Mafia Love Journey

Mafia Love Journey
Troublemaker


__ADS_3

Jika hati sudah turut andil dalam sebuah hubungan, maka sudilah dirimu di perbudak oleh hal yang dulunya tabu bagimu namun mungkin dilakukan untuk sekarang. Dan disinilah aku, memandang wajah terlelap gadis cerewet yang sebelumnya mana sudi aku repot-repot mengurus hal sepele seperti ini. Memastikan suhu ruang sudah pas, cahaya lampu tidak menyilaukan, lilin aromatik menyala, semua hal ku periksa agar tidurnya nyaman sampai pagi menjelang.


Merasa semua sudah cukup aku mengecup kening Amanda lalu berbisik," Tidurlah yang nyenyak, selamat malam."


Kini aku beralih ke ruang kerja ku, disana sudah ada Danda dan tentu saja Daddy yang duduk apik di kursi milikku. Dari awal aku menginjakkan kaki di ruangan ini, aku tahu ada yang tidak beres. Lihat saja wajah keduanya tampak serius dan tak melepaskan pandangan mereka dari ku semenjak aku membuka pintu ruangan.


"Jadi tikus mana yang mengganggu kerajaan bisnis kita?" Ujar ku seraya duduk berhadapan dengan Danda.


"Jangan bertanya seolah bodoh Ge." Daddy dengan nada tidak sukanya melempar kembali perkataan sinis.


"Jika bertanya adalah patokan dari kebodohan, maka orang tersesat tidak akan pernah menemukan alamat karena tidak ingin di cap bodoh saat bertanya." Aku tau aku memancing keributan, tapi melihat daddy yang kesal membuat ku merasa berbakti berkali-kali lipat.


"Terus saja mengajak daddy kelahi, kucing besar mu akan daddy kirim ke Afrika." Bukan ancaman, tapi peringatan yang daddy tawarkan begitu menyebalkan jadi mari mulai serius.


"Baiklah rincinya biar Danda yang selesaikan, selebihnya Ge yang eksekusi seperti biasa." Mana sudi aku mengurus berkas jika menyelesaikan misi begitu menghibur untuk dilakukan.


"Tidak Ge, kali ini aku sendiri yang akan turun tangan. Aku benci jika tidak melihat kematian wanita ini secara mengenaskan." Ujaran kebencian Danda yang seperti ini menandakan bahwa aku saja tidak akan bisa mengambil alih misi incarannya.


"Kau terbawa suasana hati, jangan sampai kau tertipu dua kali dengan air mata hasil jerih payah kinerja obat mata." Aku mengucapkan hal ini mengingat, misi ini bukan kali pertama dilakukan.


"Kau pikir aku tidak tau air mata palsunya, lalu berbaik hati melepaskannya agar hidup bahagia. Kau tau bagaimana aku bekerja Ge, jangan samakan aku dengan manusia yang hatinya bisa beralih menjadikan buronan sebagi calon mempelai." Nyinyir sekali mulut Danda yang sedang terbawa emosi.


"Jangan samakan Amanda dengan wanita lain, dia terlalu inovatif menjadi tawanan, memiliki kreativitas tinggi dalam bertahan." Aku tidak tahu harus menyalahkan siapa, karena sialnya semua yang dikatakan Danda benar adanya.


"Sampai kapan kalian melenceng dari bahasan utama dan menyelesaikan adu mulut kalian, sedang kalian sama saja bersikap lembut untuk wanita yang sama, jangan sampai kalian berebut wanita, nanti daddy bunuh saja wanita itu kalau sampai itu benar terjadi." Ucapan yang berbanding terbalik dengan fakta, nyatanya daddy tak pernah membiarkan Amanda terluka menilik perlakuan lembutnya seharian ini.


"Sudah tak usah berlagak seolah daddy tidak akan memanjakan Amanda kedepannya, baru sehari bertemu saja sudah seperti anak dan ayah." Cibir ku tak terima, karena aku masih unggul mempertahankan rasa terpendam selama tiga bulan lebih.


"Amanda terlalu disayang Tuhan, mana bisa daddy menyangkal perasaan sayang yang diberikan Tuhan." Membawa nama Tuhan sedang dia saja bertindak jauh di bawah perintah Tuhan.


"Oke, hentikan berdebat tentang Amanda yang sedang tidur. Kita keluar jalur dua kali, kembali ke inti, aku yang akan eksekusi kali ini." Danda nampak jengah, karena sebenarnya kita sama-sama tahu bahwa Amanda istimewa di hati masing-masing.


"Tentu saja kau harus turun tangan agar tidak ada dendam berkepanjangan. Habisi dia dan tinggalkan jejak indah untuk menghibur masyarakat akan kematiannya." Gaya balas dendam keluarga Dark jangan ditanya seberapa kreatifitasnya.

__ADS_1


"Membunuh terasa terlalu ringan baginya, sedang dia membuat anak asuh ku kelaparan beberapa bulan, menjual ke pasar bebas, menjadikan budak bandit-bandit jalan. Sialan semakin diingat semakin tangan ku gatal mematahkan lehernya." Geram Danda dengan tingkah wanita jelmaan siluman ular.


"Si ular satu itu memang keterlaluan, percuma kita membuatnya menderita lewat kerabatnya. Bahkan orangtuanya sudah kita jebloskan ke penjara, suaminya sudah kita atur agar selingkuh, anaknya bahkan kecanduan dengan obat kita. Tetap saja bertingkah kuasa atas semua." Daddy bahkan tidak mengerti pola pikir wanita itu.


"Daddy harus tau kenapa Danda melewatkan untuk membunuhnya kala itu." Ucap ku memulai menjelaskan.


"Jadi...?" Balasnya tak sabar.


"Keluarga yang kita lacak selama ini, kita buat menderita selama ini, bukan bagian dari hidupnya yang asli. Wajar tidak ada rasa penyesalan darinya." Aku malas menjelaskan tapi daddy juga harus tahu, apalagi daddy tidak suka membaca jadi aku harus repot mengeluarkan suara saat ini.


"Pantas saja hidupnya tenteram ternyata cerdik juga caranya bermain." Daddy memang mudah bangga dengan kejahatan orang lain.


"Menggelikan sekali saat dia berpikir berhasil mengelabui kita dengan semua kesialan yang menimpanya, lantas dia bersujud memohon belas kasihan dan mempersembahkan janji setia sampai mati, cih ingin ku injak mukanya saat itu tapi Gerlard menahan ku." Danda selalu emosi jika menyangkut anak-anak yang didzlolimi.


"Hm, jadi dia berpikir kita akan mengakui kesetiaannya jika melihat di atas semua ketidakberdayaan dia tetap memihak bahkan rela menjadi budak kita, lincah sekali jadi manusia." Komentar daddy sambil mengetukkan jarinya di meja.


"Dia menjadi manusia hanya magang, aslinya turunan setan murni. Beruntung Danda sabar menahan hasrat membunuh kala itu, jadi sekarang kita punya daftar kerabat asli si pembuat onar dengan segala kebejatan setiap individunya." Ucap ku sambil menyodorkan data kebejatan sosok wanita ular yang baru dikirimkan anak buah ku melalui email.


"Apa ini Ge?" Yang benar saja anak-anak yang aku kumpulkan dan besarkan malah dijualnya, dan kenapa dia memiliki begitu banyak koneksi, lihat dia secara acak menjual anak-anak ku yang tersebar di beberapa panti. Dan sejak kapan dia memalsukan semua data asuh hingga sebanyak ratusan orang. Aku tidak bisa menunggu esok. Aku pergi." Danda meninggalkan ruangan tanpa menunggu persetujuan daddy maupun aku.


"Tentu dad, serahkan semua padaku." Jawab ku mantap.


"Selesaikan juga pembantaian pesuruhmu yang berkhianat, daddy rasa di villa ini masih ada puluhan nyawa lagi." Saran daddy melihat aku terlalu baik hati akhir-akhir ini.


"Daddy tidak usah ikut campur untuk urusan ini, aku akan mengikuti arah main dari pesuruh mereka sebenarnya." Mereka tidak berpikir bermain dengan siapa, jika mereka pintar menyamar maka aku adalah ahli dari penyamaran.


"Daddy tidak mau menunggu lebih dari satu minggu. Jika masih tidak ada tindakan, jangan salahkan daddy jika vila mu berlumur darah." Daddy beranjak meninggalkan ku setelah mengucapkan peringatannya.


Aku tau masalah ini akan berkepanjangan sejak awal. Dari riwayat kejahatan wanita ini saja aku sampai harus membaca sembilan belas lembar kasus. Aku rasa dia tidak tanggung-tanggung menggantikan tugas setan untuk jadi jahat. Yang paling bej*t adalah dia bahkan berani menyentuh anak-anak jalanan yang di kumpulkan Danda di beberapa panti asuhan yang didirikan keluarga Dark. Jabatan sebagai salah satu kepala panti mempermudah jalannya melakukan itu semua. Dan itu membuat Danda naik pitam, mengingat dia adalah sosok pembunuh namun budak dari anak terlantar.


Waktu menunjukkan 03:00 dini hari waktu Denmark setempat. Aku menyudahi segala kegiatan yang berhubungan dengan wanita ular. Dan aku memutuskan untuk menemui Amanda yang sedang terlelap sebelum aku menjemput mimpiku sendiri.


"Hei... Kenapa tidak tidur sayang." Tanya ku lembut sekaligus kaget karena saat aku masuk Amanda sedang terduduk di ranjang dengan peluh yang bercucuran.

__ADS_1


"Jiji..." Panggilnya lirih, seolah aku tahu bahwa ia ingin aku mendekat, maka kulakukan itu.


"Mimpi buruk hem?" Aku sudah duduk di ranjangnya.


"Iya, mimpi seram-seram dan tidak bisa tidur lagi." Adu Amanda dengan nada manja, kemudian memeluk ku erat, menyembunyikan kepalanya di sela ketiak ku.


"Ayo tidur lagi, masih malam." Karena sejujurnya aku yang butuh untuk tidur.


"Tidak bisa, harus ditemani." Lihatlah tingkah bayinya semakin menjadi.


"Berbaringlah, aku akan menemani sampai kau terlelap." Mudah-mudahan bukan aku yang terlelap duluan lanjut ku dalam hati.


"Tidak mau." Tolak Amanda sambil mengeluarkan jurus monyong no jutsu.


"Tolonglah, ini masih malam aku tidak mungkin menemani mu sedang aku harus bangun sepagi mungkin." Walau aku kesal entah kenapa nada yang keluar dari mulut ku tetaplah lembut.


"Sini Jiji ikut berbaring." Setelah ucapannya, dia bergeser ke bagian kiri ranjang menyisakan ruang kosong untuk ku. Aku senang tapi aku takut bertindak lebih maka aku harus menjaga diri dengan penolakan.


"Amanda..." Ucapan ku terpotong karena tingkah Amanda yang dengan kasarnya menarik aku hingga aku terbaring dengan posisi tidak elit.


"Maaf sedikit memaksa tapi kau membangkang jadi harus agak kasar supaya menurut." Jelasnya sambil membenahi posisiku, dan menyelimuti bagian tubuh ku sampai dada.


"Hem nyamannya." Setelah mengurus ku, dia ikut berbaring dan menjadikan ku guling dadakan, memeluk ku seenak jidatnya.


"Apa kau sedang menggoda ku?" Ayolah Amanda, bahkan sekarang aku merasakan kalau badan ku kaku.


"Tidak, kurang kerjaan sekali menggoda orang malam-malam." Jawabnya di luar nalar, aku lupa jika dia masih terlalu naif menjadi penggoda.


"Yasudah tidurlah." Aku memposisikan Amanda dalam posisi ternyaman saat ku dekap.


"Ji, aku mimpi tentang Danda." Ceritanya saat aku mulai memejamkan mata.


"Bagaimana mimpi mu." Tanya ku dalam kantuk yang berat.

__ADS_1


"Aku mimpi Danda pergi menyelamatkan anak-anak, entah kenapa disana banyak anak kecil. Kemudian Danda terlibat perkelahian. Yang mengakibatkan Danda ditembak oleh beberapa orang, dan Danda mengalami..." Amanda terus menceritakan mimpinya yang katanya begitu nyata.


Aku tidak tahu pasti apa yang diceritakan Amanda. Yang jelas mimpi itu tidak mungkin terjadi, karena aku tau potensi Danda. Jadi tanpa rasa khawatir aku tertidur dalam dongeng pembunuhan, mungkin ini adalah dongeng terindah yang pernah ku dengar.


__ADS_2