
Part ini mengandung kekerasan! Jika meneruskan untuk membaca, diharapkan pembaca tidak menyalahkan author ya! 😁
62 Maaf, Aku Menyerah!
"He ... He ... Kau masih bisa sesumbar saat ini? Besar sekali kepercayaan dirimu." Soraya tersenyum mengejek.
"Cuih ... Meskipun aku harus mati di sini. Gentara pasti tak akan melepaskan kalian." ketus Angel.
Ellias tertawa sinis. "Kau pikir dia akan mengira kami pelakunya? Lagipula tak dapat dipastikan dia akan hidup setelah ini."
Angel tertegun. "Apa ... Apa maksudmu? Apa yang kau lakukan padanya?"
"Aku? Aku tak melakukan apa-apa. Aku hanya mengarahkan dia ke malaikat mautnya. Dan aku akan duduk santai melihat pertunjukan mereka."
Angel menggigil menahan amarahnya. "Bajing*n! Kau iblis!" Angel memuntahkan sumpah serapahnya pada Ellias yang sama sekali tak bergeming.
"Hmm ... Lebih baik kau mulai eksekusinya, Nyonya Soraya! Rasanya telingaku mulai gatal mendengar ocehannya." Kata Ellias sambil mengorek telinga dengan kelingkingnya dengan ekspresi jijik.
Soraya melangkah mendekati Ardan dan membisikkan sesuatu.
"Kau yakin?" Ardan menatap lekat pada kedua mata Soraya dan melihat kesungguhan di sana.
"Baiklah! Lakukan apa yang kau mau!" kata Ardan akhirnya. Dia mengisyaratkan pada Ellias untuk mundur dan duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
"Kau yakin dia bisa melakukannya?" Bisik Ellias pada Ardan nyaris tak terdengar.
"Tentu saja! Kau nikmati saja pertunjukan yang akan dilakukan oleh istri tercintaku."
Soraya memanggil beberapa penjaga dan menginstruksikan sesuatu. Mereka semua mengangguk dan menyeringai ke arah Angel.
"Apa ... Apa yang kalian inginkan?" teriak Angel saat para penjaga itu satu persatu masuk ke dalam kurungannya.
Para penjaga itu mulai mendekatinya bersama-sama. Angel melihat gelagat tidak baik dari para penjaga itu.
Soraya menyaksikan itu semua dari balik jeruji dengan tatapan datar. Dia duduk dengan santai di sebuah kursi tak jauh dari Ardan dan Ellias.
Ellias tampak memperhatikan ekspresi Soraya saat ini. Muncul kekaguman dalam hatinya pada Soraya. Bagaimana bisa ada wanita yang begitu hangat dan dingin dalam satu orang?
Angel mulai berteriak-teriak saat para penjaga itu mulai menyentuh tubuhnya.
"Tidak! Jangan mendekat! Jangan sentuh aku!"
Mereka tak menghiraukan teriakannya. Beberapa orang mulai memegangi tangan dan kakinya. Dia direbahkan secara paksa di lantai yang dingin.
Kreek ...
Sebuah tangan merobek bajunya dengan paksa. Dia meronta-ronta tapi tak ada hasil. Mereka memeganginya dengan kuat.
__ADS_1
"Tidak! Jangan lakukan ini! Soraya ... Kau biadab!"
Aku hanya meminta kau membayar semua perbuatanmu padaku. Batin Soraya.
"Jangan ... Jangan lakukan ini! Kalian tak bisa melakukan ini! Akh ... Tidak!" Teriakan Soraya semakin keras saat penutup tubuhnya yang terakhir terenggut.
Kini tubuh polosnya terpampang jelas di depan semua orang yang membuat para penjaga itu semakin bergairah.
Tangan-tangan kasar mereka mulai meraba, mengelus, dan menjelajahi kulit mulusnya.
"Akh ... Tidak ... Kalian tidak bisa melakukan ini!" Kata-katanya mulai bercampur dengan erangan saat tangan-tangan itu menyentuh titik-titik sensitif di tubuhnya.
Huh ... Dasar ******! Bahkan dia bisa mengerang dan mendesah disentuh orang-orang asing. Batin Soraya sambil bergidik jijik.
Ardan tampak tak bergeming. Sedangkan Ellias tetap memperhatikan setiap ekspresi Soraya yang tampak tak banyak berubah.
Salah seorang di antara mereka mulai memposisikan diri dan menghunjam dengan keras di pusat inti tubuh Angel. Membuatnya merintih, antara kesakitan dan nikmat.
Tubuh penjaga itu terdiam sebentar dan memejamkan matanya seperti menyesuaikan diri dengan lubang sempit yang sedang menjepit pusakanya.
"Akh ... Kau begitu sempit. Akh ... " Penjaga itu mulai memundur majukan tubuhnya dengan beraturan.
"Akh ... Akh ... Kau ******** ... Akh ... " Angel meracau sambil tak sadar mulai mendesah.
Kecipak basah, lenguhan, desahan dan erangan memenuhi ruangan. Penjaga itu mulai mempercepat genjotannya.
"Akhhhh ... " Erangan puas terdengar dari penjaga itu.
"Akhh ... " Teriaknya.
Penjaga yang lain sudah tak sabar. Dia membuka mulut Angel dan memasukkan pusakanya ke mulut Angel.
Angel menggelinjang, dia diserang dari depan dan belakang. Sedangkan yang lain meremas bukit kembarnya. Dia benar-benar dikeroyok.
Para penjaga itu menggilir tubuh Angel sepuasnya. Dan setelah selesai, meninggalkannya begitu saja terkapar di atas lantai seperti onggokan daging tak berharga.
Soraya menatap puas dengan eksekusi yang telah diterima Angel.
Angel yang sudah tidak berdaya menatap Soraya dengan tatapan kebencian.
Soraya mendekati jeruji yang membatasi dirinya dengan Angel. Dia membungkukkan tubuhnya.
"Bagaimana pelayananku? Kau menikmatinya, huh?"
"Sialan kau!" Sembur Angel di sela napasnya yang masih memburu.
Soraya terkekeh dan menegakkan tubuhnya. Dia mengarahkan pandangan pada para penjaga yang masih berada di ruangan itu.
__ADS_1
"Kalian bantu aku untuk memuaskannya. Aku berharap banyak agar kalian bisa memenuhi permintaanku ini." Soraya menyeringai puas diangguki oleh para penjaga yang kembali mengerling ke arah Angel yang masih terkulai lemah.
"Baik, Nyonya! Kami pasti akan memuaskan 'titipan' Nyonya." jawab salah satu dari mereka.
"Bagus! Dan jangan lupa, jaga dia dengan baik. Jangan sampai dia lepas dari pengawasan kalian!"
"Kami akan menjaganya dengan baik. Nyonya serahkan semuanya pada penjagaan kami."
Soraya terlihat puas, dia melangkah mendekati Ardan.
"Kita pergi sekarang?" tanya Soraya setelah duduk di samping Ardan. Dia sengaja menghindari tatapan tajam dari Ellias. Tatapannya seakan menguliti tubuhnya.
Sialan! Dasar mafia kurang ajar. Pikir Soraya masam.
Tapi dia tak mau membuat masalah dengan Ellias. Biar bagaimana pun Ellias punya andil besar dalam penangkapan Angel.
"Kau sudah selesai?" Ellias mengajukan pertanyaan yang terpaksa membuat Soraya menatap ke arahnya.
"Ya ... Kukira cukup untuk hari ini. Aku ingin melihat, seberapa lama dia bisa bertahan 'melayani' para penjaga itu. Lima hari, tujuh, sepuluh atau dia mampu bertahan sebulan ... Hmm ... Itu pun kalau dia tidak segera bunuh diri. Apakah menurut tuan Ellias aku sudah keterlaluan?"
Ellias tergelak. "Kau harus berhati-hati Ardan! Kau menyimpan wanita yang sangat mengerikan di sampingmu."
Soraya mendelik. "Apa maksudnya, Sayang?" Tanya Soraya pada Ardan.
Ardan tersenyum. "Jangan khawatir! Dia akan bersikap lembut hanya padaku. Jika dia ingin menyingkirkanku, itu sudah lama dia lakukan. Saat aku menyakitinya di masa lalu."
Tatapannya yang penuh cinta tak lepas dari Soraya.
"Huh, dasar budak cinta! Kau membuatku muak. Aku merasa akan muntah mendengar perkataanmu. Huek ... Menjijikkan!" Ellias menunjukkan ekspresi jijik.
Ardan terkekeh. "Kau bisa mengatakan hal itu karena kau belum bertemu dengan wanita yang membuatmu jatuh cinta. Dan saat itu terjadi, aku orang pertama yang akan mengejekmu. Aku jadi penasaran, wanita seperti apa yang akan membuatmu takluk."
"Huh ... Jangan mimpi! Dalam duniaku tak akan pernah ada wanita spesial. Mereka semua hanya pasangan one stand night. Tak lebih! Setelah pergulatan semalaman, esok harinya kami akan jadi orang asing lagi."
"Ughh ... Ternyata kau begitu menjijikkan!" Soraya keceplosan sambil bergidik memandangi pusaka Ellias yang tidak diketahui sudah pernah dipakai entah berapa puluh wanita atau mungkin sudah ratusan.
"Wah, jangan memandangku begitu, Lady! Kau belum tahu keperkasaan ku. Apakah kau mau mencobanya? Aku pastikan kau akan meninggalkan Ardan begitu kau 'merasakanku'."
"Ishh ... Yang benar saja! Kau membanggakan 'benda bekas' yang sudah diicip banyak wanita itu padaku. Huek ... Kau membuatku ingin muntah." Cibir Soraya.
Ekspresi Ellias menggelap mendengar cibiran Soraya. Dia bergerak ingin memberi pelajaran pada Soraya tapi Ardan terlebih dahulu menghalanginya.
"Sabar, Bro! Bagaimana mungkin kau terpancing dengan perkataannya. Seperti bukan dirimu saja."
Ellias kembali menghempaskan tubuhnya di sofa. Benar! Kenapa penilaian Soraya membuatnya tersinggung? Biasanya dia tidak pernah memikirkan apapun pendapat orang padanya.
Hmm ... Ada apa denganku?
__ADS_1
Ada yang tahu ada apa dengan Ellias? 😁
Komen yang sopan ya! 🙏😇