu dengan tertib dan damai. Berdasarkan bukti yang mereka dapat, Ardan dapat membersihkan nama baiknya di mata publik.


Para demonstran yang memenuhi halaman perusahaan Hadisaputra juga membubarkan diri satu persatu. Tak ada permintaan maaf atas apa yang mereka lakukan pada perusahaan Hadisaputra.


Ardan juga tidak mempermasalahkan hal itu. Dia tak mau membuat perkara dengan para aktivis itu. Karena menurut informan yang dimilikinya, para demonstran itu juga ditunggangi seseorang. Hal itu disampaikan oleh seorang demonstran yang mengatakan bahwa dia sendiri tak tahu dengan jelas alasan mereka mengadakan demo di tempat itu. Mereka dijanjikan uang dan makanan. Mereka hanya diminta melakukan demo di depan perusahaan Hadisaputra, menghujat Ardan atas pelecehan, dan mengangkat spanduk yang berisi tulisan yang menyudutkan Ardan.


Setelah semuanya dapat diselesaikan dengan baik. Ardan pulang ke mansion dengan hati senang.


Akhirnya dia dapat bernapas lega setelah beberapa hari ini harus menghadapi orang-orang yang menudingnya melakukan perbuatan yang tak pernah dia lakukan.


Dia tersenyum saat melihat Soraya yang telah terlelap di pelukannya.


Soraya! Istrinya yang sangat hebat, yang telah membantunya melewati semua ini.


Perlahan dikecupnya dahi Soraya, kemudian memejamkan matanya.


Jangan lupa like dan vote ya!

__ADS_1


Sebab-akibat itu selalu ada dalam kehidupan manusia. Lewat cerita ini author ingin para pembaca mengambil hikmah dan pelajaran atas apa yang terjadi pada semua peran yang ada dalam cerita ini.


Terima kasih karena selalu setia menunggu update!


__ADS_2